Beberapa bulan setelah Leon lulus dari SMA, gurunya menawarkan Leon untuk bekerja di villa sang guru. Setahun setelah itu, Leon berhasil menembus tahap pemurnian qi level satu, dan secara resmi dijadikan murid oleh sang guru. Pada malam peresmian murid, gurunya memberikan sebuah bola hitam misterius kepada Leon. Keesokan harinya, kehidupan Leon mulai berubah secara drastis!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Candra S, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menyelidiki Lukisan Terkutuk
Setelah kembali ke hotel, Leon memberitahu Romi, kepala gudang milik Robenyo di Bandung, bahwa dia akan pergi mengambil stok di gudang pada hari Selasa. Dengan itu, Romi dapat membeli stok sayur segar sebelum Leon mengambilnya di gudang.
Leon telah menggunakan gudang beberapa kali sebelum datang ke Bali. Berkat koneksi Romi yang luas, gudang dapat terisi dengan cepat. Persentase penyimpanan inventory bahkan sudah mencapai 2% pada pengambilan stok sebelumnya.
"Perguruan tubuh emas ya... Aku akan berkunjung ketika sudah menjadi lebih kuat."
Tentu Leon tidak berkunjung untuk bertengkar dengan mereka. Dia tidak begitu bodoh untuk menyamakan sifat seorang anak dengan seluruh keluarga anak tersebut.
Ketika dia menanyakan hal itu sebelumnya, dia hanya ingin mengetahui lokasi sebuah perkumpulan kultivator berada. Dia ingin melihat secara langsung apa saja yang dilakukan kelompok kultivator ini.
Berdiri di samping kasur, Leon merentangkan tangan dan mengeluarkan lukisan terkutuk dari dalam penyimpanan.
"Tidak masalah jika aku menyentuhnya sekarang bukan?"
Ukuran lukisan terkutuk adalah sekitar satu meter persegi. Berbeda dengan namanya, itu menampilkan sebuah pemandangan indah sebuah pulau yang terapung di atas lautan awan.
Naik ke atas kasur, Leon bergerak mendekati lukisan dan menyentuh tepiannya dengan ujung jari.
"Hmmm? Apakah mereka berbohong?"
Karena tidak merasakan apapun, Leon memegang lukisan itu dengan kedua tangan.
"Tidak ada yang terjadi padaku."
Leon sudah memegang lukisan itu selama belasan detik. Namun dia tidak merasa tubuhnya menjadi lemas. Kemudian tiba-tiba Leon tersadar.
"Hal ini menyerap energi dari dalam tubuhku!"
Benar, karena mana Leon yang melimpah, dia tidak menyadari keanehan apapun pada awalnya. Namun ketika dia lebih teliti, dia akhirnya menyadari mananya perlahan-lahan tersedot ke dalam lukisan.
Jumlah yang diserap tidak sebanding dengan jumlah mana di dalam tubuh Leon saat ini. Namun jika itu manusia biasa, tubuh mereka akan menjadi lemas hanya dalam beberapa detik saja.
"Pantas saja itu dikatakan tidak berbahaya. Mereka hanya menjadi lemas selama beberapa jam karena kekurangan mana!"
Leon meneliti lebih lanjut tentang lukisan tersebut. Ketika dia menyalurkan energi dalam jumlah yang besar ke dalam lukisan, itu dapat menelannya seperti sebuah lubang hitam yang haus akan mana.
"Bisakah lukisan ini menyerap semua energiku?"
Wooosh....
Leon mengerahkan output terbesarnya untuk menyalurkan energi ke dalam lukisan. Hanya dalam beberapa saat, dia melepaskan lukisan itu dari tangannya.
"Itu tidak meledak! Bagaimana cara lukisan ini dibuat?"
Energinya telah benar-benar habis. Karena itu, dia mengeluarkan kristal jingga dan mengisinya kembali hanya dalam waktu yang singkat. Sebelum menyimpan kembali kristal yang tersisa, dia melihat lukisan itu dan bertanya-tanya.
"Bisakah lukisan ini menyerap kristal mana?"
Leon segera mencobanya, dan ternyata hal itu tidak terjadi. Benar saja, jika hal itu terjadi, maka lukisan tersebut seharusnya menyerap mana dari lingkungan sekitar. Namun, lukisan tersebut hanya menyerap sedikit mana dari makhluk hidup yang menyentuhnya, itu bahkan tidak membahayakan kehidupan makhluk hidup tersebut.
"Bukankah ini mirip seperti pelatihan baterai sistem? Hmmm.... Tidak, tidak, sistem terkait langsung dengan jiwaku, dan aku menyalurkan energi ke baterai sambil membasuh jiwa juga."
Leon berpikir mungkin dia dapat mematahkan segel pada lukisan dengan menyediakannya energi setiap hari. Tapi jika menyediakan energi untuk lukisan berbeda dengan menyediakan energi untuk baterai sistem, dia lebih memilih pelatihannya yaitu menyediakan energi untuk baterai sistem.
Setidaknya, Leon akan menyalurkan seluruh energi dari tubuhnya sekali dalam sebulan ke dalam lukisan untuk berjaga-jaga. Setelah mengembalikan lukisan ke dalam penyimpanan, Leon mulai menyerap energi dari kristal jingga untuk berlatih.
Pelatihan selama sebulan terakhir tentu membuahkan hasil. Kini, dia dapat menyerap sekitar belasan gram kristal jingga hanya dalam satu jam. Peningkatan bakatnya terlihat jelas jika dibandingkan penyerapan awal sebelum pelatihannya.
"Saatnya berkultivasi!"
*****
Leon kembali ke planet galea setelah mengambil stok gudang yang dikerjakan Romi dan bawaannya. Meskipun mereka sudah digaji oleh Robenyo, tentu Leon memberikan mereka semua uang untuk setiap kali Leon memakai gudang.
"Apakah pembayaran gaji karyawan berjalan lancar?"
"Semuanya berjalan baik pak."
Di dalam ruangan manager, Leon duduk di sofa sambil mendengarkan apa saja yang terjadi di restoran selama ketidakhadirannya.
Viona memberitahu Leon bahwa menu nasi goreng sangat diterima oleh para pelanggan restoran. Mereka terutama sangat menyukai kerupuk udang yang disajikan dalam menu tersebut. Itu adalah hal yang Leon tambahkan karena dia berpikir empat bakwan sayur akan sangat sederhana sebagai tambahan nasi goreng. Beruntung dia melakukannya, jika tidak, mungkin pesanan menu tersebut tidak sebanyak yang tertulis di dalam laporan.
"Apakah Jerry dan yang lain sedang ke luar?"
"Mereka masih di dalam kota. Rencananya, kami akan berangkat menuju arah reruntuhan Bardio dalam tiga hari."
"Ohh, kamu juga akan ikut?"
"Iya pak, saya sudah cukup berlatih dengan Amy dan Bella yang mengajari saya."
"Bagus. Apakah ada diantara mereka yang sudah berada pada level pejuang bintang satu?"
"Selain pak Jerry, hanya pak Tom yang sudah menjadi pejuang bintang satu."
"Hmmm, apakah kamu masih memiliki pekerjaan di restoran sekarang?"
"Tidak ada pak."
Sebenarnya, Viona hanya datang ke ruangannya karena Leon berkata akan berkunjung ke restoran. Seperti yang sudah Leon perintahkan padanya, dia sudah merekrut seorang asisten dan menyerahkan sejumlah besar pekerjaan kepada asisten tersebut.
"Kalau begitu, ayo kita berkumpul dengan yang lain di markas guild!"
Keduanya berkendara menuju markas guild selama tiga puluh menit. Karena Viona sudah memberitahu yang lain tentang kedatangan Leon, mereka semua sudah berkumpul ketika Leon dan Viona tiba.
"Leon!"
"Lama tidak bertemu Leon!"
"Apa kabar kalian semua?"
Semua orang menyambut kedatangan Leon dengan hangat.
Untuk menyenangkan semua orang, Leon mengeluarkan tiga kotak martabak cokelat keju dari dalam penyimpanan. Tentu melalui ranselnya sebagai penutup.
"Wah.... Enak sekali!"
"Kue apa ini Leon?"
"Aku dapat mati dengan puas sekarang!"
Leon juga memakannya bersama-sama dengan semua orang. Perpaduan rasa manis dan asin keju bergabung dalam kelembutan martabak yang masih hangat. Tentu Leon hanya memakan sedikit bagian. Berbeda dengannya yang dapat memakan hal-hal seperti ini setiap saat, yang lain menghargai nilai makanan seperti ini melebihi nilai emas!
"Ngomong-ngomong, kudengar kalian semua berencana untuk menjelajah hari Sabtu nanti."
"Mmmm.... Apakah kamu juga ikut Leon?"
"Aku berencana membawa kalian semua ke tepi bagian luar reruntuhan Bardio."
Uhuk...
Uhuk...
Uhuk...
Semua orang hampir tersedak mendengar pernyataan Leon.
"Kami masih belum siap Leon."
"Tenang saja. Sebagai cadangan, aku akan memberikan kalian semua senjata yang bagus."
Para pejuang biasanya menggunakan senjata seperti pedang, tombak, dan sebagainya untuk membunuh zombie. Namun ketika situasi benar-benar berbahaya, mereka akan menggunakan senjata api.
"Benarkah?"
"Tentu. Selain itu, aku juga akan menyediakan amunisi dalam jumlah besar. Namun pastikan kalian hanya menggunakannya jika dibutuhkan."
"Tentu saja kami akan melakukannya."
Sebelum guild permata ungu terbentuk, Jerry dan yang lain hanya membawa pistol sebagai langkah terakhir mereka. Namun jika mereka memiliki senjata api yang lebih baik, mereka akan memiliki keberanian untuk melakukan perjalanan ke tepi luar reruntuhan Bardio.
Setelah mereka menghabiskan martabak di atas meja, Leon mengajak semua orang untuk pergi ke toko senjata. Leon membeli OP-4 untuk setiap orang, termasuk amunisi dalam jumlah yang cukup besar.
"Sebelum hari menjelajah tiba, aku akan fokus berkultivasi!"