NovelToon NovelToon
Pelindung Darah Abadi

Pelindung Darah Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Vampir / Manusia Serigala / Romansa Fantasi / Cintamanis / Cintapertama
Popularitas:40.1k
Nilai: 5
Nama Author: hofi03

"Sebuah nyawa yang dipinjam, sebuah pengabdian yang dijanjikan."

Leo Alistair seharusnya mati sebagai pahlawan kecil yang mengorbankan diri demi keluarganya. Namun, takdir berkata lain ketika setetes darah murni dari Raja Vampir,masuk ke dalam nadinya. Leo terbangun dengan identitas baru, bukan lagi serigala murni, melainkan sosok unik yang membawa keabadian vampir dalam insting predatornya.

Aurora adalah putri yang lahir dari perpaduan darah paling legendaris, keanggunan manusia dari garis keturunan Nenek nya, dan kekuatan abadi dari Klan Vampir. Dia memiliki kecantikan yang mistis, namun hatinya penuh kehangatan manusia yang dia warisi dari nenek moyangnya.

"Mereka bilang aku bangkit karena darah ayahmu, tapi bagiku, aku bangun hanya untuk menemukanmu. Dunia memanggilku monster, tapi aku adalah tawanan yang paling bahagia karena setiap napas ku adalah milikmu, Aurora."_Leo Alistair.

"Kamu bukan sekadar pelindung, tapi kamu adalah melodi jiwaku yang hilang."_Aurora Zuhaimi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PINGSAN

Pria itu menggores telapak tangannya sendiri, dan seketika, udara di sekitar jembatan menjadi sangat berat, tekanan aura di sana meningkat berkali-kali lipat, membuat Aurora jatuh berlutut karena tekanan batin yang luar biasa.

Bruk

"Argh... berat sekali," gumam Aurora, mencoba menopang tubuhnya dengan pedang.

Leo juga merasakan hal yang sama, tulang-tulangnya terasa seperti dipaksa remuk ke tanah. Namun, darah campuran di nadinya beraksi, cahaya perak dari liontin di dadanya mulai memancar terang, menciptakan gelembung pelindung di sekitar dirinya dan Aurora.

"Leo, apa yang kamu lakukan?" tanya Aurora, menatap Leo yang kini berdiri gemetar menahan tekanan sihir tersebut.

"Menahan bebannya," desis Leo, dengan rahang tertutup rapat.

"Majulah, Aurora! Hanya kamu yang punya kecepatan untuk memutus sihirnya saat dia fokus padaku!" teriak Leo, menahan semua aura dari sihir itu.

Aurora menatap Leo yang berjuang keras melindungi dirinya, ada rasa sakit yang menjalar di hatinya melihat wajah Leo yang memerah menahan tekanan.

Tanpa banyak bicara, Aurora memaksakan diri berdiri di dalam pelindung Leo.

"Jangan berani-berani pingsan sebelum aku kembali, Alistair!" ancam Aurora, sebelum melesat pergi dengan sisa kekuatan nya.

WUSH

Aurora melesat keluar dari pelindung, dengan teknik pernapasan Ratu Ivara, dia menyamarkan kehadirannya di tengah badai tekanan sihir, Aurora bergerak acak, melompati puing-puing batu jembatan.

BRAKKKKKKK

"Bagaimana bisa kamu masih bergerak?!" tanya sang pemimpin terkejut.

Aurora tidak menjawab, justru dia muncul tepat di depan wajah sang pemimpin, pedang peraknya berkilat di bawah cahaya mendung.

SLAPP

"AAAKKKKKKHHHHH!"

Satu tebasan yang sangat cepat memotong pergelangan tangan sang pemimpin yang memegang belati sihir.

KLANG

Belati itu jatuh, dan seketika tekanan yang menghimpit mereka menghilang.

BHUK

Leo jatuh terduduk, napasnya tersengal-sengal, energinya terkuras habis untuk melindungi Aurora tadi.

Sementara di posisi Aurora saat ini, gadis itu tidak memberi ampun, dia menendang dada sang pemimpin hingga terperosok ke tepi jurang, lalu menodongkan ujung pedangnya ke leher musuhnya itu.

"Sampaikan salamku pada neraka," bisik Aurora dingin.

BRAKKKK

Dengan satu dorongan kaki, Aurora membuat pemimpin pemberontak itu jatuh bebas ke dalam kegelapan jurang yang tak berujung.

Sisa prajurit yang melihat pemimpin mereka tewas langsung lari kocar-kacir ketakutan.

"M-moster, mereka moster..." gumam mereka melesat pergi dari sana.

Suasana jembatan mendadak sunyi, hanya menyisakan suara napas mereka yang memburu.

Aurora berbalik, berlari kecil ke arah Leo, dia berlutut di depan pria itu, wajahnya penuh kecemasan yang tidak bisa lagi ia sembunyikan.

"Leo! Kamu tidak apa-apa?" tanya Aurora, tangannya gemetar saat menyentuh bahu Leo.

Leo mendongak, matanya yang perak perlahan kembali menjadi cokelat, dia tersenyum tipis, senyum yang terlihat sangat tulus meski wajahnya pucat.

"Aku menang, jumlah lawan yang ku jatuhkan lebih banyak..." bisik Leo sebelum kepalanya jatuh terkulai di bahu Aurora, jatuh pingsan karena kehabisan seluruh energinya.

Aurora terdiam, dia mendekap kepala Leo di bahunya dengan erat.

Tes

Tiba-tiba air mata yang sejak tadi Aurora tahan akhirnya jatuh satu tetes mengenai pipi Leo.

"Dasar serigala bodoh, kamu menang, kamu menang," gumam Aurora lirih.

Aurora menatap gerbang istana yang kini sudah berada di depan mata, hanya perlu berjalan sedikit lagi untuk sampai di istana Ayah nya.

Langkah kaki Aurora terasa berat, namun tekadnya jauh lebih keras daripada es yang membeku di bawah kakinya.

Dengan satu tangan merangkul pinggang Leo dan tangan lainnya menahan lengan kekar pria itu di pundaknya, Aurora menyeret tubuh besar Leo menuju gerbang utama istana.

"Berat sekali! Kau ini makan apa, hah? Batu gunung?!" gerutu Aurora, napasnya keluar sebagai uap putih yang terputus-putus.

Meskipun mulutnya terus mengomel, tangan Aurora justru semakin erat memeluk pinggang Leo, seolah takut jika ia melonggarkannya sedikit saja, pria itu akan lenyap.

"Bangun, Serigala Bodoh! Kau pikir aku ini pelayanmu yang bisa memapah mu sampai ke kamar? Dasar tidak tahu diri, tadi saja sok hebat menahan sihir, sekarang malah pingsan seperti bayi," oceh Aurora, sepenjang jalan.

"Awas saja kalau kita sampai di depan Ayah, aku akan bilang kau pingsan karena takut melihat darah, bukan karena melindungi ku!" lanjut Aurora, terus mengoceh tanpa henti.

Mata Aurora menyipit saat melihat bayangan besar gerbang istana yang semakin dekat.

Para penjaga di atas benteng mulai menyadari kehadiran mereka dan mengarahkan busur, namun segera menurunkan senjata saat melihat lambang keluarga Zuhaimi di jubah Aurora yang compang-camping.

"BUKA GERBANGNYA! INI PUTRI AURORA!"

Teriak salah satu penjaga.

Pintu gerbang raksasa itu terbuka perlahan dengan bunyi derit logam yang memekakkan telinga. Aurora terus berjalan, meski kakinya sendiri sudah gemetar karena kelelahan.

"Dengar ya, Alistair, aku melakukan ini bukan karena aku peduli padamu," ucap Aurora kembali berceloteh, lebih kepada dirinya sendiri untuk mengalihkan rasa takut yang masih tersisa.

"Aku hanya tidak mau namaku tercoreng karena membiarkan pahlawan, eh, maksudku pengawal, mati di depan gerbang istana ku, itu sangat tidak elegan, seorang Wallece dan Zuhaimi selalu membayar hutangnya, dan menggendong mu adalah caraku mencicil hutang nyawa tadi."

Begitu mereka melewati ambang gerbang, barisan pelayan dan tabib istana segera berlari mendekat.

"Tuan Putri! Anda terluka!" seru seorang kepala tabib dengan wajah pucat.

"Jangan urusi aku dulu! Urus serigala bau ini!" bentak Aurora, suaranya kembali tinggi penuh tegas.

"Dia menggunakan seluruh energinya untuk menahan sihir darah, jika dia sampai mati, aku sendiri yang akan menghancurkan laboratorium medis kalian, mengerti?!" lanjut Aurora, dingin.

Beberapa prajurit mencoba mengambil alih tubuh Leo untuk diletakkan di atas tandu, namun Aurora sempat menahan mereka sejenak, menatap wajah Leo yang tenang dalam pingsannya.

"Pelan-pelan membawanya! Dia itu campuran, kulitnya sensitif!" teriak Aurora lagi, padahal dia tahu betul kulit Leo lebih keras dari perisai baja.

Sebelum prajurit itu pergi membawa Leo, tiba-tiba langkah kaki yang tenang namun berwibawa terdengar mendekat.

Arion dan Serena muncul dari balik pilar besar, wajah Serena seketika memucat melihat Aurora yang bersimbah darah, darah yang sebagian besar bukan miliknya.

"Aurora! Kau terluka, Nak?" tanya Serena panik, segera menghampiri putrinya.

"Aku tidak apa-apa, Ibu, tapi dia..." jawab Aurora melirik Leo yang kepalanya terkulai lemas.

"Dia menggunakan seluruh energinya untuk melindungi ku dari sihir hitam di jembatan," lanjut Aurora, menghela nafas panjang.

Arion mendekat, dia menatap Leo dengan pandangan yang dalam, Arion bisa merasakan sisa-sisa energi darahnya yang bergejolak di dalam tubuh Leo, mencoba menyembuhkan luka-luka pria itu namun terhambat karena kelelahan fisik yang luar biasa.

1
Atik Kiswati
mantap...
Wak Ngat
kyk nya dalam urusan cinta dan kasih sayang yg tulus gk ada yg waras lah leo
kaylla salsabella
lanjut
Ari Peny
lope banyak2 thor 😍😍😍
kaylla salsabella
Lucian datang😍😍
kaylla salsabella
hayooo tapi apa🤣🤣🤣
kaylla salsabella
satu srigala bau satunya putri galak🤭🤭🤭
Tiara Bella
raja Arion sm ratu Selena ganggu aja nh br mw menempel tuh bibirnya Leo sm Aurora ehhh malah gk jadi
Tiara Bella
putri galak sm serigala bau lg berdebat🤭....
kaylla salsabella
ayoooo aku kangen ratu dan kaisar Wallace😍😍😍
Raka Lestari
wah nnti mbah buyut ivara bakal tau klo emak Jasmine dr masa modern.. klo si serigala nakal menceritakan sepak terjang emak Jasmine pas nolong pak lucas🤭
Mommy Ayu
lanjut up lagi Thor.... semangat ya
IG : hofi03_sakroni: siap beb 🤍
total 1 replies
Ari Peny
mkn seru aja thor mkch 😍😍😍
IG : hofi03_sakroni: kambali kasih sayangg🤍
total 1 replies
Eka Putri Handayani
nah leo sdh ketemu sm pujaan hatinya gmna dngn lucian dan oliver, liam, noah, dan zara ya apa salah satu mrk jg bakal berjodoh dngn keluarga wallace?
Eka Putri Handayani
kira² dibisikin apa ya sm raja arion🤣lucu bngt leo sipria dingin ternyata bnyk drama ya klo lg ketangkap basah
Eka Putri Handayani
kyanya benih² cinta mulai tumbuh nih, gak sabar bagaimana nnt bucinnya leo
Eka Putri Handayani
gak sabar mereka bertemu terutama ivara dan jasmine
Eka Putri Handayani
smngt thor terimakasih sdh up
renjani
wahhh Leo romantis juga👍..bocil ga bisa diem dn nakal..bisa juga romantis 🤭🤣🤣
Raka Lestari
jd tahu kasta tertinggi di kelg lucas... si emak Jasmine🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!