NovelToon NovelToon
Setelah Status, Kita Kehilangan

Setelah Status, Kita Kehilangan

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Romansa
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mentari_Senja

Zafira Amara, belajar bahwa cinta tidak selalu berakhir dengan indah. Ditinggal Anggara tanpa kabar setelah janji melamar, ia membangun benteng tinggi di hatinya.

Hingga akhirnya datang Aditya Pranata, pengagum rahasia yang mengisi kekosongan itu. Dari teman, menjadi hubungan tanpa status, hingga akhirnya resmi berpacaran.

Namun ironi terjadi, saat status sudah jelas, mereka justru kehilangan esensi. Trauma masa lalu Zafira bertabrakan dengan ketakutan komitmen Aditya.

Di tengah hiruk pikuk Yogyakarta, mereka belajar bahwa tidak semua yang dicintai bisa bertahan. Tidak semua janji bisa ditepati. Dan terkadang, melepaskan adalah bentuk cinta paling tulus meski itu menyakitkan. Sebuah kisah tentang kehilangan, trauma, dan keberanian untuk move on.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mentari_Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jejak yang Hilang

Pagi itu langit Yogyakarta terlihat cerah, tapi hati Zafira begitu gelap gulita. Ia duduk di pinggir kasur sambil menggenggam ponselnya erat, layarnya menampilkan kontak yang sudah ia hafal di luar kepala. Kontak Anggara.

Tujuh bulan lebih ia bertahan dengan segala pertanyaan, dengan segala rasa sakit, dengan segala harapan yang mulai pudar. Dan hari ini, Zafira memutuskan sesuatu yang berat, yang membuat dadanya sesak cuma mikirin doang.

Hari ini Zafira bakal mencoba menghubungi Anggara untuk yang terakhir kalinya.

Kalau masih nggak ada jawaban, kalau masih nggak ada kabar, Zafira janji sama dirinya sendiri, ia akan bener-bener merelakan Anggara dan mencoba untuk move on. Ia akan berhenti menunggu orang yang mungkin emang udah nggak peduli lagi.

Jari Zafira gemetar waktu menekan tombol panggil. Nada tunggu berbunyi. Satu kali. Dua kali. Tiga kali.

Nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi.

Suara operator itu rasanya kayak tamparan. Zafira coba lagi. Sama. Coba lagi. Tetep sama.

Nomor yang Anda tuju tidak dapat dihubungi.

Zafira melempar ponselnya ke atas kasur, ia menutup mukanya dengan kedua tangan sambil nafas berat. Sudah cukup, nomornya emang nggak aktif, sudah dari bulan yang lalu juga begitu.

Tapi Zafira belum menyerah, ia ambil ponselnya lagi, membuka Instagram. Lalu mencari akun Anggara. Ia mengetik username @angga.adhikara di kolom pencarian. Tapi tidak ditemukan.

Zafira mencoba lagi, mungkin salah ketik. Tetep nggak ada, ia mencoba mencari lewat nama lengkapnya. Anggara Adhikara. Muncul beberapa akun, tapi bukan dia.

Twitter? Udah dihapus dari bulan lalu.

Facebook? Akunnya nonaktif.

Anggara bener-bener lenyap dari dunia maya. Kayak emang sengaja menghilang tanpa jejak, sengaja membuat dirinya nggak bisa ditemukan.

Kenapa?

Kenapa harus sejauh ini?

Kalau emang udah nggak cinta, kalau emang udah nggak mau lanjutin hubungan, kenapa nggak bilang aja? Kenapa harus ninggalin jejak sama sekali? Kenapa harus bikin Zafira bertanya tanya kayak orang gila?

Zafira mengusap air mata yang mulai mengalir. Ia ambil nafas dalem dalem, nyoba menenangkan diri. Masih ada satu cara terakhir. Cara yang sebenernya udah dia hindari dari dulu karena takut jawaban yang bakal dia dapet.

Menghubungi keluarga Anggara.

***

Siang itu Zafira duduk di kafe deket kampus, ia menunggu seseorang. Mbak Dinda, kakak perempuan Anggara, yang dulu pernah ketemu pas acara ulang tahun Anggara setahun lalu. Waktu itu mereka sempet ngobrol bentar, dan Mbak Dinda bilang seneng banget liat Anggara akhirnya dapet pacar yang baik.

Tapi sekarang Zafira mau nanya ke dia. Anggara di mana? Anggara kenapa? Anggara masih inget sama Zafira apa nggak?

Sepuluh menit kemudian, Mbak Dinda dateng. Rambutnya dipotong pendek, beda sama terakhir kali Zafira liat. Dia senyum tipis sambil duduk di depan Zafira.

"Maaf ya Fir, aku telat. Soalnya di jalan agak macet."

"Nggak papa Mbak," jawab Zafira sambil senyum paksa. "Makasih sudah mau ketemu."

Mbak Dinda pesen kopi dulu sebelum mulai ngobrol. Pas pesanan dateng, suasana jadi agak canggung. Zafira nggak tau harus mulai dari mana.

"Jadi, ada apa Fir? Kok tiba-tiba kamu mengajak mbak untuk ketemu?" tanya Mbak Dinda sambil mengaduk kopinya.

Zafira menelan ludah, "Mbak, aku mau nanya soal Anggara."

Mbak Dinda mengangkat kepala, tatapan matanya berubah. Ada sesuatu di sana. Rasa bersalah? Kasihan? Zafira nggak bisa baca.

"Memangnya, Anggara kenapa?"

"Sejarang dia dimana, Mbak? Sudah tujuh bulan lebih aku nggak mendapat kabar dari dia. Nomornya juga sudah nggak aktif, media sosialnya dihapus semua. Aku cuma pengen tau dia baik-baik aja apa nggak."

Mbak Dinda diem sebentar, ngeliatin kopi nya. Nafasnya berat.

"Fir, mbak juga nggak tau."

Jantung Zafira rasanya berhenti. "Maksudnya Mbak nggak tau?"

"Iya," Mbak Dinda ngangguk pelan. "Terakhir kali aku kontak Anggara itu sekitar enam bulan lalu. Dia bilang lagi sibuk kerja di Jakarta, terus.. terus itu aja. Abis itu dia nggak pernah angkat telpon lagi, nggak pernah bales chat. Bahkan Mama Papa di rumah juga udah nggak ada kabar dari dia."

"Apa terjadi sesuatu dengan Anggara, Mbak?" suara Zafira mulai bergetar.

"Aku nggak tau Fir, sungguh. Mbak sudah mencoba mencari tau, tapi kayaknya dia emang sengaja menghilang."

"Tapi kenapa? Kenapa dia harus segitunya?"

Mbak Dinda ngusap muka, keliatan capek. "Jujur ya Fir, dari dulu Anggara emang susah ditebak. Dia tipe orang yang kalau lagi ada masalah, dia bakal nutup diri total. Nggak mau cerita ke siapa pun, nggak mau minta tolong. Dia kayak gitu orangnya."

Zafira ngerasa sesuatu mencengkram dadanya. Sakit. Sakit banget.

"Jadi selama ini dia menghilang, keluarganya juga nggak tau kemana?"

"Iya Fir. Maafkan mbak, mbak nggak bisa bantu banyak."

Air mata Zafira jatuh tanpa bisa ditahan lagi. Mbak Dinda ngulurkan tangan, menggenggam tangan Zafira yang dingin.

"Fir, mbak tau ini berat banget buat kamu. Tapi mungkin kamu harus mulai ikhlaskan Anggara. Mbak nggak bilang dia udah nggak sayang, tapi dia lagi ada di fase dia sendiri yang bahkan keluarganya aja nggak bisa jangkau."

"Tapi aku masih menunggu dia, Mbak," isak Zafira pelan.

"Sampai kapan Fir? Sampai kamu hancur sendiri?"

Pertanyaan itu menancap dalem banget. Sampai kapan? Sampai Zafira lupa cara bahagia? Sampai dia lupa caranya hidup?

***

Zafira pulang ke kos dengan hati yang lebih hancur dari sebelumnya. Kabar dari Mbak Dinda bukan cuma mengecewakan, tapi juga bikin dia ngerasa bodoh. Bodoh karena selama ini nunggu orang yang bahkan keluarganya aja nggak tau keberadaannya.

Dia masuk kamar, langsung rebahan di kasur sambil melototin langit langit kamar. Kalung perak di lehernya berasa berat banget hari ini.

Untuk terakhir kalinya, Zafira nangis. Nangis sejadi jadinya, ngeluarin semua rasa sakit yang dia pendam selama tujuh bulan lebih. Nangis sampe nggak ada air mata lagi yang keluar, sampe tenggorokan nya perih, sampe matanya bengkak.

Ini air mata terakhir.

Air mata terakhir buat laki laki yang menghilang tanpa jejak. Buat laki laki yang ninggalin janji kosong. Buat laki laki yang bikin Zafira percaya kalau cinta itu indah, tapi ternyata cinta juga bisa sekejam ini.

"Anggara," bisik Zafira pelan di antara isak tangisnya. "Aku ikhlaskan kamu. Aku lelah, dan aku nggak kuat lagi."

Dan malam itu, Zafira tidur dengan perasaan campur aduk. Sedih, lega, kosong, tapi juga ada sedikit harapan. Harapan buat mulai lagi. Harapan buat hidup lagi.

***

Keesokan harinya, Sabtu sore, Zafira kerja lagi di Kafe Senja. Dia udah niat buat mulai bener bener move on, mulai buka diri dikit demi dikit kayak saran Rania sama Mbak Dinda.

Tapi takdir kayaknya suka banget main main.

Bel pintu kafe berbunyi, dan Zafira yang lagi nyiapin pesanan langsung nengok. Kebiasaan aja, sapa setiap pengunjung yang masuk.

Tapi begitu liat siapa yang masuk, seluruh dunia Zafira rasanya berhenti berputar.

Anggara.

Anggara berdiri di depan pintu kafe dengan senyum lebar, rambutnya agak gondrong, kulitnya agak gelap, tapi itu dia. Bener bener dia.

"Zaf."

Suara itu. Suara yang sudah tujuh bulan lebih nggak Zafira denger. Suara yang bikin dia nangis tiap malem karena kangen.

Gelas yang Zafira pegang jatuh ke lantai, pecah berantakan. Tapi dia nggak peduli. Kakinya lemas, tubuhnya gemetar, matanya berkaca kaca.

"A-Anggara?"

Anggara jalan mendekat, senyumnya nggak hilang. "Iya Zaf, ini aku. Maafkan aku."

Zafira nggak tau harus ngelakuin apa. Marah? Nangis? Lari meluk dia? Semua perasaan bercampur jadi satu sampe dia nggak bisa gerak.

"Selama ini kamu kemana aja? Kenapa kamu menghilang kayak gitu?" suara Zafira bergetar hebat.

"Aku tau aku salah, aku minta maaf. Tapi dengerkan aku dulu ya, dengarkan penjelasan aku."

Dan di situ, di tengah kafe yang lagi sepi, Anggara mulai cerita.

Dia bilang kerjaannya di Jakarta bener-bener gila. Lembur sampai pagi, meeting nggak ada hentinya, deadline bertubi tubi. Terus suatu hari, ponselnya hilang. Hilang dicuri orang, waktu dia lagi di kereta. Semua kontak, semua data, hilang.

Dia mencoba memgingat nomor Zafira, tapi susah. Dia mencoba mengubungi lewat media sosialnya, tapi akunnya ke reset gara-gara ponselnya hilang, dan dia lupa password. Dia frustasi, sampe akhirnya dia mutusin fokus kerja dulu, nabung dulu, baru balik ke Yogya buat nemuin Zafira.

"Aku nggak lupa sama kamu, Zaf. Sehari pun nggak. Aku kerja keras, aku nabung, semuanya buat kita. Buat biaya kita nikah. Seperti janji aku dulu."

Zafira nangis. Nangis lega, nangis bahagia, nangis karena semua pertanyaan nya akhirnya kejawab.

"Tapi kenapa nggak mencari cara lain buat hubungi aku? Kenapa?"

"Aku bodoh, Zaf. Aku tau, aku terlalu gengsi buat pulang ke Jogja tanpa bawa apa-apa. Aku pengen kembali dalam keadaan sukses, bawa cincin, bawa bukti kalau aku bener bener serius sama kamu."

Anggara mengeluarkan kotak kecil dari kantong. Bukan kotak cincin, tapi kotak kecil berisi.. gelang emas.

"Ini belum cincin Zaf, tapi ini bukti kalau aku nggak main-main. Aku janji, aku nggak akan ninggalin kamu lagi. Nggak akan."

Zafira ngeliatin gelang itu sambil nangis makin kenceng. Tangannya gemetar waktu nerima kotak itu.

"Anggara."

"Maafkan aku, Zaf. Kasih aku kesempatan lagi. Aku mohon."

Dan saat itu, semua resolusi Zafira buat move on, semua keputusan buat ikhlaskan Anggara, semuanya runtuh. Luluh dalam sekejap.

Dia meluk Anggara erat erat, nangis di pelukan laki laki yang udah dia rindukan selama berbulan bulan.

"Aku kangen kamu. Aku kangen banget sama kamu."

"Aku juga kangen sama kamu, Zafira."

***

Mereka pindah ke meja pojok kafe, duduk berhadapan sambil pegang tangan. Zafira masih nggak percaya ini nyata. Anggara bener bener ada di depannya, senyum, ngomong, hidup.

"Kamu sudah makan?" tanya Zafira sambil mengusap air matanya.

"Belum, tadi langsung ke sini dari stasiun. Aku pengen ketemu kamu dulu."

Zafira langsung bangkit, bikin pesanan buat Anggara. Americano sama sandwich favorit nya. Dia bikinnya sambil senyum senyum sendiri, hatinya penuh banget sama kebahagiaan yang udah lama nggak dia rasain.

Pas bawa pesanan ke meja, Anggara ngeliatin Zafira lembut.

"Kamu kurus banget, Zaf."

"Kamu juga kenapa malah jadi hitam," balas Zafira sambil ketawa kecil.

"Iya, kepanasan di Jakarta mulu. Beda sama Jogja yang adem."

Mereka ngobrol panjang, cerita soal apa yang terjadi selama tujuh bulan terakhir. Anggara cerita soal kerjaan nya, soal betapa beratnya hidup di Jakarta sendirian. Zafira cerita soal gimana dia nunggu, gimana dia nyoba cari tau, gimana dia hampir menyerah.

"Maafkan aku ya, Zaf. Aku bener-bener minta maaf," ulang Anggara berkali kali.

"Sudah, aku sudah maafin kok. Yang penting sekarang kamu sudah kembali."

"Iya, dan aku janji nggak akan pergi lagi. Kali ini aku janji beneran."

Janji.

Kata itu lagi.

Tapi Zafira percaya. Dia mau percaya. Karena dia capek nggak percaya, capek curiga, capek sakit hati.

Sore itu mereka ngabisin waktu sampe kafe tutup. Ngobrol, ketawa, sesekali Anggara ngelap air mata Zafira yang masih sesekali keluar karena haru.

Waktu akhirnya harus pulang, Anggara nganterin Zafira jalan kaki ke kos. Mereka jalan pelan, tangan bertautan, kayak dulu lagi.

"Besok kita jalan lagi yuk," ajak Anggara. "Ke tempat favorit kita dulu."

"Iya, aku mau banget. Aku kangen jalan berdua sama kamu."

Di depan kost, Anggara menghentikan langkah, menatap Zafira dalam.

"Makasih karena sudah menunggu aku, Zaf. Makasih sudah bertahan dan nggak menyerah."

Zafira cuma senyum sambil mengangguk. Dadanya penuh banget, bahagia banget.

Malam itu Zafira tidur dengan senyum di bibir. Pertama kalinya dalam tujuh bulan lebih, dia tidur tanpa nangis. Tidur dengan harapan. Tidur dengan keyakinan kalau semuanya bakal baik baik aja.

Tapi ada satu hal yang Zafira nggak tau. Janji Anggara tadi cuma janji manis. Janji yang nggak akan bertahan lama. Karena beberapa minggu kemudian, Anggara bakal pergi.

Dan kali ini, dia nggak akan pernah kembali lagi.

1
Lee Mba Young
eleh entar Jessica putus ma pacarnya pasti oleng lagi. kl Aku jd fira ogah banget ma laki model gini. tp fira bucin banget 😂😂 smp segitunya nangisin laki pdhl masih pacar.
jadilah wanita teges jng terlalu bucin ma laki. fira Cinta sendirian 🤣
Leoruna: blum jdi pacar loh kak, mereka msih HTS/Shy/
total 1 replies
Rieya Yanie
aditya nya maruk
Leoruna: begitulah kak, sana sini mau/Facepalm/
total 1 replies
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
si author kayak nya bakal jahil deh,, sesudah dedemit sama fira baikan trus mantannya datang....🤣🤣🤣🤣🤣 oleng lagi si dedemit....🤣🤣🤣🤣🤣
Leoruna: sok tau kmu kak/Facepalm/
total 3 replies
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
ibarat kata cinta bikin tolol,,,, yg harusnya bisa ke S3 eh balik ke pelajaran TK A....🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Leoruna: astagfirullah/Facepalm/
total 1 replies
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
benerrrrrrrrrrrrr 100000000% bener dim,,,, si dedemit emang bego tolol... 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 aku punya sekutu dan sekufu...🤣🤣🤣🤣🤣
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
itu yg namanya LANANGAN GARONG,, semua pengen di embat...😅😅😅 ih aku jadi sebel sama si dedemitya ini....
Leoruna: sabar kak, jangan esmosi/Facepalm/
total 1 replies
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
eke gek senggep jeke keme leme leme dengen seperte ene.... nye nye nye nye .....😤😤😤😤😒😒😒😒
Leoruna: /Joyful/
total 1 replies
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
balas aja fir, balas pesannya dengan kata "TAEEEEEKKKKKKKKK"... 🤣🤣🤣🤣🤣
Leoruna: astaga/Facepalm/
total 1 replies
Nur Haswina
HTS itu artinya apa ya 🙏
Leoruna: Hubungan Tanpa Status, Kak.☺
total 1 replies
Nur Haswina
sebaiknya jangan pacaran kamu ditinggalkan jessica karna belum siap ke jenjang yg lebih serius, dan Fira pasti akan minta apa yg Jessica perna minta kejelasan hubungan yg serius pernikahan
Leoruna: karena wanita hanya butuh kepastian, bukan hanya janji dan omong kosong belaka.🤭🙏🙏
total 1 replies
Lee Mba Young
move on bangun diri lbih baik, jng mikirin Cinta Cinta dulu. buktikan ke mantan mantan mu kl km sukses dan bhgia. dan satu jng gampang bucin.
kalea rizuky
heleh ywda lah jauhin. laki gitu blok semua sosmed hindarin dia kayak g kenal. abaikan bodoh amat sakit kok di cari sendiri bego
kalea rizuky
cwek lebay kn bisa bilang jauhin q.. q bukan pelarian mu uda gampang kok nanges menye hadeh
kalea rizuky
laki apaan kayak gini jahat amat
NNPAPALE🦈🦈🦈🦈
bener sih,,, dibuat pelarian itu nyesek banget... kita memiliki raganya tapi tidak dengan hati nya...ea ea ea....🤣🤣🤣🤣
Leoruna: bandel banget kmu ya, kak/Shy/
total 5 replies
Lee Mba Young
ya mnding jujur ngapain pura pura🤣. devinisi sakit di buat sendiri. mkne banyak wanita sakit sakit an ya krn sakit tp gk jujur trus pura pura.ini akn bhaya kl mnikah.wanita itu akn pura pura bhgia walau sakit gk berani cerai atau lepas krn kebhagiaan nya tergantung ke lelaki bukan tergantung ke diri sendiri.
Leoruna: lebih baik jujur ya kak, meskipun kejujuran itu memang selalu menyakitkan😫
total 1 replies
checangel_
Nah, fokus dulu sama dirimu baru perlahan fokus sama orang yang ada di sampingmu/ di hadapanmu/Hey/
checangel_
Lepaskan, ikhlaskan, abaikan, Fira ... masih banyak kok kesempatan itu dari lelaki yang beneran tulus sama kamu di luar sana, tapi tetap hati² juga ya karena yang terlihat tulus belum sepenuhnya lulus dalam ujian hidup /Facepalm/
checangel_: 💯benar Kak🤗
total 2 replies
checangel_
Yes, kepastian dan pasti itu harus 'No debate' 🤝🤧
checangel_
/Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!