NovelToon NovelToon
MASIH MENCINTAIMU

MASIH MENCINTAIMU

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Keluarga / Cintapertama
Popularitas:494.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Ethan dan Dira berpisah karena salah paham. Semuanya di mulai dari Kara, keponakan kesayangannya jatuh ke jurang. Belum lagi saat ia melihat Dira dan Jeremy bercumbu dalam keadaan telanjang. Hubungan keduanya hancur

6 tahun kemudian mereka dipertemukan kembali. Dira kebetulan bekerja sebagai asisten dari adik Damian bernama Zora. Ethan masih membencinya.

Tapi, bagaimana kalau Dira punya anak dan anak itu adalah anak kandungnya? Bagaimana kalau Dira merahasiakan sesuatu yang membuat Ethan merasa bersalah dan benar-benar hancur? Akankah Ethan berhasil mengejar cinta Dira lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Selin

Ethan menoleh, tapi pria itu tetap datar. Dira masih mengenali wajah wanita itu, kalau tidak salah namanya Selin. Mantan teman kuliah Ethan dan Jeremy. Ia pertama kali bertemu enam tahun lalu, di pesta ulang tahun wanita itu, saat dirinya menjadi tunangan kontrak Jeremy dengan nama Asli.

Wajah Selin tidak berubah, tapi memang sudah keliatan lebih berumur. Bahkan keliatan sedikit lebih tua dari usia Ethan. Tapi masih cantik.

"Selin," nama itu akhirnya keluar dari mulut Ethan, tapi kaku.

"Sudah berapa lama kita nggak ketemu? Enam tahun? Kamu ke mana saja enam tahun ini? Aku sering menghubungimu tapi kau mengabaikanku." kata Selin sengaja menunjukkan raut wajah ngambek. Tentu saja tidak mempan bagi seorang Ethan.

"Aku terlalu sibuk." balas Ethan pendek.

Mata Selin lalu berpindah ke Dira.

Ia langsung mengenali wanita itu.

"Asli? Kau Asli tunangannya Jeremy kan?"

Pertanyaan itu langsung membuat hati Ethan mendidih. Nama Jeremy adalah nama yang tidak pernah ingin dia dengar lagi.

"Dia calon istriku, bukan tunangan Jeremy. Namanya Dira, bukan Asli."

Kalimat Ethan terdengar tenang, tapi ada tekanan halus di setiap katanya. Tegas. Membetulkan. Tidak memberi ruang untuk Selin salah paham.

Selin berkedip pelan. Senyumnya menegang sepersekian detik sebelum kembali terpasang. Yang membuatnya kaget adalah, kata-kata Ethan yang bilang wanita itu adalah calon istrinya. Selin masih ada rasa pada Ethan sampai sekarang, jelas dia tidak senang mendengar pria itu akan segera menikah. Tapi ia tetap tenang, menunjukkan senyum lembar.

"Oh…" Ia tertawa kecil, pura-pura santai.

"Maaf, aku pikir kau tunangannya Jeremy. Wajah kalian mirip sekali."

Dira tersenyum canggung. Wanita itu memang dia. Tapi waktu itu dia sedang menyamar menjadi Asli, wanita kaya tunangan Jeremy.

"Oh ya, dua bulan lalu Jeremy ke sini. Kalian tidak ketemu?"

Rahang Ethan mengeras lagi.

"Aku tidak ada urusan dengan laki-laki itu lagi, Selin. Tolong jangan bahas dia di depanku."

Selin terdiam, heran. Dira menelan ludah. Hanya dia yang tahu alasannya.

Selin mengangkat kedua tangannya sedikit, tanda menyerah.

"Baiklah, baiklah. Aku tidak akan menyebut namanya lagi."

Namun rasa penasarannya jelas belum hilang. Tatapannya berpindah dari Ethan ke Dira, menilai penampilan wanita itu lalu meremehkan dalam hati. Menurutnya wanita itu tidak ada cocok-cocoknya dengan Ethan. Terlalu jauh. Walau jauh lebih muda dari mereka, tapi penampilannya terlihat sekali kalau dia bukan perempuan kaya. Bisa-bisanya Ethan memilih perempuan seperti itu.

Tatapan Selin turun perlahan dari rambut Dira yang sederhana, ke kaos polos dan jeans yang dikenakannya, lalu ke sepatu flat tanpa merek mencolok. Sudut bibirnya nyaris terangkat tipis, seperti menertawai penampilannya. Dira bisa merasakannya.

"Jadi, kau benar-benar akan menikah?" ia menatap Ethan lagi. Pria itu mengangguk.

"Aku akan di undang kan?"

"Maaf, pernikahan kami akan dihadiri khudus keluarga dan sahabat. Kau tidak termasuk."

Jawaban Ethan begitu tenang, tanpa nada kasar, justru itulah yang membuatnya terasa lebih menusuk. Senyum Selin membeku. Untuk sesaat, ekspresinya benar-benar tak tersamarkan. Bahkan Dira kaget Ethan akan blak-blakan seperti tadi.

Selin terkekeh kecil, mencoba menyelamatkan harga dirinya.

"Aku hanya bercanda. Tentu saja itu hakmu."

Namun sorot matanya berubah. Tidak lagi hangat. Ada kilatan tersinggung yang tak bisa ia sembunyikan.

"Lagipula," lanjutnya, kini menatap Dira dengan senyum tipis,

"Aku tidak menyangka seorang Ethan akan memilih seseorang yang … sederhana."

Kata itu diucapkan pelan, tapi jelas arahnya. Dira mengerti. Ia menarik napas perlahan, tapi tetap tersenyum. Tidak ingin terpancing emosi.

Lalu Ethan melangkah setengah langkah ke depan, posisinya sedikit melindungi Dira tanpa terlihat berlebihan.

"Aku tidak memilih karena status," ucapnya dingin.

"Aku memilih karena aku mau."

Selin terdiam.

Untuk pertama kalinya, nada Ethan benar-benar menunjukkan garis batas.

Dira menoleh sekilas ke arah pria itu. Jantungnya bergetar aneh. Ia tidak menyangka Ethan akan membelanya secara langsung seperti itu. Selin memaksakan tawa kecil.

"Hahah, aku hanya bercanda Ethan, ayolah."

"Aku tidak suka cara bercandamu." balas Ethan langsung. Ia lalu meraih tangan Dira yang berdiri di belakangnya.

"Kami pergi dulu,"

Tanpa menunggu balasan, Ethan menarik Dira berjalan menjauh.

Langkahnya panjang dan tegas. Jemarinya menggenggam tangan Dira erat, bukan kasar, tapi kuat. Seolah takut jika ia melepaskannya sedetik saja, sesuatu akan kembali merusak semuanya.

Dira hampir harus setengah berlari untuk menyesuaikan langkahnya. Begitu mereka cukup jauh dari Selin dan keramaian butik perhiasan, Ethan baru melambat dan melepaskan genggaman tangannya.

"Aku membelamu karena kau adalah ibu dari anakku. Jangan berprasangka lebih." katanya.

Kalimat itu keluar begitu saja. Dingin. Tegas. Seolah semua kehangatan beberapa menit lalu hanya ilusi. Langkah Dira otomatis terhenti.

"Oh," jawabnya pelan.

Dadanya yang tadi sempat terasa hangat, kini seperti disiram air es. Jadi itu alasannya. Bukan karena ia berarti. Bukan karena ia dipilih. Tapi karena statusnya sebagai ibu dari Arel. Masuk akal.

Sangat masuk akal. Ia tersenyum kecil, berusaha terlihat biasa saja.

"Tentu saja. Aku tidak berpikir yang lain."

Ethan menatapnya sekilas, seolah mencoba membaca ekspresinya.

"Aku tidak ingin orang meremehkan ibu anakku. Itu saja."

"Terima kasih," jawab Dira cepat.

"Aku menghargainya." Hening lagi.

Suasana yang tadi terasa tegang karena Selin, kini berubah menjadi canggung karena jarak yang Ethan buat sendiri.

Dira memeluk tasnya lebih erat.

Bukankah sejak awal ia sudah tahu? Pernikahan ini bukan tentang cinta. Ini tentang tanggung jawab. Tentang masa depan Arel.

Mereka berjalan berdampingan menuju parkiran. Kali ini tidak ada genggaman tangan. Tidak ada langkah protektif. Dira menatap keluar jendela, melihat gedung-gedung tinggi yang di lewati mobil pria itu. Pantulan wajahnya di kaca tampak lebih pucat. Ia menertawakan dirinya sendiri dalam hati.

Bodoh.

Drttt, drttt...

Ponselnya tiba-tiba berbunyi. Ethan refleks menatap ke kiri.

Panggilan dari my baby lagi. Ia melihat wajah Dira langsung berubah sumringah. Huh!

"Iya sayang? Makan Es? Nggak boleh. Kemaren kamu baru habis demam, gak boleh makan es dulu. Mama takut kamu sakit lagi."

Mama? Ethan melirik Dira sekilas. Jadi selama ini my baby itu ... Arel? Yang dia pikir selama ini kekasih Dira, ternyata anaknya sendiri?

Ethan tertawa dalam hati. Menertawakan dirinya sendiri yang bodoh.

Dira masih tersenyum lembut di telepon.

"Iya, nanti mama beliin mainan. Jangan nakal ya. Dengar kata bibi Ella."

Dira mengakhiri sambungan dan melirik sedikit ke Ethan. Dahinya berkerut, apa dia salah lihat? Sudut bibir pria itu terangkat, apa dia sedang tersenyum atau hanya ilusi? Dira memalingkan wajahnya lagi, pura-pura tidak sadar. Namun beberapa detik kemudian, suara rendah Ethan terdengar.

"Habis tes gaun pengantin, kita beli mainan untuk Arel. Aku ingin menemuinya malam ini, sebagai ayah kandungnya."

Mata Dira langsung melotot sempurna.

1
Bunda Dzi'3
ngiluuuu hatiku kok yaa😭😭😭😭
Bunda Dzi'3
kok ngilu yaa baca bab ini😭😭😭
Ahmad Zaini
😍😍😍
Lia Chandra Kirana
bagus
nia maryana
Ethan kan Mafia kenapa ga bisa menyelidiki 🤣
tris tanto
adiknya gimn tuch
Septi
Awokawokawok... malu nggak tuh malu nggak? ya nggak lah, soalnya nggak ada yang tau kamu cemburu karena anak sendiri🤣🤣🤣
nia maryana
Jangan jangan dokter Julian suka nanti ma Dira thor
Siti Amyati
terimakasih kak udah up lagi lanjut
nia maryana
Nanti Arel butuh sesuatu.. Yang harus melibatkan Ethan😍
nia maryana
Ethan mengikutinya ke rs ga thor
Rina Kurnia
deeuuhh...c kulkas 10 pintu....jd pemgen getok kepala c ethan....😁😁
𝕊𝕚𝕥𝕚 𝕄𝕒𝕣𝕚𝕪𝕒𝕥𝕦𝕟
😭😭😭😭nanggis kan akuhh..

terimakasih thor udah up
Yuliana Purnomo
untygak ada drama yg panjang untuk pertemuan mereka
Mutia Efrida
Gak suka sama sikap Ethan ke dira. Dia yg bodoh, orang lain yg disalahin, udah bodoh, ngotot pulak. ih ngeselin
Esther
Bahagia ya Arel sudah ketemu papa Ethan.
🌸🍣わたなべ_Ryuzu👘🌸
👍💪💪
Etty Sumaryanti
😭😭😭 kirain akan nolak dlu aril y 🤭 ril bikin mama sm papa bersatu jgan sampe pisah lg 😇
moenay
mau ikutan mewek ah sama arel😭😭😭😭😭😭😭😭
Atik Marwati
sangat penting Dira...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!