NovelToon NovelToon
Sang Penguasa Dan Pelayan Jelata

Sang Penguasa Dan Pelayan Jelata

Status: tamat
Genre:Raja Tentara/Dewa Perang / Obsesi / Cinta Istana/Kuno / Tamat
Popularitas:592
Nilai: 5
Nama Author: Alzahraira Nur

Di bawah kuasa Kaisar Jian Feng yang dingin dan tak terpuaskan, Mei Lin hanyalah pelayan jelata yang menyembunyikan kecantikannya di balik masker. Namun, satu pertemuan di ruang kerja sang Kaisar mengubah segalanya. Aroma jasmine dan tatapan lugu Mei Lin membangkitkan hasrat liar sang Penguasa yang selama ini mati rasa. Kini, Mei Lin terjebak dalam obsesi berbahaya pria yang paling ditakuti di seantero negeri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alzahraira Nur, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

tahta abadi di hutan kegelapan

​Penaklukan Hutan Kegelapan bukanlah sekadar perang antar manusia, melainkan pertempuran melawan alam yang terkutuk. Ribuan prajurit elit dikerahkan, membawa obor-obor minyak raksasa untuk membelah kabut abadi. Di sana, mereka tidak hanya menghadapi pasukan bayangan Kaelen, tetapi juga monster-monster purba—serigala bermata tiga dan pohon-pohon yang bisa menjerat mangsa. Namun, Jian Feng berdiri di garis paling depan. Dengan kekuatan tenaga dalamnya yang telah pulih sepenuhnya, setiap ayunan pedangnya menciptakan gelombang api yang menghanguskan kegelapan.

​Setelah berbulan-bulan pertempuran berdarah yang mengerikan, akhirnya Hutan Kegelapan tunduk. Kaelen terpaksa melarikan diri ke pegunungan utara yang jauh, meninggalkan wilayahnya yang kini rata dengan tanah dan api. Jian Feng tidak menghancurkan hutan itu sepenuhnya; ia justru membangun sebuah paviliun megah di jantung hutan yang kini telah dibersihkan dari kutukan, mengubah wilayah angker itu menjadi taman pribadi kekaisaran.

​Kemenangan ini membawa Jian Feng pada satu keputusan yang mengguncang seisi istana. Ia tidak ingin Mei Lin hanya menjadi selir yang bisa digantikan, atau istri yang terikat aturan protokol istana yang kaku. Baginya, Mei Lin adalah jiwa dari kekuatannya, alasan ia bertahan dari maut.

​Di hadapan seluruh jenderal dan penasihat yang tersisa, Jian Feng berdiri di atas panggung tinggi paviliun barunya. Mei Lin berdiri di sampingnya, mengenakan gaun sutra berwarna merah darah dengan sulaman benang emas berbentuk naga dan phoenix yang saling melilit.

​"Mulai hari ini," suara Jian Feng menggema, kuat dan tak terbantahkan. "Hutan ini bukan lagi wilayah terlarang. Ini adalah wilayah 'Yue-Lin'. Dan wanita di sampingku ini, tidak akan menyandang gelar Permaisuri ataupun Selir."

​Jian Feng mengambil sebuah mahkota kecil yang terbuat dari emas putih dengan permata hitam langka dari jantung hutan kegelapan. Ia memasangkannya di kepala Mei Lin dengan tangan yang, untuk pertama kalinya, terasa sangat lembut namun penuh otoritas.

​"Aku memberinya gelar 'Tian-Zhi-Bao' (Harta Karun Langit). Dia adalah Tahta Mulia-ku. Posisinya berada di atas hukum istana, di atas para menteri, dan hanya tunduk pada keinginanku. Siapa pun yang berani menatapnya tanpa izin, atau menyebutnya sebagai pelayan lagi, akan aku penggal lidahnya di tempat ini juga!"

​Mei Lin terpaku. Gelar itu bukan sekadar nama; itu adalah belenggu paling mewah yang pernah diciptakan manusia. Menjadi Tian-Zhi-Bao berarti ia adalah bagian dari identitas Jian Feng sendiri. Ia bukan lagi manusia bebas, melainkan simbol kekuasaan sang kaisar yang absolut.

​Malam itu, di paviliun baru di tengah hutan yang kini tenang, Jian Feng membawa Mei Lin ke balkon yang menghadap ke seluruh wilayah taklukannya. "Kau lihat ini, Mei Lin? Seluruh hutan yang kau gunakan untuk melarikan diri dariku, kini telah aku beli dengan darah dan api hanya untuk menjadi taman bermainmu. Kau adalah tahtaku. Tanpamu, mahkota ini tidak ada artinya."

​Mei Lin menatap hamparan pohon yang kini diterangi ribuan lampion istana. Ada rasa getir di hatinya. Jian Feng telah memberikan segalanya—gelar tertinggi, kemewahan yang tak terbayangkan, dan perlindungan yang tak tertembus. Namun, ia juga tahu bahwa gelar ini menguncinya selamanya dalam sebuah obsesi yang tak akan pernah berakhir. Ia dicintai, namun cintanya adalah sebuah penjara yang sangat indah.

​"Apakah Tuan bahagia sekarang?" tanya Mei Lin lirih.

​Jian Feng memeluknya dari belakang, menyandarkan dagunya di bahu Mei Lin, menghirup dalam-dalam aroma jasmine yang kini bercampur dengan wangi kemenyan mahal. "Bahagia bukanlah kata yang tepat, Mei Lin. Aku merasa... lengkap. Dan aku tidak akan pernah membiarkan rasa lengkap ini pergi lagi."

bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!