Xing Shenyuan, pangeran kesembilan Dinasti Bintang Agung, dikhianati oleh saudaranya sendiri. Tulang Surgawi miliknya dicabut, basis kultivasinya dihancurkan, dan dia dibuang ke Makam Leluhur yang terlarang untuk menjadi pelayan nisan seumur hidup. Di tengah keputusasaan, sebuah suara kuno bergema di jiwanya. Dengan sistem "Masuk Log" (Sign-In), setiap inci tanah pemakaman menjadi gudang harta karun ilahi.
"Masuk Log di Makam Kaisar Pertama, hadiah: Tubuh Kekacauan Primordial!"
"Masuk Log di Gundukan Pedang Dewa, hadiah: Niat Pedang Penghancur Cakrawala!"
Sepuluh ribu tahun berlalu dalam sekejap mata. Dunia luar telah berganti zaman, kekaisaran runtuh, dan dewa-dewa baru bermunculan , ketika musuh dari langit mencoba mengusik ketenangan makam leluhur nya, xing shenyuan bangkit dari debu hanya satu jentikan jari untuk meratakan seluruh galaksi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuzuki chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 10 meditasi ganda di bawah cahaya bintang
Suasana di dalam gubuk kayu terasa semakin panas, bukan karena api di tungku, melainkan karena aliran energi spiritual yang begitu padat dan intim. Xing Shenyuan duduk tegak dengan mata terpejam, sementara Su Yan di sebelah kanan dan Lin Xiaoyue di sebelah kirinya menempelkan telapak tangan mereka pada punggung dan dada Shenyuan.
"Jangan menahan napas kalian," bisik Shenyuan. Suaranya rendah dan dalam, bergema langsung di pikiran kedua wanita itu. "Biarkan Qi kalian mengalir ke dalam nadiku. Jangan takut, aku akan membimbingnya."
Su Yan, yang merupakan seorang alkemis berpengalaman, merasakan sensasi yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Begitu energinya menyentuh meridian Shenyuan, ia merasa seolah-olah setetes air masuk ke dalam samudra yang luas dan purba. Energi Shenyuan sangat dominan, sangat maskulin, dan sekaligus sangat lembut saat menyelimuti energi Yin miliknya.
"Tuan... energi Anda... sangat panas," desah Su Yan. Wajahnya merona, dan keringat mulai membasahi pakaian tipisnya yang kini melekat pada lekuk tubuhnya.
Sementara itu, Lin Xiaoyue berjuang dengan rasa malu yang luar biasa. Sebagai gadis yang tumbuh di desa, kedekatan fisik seperti ini—bahkan menyentuh dada bidang gurunya yang keras dan hangat—membuat jantungnya berpacu kencang. Api Feniks dalam tubuhnya bergejolak, merespons kehadiran Shenyuan.
"Fokus, Xiaoyue," Shenyuan memperingatkan. Ia meraih tangan kecil Xiaoyue yang bergetar dan menempelkannya lebih erat pada otot dadanya. "Gunakan panas dari jantungku untuk memurnikan apimu."
[Momen Pelatihan Khusus: Penyatuan Tiga Unsur]
Shenyuan menarik napas dalam-dalam. Ia memutuskan untuk menggunakan teknik Sutra Penyatuan Langit dan Bumi, sebuah metode kultivasi bersama yang tidak hanya memperkuat fisik, tetapi juga memperdalam ikatan batin.
"Sekarang, lepaskan pertahanan mental kalian," perintah Shenyuan.
Tiba-tiba, kesadaran Su Yan dan Xiaoyue seolah-olah ditarik masuk ke dalam sebuah ruang spiritual. Di sana, mereka tidak lagi melihat gubuk kayu, melainkan hamparan galaksi yang indah dengan bintang-bintang yang berputar.
Di pusat galaksi itu berdiri Shenyuan, namun kali ini ia mengenakan jubah kaisar yang megah, memancarkan aura yang tak tertandingi.
"Kemarilah," panggil Shenyuan dalam ruang mental itu.
Su Yan dan Xiaoyue melayang mendekat. Dalam bentuk roh ini, perasaan mereka tidak bisa disembunyikan. Kekaguman, rasa hormat, dan bibit-bibit cinta yang mulai tumbuh terpancar jelas.
Shenyuan menarik mereka berdua ke dalam pelukannya di tengah badai bintang. Ia meletakkan tangannya di belakang kepala Su Yan, menariknya ke dalam ciuman spiritual yang mendalam. Su Yan tersentak, namun segera membalas dengan penuh gairah, membiarkan energi alkimianya menyatu dengan energi kekacauan Shenyuan.
Xiaoyue, yang melihat itu, merasa bingung dan malu, namun Shenyuan tidak membiarkannya merasa terasing. Dengan satu tarikan, ia membawa Xiaoyue masuk ke dalam penyatuan itu. Tangan Shenyuan membelai rambut Xiaoyue, sementara ia membagi energi murninya kepada gadis itu.
"Ini adalah Kultivasi Jiwa," bisik Shenyuan dalam pikiran mereka. "Dengan ini, bakat kalian akan melampaui batas manusia."
Di dunia nyata, tubuh mereka bertiga mulai memancarkan cahaya tiga warna: Ungu-Emas dari Shenyuan, Hijau Zamrud dari Su Yan, dan Biru Feniks dari Xiaoyue.
Cahaya itu berputar-putar, membentuk kepompong energi yang melindungi gubuk itu dari gangguan luar.
[Interaksi Inti: Kedekatan di Alam Nyata]
Beberapa jam kemudian, cahaya itu perlahan memudar.
Shenyuan membuka matanya. Ia merasa segar. Penggunaan teknik besar saat melawan aliansi sebelumnya telah sepenuhnya terkompensasi, bahkan fondasinya semakin solid.
Ia melihat ke bawah. Su Yan dan Lin Xiaoyue kelelahan, namun wajah mereka memancarkan cahaya kesehatan yang luar biasa. Su Yan bersandar di bahu kanannya dengan napas yang teratur, sementara Xiaoyue tertidur di pangkuannya dengan posisi yang sangat protektif.
Shenyuan membelai pipi Su Yan, membuatnya terbangun pelan.
"Tuan... apakah sudah selesai?" tanya Su Yan dengan suara serak yang seksi. Ia merasa tubuhnya jauh lebih ringan. Ia memeriksa kultivasinya dan terkejut. "Aku... aku menerobos ke Ranah Jiwa Baru Lahir (Nascent Soul) Tahap Awal?!"
Shenyuan tersenyum tipis. "Itu adalah hadiah karena kau telah setia mengikutiku. Dengan tingkatmu yang sekarang, kau bisa kembali ke Balai Pengobatan Surgawi dan mengambil alih posisi Master Sekte jika kau mau."
Su Yan menggelengkan kepala dengan cepat. Ia memeluk lengan Shenyuan lebih erat, menempelkan dadanya yang berisi ke lengan kekar sang pangeran. "Tidak. Aku lebih suka menjadi pelayan di sini daripada menjadi Master di sana. Di sini... aku merasa benar-benar hidup."
Shenyuan kemudian menepuk pelan pipi Xiaoyue. Gadis itu mengerang kecil, membuka matanya yang jernih, dan langsung menyadari bahwa dia tertidur di pangkuan gurunya.
"G-guru! Maafkan saya!" Xiaoyue langsung duduk tegak, wajahnya merah padam.
"Tidak apa-apa," kata Shenyuan. "Xiaoyue, periksa kekuatanmu."
Xiaoyue mencoba memanggil apinya. Kali ini, api yang keluar bukan lagi sekadar obor biru, melainkan bentuk feniks kecil yang hidup dan memiliki kecerdasan. "Aku merasa... aku bisa menghancurkan gunung dengan ini!"
"Kau sekarang berada di Ranah Inti Emas Tahap Awal," jelas Shenyuan. "Lonjakan ranah yang sangat drastis. Kau harus melatih kestabilanmu dalam beberapa hari ke depan."
Xiaoyue menatap tangannya, lalu menatap gurunya dengan mata berbinar penuh rasa syukur. Tanpa peringatan, ia menerjang maju dan memeluk leher Shenyuan, memberikan kecupan singkat di pipi gurunya sebelum menarik diri dengan malu-malu.
"Terima kasih, Guru! Aku akan berlatih lebih keras!"
Shenyuan terkekeh. Suasana hangat ini sangat kontras dengan pembantaian yang ia lakukan beberapa jam lalu. Namun, ia tahu kedamaian ini tidak akan bertahan lama.
[Goncangan di Luar: Kabar Kekalahan]
Sementara di dalam gubuk terjadi momen penuh kehangatan, dunia luar sedang berada dalam kekacauan total.
Lei Batian, Master Sekte Awan Guntur, tiba di gerbang sektenya dengan satu kaki yang hilang dan tubuh yang penuh luka bakar. Kabar bahwa Aliansi Pembantai Iblis telah dihancurkan oleh "Pangeran Sampah" menyebar ke seluruh benua hanya dalam satu malam.
Di ibu kota Dinasti Bintang Agung, sang Kaisar, Xing Tian, duduk di singgasananya dengan wajah pucat. Di hadapannya, laporan tentang jatuhnya Jian Wushuang dan hancurnya pasukan elit sekte membuat seluruh aula istana terasa dingin.
"Putra kesembilanku... dia melakukan semua ini?" tanya Kaisar dengan suara gemetar. "Bagaimana mungkin seseorang yang Dantian-nya hancur bisa membantai ahli Jiwa Baru Lahir?"
"Yang Mulia," seorang penasihat tua maju. "Ada desas-desus bahwa dia tidak menggunakan kekuatannya sendiri, melainkan membangkitkan formasi kuno leluhur. Namun, ada juga yang bilang... dia adalah reinkarnasi dari Kaisar Pendiri."
"Diam!" bentak Kaisar. "Siapkan utusan. Bawa hadiah paling berharga. Kita harus membujuknya kembali ke istana. Jika dia memiliki kekuatan sebesar itu, Dinasti Bintang Agung bisa menguasai seluruh Benua Awan Azure!"
Kaisar yang dulu membuang anaknya seperti sampah, kini menjilat ludahnya sendiri demi kekuasaan.
[Kembali ke Makam: Persiapan Akhir]
Di Makam Bintang Agung, Shenyuan keluar dari gubuknya setelah mengenakan jubah abu-abu baru yang disiapkan oleh Su Yan. Ia berdiri di tepi tebing, menatap ke arah matahari terbit.
Su Yan dan Xiaoyue berdiri di belakangnya, masing-masing membawa aura yang jauh lebih kuat dari sebelumnya.
"Tuan, apa langkah kita selanjutnya?" tanya Su Yan. "Kekaisaran dan sekte-sekte lain pasti akan mencoba mendekatimu lagi, entah untuk memohon atau menyerang dengan pasukan yang lebih besar."
Shenyuan menatap cakrawala dengan mata yang dingin. "Mereka telah mengganggu ketenanganku berkali-kali. Sekarang, saatnya aku menunjukkan kepada mereka bahwa makam ini bukan hanya tempat peristirahatan bagi yang mati, tapi juga tempat kelahiran bagi penguasa baru."
Shenyuan berbalik menghadap kedua wanitanya. "Su Yan, kembalilah ke ibu kota sebagai utusanku. Berikan pesan ini kepada Kaisar: Jika dia ingin bertemu denganku, dia harus datang sendiri dan berlutut di depan gerbang makam selama tiga hari tiga malam."
Su Yan terkejut, namun kemudian tersenyum licik. "Pesan yang sangat menarik, Tuan. Saya akan menyampaikannya dengan senang hati."
"Dan Xiaoyue," Shenyuan menatap murid kecilnya. "Tugasmu adalah menjaga perbatasan lembah. Jika ada yang berani melangkah tanpa izin, gunakan api feniksmau untuk membakar mereka hingga menjadi debu. Jangan tunjukkan belas kasihan."
"Siap, Guru!" jawab Xiaoyue dengan semangat.
Shenyuan berjalan mendekati mereka berdua, memberikan elusan lembut di kepala Xiaoyue dan kecupan singkat di dahi Su Yan.
"Pergilah. Aku akan melakukan meditasi tertutup untuk satu langkah terakhir. Saat aku keluar nanti... ranah Inti Emas tidak akan lagi bisa menampung kekuatanku."
Setelah kedua wanita itu pergi melakukan tugas masing-masing, Shenyuan kembali ke dalam gubuknya. Ia memanggil sistem di pikirannya.
"Sistem, berikan rincian untuk terobosan ke Ranah Jiwa Baru Lahir (Nascent Soul)."
[Menjawab Tuan: Karena Tuan memiliki 'Inti Kekacauan Sempurna', terobosan Tuan akan memicu 'Kesengsaraan Langit Sembilan Warna'. Tuan membutuhkan 100.000 batu roh tingkat tinggi atau menyerap esensi dari sepuluh nisan kaisar kuno di wilayah terdalam.]
Shenyuan menyeringai. "Esensi kaisar kuno? Kebetulan sekali, aku sedang duduk di atas rumah mereka."
Ia berjalan menuju bagian belakang gubuknya, di mana terdapat sebuah pintu rahasia yang mengarah ke bawah tanah—ke jantung Makam Bintang Agung yang sesungguhnya. Tempat di mana rahasia sepuluh ribu tahun disembunyikan.
Langkah kesepuluh telah dimulai. Dan dunia belum siap untuk melihat apa yang akan terjadi saat "Lentera Abadi" itu bersinar dengan kekuatan penuhnya.