NovelToon NovelToon
Dinikahi Sahabat Ayah

Dinikahi Sahabat Ayah

Status: tamat
Genre:Cinta Beda Dunia / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:14.5k
Nilai: 5
Nama Author: Alvaraby

Katya dan Donny dipertemukan bukan oleh cinta, melainkan oleh keputusan orang dewasa, norma, dan takdir yang berjalan terlalu cepat. Mereka datang dari dua dunia berbeda—usia, cara pandang, dan luka—namun dipaksa berbagi ruang paling intim: pernikahan.

Novel ini bukan sekadar kisah beda usia.
Ia adalah cerita tentang pertumbuhan, batas, rasa bersalah, dan kemungkinan cinta yang datang paling tidak terduga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alvaraby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Penculikan

Keheningan rumah sakit di jam tiga pagi terasa begitu menindas. Katya, yang masih lemas karena kehilangan banyak darah setelah donor, bersandar di dinding luar kamar VIP dengan jantung yang berdegup kencang. Kata-kata Ian yang berteriak di dalam ruangan tadi masih terngiang-ngiang: "Bagaimana bisa dia memberikan semuanya pada wanita itu?!"

Kini ia tahu, Donny tidak pernah berniat membuangnya. Surat wasiat itu adalah bukti cinta dan perlindungan terakhir Donny untuknya, Arkan, dan Aisha. Namun, pengetahuan itu justru mendatangkan ketakutan baru. Katya melihat melalui celah pintu bagaimana wajah Ian berubah dari murka menjadi dingin yang mematikan. Ian tidak lagi mengamuk; ia mulai merapikan kembali kertas-kertas itu dengan tangan yang gemetar karena kebencian.

"Jika aku tidak bisa mendapatkan harta ini lewat kertas, aku akan mendapatkannya lewat nyawa," bisik Ian di dalam sana, sebuah sumpah yang membuat Katya merasa seluruh darah di tubuhnya membeku.

Ian melangkah menuju pintu. Katya dengan cepat bersembunyi di balik pilar besar, menahan napasnya saat Ian keluar dari kamar dengan langkah terburu-buru. Katya segera menyadari satu hal: Ian tidak menuju ke ruang operasi tempat Donny berada. Ian menuju ke arah parkiran.

Firasat buruk menghantam Katya. Anak-anak.

Arkan dan Aisha saat ini berada di rumah di bawah penjagaan Bi Ijah dan dua orang satpam. Namun, dengan pengkhianatan Zaky—asisten kepercayaan Donny yang ternyata bekerja untuk Ian—sistem keamanan rumah mereka kini tak lebih dari sekadar pajangan.

"Tuhan, tolong lindungi anak-anakku," isak Katya lirih. Ia mencoba menghubungi telepon rumah, namun nadanya sibuk. Ia mencoba menghubungi ponsel Bi Ijah, namun tidak diangkat.

Tanpa memikirkan kondisinya yang masih pening, Katya berlari menuju pintu keluar rumah sakit. Ia harus pulang. Ia harus memastikan Arkan dan Aisha aman. Ia bahkan tidak sempat berpamitan pada Donny yang masih berjuang di meja operasi. Baginya, menyelamatkan buah hati mereka adalah cara terbaik untuk menghargai pengorbanan Donny.

Sementara itu, di dalam mobilnya, Ian berbicara melalui sambungan telepon terenkripsi. Wajahnya gelap, diterangi cahaya dari dasbor mobil.

"Zaky, lakukan sekarang. Matikan semua CCTV di sayap kiri rumah. Masuk lewat pintu belakang. Ambil anak laki-lakinya saja, dia adalah aset paling berharga bagi Katya. Jika dia memiliki anak itu, dia akan menandatangani apa pun, termasuk surat penyerahan seluruh saham Adiwangsa," perintah Ian dengan nada tanpa ampun.

"Bagaimana dengan pengasuhnya?" suara Zaky terdengar di seberang telepon.

"Lakukan apa pun agar dia diam. Jangan tinggalkan jejak. Aku ingin Katya merasakan bagaimana rasanya kehilangan segalanya dalam satu malam, tepat saat dia mengira dia telah menang," sahut Ian sebelum memutus sambungan.

Katya memacu mobil taksinya dengan kalap. Sepanjang perjalanan, ia terus mencoba menelepon rumah, namun hasilnya nihil. Perasaannya semakin tidak enak saat ia melihat sebuah mobil hitam legam melesat mendahuluinya dari arah berlawanan—mobil yang sangat ia kenali sebagai kendaraan operasional kantor yang biasa dibawa Zaky.

Sesampainya di gerbang rumah, Katya melihat gerbang tidak terkunci. Satpam di pos depan tampak tertidur di atas meja, namun saat Katya mendekat, ia menyadari sang satpam bukan tertidur, melainkan pingsan dengan bekas hantaman benda tumpul di tengkuknya.

"Arkan! Aisha!" teriak Katya saat ia menyerbu masuk ke dalam rumah yang gelap gulita. Lampu utama sengaja dimatikan.

Katya berlari menaiki tangga menuju kamar anak-anak di lantai dua. Ia menemukan Bi Ijah tergeletak di depan pintu kamar Aisha, mulutnya dibekap isolasi dan tangannya terikat. Katya dengan cepat melepaskan ikatan itu.

"Non... Non Katya... tadi ada orang bertopeng... mereka bawa Den Arkan..." isak Bi Ijah dengan suara gemetar hebat.

"Aisha di mana, Bi?!"

"Non Aisha sembunyi di bawah tempat tidur, mereka tidak menemukannya... tapi Den Arkan... mereka menyeretnya keluar lewat balkon..."

Katya merasa dunianya gelap sejenak. Ia menguatkan hati dan berlari menuju kamar Arkan yang berada di ujung lorong. Pintu kamar itu terbuka lebar, bergoyang pelan tertiup angin malam yang masuk melalui jendela balkon yang pecah.

Kamar itu berantakan. Mainan-mainan Arkan berserakan di lantai, menunjukkan adanya pergulatan singkat sebelum bocah kecil itu dibawa pergi. Katya melangkah masuk dengan kaki yang terasa berat seperti timah. Harapannya hancur berkeping-keping saat matanya tertuju pada bagian tengah karpet biru kesayangan Arkan.

Di sana, tidak ada Arkan.

Hanya ada sebuah mainan robot-robotan favorit Arkan—robot yang baru saja dibelikan Donny sebagai hadiah ulang tahun minggu lalu. Robot plastik itu kini tergeletak patah menjadi dua bagian.

Katya berlutut dan mengambil mainan itu dengan tangan gemetar. Jantungnya seolah berhenti berdetak saat ia merasakan cairan hangat dan lengket di jemarinya. Di bawah cahaya bulan yang masuk dari balkon, Katya melihat robot putih itu kini ternoda oleh bercak darah segar yang masih merah pekat. Di samping mainan itu, terdapat sebuah carikan kertas kecil bertuliskan tangan yang sangat ia kenali:

"Darah dibayar darah, Tante. Temui aku di dermaga tua dalam satu jam, atau robot ini bukan satu-satunya hal yang akan hancur malam ini."

Katya menjerit histeris, suaranya memecah kesunyian malam, meratapi nasib putra kecilnya yang kini berada di tangan monster bernama Ian.

1
Agriphina Amoretta
keren 👍😍
Luwi Utami
maju terus.. restu udah di depan mata Donny.. usia bukan jd masalah dlam. suatu hubungan..
Luwi Utami
menarik sih judulnya.. baru mulai baca.. seru juga mnikah sm sahabat ayahnya
Perempuan
Ceritanya cukup mendebarkan
Perempuan
Gak ada kelanjutannya yaa?
Erna Na
sangat Bagus
awesome moment
sll bgitu kn?
awesome moment
g salah koq. p lg tanpa ikatan darah
Alvaraby: 👌👌👌 ok lanjut kak bacanya. selamat menikmati
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!