NovelToon NovelToon
Cariad

Cariad

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:11.5k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Zion Mateo Lopez adalah definisi dari kesombongan masa muda, tampan, kaya, dan tak terkalahkan. Baginya, Cassie Vorcan hanyalah sebuah target dalam taruhan mahal bersama teman-teman elitnya di SMA Chicago. Namun, apa yang dimulai sebagai permainan kotor berubah menjadi jeratan perasaan yang nyata. Selama dua tahun, Zion jatuh hati sedalam-dalamnya, mencintai Cassie lewat tindakan protektif dan rencana masa depan yang matang di California.
Di sisi lain, Cassie gadis panti asuhan yang pintar dan dingin akhirnya meruntuhkan seluruh benteng pertahanannya demi Zion. Dia percaya telah menemukan rumah, hingga sebuah rahasia di ponsel Zion menghancurkan dunianya: bukti bahwa dia hanyalah "barang taruhan" yang sukses ditaklukkan.
Beberapa Tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali di Chicago dalam sebuah proyek besar. Zion kini adalah pria dewasa yang dihantui penyesalan, sementara Cassie telah menjelma menjadi arsitek sukses yang lebih angkuh dan tak tersentuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#34

Satu minggu kedamaian Issaura hancur berkeping-keping tepat saat matahari terbenam di ufuk barat Chicago. Tanpa pengumuman, tanpa deru mesin yang sengaja dikeraskan, Logan Mateo Lopez pulang ke rumah.

Sore itu, di area garasi bawah tanah yang lebih mirip museum otomotif, Logan berdiri terpaku di depan sebuah mahakarya mesin. Sebuah Porsche 911 GT3 RS berwarna hitam legam dengan aksen serat karbon.

Zion berdiri di samping putranya, menyandarkan punggung pada pilar beton sambil menyesap kopi. "Bagaimana? Jauh lebih baik daripada menghancurkan mobil temenmu, kan?"

Logan menyentuh kap mesin yang dingin itu dengan ujung jarinya. Senyum tipis, hampir tak terlihat, muncul di bibirnya. "Aku benar-benar menyukai yang satu ini, Dad. Terima kasih. Ini jauh lebih presisi."

"Gunakan dengan otak, bukan dengan emosi, Logan," Zion menepuk bahu putranya. "Dan ingat, di dalam sana ada kakak perempuanmu yang baru. Dia sudah sangat dekat dengan Mommy-mu. Jangan buat keributan lagi."

Logan hanya mendengus. "Kita lihat saja nanti."

Issaura tidak tahu kalau sang Pangeran Es sudah kembali. Malam itu, ia baru saja selesai menonton drama seri bersama Cassie di ruang keluarga. Kedekatannya dengan Cassie sudah mencapai tahap di mana ia memanggilnya Tante, sebuah sebutan yang membuat Cassie merasa lebih muda dan memiliki teman bicara yang setara.

"Tante, aku ke dapur sebentar ya, haus sekali," pamit Issaura sebelum menuju ke area dapur utama.

"Tentu, Sayang. Ambilkan aku air lemon jika kau tidak keberatan," jawab Cassie sambil tersenyum.

Issaura berjalan dengan santai. Ia hanya mengenakan piyama sutra tipis pemberian Cassie berwarna merah muda pucat—bukan lagi seragam pelayan yang kaku. Rambutnya digerai bebas, menutupi punggungnya yang jenjang. Ia merasa rumah ini sudah seperti rumahnya sendiri.

Ia melangkah masuk ke dapur yang temaram, hanya diterangi lampu sensor kecil di sudut ruangan. Begitu ia berbalik dari dispenser air, jantungnya seolah berhenti berdetak.

Di sana, bersandar pada meja bar dengan tangan terlipat di depan dada, berdiri Logan. Pria itu mengenakan kaos tanpa lengan yang memperlihatkan otot bisepnya yang kokoh. Matanya yang gelap menatap Issaura dari ujung kaki hingga ujung kepala dengan tatapan yang sangat menghina.

"Gelas yang bagus," suara rendah Logan memecah keheningan, membuat Issaura nyaris menjatuhkan gelasnya.

"L-Logan? Kapan kau pulang?" Issaura mencoba mengatur napasnya, meskipun rasa kagetnya masih luar biasa.

Logan tidak menjawab pertanyaan itu. Ia justru melangkah maju, memperpendek jarak hingga Issaura terpojok di antara dispenser dan meja marmer. Logan menatap piyama sutra yang dikenakan Issaura, lalu beralih ke wajah gadis itu yang kini tak lagi tertutup kacamata.

"Dua bulan aku pergi, dan kau sudah merasa seperti pemilik rumah ini?" sindir Logan. Matanya menyusuri lekuk tubuh Issaura dengan tatapan meremehkan yang sangat vulgar. "Memakai baju tidur seperti ini di dapur tengah malam... apa kau sedang memancing Daddy-ku? Atau kau sedang menungguku pulang agar bisa melancarkan aksi gadis malang mu lagi?"

Issaura membelalak. "Jaga bicaramu! Aku hanya haus!"

Logan tertawa sinis, sebuah tawa yang terdengar sangat merendahkan. Ia mencondongkan tubuhnya, membisikkan kata-kata yang membuat telinga Issaura panas.

"Jangan terlalu percaya diri, Issa. Kau pikir dengan melepas kacamata dan memakai sutra, aku akan tertarik?" Logan memberikan pandangan menilai yang sangat menyakitkan pada tubuh Issaura. "Jujur saja, aku tidak berselera pada gadis lurus sepertimu. Kau tidak punya daya tarik seksual sama sekali di mataku."

Logan berhenti sejenak, matanya sengaja terpaku pada bagian pinggang Issaura. "Bahkan pinggangmu... tidak bervolume. Benar-benar datar. Kau bukan tipeku, jadi berhentilah bertingkah seolah kau sangat cantik hanya karena Tante-ku, maksudku Mommy-ku—menyayangimu."

Deg.

Issaura merasa seperti ditampar di tengah keramaian. Harga dirinya sebagai wanita diinjak-injak dengan kata-kata yang sangat kasar. Namun, alih-alih menangis, api kemarahan menyulut di matanya. Ia meletakkan gelasnya dengan keras di meja.

"Oh, benarkah?" Issaura menantang tatapan Logan, wajahnya hanya berjarak beberapa senti dari wajah pria itu. "Terima kasih atas penilaiannya, Tuan Muda yang Terhormat. Setidaknya pinggangku yang datar ini tidak membuatmu terlihat seperti pria mesum yang hobinya menilai tubuh pelayannya sendiri di tengah malam."

Issaura mendorong dada Logan dengan kedua tangannya, kali ini lebih kuat dari sebelumnya. "Dan asal kau tahu, aku tidak pernah berniat menjadi tipemu. Mendengar suaramu saja sudah membuatku ingin mencuci telingaku dengan sabun."

Issaura melangkah pergi, namun Logan menarik lengan gadis itu dengan cepat, memutar tubuhnya kembali.

"Ingat satu hal, Issa," desis Logan, suaranya kini terdengar lebih mengancam. "Kau berada di bawah perlindungan keluargaku, tapi jangan pernah berpikir kau bisa sejajar denganku. Kau tetaplah gadis pelarian yang bersembunyi di balik ketiak Mommy-ku. Dan soal gigitan yang pernah kukatakan dulu... kurasa aku harus meralatnya. Bibirmu yang terus mengoceh itu bahkan tidak layak untuk ku sentuh."

Issaura menyentakkan tangannya dengan kasar. "Bagus! Kalau begitu jangan pernah muncul di depanku lagi! Pergilah ke apartemen mu dan hiduplah dengan ego sombong mu itu selamanya!"

Issaura berlari meninggalkan dapur, air mata kemarahan mulai menggenang di sudut matanya. Ia masuk ke kamarnya dan membanting pintu. "Sombong! Jahat! Benar-benar tidak punya hati!" teriaknya teredam bantal.

Sementara itu, di dapur, Logan masih berdiri diam. Ia mengepalkan tangannya di meja bar. Kata-kata vulgar yang ia ucapkan tadi sebenarnya adalah bentuk pertahanan diri karena ia sendiri merasa terganggu melihat betapa cantiknya Issaura dengan piyama sutra itu. Ia merasa terancam oleh daya tarik gadis yang seharusnya ia benci.

"Pinggang tidak bervolume?" gumam Logan pada dirinya sendiri, mengingat bagaimana piyama itu sebenarnya membungkus tubuh Issaura dengan sangat sempurna. "Aku benar-benar sudah gila."

Di lantai atas, Zion yang baru saja keluar dari kamar karena ingin mengambil air, melihat pemandangan itu dari balkon lantai dua yang menghadap ke dapur. Ia menggelengkan kepala melihat kelakuan putranya yang semakin tak terkendali.

"Logan, Logan... kau benar-benar mencari masalah dengan cara yang paling berbahaya," bisik Zion. Ia tahu, semakin keras Logan menghina Issaura, semakin dalam sebenarnya pria itu mulai terobsesi pada sang gadis pelarian.

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
Era Simatupang
aduh GK bisa nebak endingnya gmna, makin seru thor
ros 🍂: coba di tebak dulu kak 🤣🙏
total 1 replies
awesome moment
wkwkkwkwkwk...benang yg mbulet
awesome moment
logan n tll sombong dan...ogah blajar dri pengalaman jd...kalah pintar sm keledai
ros 🍂: mari kita kasih paham si logan Kak🤭🤣
total 1 replies
Manis
good issa👍👍👍
Fadhliyah
part paling menyedihkan. aku sampai jeda membaca Krn ikut nangis. malu ketahuan orang😭😭
ros 🍂: Terharu 😭😭😭🥰
total 1 replies
awesome moment
mmg terbuka soal hati tu g gampang
awesome moment
logan sdh dpt rumah
awesome moment
tu lah knp. menangislah saat berdo'a. krn smua akan mengabur
awesome moment
wkkwkwkwk...mo semarah p pun. sebenci p pun. kn d anak.
awesome moment
biar mrk 😭😭😭darah dlu. biar mrk menghargai org
awesome moment
baiknya mmg bgitu. biar zion...bisa menghargai
awesome moment
bagoosh. biar nyesel bin nyesek dlu
awesome moment
twins tu CCTV yg sgt kompeten
awesome moment
laxia n cerdas jg plus sarkastik
awesome moment
CCTV yg sgt detail. bahkan baca gerak bibir😄😄😄
ros 🍂: haha🤣
total 1 replies
awesome moment
hebat
awesome moment
nikmati penyesalanmu, Zion. hati manusia tu yg jd taruhan
awesome moment
logan sdg membohongi diirnya sndiri
awesome moment
bnr2 absurd
Rahayu Ayu
Baik banget dih keluarga Lopez,
mau menerima Cassie dan Logan dengan tangan terbuka,
tanpa memandang status.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!