NovelToon NovelToon
Dibuang Sersan Dipinang CEO

Dibuang Sersan Dipinang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Single Mom / Hamil di luar nikah / Konflik etika / Ayah Darurat
Popularitas:219.2k
Nilai: 5
Nama Author: mama reni

Aisyah yang mendampingi Ammar dari nol dan membantu ekonominya, malah wanita lain yang dia nikahi.

Aisyah yang enam tahun membantu Ammar sampai berpangkat dicampakkan saat calon mertuanya menginginkan menantu yang bergelar. Kecewa, karena Ammar tak membelanya justru menerima perjodohan itu, Aisyah memutuskan pergi ke kota lain.

Aisyah akhirnya diterima bekerja pada suatu perusahaan. Sebulan bekerja, dia baru tahu ternyata hamil anaknya Ammar.

CEO tempatnya bekerja menjadi simpatik dan penuh perhatian karena kasihan melihat dia hamil tanpa ada keluarga. Mereka menjadi dekat.

Beberapa waktu kemudian, tanpa sengaja Aisyah kembali bertemu dengan Ammar. Pria itu terkejut melihat wajah anaknya Aisyah yang begitu mirip dengannya.

Apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakah Ammar akan mencari tahu siapa ayah dari anak Aisyah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11. Akad Nikah

Suasana di rumah Ammar pagi itu dipenuhi dengan kesibukan dan antusiasme. Keluarga dan kerabat berkumpul di ruang tamu, sambil menikmati hidangan sarapan yang lezat. Ibu Ammar sibuk mengawasi persiapan terakhir untuk acara akad nikah nanti, sementara ayahnya berbicara dengan beberapa tamu yang datang untuk memberikan ucapan selamat.

Di lantai atas, Ammar sendiri tampak sedikit gelisah, berjalan mondar-mandir di koridor sambil memeriksa jam tangan beberapa kali. Dia masih belum bisa menghilangkan perasaan cemas dan keraguan tentang pernikahannya nanti.

Sementara itu, di ruang lain, beberapa orang sedang sibuk merias diri agar tampak cetar di akad nikahnya pria itu. Suasana di rumah Ammar dipenuhi dengan semangat dan harapan untuk hari yang spesial ini. Meskipun ada sedikit ketegangan di udara, semua orang tampak bersemangat untuk menyambut pernikahan Ammar.

Ammar berjalan masuk ke kamar, dia memandangi jalanan melalui jendela. Dia tampak menarik napas dalam. Entah mengapa pikirannya hanya tertuju pada satu nama, Aisyah.

"Aisyah, maafkan aku. Seharusnya kamu yang mendampingi aku di pelaminan. Mungkin apa yang kamu katakan itu benar. Aku hanyalah seorang pecundang. Aku hanya pasrah menerima semua ini," gumam Ammar pada dirinya sendiri.

Pandangannya tampak kosong. Ammar menundukkan kepalanya, merasa bahwa dia telah kehilangan kesempatan untuk bersama dengan orang yang benar-benar dia cintai. Dia tidak bisa menghilangkan rasa penyesalan dan kesedihan yang memenuhi hatinya.

"Mengapa aku tidak menyadari perasaanku sendiri lebih cepat? Mengapa aku tidak berjuang lebih keras untuk mempertahankannya? Aku pikir akan mudah melupakan Aisyah, ternyata aku salah. Semakin aku lupakan, semakin aku sadari, cintaku hanya untuknya," gumam Ammar, merasa bahwa dia telah membuat kesalahan besar dalam hidupnya.

Dia terdiam sejenak, memikirkan tentang Aisyah dan bagaimana dia telah menyakitinya. Ammar merasa bahwa dia tidak pantas untuk bahagia, dan bahwa dia harus menerima konsekuensi dari pilihannya sendiri. "Aku memang pantas menerima rasa penyesalan ini," ucap Ammar dalam hati, merasa bahwa dia tidak memiliki hak untuk bahagia setelah menyakiti orang yang dia cintai.

Ammar tak menyadari jika mamanya dari tadi telah berada di dalam kamar. Wanita itu terus memperhatikan putranya itu.

"Pasti Ammar masih memikirkan gadis miskin itu. Apa yang telah kau lakukan, sehingga putraku jadi begini," ucap Mama Ammar dengan dirinya sendiri.

Ibu Rida berjalan mendekati putranya. Makin emosi saat melihat Ammar belum merias wajahnya sedikitpun. Memakai minyak rambut saja tidak. Padahal dari tadi mereka sekeluarga hanya menunggunya turun untuk segera menuju ke gedung tempat pernikahan akan berlangsung.

"Jadi dari tadi kerjamu hanya melamun saja?" tanya Bu Rida dengan suara yang cukup tinggi.

Ammar yang sedang termenung menjadi terkejut. Dia lalu membalikan tubuhnya. Tampak wajah ibunya yang memerah menahan emosi.

"Ada apa, Ma?" Ammar bukannya menjawab pertanyaan mamanya, tapi balik bertanya.

"Apa yang kau lakukan? Dari tadi keluarga menunggu kamu untuk ke gedung pernikahan, kami pikir kamu lama karena berdandan, ternyata hanya melamun. Apa kamu masih memikirkan wanita itu?" tanya Mama Rida dengan nada tinggi.

"Siapa yang Mama maksud?" Lagi-lagi Ammar mengajukan pertanyaan.

"Siapa lagi kalau bukan gadis miskin itu. Sampai mau nikah pun, kamu masih saja memikirkannya. Apa sih kelebihan dia?" tanya Mama Rida.

"Ma, udahlah. Aisyah tak ada mengganggu, kenapa selalu saja bawa-bawa namanya!" seru Ammar.

Ammar mendekati kaca dan berdandan seadanya saja. Dia memang tak mau dirias MUA.

Setelah semua keluarga siap dan Ammar juga telah siap, mereka bersiap-siap menuju gedung tempat berlangsungnya pernikahan nanti. Ammar menghampiri mamanya.

"Ma, aku dan Zidan pakai mobilku saja. Keluarga semuanya, bisa masuk mobil yang lain," ucap Ammar.

Dia langsung mengajak Zidan, tanpa mau mendengar bantahan dari mamanya. Dia lalu meminta sepupunya untuk segera menjalankan mobil.

"Zidan, kita ke rumah Aisyah dulu," ucap Ammar.

"Bukannya Aisyah sudah pindah?" tanya Zidan. Dia mendengar dari temannya kalau gadis itu sudah tak tinggal di kota ini lagi.

"Siapa tau dia sudah kembali."

Zidan tertawa mendengar ucapan sepupunya itu. Dia tak menyangka kalau Ammar masih belum move on, padahal dia yang memutuskan. Apa lagi sudah detik-detik pernikahan.

Sampai di rumah Aisyah, Ammar langsung keluar dari mobil. Dia berjalan dengan cepat menuju rumah gadis itu. Mengetuknya ketika telah berdiri di depan pintu.

Terdengar suara langkah kaki, Ammar langsung tersenyum sumringah. Dia yakin itu Aisyah.

Saat pintu terbuka, dan melihat seorang ibu muda, senyum Ammar langsung pudar. Namun, dia masih berharap jika Aisyah ada di dalam rumah.

"Maaf Mbak. Apakah ada Aisyah?" tanya Ammar.

"Aisyah siapa?" Ibu itu balik bertanya, bukannya menjawab pertanyaan Ammar.

"Pemilik rumah ini," jawab Ammar.

"Oh, Mbak Aisyah. Saya tak tau, Mas. Saya hanya pernah bicara melalui ponsel sekali. Dan itu juga memakai ponsel ibu sebelah rumah ini," ucap Ibu itu.

"Baiklah, terima kasih. Kalau Aisyah ada pulang, kapanpun itu, bisakah saya minta tolong. Hubungi saya segera ke nomor ini." Ammar lalu memberikan kartu namanya.

Setelah yakin tak ada Aisyah lagi, Ammar kembali ke mobil. Mamanya telah berulang kali menelpon. Pasti semua keluarga telah sampai.

Ammar meminta Zidan segera melajukan mobil ke gedung acara. Mia juga telah berulang kali menghubungi. Dia sengaja tak mengangkat.

"Percepat sedikit. Semua telah menunggu kehadiranku," ucap Ammar.

Zidan tertawa melihat Ammar yang tampak sedikit stres. "Kenapa kamu terlihat suntuk banget? Padahal akan menikah dengan seorang dokter. Banyak pria yang menginginkan posisi kamu saat ini."

"Entahlah, Zid. Aku aja tak tau kenapa bisa begini. Semakin aku mencoba melupakan, rasa ini semakin tumbuh," balas Ammar.

"Jelas karena kamu mencintainya," jawab Zidan.

Beberapa saat kemudian, mereka telah sampai di halaman gedung. Zidan dan Ammar berjalan dengan tergesa.

Baru memasuki ruangan, Mamanya langsung menghampiri. Raut wajahnya terlihat gugup dan merah menahan amarah.

"Dari mana aja kamu? Pak Penghulu telah menunggu dari tadi. Cepat ke sana!" perintah Mama Rida.

Ammar tak menjawab satu katapun ucapan mamanya. Dia berjalan menuju ke tengah ruangan. Di meja telah menunggu papa Mia, dua orang saksi, satu penghulu dan satu petugas dari Kantor Urusan Agama.

Ammar menyalami mereka semua. Lalu pria itu duduk dihadapan calon ayah mertuanya. Pak Penghulu ikut bicara. Dia lalu memberikan penjelasan bagaimana tata tertib akad.

"Apakah sekarang kamu telah paham?" tanya Pak Penghulu.

"Paham, Pak," jawab Ammar.

"Baiklah, kalau begitu akad bisa langsung di mulai!" kata Pak Penghulu.

Papanya Mia mengulurkan tangannya. Ammar menyambutnya dengan tersenyum.

"Raihan Ammar Khalif bin Khalif, saya nikah dan kawinkan engkau dengan putri kandungku yang bernama Mia Cahyani dengan Mas kawin seperangkat perhiasan emas, dibayar Tunai!"

"Saya terima nikah dan kawinnya Aisyah Nabila binti Abdul dengan mas kawin tersebut, di bayar tunai," ucap Ammar dengan sekali tarikan napas.

Semua tamu undangan terkejut dan heran mendengar nama pengantin wanita yang Ammar sebut.

1
Ma Em
Alby lbh baik ceritakan masa lalu mu pada Aisyah jgn dipendam sendiri daripada Aisyah tau dari Ammar lbh baik Alby yg cerita , Aisyah pasti akan memahami keadaanmu Alby dan akan memaafkan mu Aisyah itu orang baik sabar , semangat Alby semoga kamu bisa mempertahankan keutuhan rumah tanggamu , Ammar dulu saja kemana kamu , Ammar yg membuang dan mencampakkan Aisyah sekarang Aisyah sdh bahagia dgn suaminya malah mau diganggu , semangat ...Alby aku mendukungmu semoga Alby menang melawan Ammar. 💪💪💪
darsih
masa Lalu yg harus d bayar mahal sampe adik nya yg kena hukum Karma
Ida Nur Hidayati
ayo Alby jujur dan ceritakan pada Aisyah
Ida Nur Hidayati
lebih baik Alby jujur pada Aisyah sebelum Aisyah tahu dati orang lain. apalagi orang itu Ammar
Nar Sih
lebih baik jujur pada aisyah alby ,sblm aisyah dgr dri amar yg pasti beda cerita dri yg asli nya ,yakin lah pasti aisyah bisa terima msa lalu mu
Riskiya ahmad
alby cuba bicarakan baik2 dgn aisyah masa lalu mu,biar nanti kalu amar bukar rahasia mu,aisyah tidak kagit lgi,setiap org pasti punya masa lalu, aisyah pasti gerti alby/Grin//Grin//Grin/
🌷💚SITI.R💚🌷
jangan mengorori tangan kamu lg alby nanti kamu akan lbh menyesal
🌷💚SITI.R💚🌷
mending trs terang dr sekarang jangan smp ke duluan sm ammar dan apapun nanti kepilutusan aisyah pasti yg trbaik
Citra
Alby lebih baik ceritakan aja yg sebenar nya sama Aisyah sebelum Ammar yg duluan menceritakan kisah mu
🌷💚SITI.R💚🌷
apa benar kenyataan alby dulu pernah seperti itu..smg kamu bisa trs terang sm aisyah tentang masa lalu kamu
🌷💚SITI.R💚🌷
sayang sekali ammar bkn kepercayaan aisyah yg kamu dapat tp malah semakin rasa tdk suks sm kamu
☠ᵏᵋᶜᶟբɾҽҽթαlҽsԵíղαKᵝ⃟ᴸ𒈒⃟ʟʙᴄ🍉
yok al mo ngomong sendiri sm aisyah apa kita bantuin ngomong
Rahma Inayah
lbh baik km cerita kan sejujur nya dgn aisyah sblm amar yg bercerita
☠ᵏᵋᶜᶟբɾҽҽթαlҽsԵíղαKᵝ⃟ᴸ𒈒⃟ʟʙᴄ🍉
makanya jujur al sm aisyah sebelum aisyah tau dr org lain
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
ken darsihk
Pasti Aisyah bisa menerima dan memaafkan masa lalu mu Alby , saat nya terbuka dan menceritakan semua nya ke Aisyah
ken darsihk
Sebelum semua nya terkuak , ada baik nya kamu bicara jujur ke Aisyah By karena pengakuan dari dirimu itu yng terpenting
Cindy
lanjut kak
watini
wes ora usah kakean cing Cong,gagean jujur ke aisyah.dari pada keduluan Ammar malah makin riweh urusannya.sdmangat alby....lanjut thor
Ilfa Yarni
ayo alby ceritakan yg sebenarnyaa pd aisyah waktu itu km terlalu muda blom bisa berfikir dan km jg udah nerima karnamu adikmu jg hamil diluar nikah dan bundir aku rasa hukumanmu udah setimpal semoga aisyah bisa memahamimu dan aisyah tidak akan pergi dr sisimu klo km jujur percayalah ini jln yg terbaik agar kau bisa melawan ammar
Suanti: hancur kan pekerjaan ammar sekalian sama dengan pekerjaan dokter mia biar sekalian hancur rumah tangga nya 😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!