Seruni (20 tahun) adalah kembang desa cantik, lugu dan polos yang tinggal di wilayah terpencil daerah Tapal Batas.
Pernah bertunangan dengan salah satu pemuda dari kampung sebelah. Berujung putus dan gagal menikah karena ditikung adik tirinya bernama Rasti.
Suatu hari, Seruni dijodohkan dengan seorang pria dari kota. Musibah datang menerpa, di mana rombongan bus calon pengantin laki-laki mengalami kecelakaan, lalu terbakar hebat. Semua penumpang tewas di TKP termasuk calon suami Seruni.
Kepercayaan masyarakat setempat, jika sampai seorang gadis gagal menikah dua kali maka dianggap pembawa sial. Pastinya tak ada pemuda yang akan sudi menikahi Seruni.
Pak Tono selaku Kades yang berstatus sebagai ayah kandung Seruni, terpaksa menerima laki-laki asing bernama Bastian Fernando Malik yang mendadak bersedia menjadi suami Seruni. Tanpa diketahui semua orang bahwa Bastian tengah lari dan bersembunyi dari kasus pembunuhan yang menjeratnya.
Bagian dari Novel : Maafkan Mama, Pa🍁
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 17 - Minta Jabatan
Cup...
Kecupan manis dan hangat Bastian labuhkan di kening Seruni.
Hal ini membuat Seruni yang awalnya menutup mata karena tengah menghayati sentuhan Bastian di area da_danya, seketika mengerjap kebingungan.
Gelenyar rasa aneh yang tadi sempat membuat sekujur tubuhnya gemetaran indah melayang-layang ke angkasa bahkan dirinya seakan mau pi_pis, seketika surut. Padahal cuma disentuh seperti itu oleh Bastian dalam hitungan singkat.
"Malam ini cukup sampai di sini. Ayo kita tidur. Jangan sampai abang kebablasan," ucap Bastian seraya membenahi baju tidur Seruni yang sempat disingkapnya agar kembali rapi ke tempat semula.
Ya, Bastian memilih untuk menyudahi sentuhannya pada tubuh Seruni. Bahkan mati-matian ia harus memukul mundur hasratnya sendiri yang sudah tegang di ubun-ubun hendak tancap gas.
Setelah telinganya mendengar de_sah Seruni yang begitu bergairah, Bastian tersadar bahwa yang dilakukannya bisa berdampak merugikan Seruni ke depannya.
Bastian teringat bahwa dia adalah seorang buronan, walaupun tidak bersalah. Akan tetapi, ia sangat tau hukum di negeri ini seringkali korban dianggap sebagai pelaku. Begitu pun sebaliknya.
Jika pun di masa depan ia harus dipenjara karena kasus pembunuhan Rossa, Bastian tak ingin Seruni menderita menjadi istrinya karena mahkota itu sudah diambil olehnya. Bastian berusaha menjaga hal penting itu dari tubuh Seruni walau tak mudah untuknya sebagai pria dewasa yang berhasrat cukup tinggi.
"Apa malam pertama yang orang-orang lakukan seperti tadi saja, Bang?" tanya Seruni yang masih bingung.
Jujur, ia tak tau sama sekali ilmu atau pengetahuan tentang proses malam pertama dari awal hingga akhir.
"Lebih dari itu," jawab Bastian.
"Setelah ciuman, ngapain saja Bang?"
"Astaga, dia beneran polos bukan jadi-jadian polos." Batin Bastian.
Bastian sungguh terkejut mendengar pertanyaan polos Seruni tentang apa saja tindakan atau hubungan suami-istri di atas ranjang.
"Kamu tau tentang alur malam pertama?" pancing Bastian.
"Enggak, Bang."
"Tau tentang cara bikin anak?"
"Enggak juga, Bang. Kalau perkawinan silang tanaman aku tau,"
"Dulu di sekolah, apa kamu nggak pernah diajarkan pelajaran biologi?"
"Diajarkan Bang,"
"Kok kamu enggak paham tentang tata cara bikin anak atau ilmu repro_duksi manusia?"
"Ading beneran gak paham, Bang."
"Pas sekolah kamu rajin masuk apa sering bolos?"
"Ading gak pernah bolos. Cuma ading lebih suka pelajaran biologi tentang struktur tumbuhan, perawatan dan penyakitnya." Jelas Seruni.
"Baiklah, aku jadi paham kenapa kamu hobi sekali tentang bertani atau berladang."
"Kata abang, malam pertama lebih dari sekedar ciuman tadi. Kenapa abang berhenti? Kenapa kita gak melakukan malam pertama kayak orang-orang?" cecar Seruni terdengar suaranya begitu lesu dan sendu. "Apa karena ading bodoh dan gak paham caranya?" sambungnya.
Grepp...
Bastian langsung memahami situasi hati Seruni. Ia memilih untuk memeluk tubuh sang istri guna menenangkannya. Bastian tau Seruni hendak menangis karena merasakan penolakan dirinya untuk melanjutkan adegan malam pertama mereka malam ini.
"Jangan berpikiran yang negatif. Malam ini sudah cukup bagi abang. Kita lakukan hal itu pelan-pelan. Oke?"
Seruni terdiam, namun kedua tangannya membalas pelukan Bastian. Air matanya perlahan menetes membasahi pipinya.
"Katanya pengin jadi istri penurut dan salehah. Mau kan nurutin kata abang tadi?" tanya Bastian yang masih tak mendengar jawaban dari Seruni.
"Iya, Bang. Maafin ading ya," jawab Seruni lirih.
Bastian melepaskan pelukannya, lalu menatap wajah Seruni yang tampak sedikit basah karena air mata. Lalu, jari-jemari Bastian menyekanya penuh kelembutan.
"Udah, jangan nangis. Abang gak suka wanita cengeng. Abang pengin kamu jadi wanita kuat dan gak mudah ditindas oleh siapapun. Abang janji suatu hari jika memang sudah waktunya, pasti kita lakukan."
"Ading cinta abang," ucap Seruni seraya kembali memeluk tubuh Bastian.
Seruni terharu dengan perlakukan Bastian yang terlihat begitu menyayangi dirinya penuh pemakluman.
Pelukan hangat akhirnya menjadi penutup manis malam ini. Walaupun malam pertama belum terjadi antara mereka, tapi kata cinta telah disampaikan Seruni pada Bastian.
Bagi Seruni si kembang desa yang polos, ia tak butuh balasan ucapan cinta dari bibir Bastian. Yang terpenting adalah tindakan Bastian padanya untuk malam ini hingga ke depannya bisa menjadi sosok suami serta ayah yang baik dan bertanggung jawab bagi keluarga kecil mereka.
☘️☘️
Satu bulan berlalu, Jakarta.
Di sebuah rumah mewah di kawasan Jakarta Selatan, dihuni tiga orang dewasa di dalamnya sebagai majikan. Ada beberapa art yang juga tinggal di sana untuk membantu urusan majikannya.
Saat ini sepasang suami istri yang berstatus sebagai majikan rumah mewah itu sedang bersantap malam di meja makan mereka.
"Pa, Bastian sampai sekarang belum ditemukan juga. Perusahaan ke depan gimana?" tanya wanita bernama Selvi.
Usianya tak jauh beda dengan ibu kandung Bastian bernama Elsa. Ya, Selvi adalah ibu tiri Bastian.
"Aku masih suruh asistennya cari Bastian sampai ketemu!" tegas Papa Surya. "Aku juga udah suruh orang buat cari tau kebenarannya," imbuhnya.
"Kebenaran yang gimana, Pa?"
"Aku yakin Bastian gak bersalah. Gak mungkin dia merusak reputasinya sendiri bahkan keluarganya, sampai harus membunuh P S K. Pasti ada orang yang sengaja menjebaknya,"
"Bastian itu pergaulannya dari dulu bebas, Pa. Apalagi papa lama gak tinggal sama dia. Mantan istrimu terlalu sibuk berkarir jadi gak bisa didik anak dengan baik. Bastian jadi kriminal sekarang. Sampai buron pula," cibirnya.
"Gak perlu nyalahin orang lain,"
"Bukan maksudku menyalahkan siapapun, Pa. Andai saja waktu dulu kamu bercerai terus Bastian ikut kita. Pasti aku bisa mendidik dan membimbingnya jadi anak yang baik dan rumahan. Gak jadi anak liar begini!"
"Ehm, ngomong-ngomong Tania ke mana? Kok anak itu gak ikut makan malam bareng kita," cecar Papa Surya seketika teringat dengan putri kandungnya bersama Selvi.
"Tania lagi keluar, Pa. Ada acara ulang tahun temannya,"
"Pulang jam berapa?"
"Tumben papa perhatian sama Tania. Biasanya Bastian terus yang jadi nomor satu perhatian papa!" keluh Selvi.
"Sekarang aku kasih perhatian dengan tanya tentang Tania, dianggap salah. Terus, mama maunya gimana?"
"Kasih jabatan buat Tania dong di perusahaan papa,"
"Kuliah sarjana saja udah hampir tujuh tahun dia belum lulus juga. Bahkan katanya mau terancam di D O. Gimana papa mau kasih jabatan buat Tania di perusahaan! Dia mau jadi apa?"
"Terserah papa, Tania dikasih jabatan apa. Jadi wakil direktur buat gantikan Bastian juga boleh," jawab Mama Selvi.
"Yang waras, Ma!"
Bersambung...
🍁🍁🍁
*Karakter Seruni ini beneran nyata ya Sobat, karena memang aku temukan sendiri pada temanku seperti itu sekitar sepuluh tahun yang lalu ketika kami berbincang. Dia bukan orang desa, justru dia orang kota. Hanya saja memang dia cukup kuper (kurang pergaulan) terutama dengan lawan jenis dan zaman dulu sosmed belum seramai sekarang, ditambah dia tidak main medsos juga.
Jadi sebelum dia menikah, kita ngobrol tentang malam pertama. Aku kaget banget dia ternyata gak tau bahwa malam pertama itu bukan hanya sekadar ciuman bibir tapi harus ada penyatuan tubuh suami-istri agar bisa menghasilkan anak. Maybe dulu saat pelajaran biologi di sekolah tentang bab repro_duksi manusia, dia bolos jadi gak tau. Hihi...😭😭
hei laki-laki inget baik baik ya wanita modal ngangkang merebut suami orang bukan wanita baik2 sehina hina nya wanita adalah modelan begitu semoga para pelaku perselingkuhan kalau tidak bertobat azab dunia dan akhirat menimpanya dengan sangat tragis Aamiin
Sungguh ngeri kalo baca sepak terjang pelakor zaman ini....,,