NovelToon NovelToon
Pengkhianatan Dalam Pernikahan

Pengkhianatan Dalam Pernikahan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Identitas Tersembunyi
Popularitas:19.6k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Karina rela melepaskan identitas dan membuang kemewahan yang dimilikinya sebagai putri tunggal keluarga Wijaya hanya untuk bersama Agus, ia jatuh cinta pada Agus karena kebaikan dan kejujurannya.

Pernikahannya tampak begitu sempurna dan bahagia, hingga Agus pun sudah menjadi pria sukses berkat dukungan dan bantuan Karina. Sayangnya dengan kesuksesannya, Agus justru terlena dan mengkhianati pernikahan yang sudah terjalin selama bertahun-tahun itu.

Bagaimana kisah selanjutnya? Apa yang akan terjadi pada pernikahan Karina dan Agus? Apa yang akan dilakukan Karina?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Paman, Ini Karina

​Kamera menyorot Agus yang tersenyum lebar, mengenakan tuksedo hitam mengkilap yang harganya bisa membiayai sekolah Ella dan Aisha hingga sarjana. Di sampingnya, Sabrina tampak seperti ratu dalam balutan gaun pengantin bertabur kristal Swarovski dengan mahkota kecil di kepalanya. Mereka berdiri di atas pelaminan yang didekorasi dengan ribuan bunga lili putih segar, bunga favorit Karina yang dulu selalu ia minta namun Agus bilang terlalu mahal dan membuang uang.

​"Saya sangat bahagia," suara Agus menggema dari pengeras suara televisi, menjawab pertanyaan wartawan.

"Sabrina adalah wanita yang memahami visi saya, dia bukan hanya pendamping, tapi inspirasi di balik kesuksesan saya akhir-akhir ini. Bersamanya, saya merasa muda kembali dan siap membawa perusahaan ke kancah internasional," ucap Agus.

​Lalu kamera beralih ke barisan kursi vip, di mana Ibu Ratmi duduk dengan kebaya sutra ungu, tertawa bangga sambil memamerkan kalung berlian baru yang berkilauan terkena lampu kamera. Tidak ada raut penyesalan, tidak ada rasa bersalah karena telah mengusir menantu yang merawatnya selama dua dekade.

​Karina mencengkeram tas plastiknya hingga buku-buku jarinya memutih, di tengah kerumunan orang asing itu, ia merasa telanjang dan dihina. Agus tidak hanya menceraikannya, dia sedang menghapus keberadaan Karina dari sejarah hidupnya seolah-olah Karina hanyalah noda yang perlu dibersihkan.

​"Wah, kasihan ya istri pertamanya. Katanya sih istri pertamanya itu cuma perempuan kampung yang nggak bisa dandan, makanya ditinggal pas suaminya kaya," celetuk seorang ibu-ibu di sebelah Karina.

​"Iya, lagian laki-laki mana yang tahan kalau istrinya cuma tahu urusan dapur sementara suaminya sudah jadi konglomerat," sahut yang lain sambil terkekeh.

​Darah Karina mendidih mendengarnya, 'Perempuan kampung? Hanya tahu urusan dapur?' batin Karina.

​Saat itulah, tepat di layar televisi, Agus mencium kening Sabrina dengan mesra di depan ratusan kamera. Di saat yang sama, sebuah mobil mewah Rolls Royce berwarna perak, mobil yang dulu dibeli menggunakan bonus proyek yang Karina menangkan lewat koneksi rahasianya terlihat terparkir di latar belakang sebagai mahar.

Karina mematikan pandangannya dari layar televisi raksasa itu, rasa perih yang tadi menghujam jantungnya kini perlahan mengkristal menjadi kemarahan yang dingin dan tajam. Air mata yang sempat menggenang di pelupuk matanya seketika menguap, digantikan oleh sorot mata yang bisa membekukan apa saja.

Cukup sudah dia menjadi tameng yang melindungi pria itu dari badai, cukup sudah dia menjadi akar yang terkubur dalam tanah agar pohon itu bisa berbuah lebat dan dipuja orang. Jika Agus merasa bisa terbang tinggi karena sayap yang Karina buatkan, maka Karina pulalah yang berhak mematahkan sayap itu hingga pria itu jatuh berdebam ke tanah yang paling kotor.

Dengan tangan yang tak lagi gemetar, ia merogoh tasnya. Di antara tumpukan fotokopi ijazah yang tak dihargai para manajer hrd picik itu, ia menarik keluar sebuah benda yang kini terasa seberat bongkahan emas yakni kartu nama Paman Andri.

Karina melangkah menjauh dari kerumunan orang-orang yang masih asyik menggunjingkan kemewahan palsu Agus, ia menuju ke sebuah sudut jalan yang lebih sepi dan mengambil ponsel lamanya yang layarnya sudah retak di sudut kiri lalu menekan deretan angka yang tertera di kartu nama itu.

​Hanya dua kali nada sambung, suara berat yang tadi menyapanya di trotoar terdengar.

​Halo?

Suara Paman Andri terdengar penuh harap seolah ia memang sedang memegang ponselnya menunggu panggilan ini, ​Karina menarik napas panjang, mengisi paru-parunya dengan udara Jakarta yang berdebu namun kali ini terasa seperti oksigen kemenangan.

^^^Paman, ini Karina.^^^

Suaranya tidak lagi lemah, suaranya adalah suara seorang wanita yang baru saja terbangun dari tidur panjangnya. ​Ada jeda sejenak di seberang sana, sebelum Paman Andri menjawab dengan nada lega yang tak tertutup-tutupi.

Karina... Paman tahu kau akan menelepon. Di mana kau sekarang? Paman kirim mobil sekarang juga.

^^^Tidak perlu menjemputku di sini, Paman. Kirimkan mobil ke alamatku nanti malam, sekarang aku harus menjemput Ella dan Aisha, mereka adalah cucu keluarga Wijaya dan sudah saatnya mereka berhenti hidup dalam kekurangan karena kesalahan ibunya memilih pria.^^^

Bagus! Itu baru keponakanku. Lalu, apa rencana pertamamu?

​Karina menatap bayangannya di kaca sebuah butik mewah yang dilewatinya, ia melihat seorang wanita yang hancur, namun di balik kehancuran itu, ada fondasi baja yang tak tergoyahkan.

^^^Karina akan kasih tahu nanti malam, saat ini Karina sedang memikirkan mulai darimana menghancurkan pria itu.^^^

Baik, Paman akan tunggu nanti malam.

^^^Terima kasih, Paman.^^^

Sama-sama, ini semua sudah menjadi tugas Paman, Karina.

Setelah menutup telepon, Karina tidak segera beranjak. Ia menatap pantulan dirinya di kaca butik sekali lagi dan merapikan rambutnya yang agak kusam, mengusap debu di bahunya dan menegakkan punggung. Transformasi mentalnya telah selesai, ia bukan lagi istri yang terbuang, melainkan pewaris yang sedang mengincar mangsa.

​Malam harinya, di sebuah kontrakan sempit di pinggiran Jakarta yang bau apeknya menusuk hidung, Ella dan Aisha sedang berbagi satu porsi mi instan, dengan lampu neon yang berkedip-kedip menambah kesan suram ruangan itu.

"Mama beneran udah makan?" tanya Ella.

"Sudah sayang, kamu makan dulu ya. Maaf kalau Mama cuma bisa masakin mie," ucap Karina.

"Ini enak kok, Ma," jawab Aisha.

Karina bersyukur, di masa sulitnya sekarang. Ia memiliki putri yang sangat pengertian dan tidak menuntut Karina, mereka justru mendukung apa yang dilakukan Karina.

"Tapi, kenapa Mama taruh barang-barangnya di tas? Memangnya kuta mau pergi lagi?" tanya Aisha.

"Iya, sayang. Setelah ini, kita pergi ya," ucap Karina.

"Pergi kemana, Ma?" tanya Ella.

"Ke tempat yang lebih baik," jawab Karina.

Malam semakin larut di gang sempit itu, suara bising knalpot motor yang membelah keheningan, kontras dengan suasana di dalam kamar yang pengap. Ella dan Aisha baru saja selesai merapikan tas ransel mereka yang usang dan tiba-tiba terdengar suara deru mesin mobil yang halus, suara mesin yang sangat tidak asing bagi telinga orang kaya, namun sangat asing di lingkungan kumuh itu, mobil berhenti tepat di depan pintu kayu yang nyaris lapuk.

​Cahaya lampu xenon yang terang menembus celah-celah jendela dan membuat bayangan garis-garis panjang di lantai semen yang retak, Ella dan Aisha saling berpandangan sedikit ketakutan.

​"Ma, ada siapa di luar?" tanya Ella pelan sambil memegang lengan baju ibunya.

​Karina tidak menjawab, ia hanya memberikan senyum tipis dan berdiri merapikan sedikit blus kusamnya lalu berjalan menuju pintu.

​Saat pintu terbuka, pemandangan itu seolah menghentikan waktu di pemukiman kumuh tersebut, tiga mobil Mercedes Benz S-Class berwarna hitam mengkilap berjejer rapi dan menutup akses jalan sempit.

Di depan pintu, berdiri enam pria tegap dengan setelan jas hitam sempurna dan earpiece di telinga mereka. Wajah mereka kaku, namun penuh rasa hormat.

​Tetangga-tetangga yang tadinya mengintip dari balik gorden mulai berbisik-bisik, "Itu penagih hutang? Atau polisi?" tanya mereka heran melihat kemewahan yang kontras itu.

.

.

.

Bersambung.....

1
Ariany Sudjana
good decision Karina and Faisal 😄
Ariany Sudjana
bagus Karina, masa lalu tidak bisa diubah, tapi masa depan masih bisa dilukis dengan baik, jangan terus terjebak dalam luka masa lalu, jadikan pelajaran berharga
Ariany Sudjana
ayo Karina, tunggu apa lagi, restu dari pa Wijaya sudah turun, anak-anak pasti tidak masalah, apalagi anak-anak juga kenal dengan Faisal
Naufal Affiq
khilaf kata mu,manusia gak jelas seperti mu,harus nya hidup luntang lantung aja lebih baik
Eva Tigan
aku mau muntah mendengar permintaan maaf Agus
Ariany Sudjana
Haha mampus kamu Agus 😂😂 kamu sudah membuang batu permata demi butiran drbi🤣🤣
Ani
lah kenapa malah jadi Ibunya yang difitnah.. bukankah Agus yang menggadaikan sertifikat rumah di Solo
Ani
preeet.. dari pada kembali padamu ayah yang tak berguna mendingan cari ayah baru 😛😛😛😛😛
Ariany Sudjana
berarti keamanan perusahaan lemah dong? kok bisa Agus menyelinap dalam mobil kurir, jangan mau dibujuk lagi Karina
Ariany Sudjana
harusnya Sabrina juga dibinasakan, jangan dibiarkan pergi, dia akan buat ulah lagi, seperti kata Faisal
Ma Em
Sabrina hdp nya sdh susah msh saja sombong , benar kata Karina temani si Agus yg sekarang hdp nya sdh jadi gembel , jgn mau senangnya saja susahnya juga hrs Sabrina temani si Agus karena Sabrina msh istrinya Agus .
Lisna Wati
lanjut ka
اختی وحی
jngn dbkin jd perempuan bego ya thor, males bacanya klw pemerannya oon
Ariany Sudjana
Sabrina kamu bilang Karina jalang? bukannya kamu yang jalang murahan yah? dan sekarang kamu mencari mangsa baru, yang bisa kamu kuras kekayaannya 😂😂🤭🤭
dyah EkaPratiwi
hemmm PD sekali anda Agus agus
Ariany Sudjana
hahaha ada yang ga rela jadi miskin 😂😂 Agus kamu bodoh, masih berharap jadi konglomerat lagi? kenapa ga kamu kejar jalang peliharaan kamu itu? kan kamu sudah menyia-nyiakan Karina demi jalang peliharaan kamu itu?
Ani
preeet itu dulu bro.. mungkin karena cinta buta makanya Karina selalu memaafkan dirimu.. kalau sekarang tidak ada kesempatan kedua meskipun Karina dan anak anak sudah memaafkan dirimu 😎😎😎😎
stela aza
wong gendeng 🤦
Naufal Affiq
manusia gak sadar diri,udah nyakiti hati orang,mau menampakkan wujud pulak kepermukaan
Sriati Rahmawati
istri bego
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!