NovelToon NovelToon
Ratu Bar-Bar Milik Pilot Tampan

Ratu Bar-Bar Milik Pilot Tampan

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Romansa Fantasi / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cintamanis / Idola sekolah / Gadis nakal / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 5
Nama Author: riniasyifa

Ratu Maharani Alatas (Ratu) gadis 17 tahun yang terkenal Bar-bar di SMA Garuda, dengan ketiga sahabatnya ia menghabiskan waktu bolos sekolah dengan bermain permainan "Truth or Dare" di sebuah cafe. Saat giliran Ratu, ia memilih Dare sebuah ide jahil muncul dari salah satu sahabatnya membuat Ratu mau tidak mau harus melakukan tantangan tersebut.

Mau tahu tantangan apa yang harus di lakukan Ratu? dan bagaimana kisah Ratu selanjutnya? langsung baca aja ya kak!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riniasyifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

“Sial, siapa, sih, yang berani melakukan ini?” gumam Ratu pelan, wajahnya memerah menahan amarah yang mulai membara.

“Pasti ada seseorang yang sengaja ingin menghancurkan lo. Dan dia pasti ada di sana waktu kejadian itu, memanfaatkan kesempatan,” sahut Ica, wajahnya juga penuh kaget dan kesal.

“Kau benar, Ca,” jawab Ratu sambil menatap tajam sahabatnya, lalu bergantian menatap yang lain.

Ding! Ding!

Bunyi bel istirahat memecah keheningan. Seketika, seluruh murid berhamburan keluar kelas. Sebagian besar menuju kantin, sementara yang lain memilih duduk di taman atau mengunjungi perpustakaan.

Melihat kerumunan siswa yang menyerbu kantin, Ratu segera berdiri dan melangkah cepat. Ia ingin menjauh, menjadi sasaran gosip yang tak diinginkan.

Seseorang di pojok sana menyeringai puas, mengamati sikap waspada Ratu.

“Eh! Lo mau ke mana?” teriak Della, melihat Ratu mulai menjauh. Bisik-bisik mulai terdengar di antara sisa-sisa siswa, membuat Ratu mempercepat langkahnya.

Ica, Della, dan Mika mengikuti dari belakang. Ternyata, Ratu menuju rooftop sekolah. Angin sepoi-sepoi menyambut keempat gadis itu, membelai lembut wajah mereka yang masih memancarkan kecantikan meski tengah dilanda masalah.

Ratu berdiri tegap, jari-jarinya menggenggam erat besi pembatas. Matanya menatap hamparan halaman sekolah yang ramai dengan siswa dan siswi yang menikmati waktu istirahat.

Ica mendekat, menepuk pundak Ratu dengan lembut.

“Kita harus cari tahu, siapa dalang di balik semua ini,” ujarnya tegas, penuh perhatian.

“Iya, Ica benar. Kita cari tahu bareng-bareng,” tambah Della dengan wajah penuh kekhawatiran.

“Terima kasih, kalian memang yang terbaik,” ucap Ratu membentangkan tangannya lebar, dan tanpa ragu, ketiga sahabatnya langsung menubruknya, memeluk erat. Kehangatan itu sejenak meredakan beban yang menekan dada Ratu.

“Tapi... Ratu?” suara terengah-engah memecah momen itu. Mereka menoleh ke arah suara dan melihat Doni, ketua kelas, yang tampak panik.

“Ada apa, Doni?” tanya Ratu dengan tenang, meski hatinya sudah bersiap menghadapi kemungkinan terburuk. Ia yakin ini pasti ada hubungannya dengan video yang baru saja tersebar.

“Gawat, Bu Fani nyariin lo!” ujar Doni dengan nada cemas.

Ratu mengangguk pelan, lalu tersenyum ramah.

“Terima kasih, Doni. Aku akan segera ke ruang BK.”

“Kami ikut,” seru Ica, diikuti anggukan Della dan Mika.

Ratu menatap hangat sahabat-sahabatnya, lalu menggeleng.

“Tidak, aku akan selesaikan ini sendiri,” tegasnya.

Tanpa menoleh ke belakang, Ratu melangkah cepat meninggalkan rooftop. Ica dan yang lain hanya bisa menatap punggungnya yang menjauh.

“Siapapun pelakunya, dia pasti akan menyesal,” ucap Ica dengan nada tegas, lalu ikut meninggalkan tempat itu.

Di ruang BK, Ratu duduk tenang menghadap Bu Fani yang menatapnya dengan tatapan tajam.

“Ratu, kamu tahu kesalahanmu apa?” tanya Bu Fani dengan suara dingin.

“Saya tahu, Bu. Dan saya tidak membantahnya,” jawab Ratu tegas. Ia tak bisa membela diri, video itu memang asli, meski hanya sepenggal, hanya adegan cium4n, tanpa ada aksi lain dari dirinya.

“Bagus. Kalau kamu mengaku, segera telepon orang tuamu dan suruh mereka datang ke sekolah sekarang juga.”

"Baik lah, tapi saya tidak bisa janji kalau Daddy saya bisa hadir," jawab Ratu.

Bu Fani menatap Ratu dengan campuran kesal dan prihatin. “Ini masalah serius, Ratu. Sekolah harus tahu siapa yang bertanggung jawab, dan orang tua kamu harus dilibatkan.”

Ratu menghela napas panjang, mencoba mengendalikan amarah dan kecewa yang menggelayuti hatinya. “Saya mengerti, Bu. Tapi saya juga ingin semua ini segera selesai. Saya tidak mau masalah ini jadi bahan omongan yang makin memperburuk keadaan.”

Bu Fani melunak sedikit, lalu berkata, “Baiklah, tapi kamu harus siap menghadapi konsekuensinya. Ini bukan hanya soal kamu, tapi juga reputasi sekolah.”

Ratu mengangguk paham. Lalu tak berapa lama menunggu pintu ruangan itu terbuka di ambang pintu berdiri seorang pria paruh baya dengan jas rapi dan beribawa menatap tajam Ratu.

Ratu sedikit terkejut "Daddy? Gumamnya pelan.

Bu Fani langsung menyambutnya dengan ramah. "Silahkan duduk Pak," ujarnya sambil tersenyum.

"Gawat, kenapa Daddy harus datang, sih? Gumam ratu dalam hati.

"Langsung saja Bu, apa yang di lakukan, Ratu?"

"Baik Pak Anggara , Babak bisa melihat langsung video ini," ujar Bu Fani sambil memperlihatkan video itu pada Daddy-nya Ratu.

Daddy Anggara hanya mengerutkan keningnya lalu menatap Ratu yang sedang menunduk sekilas.

"Baik, jadi apa konsekuensinya untuk anak, saya?" tanya dengan nada datar.

Ratu dan Bu Fani saling pandang lalu buru-buru menjawab.

"Ratu akan Diskors selama 1 Minggu," ucap Bu Fani dengan suara sedikit bergetar melihat tatapan tajam Daddy Anggara.

"Baik lah, terimakasih," ia langsung bangkit lalu meraih tangan ratu pelan.

"Ayo pulang,"

Ratu mengangguk pelan lalu mengikuti langkahnya sang Daddy.

"Anak sama ayahnya sama aja sama-sama, buat kepala saya pusing," keluh Bu Fani setelah keduanya menghilang di balik pintu.

Di parkiran, "Daddy tidak marah?" tanya Ratu penasaran dengan sikap Daddy-nya hari ini.

"Tidak, karena Daddy punya rekaman aslinya, tapi kamu tetap akan Daddy hukum karena sudah mulai nakal," ujarnya lembut.

Ratu membolakan matanya tak percaya, ternyata Daddy yang selama ini ia pikir tak peduli ternyata malah Daddy selangkah lebih di depannya saat ia dalam masalah.

"Sudah jangan drama, kaget gitu! Kau lupa siapa Daddy tampan mu ini, hah?" lanjutnya dengan senyum menggoda.

Ratu langsung memutar bola matanya malas saat gaya narsis sang Daddy keluar. Namun, senyum kecil mengembang di bibirnya.

"Segera pulang ya, nanti malam ikut Daddy," ucapnya lalu Langsung masuk kedalam mobilnya.

1
04581
aku mampir kak
Ima Kristina
Ratu mulai cemburu kan
Ima Kristina
Pertemuan demi pertemuan antara Ratu dan Nathan terjadi secara kebetulan
Ima Kristina
Daddy Anggara pasti sangat mencintai istrinya sampai Ratu besar belum menikah lagi
Ima Kristina
Next
Ima Kristina
Kayaknya Nathan beneran cinta sama Ratu
Ima Kristina
Emang boleh ya seorang pilot meninggalkan kemudinya pas pesawat terbang
Ima Kristina
Emang kalau jodoh biasanya sering ketemu seperti Ratu dan Nathan
Ima Kristina
Kok aneh masak ortu Rina gak tahu kalau calon mantu seorang pilot kok aneh
Ima Kristina
Kalau penyakit iri hati memang susah sembuhnya
Ima Kristina
Anak pemilik sekolah Nathan kah
Ima Kristina
Sudah diantar pulang tamunya gak disuruh masuk dulu main tinggal saja ....Ratu memang bar bar
Ima Kristina
Ternyata mika pelakunya jahat banget menikung teman sendiri
Ima Kristina
Pasti Ratu dan Nathan bakalan dijodohkan... biasanya begitu
Ima Kristina
Wah Daddy anggara gaul masak anaknya masih SMA ciuman biasa saja gitu
Ima Kristina
Mungkinkah Angkasa gebetan Ratu dan pasti video ciuman itu sudah dilihat angkasa
Ima Kristina
Aku mampir Thor
Ima Kristina
Masa masa putih abu memang paling berkesan
☯⁠‿⁠☯⁠✿
👍🏻
Murti Ningsih
klw masalah takut hamil kan bisa pakai pengaman atau dikeluarin diluar.. kurang canggih penulisnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!