Plakkk
"Kau berhutang budi seumur hidupmu! Karena kau mencuri nutrisi milik Aurora sewaktu didalam rahim Mommy mu! Hingga menyebabkan Aurora mempunyai fisik yang lemah dan selalu sakit-sakitan sedari kecil, jangan pernikahan ini bahkan nyawamu pun tak cukup untuk membayarnya!" Teriak Arga sang Ayah dari 5 bersaudara.
"Alasan itu lagi, apakah Bintang bisa mencuri! Kalian pikirkan sewaktu itu aku masih berupa segumpal darah, lalu janin yang bahkan tidak mampu untuk melindungi dirinya sendiri!" Sahut Bintang dengan tersenyum getir.
"Akan aku ambil semua yang telah aku berikan pada kalian dengan tanganku sendiri!!! Bahkan jikapun aku harus mati! Aku tidak akan rela membiarkan kalian menikmati hasil keringat dan kerja kerasku!" Ucap Bintang sambil
menggerakkan samurai ditangannya dengan lincah membantai seluruh keluarga Miller walaupun dirinya tahu jika dirinya telah diracun oleh Aurora.
"Jika ada kehidupan selanjutnya, aku tidak ingin berhubungan lagi dengan keluarga ini."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vhiy08, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 10 Hadiah dari Axel
Ketiga pria dari keluarga Miller itu masih tetap berdiri disana dengan emosi, mereka melihat Bintang yang hanya terdiam menatap mereka dengan sorot mata yang kecewa.
Hati mereka mendadak merasa ter cubit, tapi mereka mengabaikan nya begitu saja.
"Kembalilah ke rumah, baju kami sudah hampir kotor semua, kembalilah untuk mencucinya, dan rumah sekarang sudah sedikit berantakan, jadi sekalian kau bereskan juga, anggap saja ini kemurahan hati kami padamu." Ucap Dewa datar menutupi hatinya yang tiba-tiba merasakan resah melihat sorot mata Bintang.
"Omong kosong apa ini? Mengapa aku harus membereskan rumah itu, aku sudah tidak tinggal disana lagi, mengapa aku harus mencuci baju kalian, atas ata dasar apa kalian sesuka hati memerintah ku? Bukankah sudah aku katakan jika aku sudah memutuskan semua hubungan dengan keluarga kalian!" Ucap Bintang datar sambil terus menekan emosi yang mulai meningkat.
"Kau seharusnya senang karena kami masih mengingatmu, jangan tinggi hati hanya karena kami mengunjungimu disini." Ucap Saka sambil membalikkan tubuhnya.
"Jangan lupa apa yang sudah kau janjikan pada kami," Ucap Kalla sambil berjalan pergi meninggalkan mansion Alexander..
Tanpa disadari oleh Bintang, jika dibalik tembok itu, ada Xavier yang sengaja menguping pembicaraan Bintang dan saudara-saudaranya.
Dengan fakta yang baru saja diketahui nya itu membuat dirinya merasa sangat terkejut. Dirinya tidak pernah berfikir buruk atau curiga pada hubungan Bintang dengan saudara-saudaranya yang lain.
"Apakah aku memang benar-benar salah paham padanya?" Ucap Xavier dengan pelan.
*
*
*
Bintang tampak berdiri tertegun saat melihat barisan kotak yang berisi baju-baju baru untuk dirinya, ada tas-tas cantik, dan beberapa pasang sepatu dengan berbagai warna dan model.
Beberapa pasang sepatu Flat shoes dengan beberapa warna dan juga Sneaker dengan beberapa warna yang cantik.
Ini sungguh tidak pernah terlintas dalam angannya, atau pun mimpi sekalipun. Tanpa disadarinya air matanya menetes menuruni pipinya yang cabi. Serta beberapa jepit rambut yang cantik.
'Orang lain yang tanpa ikatan darah bisa sehangat ini... Tapi justru mereka yang akh sudahlah...' Ucap Bintang dalam hatinya sambil mengusap air matanya.
"Kak, apakah baju ini bagus?" Tanya Bintang saat Axel mendatangi kamarnya dan membawa beberapa pakaian untuk dirinya.
"Bagus... Apapun yang Kau pakai pasti bagus, karena itu bukan dari pakaiannya tapi memang Adik Bintang yang cantik dan manis." Ucap Axel sambil mengangkat tangannya, lalu membuat simbol O dari ibu jari dan jari telunjuknya.
"Kak... Ini sudah yang ketiga kalinya Bintang berganti baju, dan tanggapan kak Axel selalu begitu, Bintang sudah capek ganti baju terus, jika tidak Bintang dirumah saja," Rajuk Bintang dengan wajah yang cemberut.
"Tidak... Baiklah... Ini yang terakhir oke... Cepat... Cepat," Ucap Axel senang dan tangan yang menyerahkan satu kotak besar berisi pakaian yang akan dipakai oleh Bintang, setelah itu Axel mendorong Bintang lagi untuk memasuki kamarnya.
*
*
*
"Kak... Bintang bingung ingin memberi kado apa untuk Nenek?" Ucap Bintang sambil tertunduk saat mereka memasuki mall.
"Sudah kita lihat saja dulu, setelah itu baru kita akan tahu apa yang akan kita beli. Oh ya ini titipan dari Nenek untukmu..." Ucap Axel santai sambil menyerahkan satu kartu hitam ke tangan Bintang yang tampak shock melihat kartu itu berada ditangannya.
"Sudah ayo..." Ucap Axel sambil menyimpan kartu yang ditangannya kedalam tas selempang yang dipakai oleh Bintang.
Setelah itu dengan wajah yang berbinar Axel mengenakan kaca mat hitamnya lalu berjalan santai sambil menggandeng tangan Bintang dengan bangga.
Bintang tampak sangat cantik dan imut.
Bintang mengenakan gaun cantik selutut dan bertangan pendek, ada renda di dadanya dan pita cantik menghiasi dadanya.
Gaun berwarna pink dan cream itu bermotif kotak-kotak kecil, dikaki jenjangnya mengenakan Sneaker yang dikombinasi warna yang senada dengan bajunya, putih bercorak pink.
Rambutnya yang hitam sebahu disanggul rendah kesamping dan meninggalkan beberapa untaian yang dibuat Curly.
Poni menutupi dahinya. Rambut yang dihiasi jepit dengan motif bintang dan bunga sakura.
#####
"Eh... Lihat jepit rambut ini sangat lucu..." Ucap Axel saat mereka memasuki toko perhiasan.
Lalu, Axel mengambil jepit rambut dengan motif kupu-kupu berwarna biru langit, dan dengan hati-hati Axel memasangkannya di rambut Bintang.
"Uhhh... Sangat cantik dan menggemaskan..." Ucap Axel sambil mencubit pipi Bintang dengan pelan.
"Bungkuskan ini buat adikku," Ucap Axel menyerahkan kembali jepit itu untuk di lihat oleh Bintang sebelum dibungkus.
"Tapi Kak, ini sepertinya sangat mahal, lihatlah..." Ucap Bintang pelan sambil menunjukan bandrol jepit itu.
"Tenang saja, uang Kakak mu ini banyak, kalau masih kurang bukankah kita punya kak Axel, Dia pasti tidak keberatan jika aku meminta uang untuk menyenangkan mu..." Ucap Axel sambil tersenyum manis sambil mengelus kepala Bintang setelah sayang.
"Tapi, Kak..." Sanggah Bintang lagi sambil mendekatkan jepit rambut itu kedepan wajahnya.
Tapi, tiba-tiba ada suara...
"Aku ingin jepit rambut ini," Ucap seseorang sambil merebut jepit rambut dari tangan Bintang.
"Kau!"