NovelToon NovelToon
Kultivator Sistem

Kultivator Sistem

Status: sedang berlangsung
Genre:Kultivasi Modern / Perperangan / Fantasi Timur / Transmigrasi / Kelahiran kembali menjadi kuat / Reinkarnasi
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Fandi Pradana

Tio tidak pernah meminta untuk mati—apalagi tereinkarnasi dan bangun di dunia kultivasi brutal sebagai Ci Lung di Benua Tianlong.

Dengan tekad sederhana untuk hidup tenang di Lembah Sunyi, ia mencoba menjauh dari sekte, perang, dan orang-orang yang bisa membelah gunung hanya dengan bersin. Sayangnya, sebuah sistem misterius muncul, memberinya kekuatan… sekaligus hutang yang terus bertambah.

Lebih sial lagi, dunia mulai salah paham dan menganggapnya sebagai ahli tersembunyi yang menakutkan—padahal tingkat kultivasinya sebenarnya masih pas-pasan.

Di belakangnya berdiri Gu Shentian, guru di puncak Void Realm yang terlalu kuat untuk dijelaskan. Di sampingnya ada Yan Yu, murid kecil yang terlalu percaya bahwa gurunya adalah legenda hidup.

Ci Lung hanya ingin hidup normal.

Masalahnya…

Setiap kali ia mencoba, langit justru retak duluan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fandi Pradana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terobosan Sistem

Ci Lung baru saja selesai mencuci tangannya di sungai ketika layar transparan itu muncul tanpa suatu peringatan terlebih dahulu.

Tidak ada suara apapun.

Tidak ada kilatan.

Hanya tulisan tenang yang menggantung di udara, seolah sudah menunggu momen yang tepat.

[SYARAT QUEST TERPENUHI]

Poin Pengakuan Dunia: 50 / 50

Ci Lung membeku.

“…hah, tiba tiba banget?”

Ia menatap angka itu beberapa kali, memastikan matanya tidak salah baca.

“Lima puluh?”

“Sejak kapan tuh?”

Sistem tidak menjelaskan.

Karena hal itu memang tidak perlu.

[PROSES TEROBOSAN DIMULAI]

Ci Lung refleks menoleh ke sekeliling. Tidak ada apa-apa sama sekali. Tidak ada iblis yang bergerak kesana kesini seperti biasanya. Tidak ada tekanan langsung.

Namun di detik berikutnya.

Langit mulai berubah.

Qi di lembah bergetar pelan, lalu naik lurus ke atas, membentuk arus tipis yang menembus awan. Bukan ledakan, bukan gelombang, melainkan tarikan stabil—seolah dunia sedang mengalir ke satu titik tanpa bisa menolak.

Ci Lung tersedak napas.

“Eh—tunggu—ahhhh sialann kau sistem"

Di luar lembah, Benua Tianlong langsung merespons.

Gunung-gunung bergetar ringan. Formasi kuno menyala sesaat. Para leluhur yang sedang bermeditasi membuka mata bersamaan, wajah mereka pucat.

“Tekanan langit…”

“Ini bukan tribulasi biasa.”

“Ini… sinkronisasi.”

Beberapa tetua berdiri terlalu cepat.

“Zona hitam—lagi.”

Di Sekte Sungai Giok, lonceng peringatan berbunyi untuk pertama kalinya dalam puluhan tahun.

“Semua aktivitas dihentikan!”

“Larangan mendekati lembah diperbarui!”

Peta dunia menyala, dan satu titik menggelap lebih pekat dari sebelumnya.

[STATUS ZONA DITINGKATKAN]

ZONA HITAM — TINGKAT BAHAYA TERTINGGI

MASUK TANPA IZIN: KEMATIAN HAMPIR PASTI

Tidak ada satu sekte pun yang membantah, tidak setelah tekanan itu menembus langit.

Di tengah kekacauan itu, Ci Lung terpaksa duduk.

Bukan karena lemah.

Melainkan karena dunia terasa… berat.

Qi di tubuhnya bergerak lambat tapi rapi, seperti sedang disusun ulang dengan paksa. Tidak menyakitkan, tapi jelas bukan sesuatu yang bisa ia hentikan.

Ia mengertakkan gigi.

“…aku kan lagi gak pengen naik level.”

[TEROBOSAN SELESAI]

Tingkat Kultivasi: LAYER KE 3 MENINGKAT SETENGAH

Stabilitas: SEMPURNA

Efek Samping: Tekanan Eksistensi

Ci Lung menarik napas panjang.

Tubuhnya terasa sama.

Tidak lebih kuat.

Tidak lebih ringan.

Namun dunia di sekitarnya… berubah sikap.

Ular Penjaga Sisa Sumpah menurunkan kepala sedikit.

Janda Lembah Berdoa menghilang ke bayangan lebih dalam.

Bukan karena takut.

Melainkan pengakuan otomatis.

Sistem muncul sekali lagi.

[HADIAH TAMBAHAN DIBERIKAN]

Pengakuan Dunia Permanen: +0,01

Ci Lung menatap angka itu sangat lama.

“…ini hadiah apa hukuman?”

Sistem tetap diam.

Di luar lembah, kekacauan mencapai puncaknya.

“Zona hitam sekarang bukan wilayah terlarang biasa.”

“Ini sudah setara wilayah leluhur.”

“Masuk tanpa izin berarti melawan kehendak eksistensi tak dikenal.”

Satu sekte kecil mencoba menolak perintah larangan.

Nama mereka langsung dicoret dari peta pengaruh.

Tidak diserang.

Tidak diperingatkan.

Hanya… dihapus secara sosial.

Malam turun secafa perlahan.

Ci Lung duduk di depan bangunan tuanya, Ia memegang mangkuk kayu yang berisi sup sederhana. Ia menatap permukaan sup yang tenang, lalu mendesah.

“aishh....aku cuma pengen hidup tenang.”

Sistem tidak menjawab.

Karena untuk pertama kalinya, bahkan dunia pun sudah berhenti mencoba membantah keberadaannya.

Dan lembah itu—

kini bukan lagi sekadar zona hitam.

Ia adalah wilayah yang menunggu izin.

1
Arifinnur12
Udah aku kasih kopi tor updet yang banyak dong😄
Tio Da Vinci: Wah makasih yaaa😄
total 1 replies
Arifinnur12
Thor author up thorr up up upp tanggung banget ah, aku kasih kopi nanti biar semangat🤣👍💪
Tio Da Vinci: sabar sabar saya juga manusia😭
total 1 replies
Shelia_:3
Sumpah si ini bagus menurut aku, novelnya murim tentang ritme, tentang ketenangan yang lebih nakutin daripada perang, kebanyakan salah paham juga😭, terus buat kalian yang baca tapi kesannya monoton, tunggu sampe kalian masuk ke bab 20 an seru banget disitu Ci lung jadi op anjay😭
Dan kalo boleh jujur,
Kalau authornya konsisten pakai gaya ini, ini bisa jadi ciri khas yang beda dari pasar murim mainstream, aku bakal lanjut baca.
Inget thor aku bakal jadi salah satu pembaca yang marah kalo Yan yuu kenapa-kenapa😠
Tio Da Vinci: Makasih yahh😊🕊
total 1 replies
Arifinnur12
Mungkin authornya lagi pusing🤣, saya udah baca yang bab 13 atau berapa tadi yan yu udah naik kultivasinya ke layer 3, terus pas baca bab 15 ini tetep di layer ke 2 atau keberapa gitu, semangat thor ceritanya bagus😄👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!