NovelToon NovelToon
Luminar

Luminar

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sistem / Fantasi
Popularitas:842
Nilai: 5
Nama Author: Nostalgic

Dunia telah retak, bukan hanya di permukaannya, melainkan di benak dan jiwa segala yang bernyawa. Kegelapan Umbra bukan sekadar musuh yang bisa ditusuk pedang, melainkan kabut tebal yang memisahkan hati dari hati, harapan dari kenyataan, dan cahaya dari tempatnya berpijak. Alam semesta kini hanyalah kepingan-kepingan kaca yang pecah, masing-masing memantulkan bayangan kesendirian yang suram, menunggu tangan yang berani menyatukannya kembali.

Di tengah kehampaan itu, hadirlah Luminar. Bukan sebagai benda, bukan pula sebagai sosok yang bisa dipeluk atau dilihat mata telanjang. Luminar adalah bisikan yang melayang di sela-sela angin, adalah denyut nadi yang tak terlihat namun terasa di setiap detak jantung yang masih berharap. Ia adalah entitas misterius yang wujudnya berubah-ubah bagaikan cahaya yang menembus prisma—kadang berupa aurora yang menari di langit malam, kadang berupa kilatan samar yang hanya muncul di sudut mata saat kita merasa paling sepi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nostalgic, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8: Ledakkan Cahaya di Kegelapan Gang

Sore itu, matahari mulai merunduk perlahan ke ufuk barat, membiaskan cahaya jingga kemerahan yang perlahan memudar, seakan langit pun ikut bersedih menyambut datangnya malam. Udara terasa lengket dan lembap, bercampur dengan debu jalanan yang berterbangan ditiup angin senja yang tak berarah. Suara hiruk-pikuk kota mulai mereda, digantikan oleh desis kendaraan yang lewat sesekali dan keramaian yang perlahan surut, menyisakan kesepian yang mulai merayap di sudut-sudut jalan.

Heras mendorong roda kursi rodanya, kembali pulang menelusuri jalan yang sudah ia lalui berulang kali. Namun, di tengah perjalanan, matanya menangkap sosok yang familiar—gadis yang ia tolong di pasar kemarin. Gadis itu sedang berlari-lari kecil dengan riang, tangan kecilnya menggenggam sebatang permen, tertawa tanpa beban di tengah jalan. Heras memutar arah rodanya, berpapasan sebentar lalu segera menjauh, hanya menyunggingkan senyum tipis yang tak sampai ke matanya.

Hatinya kini masih dipenuhi oleh bayang-bayang trauma yang tak kunjung hilang, bagaikan hantu yang selalu mengintai di balik kelopak matanya. Rasa sakit masa lalu itu menjalar seperti akar pohon yang kian membesar, membelah dan menekan rongga dadanya, membuatnya merasa tercekik di tengah ruang yang luas. Ia ingin lari, ingin menghilang, menjauh dari segala keramaian yang hanya membuatnya merasa semakin asing dan terasing. Tanpa sadar, ia membelokkan kursi rodanya memasuki sebuah gang sempit yang gelap di dekat sana, tempat di mana cahaya matahari sore pun enggan menyelinap masuk.

Sesampainya di sana, Heras mendekap dadanya erat-erat, seolah ingin menahan sesuatu yang ingin meledak keluar dari dalam dirinya. Giginya ia gertakkan, menahan rasa perih yang campur aduk antara sakit fisik dan luka batin yang terus menganga.

Tiba-tiba, suara gemuruh keras terdengar dari arah tutup selokan besi yang berada tak jauh dari tempatnya duduk. Suara itu bergema memekakkan telinga, dan seketika itu juga, tutup besi tebal itu terlempar jauh ke atas akibat ledakan dahsyat yang terjadi dari dalam bawah tanah. Debu dan tanah berterbangan ke mana-mana. Heras menatap tajam ke arah sumber suara itu, matanya menyiratkan kewaspadaan yang tinggi. Tubuhnya bersiap siaga, tangannya sudah kembali menempel erat di dada, siap untuk melakukan perubahan kapan saja.

Dari dalam lubang selokan yang gelap itu, muncullah tentakel-tentakel panjang yang lengket dan berlendir, bergerak-gerak liar seakan memiliki kehidupan sendiri. Di tengah tumpukan tentakel itu, muncul sebuah kepala gurita raksasa yang menjulang tinggi, dan di atasnya terdapat sosok monster humanoid berbentuk ikan trout karang—tubuhnya berwarna oranye cerah yang dihiasi oleh bintik-bintik hijau yang menyebar ke seluruh permukaan kulitnya. Monster itu menggoyangkan tubuhnya ke kiri dan ke kanan, seakan sedang menari-nari menantang Heras, dengan mulut yang terbuka lebar memperlihatkan gigi-gigi tajam yang berkilauan.

Heras tak mau berlama-lama. Tanpa banyak bicara, ia pun langsung beraksi. Dengan gerakan cepat, ia menarik tangannya dari dadanya. Seketika itu juga, cahaya terang benderang memancar dari dadanya, menyelimuti seluruh tubuhnya dengan kilau yang menyilaukan mata. Cahaya itu meledak sebentar, lalu perlahan meredup, memperlihatkan sosok Luminar berwarna putih yang gagah dan perkasa di hadapan monster itu.

Pertarungan sengit pun tak terelakkan.

Monster ikan trout karang itu langsung menyerang lebih dulu. Tentakel-tentakel lengketnya melesat cepat bagaikan cambuk raksasa, menghantam ke arah Luminar Putih dengan kekuatan yang menghancurkan. Luminar Putih dengan lincah menghindar, tubuhnya berputar di udara, menghindari setiap hantaman tentakel yang membuat tanah di sekitarnya retak dan berdebu. Namun, tentakel itu terlalu banyak, dan salah satu dari mereka berhasil menyambar lengan Luminar. Rasa lengket dan dingin langsung terasa, namun Luminar tidak menyerah. Dengan sekuat tenaga, ia mencengkeram tentakel itu, lalu dengan gerakan kilat, ia memutar tubuhnya dan melempar tentakel itu beserta bagian tubuh monster yang terhubung dengannya ke dinding gang yang keras.

BUK! Suara benturan keras terdengar, membuat monster itu meraung kesakitan. Namun, monster itu segera bangkit kembali. Ia membuka mulutnya lebar-lebar, dan tiba-tiba semburan air beracun yang berwarna hijau pekat meluncur deras ke arah Luminar. Luminar Putih dengan sigap mengangkat kedua tangannya, memunculkan perisai cahaya putih yang bening namun kokoh. Semburan air itu menghantam perisai, menciptakan suara mendesis dan asap yang mengepul, namun tak bisa menembus pertahanan Luminar.

Manfaatkan momen itu, Luminar Putih melompat tinggi ke udara, kedua kakinya bersinar dengan energi putih yang memadat. Ia menukik turun bagaikan panah yang dilepas dari busurnya, mengarahkan tendangan keras tepat ke arah kepala gurita raksasa milik monster itu. CRACK! Suara patah terdengar jelas. Monster itu menjerit nyaring, tentakel-tentakelnya bergerak liar tak terkendali karena rasa sakit yang luar biasa.

Tapi monster itu masih belum tumbang. Dengan sisa tenaganya, ia mengerahkan seluruh tentakelnya untuk melilit tubuh Luminar Putih, mencoba menekannya hingga hancur. Luminar terjepit, tubuhnya terasa tertekan hebat, namun ia tidak membiarkan dirinya kalah. Ia mengumpulkan seluruh energi cahayanya di dalam tubuhnya, membuat tubuhnya bersinar semakin terang, semakin panas, hingga cahaya itu membakar tentakel-tentakel yang melilitnya. Monster itu menjerit karena terbakar, melepaskan lilitannya seketika.

Dengan kesempatan emas itu, Luminar Putih mengangkat tangannya ke atas, mengumpulkan energi cahaya yang sangat besar hingga membentuk bola cahaya raksasa yang berkilauan. Dengan teriakan yang penuh semangat, ia melepaskan bola cahaya itu tepat ke arah jantung monster ikan trout karang yang terbuka lebar.

Ledakan dahsyat terjadi, menerangi seluruh gang gelap itu dengan cahaya putih yang menyilaukan. Gelombang ledakan mendorong tubuh Luminar ke belakang, namun ia tetap berdiri tegak. Ketika asap dan debu mereda, monster itu sudah tak bergerak, tubuhnya perlahan menghilang menjadi partikel-partikel cahaya yang lenyap ditelan angin sore.

Luminar Putih berdiri tegak di tengah puing-puing dan debu, napasnya sedikit terengah namun tatapannya tetap tajam dan penuh tekad. Pertarungan ini telah usai, namun ia tahu, bahaya mungkin masih mengintai di sudut-sudut kota ini.

1
Nasipelang
lego euy
Nasipelang
rasa sakit ini, adalah bukti bahwa aku masih hidup
Anonymous
oke
Anonymous
kece
Anonymous
mc nya menderita saya suka
Nasipelang
awalnya ngebosenin, tapi lama-lama seru juga
Anonymous
oke
Anonymous
bujet
Anonymous
baru aja kenalan udah ditinggal ama luminar
Anonymous
uwihh level up coyy
Anonymous
kasihan mc nya jir
Anonymous
mirip nexus yah
Anonymous
kena de javu
Nasipelang: de javu nya apa
total 1 replies
Anonymous
jirr
Arctic General
Sangat bagus... kek ultraman 🗿
Arctic General
up thorr oii🦖
Arctic General
Buset kek ginga🗿
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!