Bayangkan di sebuah kehidupan indah Bumi, terdapat teror yang di rahasiakan pemerintah semua umat manusia. Teror Iblis, siluman, dan Kaiju.
Umat manusia yang memiliki kekuatan khusus disebut Exorcist mampu melawan 3 musuh besar umat manusia. Tapi umat manusia tidak bisa selamanya menang atau di bilang selalu kalah.
Kekuatan Iblis jauh lebih kuat dari pada Exorcist disebabkan kasta Level, sehingga umat manusia hanya bisa menutupi kekalahan dari teror mengerikan.
Akan tetapi itu tidak selamanya, karena Reyhan seorang siswa SMA biasa di Jakarta mendapatkan sebuah Sistem Pembunuh Iblis. Tugas Sistem itu memberi Reyhan sebuah misi dan kekuatan untuk mengalahkan Iblis-iblis lawan manusia.
Akan tetapi saat Reyhan melangkah lebih jauh sebagai Exorcist, Reyhan semakin tahu bahwa kekuatannya bukan apa-apa untuk Iblis atau Exorcist lainnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kacarealitas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
24. kaiju Kilvara
Setelah urusan Gate di laut selesai, semua kapal kembali bergerak menuju Mesir. Shu Yuan memprediksi jika akan tiba di Mesir dalam waktu 2 hari.
Selama 2 hari itu, Reyhan berlatih fisik bersama Zahra dan Asuna serta budaknya yang lain.
Selain itu mereka juga berlatih meningkatkan penggunaan energi dan peningkatan kapasitas energi.
Begitu armada sampai di laut Merah, semua sistem negara Arab tidak memberi peringatan karena mereka tahu organsiasi DGA.
Begitu sampai di pelabuhan, mereka sudah di sambut oleh kendaraan berat Tentara Mesir.
Shu Yuan berjalan maju lalu memberi hormat kepada Sersan yang menyambut mereka.
"Sersan saya wakil komandan Shu Yuan dari Organsiasi DGA. Saya ingin pastikan tentang Gate misterius di Kairo" tegasnya.
Sersan mengangguk. "Saya juga khawatir tentang Gate itu tuah, saya melihat ada tentara berseragam seperti anda yang tewas di cakar. Dan lukanya sangat dalam, anehnya kejadiannya seperti bersamaan dan cepat"
Shu Yuan mengerutkan keningnya. "Bukankah Gate belum terbuka?" Batinnya. "Baiklah, kami akan segera mengikuti anda dari belakang Sersan"
Sersan itu mengangguk lalu memerintahkan 500 Tentara yang dia bawa masuk ke humvee dan tank serta helikopter untuk pergi.
Shu Yuan juga memerintahkan menurunkan humvee, pengangkut personel serta tank untuk segera di angkut keluar.
Setelah itu warga Mesir di pelabuhan dapat melihat pemandangan mendebarkan hati mereka.
Banyaknya militer pergi ke ibu kota membuat banyak orang berspekulasi aneh-aneh tapi Intelejen DGA menghapus itu dengan cepat.
Bagaimana pun DGA berisi orang campuran yang berbakat dalam bidang mereka.
Reyhan dari dalam Humvee bersama Zahra dan Asuna menatap luar jendela, mereka tidak pernah ke luar negeri jadi mereka fokus dengan pemandangan.
Begitu masuk ke wilayah Kairo, armada mobil berbelok ke hamparan pasir padang luas dimana kemiliteran Mesir dan kepolisIan Mesir sudah menjaga perbatasan.
Melihat tentara DGA dan Exorcist tiba dalam jumlah besar, orang-orang Mesir segera bernafas lega karena peluru mereka tak mampu melukai iblis.
Sersan dari Mesir menuntun jalan Shu Yuan ke tempat dimana mobil-mobil humvee dari DGA ada bekas cakaran luas dan luka di alami prajurit.
Shu Yuan mendesis dingin. "Apapun itu aku akan membalasnya" Shu Yuan segera memberi perintah. "Segera tutup Gate itu! Buat barikade dan persiapan dengan senjata berat untuk persiapan!"
"Baik!" Tentara DGA segera melakukan persiapan dengan cepat bahkan membagi peluru anti iblis dengan tentara Mesir.
Peluru Helikopter, Tank, dan senapan lainnya juga diberi peluru sehingga mereka semua siap.
Reyhan dan Zahra akan melakukan penutupan Gate karena mereka paling kuat disini.
Gate menatap Zahra dengan canggung. "Siap?"
Zahra mengangguk lalu keduanya menyiapkan serangan lalu melemparnya ke dalam Gate.
Keduanya menatap ke depan untuk melihat reaksi dari Gate. Namun betapa terkejutnya mereka tidak ada reaksi.
"Kita coba lagi" saran Zahra. "Sepertinya dia mau lebih di kerasi"
Reyhan mengangguk setuju lalu keduanya melempar serangan lagi. Tapi kali ini tiba-tiba energi Gate bergelombang dan serangan mereka berbalik.
"Akh!" Zahra terbakar apinya dan Reyhan terpental karena tersengalt listrik.
Asuna dengan panik membantu Reyhan, budak Reyhan lainnya membantu Zahra memadamkan apinya.
Shu Yuan menyipitkan matanya saat menatap Gate. "Ini bukan sembarang Gate, ini sebenarnya apa?" Gumam nya.
"Ini sebenarnya adalah tempat kelahiran tuanku Kilvara" suara bisik mengerikan menjawab pertanyaan Shu Yuan.
Shu Yuan terbalakak, semua orang disini merasakan adanya energi negatif yang begitu kuat. Exorcist yang lemah mungkin akan tertekan tapi Reyhan, Zahra, Asuna dan Shu Yuan bukanlah orang lemah.
"Sialan!" Shu Yuan memutar lengannya ke belakang dan menembak.
Wus!, pria berpakaian butler itu melompat ke udara lalu mengibaskan cakar-cakar panjangnya.
"Siap mati karena menganggu proses kelahiran tuan Kilvara?" Tanyanya dingin.
Zahra berdiri di depan Shu Yuan lalu mengibas ke atas. Akan tetapi lautan api itu justru di belah oleh pria butler.
"Apa-
Zahra terbelakak saat ujung kaki pria butler itu berdiri di dahinya dan menghantam Zahra ke dalam pasir.
Semua orang terdiam melihar Zahra terpendam ke tanah begitu dalam. Shu Yuan menjatuhkan pistolnya karena tak percaya.
Pupil mata Reyhan bergetar melihat kondisi Zahra, lalu dia menatap pria itu dengan bengis. "Beraninya kau!"
Pria butler itu mendengus. "Namaku Stain Er'lord"
"Berisik!" Reyhan dengan penuh emosi bergerak dengan kecepatan petir, tinjunya hampir mengenai wajah Stain Er'lord.
Namun Stain Er'lord hanya perlu menahan tinju Reyhan dengan cakarnya. "Lemah, ini kekuatan yang mereka mengaku ras puncak?" Cibirnya.
Reyhan terbelakak namun dia menggertakkan giginya. "Jangan menyimpulkan terlalu cepat!" Reyhan menyelinap ke belakang Stain Er'lord.
Reyhan berteriak untuk mengangkat Stain Er'lord, Shu Yuan, Asuna dan lainnya bersiap menyerang jika Stain Er'lord berhasil di kunci.
Tapi mata Stain Er'lord berkilat merah. "Bilah darah Anubis" gumamnya.
Sling!, kejadian itu begitu cepat sampai hanya ada kilatan cahaya merah menebas perut dan dada Reyhan.
Reyhan terbaring jatuh ke tanah, eskpresi nya terkejut merasakan darahnya mengalir dari dadanya.
"S-sejak kapan..." Reyhan menekan darahnya di tubuhnya.
Asuna bernafas cepat, nalurinya sebagai iblis muncul lagi melihat kondisi Reyhan sekarat.
Budak-budak Reyhan juga sama, mereka mengeluarkan aura haus darah dan kebencian mengarah pada Stain Er'lord.
Stain Er'lord mendengus mengibas cakarnya yang ada darah Reyhan. "Mahluk lemah seperti kalian tidak layak-
"Cincin berapi!" 3 cincin berapi mengekang pergerakan Stain Er'lord tiba-tiba.
Zahra bangkit dari tempat nya tersungkur, tubuhnya tampak lusuh tapi dia terlihat marah. "Berani nya main licik! Kobaran api!"
Wum!, cincin-cincin itu membakar Stain Er'lord hidup-hidup, api itu tidak akan berhenti sampai Stain Er'lord mati.
Asuna memanfaatkan kesempatan itu untuk menopang kepala Reyhan dengan pahanya. "Tuan tolong jangan tinggalkan aku"
Reyhan tersenyum tipis. "Tidak akan Asuna, aku masih punya ramuan penyembuhan" Reyhan meminum ramuan penyembuh tingkat rendah.
Segera luka-luka fisik Reyhan pulih, Reyhan bangkit kembali. Kali ini dia tidak akan meremehkan Stain Er'lord.
Zahra merasa tidak beres. "Ada apa ini, kenapa apiku tidak bisa membakarnya?" Batin Zahra.
Tiba-tiba cincin terlempar ke berbagai arah dalam kondisi rusak, semuanya memadang Stain Er'lord dengan ngeri.
Shu Yuan menggeram kesal. "Keroyok dia!"
"Haaa!!" Exorcist-Exorcist lainnya tentu saja takut tapi mereka harus bertarung.
Akan tetapi Stain Er'lord dengan mata merah sebelah kiri menatap mereka dengan merendahkan.
"Lemah" cibirnya.
Gerakan Stain Er'lord melesat cepat seperti angin sebelum kembali ke posisi nya. Kedua cakarnya menetes darah segar.
Cush!
Kepala-kepala Exorcist dan luka berat mereka menyemburkan darah ke langit membuat tubuh Stain Er'lord di basahi darah.
Shu Yuan mundur dengan ngeri. "S-sial ada total 100 Exorcist loh! M-mereka mati serempak?"
Sersan dan tentara Mesir mundur dengan ketakutan, akan tetapi Reyhan, Zahra dan Asuna melangkah maju.
"Kalian lindungi Tentara dengan nyawa kalian, jangan sampai mereka mati" ujar Reyhan dengan tegas sembari menatap budaknya dari balik bahu.
"Tapi tuan kami ingin bertarung bersama tuan"
Asuna melepaskannya tekanan aura iblisnya. "Meskipun aku level 1, tapi saat jadi manusia kekuatanku jauh lebih kuat dari pada kalian" ancamnya.
Segera 30 budak Reyhan gemetar tak berkutik.
Reyhan menghela nafas pendek. "Kalau begitu kita akan mulai"
"Sistem aktifkan zirah perak" ucapnya dalam hati.
[Zirah perak aktif]
Tubuh Reyhan tiba-tiba muncul baju besi zirah perak kesatria, Reyhan juga mengambil pedang petir.
Stain Er'lord sedikit tersentak sejenak karena ada aura familiar dari pedang itu.
Groar!!
Stain Er'lord bernafas cepat. "A-aku ingat sekarang, itu pedang petir berisi roh Naga petir" gumamnya.
Stain Er'lord menghela nafas. "Kalau begitu aku tidak perlu repot-repot mencari lawan sejatiku" Stain Er'lord merentangkan tangannya.
"Wahai anubisku, waktunya untuk kita muncul telah tiba. Bunuh mereka yang bukan ras kita"
Ngungg!
Terompet bunyi perang berbunyi, dari dalam Gate sebuah bayangan sihir gelap keluar dengan cepat.
Sihir itu menabrak tanah dan memunculkan anubis, Iblis neraka.
Shu Yuan tercengang, jumlah mereka tidak hanya banyak tapi juga menakutkan!
"Sial! Bertahan disini sampai mati!" Teriak Shu Yuan lalu bersiap menembak.
"Baik!" Tentara DGA sudah menduga ini karena itu mereka sudah siap mental. Mereka pergi ke pos dan strategi mereka.
Tentara Mesir juga akan melawan Iblis Anubis disini membantu tentara DGA.
Reyhan menggenggam erat pedangnya. "Ledakan petir!" Teriaknya kemudian menancapkan pedangnya di tanah.
Ziutss!!
Gelombang petir dari dalam tanah menghambat pergerakan mereka. Tentara DGA dan Mesir segera menarik pelatuk mereka.
...
Akan tetapi peperangan yang di ciptakan Stain Er'lord meluas sampai ke hunian warga Kairo.
Reyhan dan lainnya tidak bisa menyerang lebih dari kemampuan mereka, meskipun sudah di paksa tapi mereka tetap di pukul mundur.
Alhasil, peperangan melebar dan korban jiwa makin besar. Presiden Mesir yang tau tentang Organisasi ini hanya bisa pasrah.
Lagi pula persenjataan biasa tidak bisa membunuh Iblis-iblis itu.
....