NovelToon NovelToon
My Girl

My Girl

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO
Popularitas:801
Nilai: 5
Nama Author: Helena Fox

Anindira Cewek yang dikenal “bar-bar”. Ceplas-ceplos, berani ribut kalau diremehin, dan gak pernah mau kalah. Di balik kerasnya, Dira cuma capek terus disalahpahami. Ia takut jadi lemah—padahal yang ia butuhin cuma dimengerti. Meskipun bar-bar dia juga memiliki sisi rasa penakut , terlebih pada hal - hal yang berbau horor

Elvan Bagaskara

CEO muda yang dingin di cap ceo dingin , rapi, dan perfeksionis. Hidupnya dikontrol logika. Emosi dianggap gangguan. Terlihat kuat, padahal ia memikul tanggung jawab terlalu berat di usia muda.

Albian Bagaskara
Adik Elvan Satu sekolah dengan Dira . Pendiam dingin, dan tertutup. Tidak suka konflik, tapi selalu ada di saat orang lain diserang. Cara pedulinya sunyi, itu yang membuat tidak terlihat .

Bagaimana jadinya .Dira cewek bar -bar bertemu Ceo dingin dan terjebak dalam kisah yang rumit antara Elvan dan Albian .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Helena Fox, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 1

Siang itu, Dira terlihat begitu kesal ,Bagaimana tidak baru saja dia pulang dari sekolah sudah disuruh balik lagi oleh kakaknya mengantarkan berkas penting yang tertinggal .

Bukan tidak mau. Hanya saja ia sangat malas.

" huh .. Malas banget , Liat aja ntar kalau gak dibayar " gerutu dira sambil turun dari taksi.

Taksi online yang ditumpanginya berhenti di gedung perkantoran yang super tinggi, dingin, dan penuh orang bersetelan rapi. Gedung itu kelihatan kayak markas orang-orang penting yang minum kopi pahit sambil ngomongin angka miliaran.

Dira turun dengan Sedikit tergesa .

“Mas, ini beneran alamat kantornya …”

“Iya, Mbak. Sesuai ,” jawab sopir taksi sambil kabur teratur.

Dira menghela napas panjang, lalu masuk ke lobi buat numpang nanya satpam. Lantainya licin, kacanya bening, dan semua orang jalannya cepet banget. Dia ngerasa kayak karakter NPC yang salah map.

Dan BRAKK!

Dira nabrak seseorang.

Tas sekolahnya jatuh. Botol minum mental.Berkas yang ia bawa terjatuh berserakan di lantai marmer.

“Ya ampun, Mampus , Om —!”

Kalimat Dira menggantung waktu dia ngelihat orang yang ditabraknya.

Cowok tinggi, rapi, jas hitam, wajah datar kayak patung museum. Tatapannya dingin, tajam, dan kelihatan… capek.

“ Om?” suaranya tenang, tapi dingin.

Dira buru-buru ngumpulin barang - barangnya yang berjatuhan “N-nggak, eh Om . Maaf banget. Saya buru -buru tadi .”

Cowok itu melirik jam tangannya. “ Sejak kapan saya nikah sama tante kamu ?”

“ Hah.. Maksudnya om ?” Nayara nyengir kaku sambil berdiri. Rambutnya sedikit berantakan, dasinya miring, Paket lengkap anak SMA bar-bar.

Cowok itu mendengus mendengar jawaban dira . “ Sudahlah, ngapain anak sma kaya kamu disini .”

Nada bicaranya datar, nggak marah, tapi juga nggak ramah.

Dira sedikit tersenyum cepat. “ Lagi nganter berkas om.”

Dia nyeletuk tanpa mikir.

Alis cowok itu naik sedikit. “ Apa saya setua itu , sampai kamu panggil Om ?”

Elvan bagaskara . Ya dia adalah cowok yang dira tabrak

Elvan Bagaskara, penerus sekaligus CEO Bagaskara Group, adalah sosok pria 27 tahun dengan postur tinggi dan rapi, wajah tegas, serta tatapan dingin yang bikin orang otomatis jaga sikap; auranya “dingin tapi mahal,” minim ekspresi, jarang senyum, dan selalu to the point tanpa basa-basi, namun di balik sikap kaku dan perfeksionisnya dia sebenarnya peduli lewat hal-hal kecil yang sering nggak ia sadari sendiri—datang paling pagi, pulang paling malam, minum kopi hitam pahit tanpa gula, dan membangun kembali perusahaan sang kakek yang pada saat itu mengalami kebangkrutan dari nol sampai jadi besar seperti sekarang membuatnya terbiasa mengunci perasaan, bukan karena nggak punya empati, tapi karena terlalu lama hidup dalam mode kerja dan tanggung jawab.

Nayara langsung panik. “Enggak, maksud saya—eh—itu cuma sebutan! !”

Cowok itu menatap dira beberapa detik. Sunyi. Lobi serasa membeku.

Lalu… sudut bibirnya naik dikit. Hampir nggak kelihatan.

“Hati-hati ngomong sembarangan,” katanya. “ Sekarang tunggu apa lagi .”

Dira melongo. “Eh…santai dong om , lagian juga muka om terlihat tua .” celetuk dira berani , Ia tak tahu kalau orang yang ia katain tua pemilik gedung ini.

Elvan melangkah mendekat ke dira .dikelilingi beberapa staf yang baru muncul entah dari mana. Aura “CEO dingin” beneran kerasa.

Dira menatap kiri - kanan sambil mikir,

" duh.. bang ken mana lagi , pliss keluar bang " gerutu diri dalam hatinya

Fix, ini orang dingin banget. Tapi kok barusan senyum dikit ya?

Dia nggak tahu kalau tabrakan pagi itu bakal jadi awal dari rangkaian kejadian aneh yang bikin hidupnya berubah pelan-pelan.

Tak berapa lama orang yang dira tunggu datang menghampiri.

" Ah. selamat bang kenzo datang " batinya melihat kenzo melangkah mendekat ke arahnya.

" Berani kamu Ng-.." belum sempat elvan selesai ngomong , kenzo datang .

" Ada apa pak ?" tanya kenzo .Bisa ia lihat didepannya ada adiknya dan juga bosnya

Dira akhirnya lega melihat kehadiran abangnya .

" Nih .. berkasnya , jangan lupa nanti traktir nya bang " dira menyodorkan map ke kenzo tanpa peduli ditatap dingin elvan .

" Wih. thank you ya " balas kenzo . Melihat bosnya yang diam saja ia merasa tak enak , pasti ada sesuatu yang terjadi tadi pada keduanya tebak kenzo .

" Hm.. Bos maaf kita sudah ditunggu di ruang meeting " ucap kenzo melirik bosnya . mendengar itu elvan langsung pergi meninggalkan mereka berdua .

" huh sombong banget tuh bos abang " ceplos dira menatap punggung elvan pergi.

" heh jangan ngomong gitu , sudah sana pulang katanya capek " Ia tak habis pikir punya adik kaya dira yang tau ceplas -ceplos aja .Tapi bagaimana pun ia tetap menyayangi adik satu-satunya.

" dihh.. tau ah ." kesal dira langsung pergi meninggalkan abangnya .Tapi kemudian berhenti " bang ken pesankan taksi " teriak dira di depan pintu . Kenzo yang mendengar itu hanya geleng kepala, dan mengacungkan jempolnya .Sungguh tidak ada malunya dilihat beberapa staf.

***

" Aduh bang ken gimana sih , suruh pesankan taksi lama banget " omel dira , karena ia sudah menunggu dua puluh menit didepan gedung kantor . " kalo tau gini , gak usah aku anterin tuh berkas "lanjutnya mengomel

Tak ada pilihan .Ia kembali memasuki gedung itu lagi

" Misi mbak ruangan meeting dimana ya ?" tanya dira pada salah satu staf yang ada disana .karna ia tidak menemukan kakaknya.

" Maaf ada keperluan apa ya dek?" Tanya balik sang staf

" hm saya mau ketemu abang saya " jawab dira

" oh. Langsung aja naik kelantai tiga ,baru belok kiri " instruksi staf itu .Dira pun langsung bergegas pergi menaiki lift menuju lantai tiga .

" bener gak ya ini rungannya. Sepi , ketok gak ya " monolog dira , ia ragu-ragu untuk mengetuk pintu . Tapi kemudian ia mengurungkan niatnya , ia memilih menunggu duduk di sofa samping ruangan itu.

Sedangkan dalam Ruang meeting lantai tiga Bagaskara Group hari itu terasa lebih dingin dari biasanya. Bukan karena AC-nya, tapi karena satu orang yang duduk di ujung meja panjang: Elvan Bagaskara.

Semua staf diam. Bahkan napas pun kayak minta izin.

Elvan membuka map hitamnya pelan. Plak.

“Baik,” katanya datar. “ Siapa yang bertanggung jawab "

Seorang manajer keuangan terlihat keringetan. Keringatnya hampir jatuh setetes ke map presentasi sampai kertasnya melengkung. Di seberangnya, tim audit duduk tegang sambil merapikan kacamata berkali-kali—padahal kacamatanya sudah lurus dari tadi.

"Temuan audit menunjukkan ada aliran dana yang tidak sesuai prosedur,” lanjut Elvan. Nadanya biasa saja, tapi ruangan mendadak sunyi total. “Nominalnya kecil kalau dilihat sekali. Tapi dilakukan berulang. Itu bukan salah hitung. Itu pola.”

Salah satu staf menelan ludah.

“P-Pak Elvan, mungkin cuma… kelalaian administrasi—”

Elvan mengangkat tangan. Satu gerakan kecil, tapi membuat staf itu langsung berhenti bicara.

“Kalau kelalaian, tidak akan terjadi enam kali berturut-turut di akun yang sama.”

Sunyi. Bahkan AC terdengar kayak lagi mikir mau bunyi apa enggak.

Bersambung......

1
Teh Sopiah
Lumayan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!