NovelToon NovelToon
Dinikahi Tuan Muda Lumpuh: Istriku Ternyata Dokter Bedah Jenius

Dinikahi Tuan Muda Lumpuh: Istriku Ternyata Dokter Bedah Jenius

Status: sedang berlangsung
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / Kriminal dan Bidadari / Slice of Life / Pernikahan Kilat / CEO / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:10.9k
Nilai: 5
Nama Author: Savana Liora

​"Kau pikir aku akan menyentuhmu? Aku lumpuh."

​Ucapan dingin Elzian Drystan di malam pertama mereka langsung dibalas senyum miring oleh istrinya.

​"Otot betis kencang, tidak ada atrofi, dan pupilmu melebar saat melihatku. Kau tidak lumpuh, Tuan. Kau hanya pembohong payah."

​Dalam detik itu, kedok Ziva Magdonia sebagai istri 'tumbal' runtuh. Dia adalah ahli bedah syaraf jenius yang mematikan. Rahasia Elzian terbongkar, dan kesepakatan pun dibuat: Elzian menghancurkan musuh yang mencoba membunuhnya, dan Ziva memastikan tidak ada racun medis yang bisa menyentuh suaminya.

​Namun, saat mantan kekasih Elzian datang menghina, Ziva tidak butuh bantuan.

​"Hidungmu miring dua mili, silikon dagumu kadaluarsa... mau kuperbaiki sekalian?"

​Bagi Ziva, membedah mental musuh jauh lebih mudah daripada membedah otak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Savana Liora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3: Negosiasi di Atas Ranjang

​​"Bunuh saja. Tapi pastikan kau punya dokter lain yang bisa mendeteksi racun di kopimu pagi nanti.”

​Ziva mengucapkan kalimat itu dengan sisa napas yang ada. Wajahnya mulai memerah, tapi matanya tidak berkedip sedikit pun menatap manik hitam Elzian. Tidak ada permohonan ampun, hanya tantangan gila.

​Cengkeraman Elzian di leher Ziva tidak melonggar, justru semakin kuat. "Apa maksudmu?"

​"Napasmu..." Ziva terbatuk kecil, memukul pelan lengan kekar yang mencekiknya. "Bau almond samar. Sianida dosis mikro? Atau arsenik yang dimodifikasi? Kau pura-pura lumpuh bukan cuma untuk mengelabui musuh, tapi karena tubuhmu memang sedang recovery dari racun saraf, kan?"

​Kening Elzian berkerut dalam. Kilatan membunuh di matanya perlahan berganti menjadi kewaspadaan tinggi. Dia melepaskan cengkeramannya secara tiba-tiba.

​Ziva merosot sedikit, terbatuk-batuk sambil memegangi lehernya yang kini berbekas merah. Dia menghirup oksigen rakus-rakus, tapi sedetik kemudian, dia sudah mendongak lagi, tersenyum miring seolah baru saja memenangkan lotre.

​"Tebakanku benar, ya?" serang Ziva langsung, suaranya parau tapi tajam. "Dokter pribadimu bodoh kalau dia tidak sadar racun itu masih ada di sistem tubuhmu. Atau jangan-jangan... doktermulah yang meracunimu?"

​Elzian mundur selangkah. Dia menatap wanita di depannya dengan pandangan baru. Ziva Magdonia bukan sekadar cantik dan berani, dia berbahaya. Dan Elzian suka bahaya.

​"Siapa yang mengirimmu?" tanya Elzian dingin. Dia kembali duduk di kursi rodanya dengan gerakan luwes, menyembunyikan kembali kekuatan fisiknya di balik kedok kelumpuhan.

​"Tidak ada. Aku datang sendiri demi rumahku," jawab Ziva sambil merapikan gaun pengantinnya yang kusut. Dia berjalan menuju meja rias, mengambil tisu basah, dan dengan santai membersihkan lehernya, seolah bekas cekikan itu hanya noda lipstik. "Dengar, Tuan CEO. Kita sama-sama terjebak. Keluargamu—siapapun itu—menginginkan kau mati perlahan supaya terlihat seperti kematian alami. Dan pamanku menginginkan hartaku."

​Ziva berbalik, bersandar pinggul di meja rias dengan tangan bersedekap. "Aku tawarkan kesepakatan bisnis."

​Elzian menaikkan sebelah alisnya. "Kau berani bernegosiasi denganku setelah nyaris mati?"

​"Kenapa tidak? Nyawamu ada di ujung tanduk, Elzian. Kau butuh aku," Ziva menunjuk dada bidang Elzian. "Aku ahli bedah saraf terbaik di negara ini. Aku tahu anatomi, farmakologi, dan toksikologi lebih baik dari siapapun yang kau bayar sekarang. Aku bisa jadi filtermu. Memastikan tidak ada satu tetes racun pun yang masuk ke mulutmu. Aku pastikan kau hidup sampai kau bisa membalas dendam pada mereka."

​Elzian terdiam, menimbang tawaran itu. Tawaran itu logis. Sangat logis. Selama ini dia kesulitan mencari orang kepercayaan medis karena musuhnya selalu berhasil menyusup. Tapi Ziva... Ziva punya motif yang jelas: uang dan aset. Orang yang serakah biasanya lebih jujur daripada orang yang pura-pura setia.

​"Dan apa imbalannya?" tanya Elzian datar.

​"Jadilah tamengku," jawab Ziva cepat. "Gunakan kekuasaanmu yang mengerikan itu untuk menjauhkan pamanku dan lintah darat manapun dari hidupku. Lindungi asetku. Dan saat semua ini selesai, kita bercerai baik-baik."

​"Kau terlalu percaya diri, Dokter," dengus Elzian. "Tapi aku terima. Jadilah anjing penjaga makananku."

​"Mitra medis," koreksi Ziva ketus. "Aku bukan anjing."

​"Terserah. Tapi ingat satu hal, Ziva. Sekali kau berkhianat, atau ketahuan bekerja sama dengan kakak tiriku... lehermu benar-benar akan patah. Tanpa peringatan."

​"Tenang saja. Aku tidak tertarik bersekutu dengan pembunuh," balas Ziva santai. Dia menguap lebar, tidak peduli dengan etika di depan suaminya. Hari ini melelahkan. Emosinya terkuras habis menghadapi paman gila dan suami psikopat.

​Ziva melangkah menuju tempat tidur king size yang tampak sangat empuk di tengah ruangan. Spreinya sutra putih bersih, bantalnya terlihat seperti awan. Dia sudah membayangkan betapa nikmatnya menghempaskan punggungnya di sana setelah seharian berdiri memakai heels.

​"Minggir," kata Ziva sambil hendak duduk di tepi ranjang.

​"Mau apa kau?" Suara Elzian menghentikan gerakannya.

​"Tidur. Kau pikir aku mau begadang menjaga lilin?"

​"Siapa bilang kau boleh tidur di situ?"

​Ziva menoleh, bingung. "Ini kamar kita, kan? Itu kasur. Manusia tidur di kasur."

​Elzian menunjuk sofa panjang berbahan kulit di sudut ruangan dengan dagunya. Tatapannya kembali dingin dan tak terbantahkan. "Itu tempatmu."

​Mata Ziva membelalak. Dia menatap sofa itu, lalu kembali menatap kasur luas yang bisa memuat lima orang itu. "Kau bercanda? Kasur ini luasnya dua meter persegi! Kita bisa tidur tanpa bersentuhan sedikit pun. Aku tidak mendengkur dan aku tidak tidur lasak!"

​"Aku tidak tidur dengan orang asing. Apalagi yang tahu rahasiaku," jawab Elzian tegas. Dia menggerakkan kursi rodanya mendekati sisi ranjang, lalu dengan mudah memindahkan tubuhnya ke atas kasur, menarik selimut sebatas dada dengan angkuh. "Tidur di sofa, atau tidur di lantai luar kamar. Pilihanmu."

​Ziva mengepalkan tangannya. Ingin rasanya dia melempar vas bunga ke kepala pria arogan ini. Dia baru saja menyelamatkan nyawa pria itu dengan diagnosanya, dan ini balasannya?

​"Pelit," desis Ziva kesal.

​Dengan menghentak-hentakkan kaki, dia menyambar bantal dari sofa, melemparnya kembali dengan kasar, lalu merebahkan dirinya di sana. Sofa itu keras, dingin, dan pendek. Kaki jenjang Ziva menggantung tidak nyaman di ujungnya.

​"Matikan lampunya," perintah Elzian tanpa menoleh.

​"Matikan sendiri! Katanya kakimu kuat!" sembur Ziva, memunggunginya.

​Hening sejenak. Lalu terdengar suara klik saklar dan ruangan menjadi gelap gulita. Ziva mendengus dalam kegelapan. Malam pertama yang luar biasa buruk. Tapi setidaknya dia masih hidup.

​Namun, di tengah keheningan itu, suara Elzian kembali terdengar, rendah dan mengancam dalam kegelapan.

​"Jangan berpikir untuk merangkak naik ke kasurku saat aku tidur, Ziva. Aku tidur dengan pistol di bawah bantal."

1
Warni
🥰🤭🤭🤭🤭😂
Warni
Lebih galak Ziva.
Warni
😫
Warni
😂
Warni
🤭
Warni
Ngambek nanti si Suami klu tulisannya di ejek jelek.
Savana Liora: hahaha
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
kalau orang mengira Elzian lumpuh maka kakinya adalah istrinya sendiri. good job Ziva
Ma Em
Akhirnya Ziva bisa mengalahkan Elzian akibat egonya yg terlalu tinggi dan keras kepala orang lain tdk ada yg berani melawan Elzian tapi Ziva bisa mengalahkan nya hebat kamu Ziva .
Savana Liora: iya. mantap
total 1 replies
Warni
🥰
Warni
Mengamuk.🤣
Warni
😂
Warni
😁
Warni
😂
Warni
Jangan bilang Dokter Rayn di pindah tugaskan.🤭
Warni
😂🥰🥰🥰
Warni
🥰
Warni
🤣
Warni
Oh mampus.
Savana Liora: tau rasa dia
total 1 replies
Aanisa aliya
lanjutkan
Savana Liora: besok ya
total 1 replies
Warni
Ohhh,mantap pak.Suami siaga.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!