NovelToon NovelToon
Air Mata Seorang Istri: Kakakku, Perebut Suamiku

Air Mata Seorang Istri: Kakakku, Perebut Suamiku

Status: tamat
Genre:Pelakor / Penyesalan Suami / Selingkuh / Teman lama bertemu kembali / Romansa / Konflik etika / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Berawal dari selembar struk pembayaran sebuah tas branded yang harganya mahal, Kirana mencurigai Rafka sudah berselingkuh di belakangnya. Dia pun mulai memantau suaminya secara diam-diam.

Sampai suatu hari Kirana sadar Rafka lebih mengutamakan Kinanti dan putrinya, Ara, dibandingkan dengan dirinya dan Gita, putri kandungnya sendiri.

"Bukannya Mas sudah janji sama Gita, lalu kenapa Mas malah pergi ke wahana bermain sama Ara? Sungguh, Mas tega menyakiti perasaan anak sendiri dan membahagiakan anak orang lain!" ucap Kirana dengan berderai air mata.

"Ma, Papa sudah tidak sayang lagi sama aku, ya?" tanya Gita lirih, menahan isak tangis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Setelah memastikan Gita masuk ke dalam kelas dan melambaikan tangan kecilnya dari balik jendela TK, Kirana tidak langsung pulang. Tangannya mencengkeram tali tas lebih lama dari biasanya. Dadanya terasa penuh, seolah ada firasat buruk yang sejak pagi menempel seperti bayangan. Tujuannya satu, bank.

Gedung itu berdiri kokoh, dingin, dan formal, berbanding terbalik dengan hatinya yang berantakan. Kirana menarik napas panjang sebelum melangkah masuk. Beruntung bank tempat dia menabung bukan tempat Kinanti bekerja. Dahulu, dia sengaja memilih bank lain, agar kakaknya tidak tahu berapa banyak uang tabungannya.

Beberapa menit kemudian, Kirana duduk di depan meja customer service. Tangan Kirana sedikit gemetar saat menyerahkan buku tabungan dan KTP kepada petugas.

“Saya mau cetak transaksi empat bulan terakhir,” ucapnya pelan, berusaha terdengar tenang.

Seorang perempuan muda berseragam rapi menatap layar komputer, jarinya bergerak cepat di atas keyboard.

“Ibu Kirana, ya,” ucapnya ramah. “Untuk tabungan bersama, saldo terakhir per hari ini ....”

Kirana menegakkan punggung. Jantungnya berdetak lebih cepat.

“Tabungan Ibu sisanya tinggal lima juta tiga ratus lima puluh lima ribu rupiah.”

Kirana merasa dunia seakan berhenti berputar.

“Apa?!” suara Kirana meninggi tanpa bisa ditahan. Beberapa nasabah menoleh. “Tidak mungkin! Saldo kami sebelumnya delapan puluh juta!”

Petugas itu terkejut, namun tetap profesional. “Silakan Ibu lihat mutasi rekeningnya.”

Lembar demi lembar kertas keluar dari mesin. Kirana menerimanya dengan tangan dingin. Matanya menyapu angka-angka itu dan seketika wajahnya pucat pasi.

Ada satu transaksi besar. Lima puluh juta rupiah.

Sekali tarik. Sisanya? Penarikan ratusan ribu, lima ratus ribu, satu juta, hampir setiap hari.

Tangan Kirana mengepal, kertas itu bergetar hebat. Napasnya tersengal, dadanya terasa seperti diremas keras.

Jumlahnya berkurang, tidak sedikit. Kirana menghitung ulang. Sekali. Dua kali.

Angka itu tidak berubah.

Ada penarikan. Beberapa kali. Dalam jumlah yang tidak kecil. Kepala Kirana berdenyut.

“Uangnya untuk apa?”

Dalam benaknya, potongan-potongan kejadian berloncatan, struk tas branded, struk belanjaan barang-barang mahal yang tidak pernah dia lihat wujudnya, lalu es krim besar untuk Ara. Ketika Rafka ditanya, selalu ada alasan-alasan yang terasa dipaksakan.

Kirana memejamkan mata. Air mata jatuh satu per satu ke halaman buku tabungan.

“Sungguh tega kamu, Mas,” bisiknya parau. “Ini sangat kejam.”

Air mata Kirana jatuh tanpa bisa ditahan. Bukan hanya karena uang itu hilang, tetapi karena maknanya jauh lebih menyakitkan. Itu uang masa depan Gita. Uang yang mereka kumpulkan dengan menahan lapar, menunda keinginan, dan menekan ego.

Untuk membeli mobil. Untuk mimpi kecil keluarga mereka. Kini semua lenyap tanpa sisa.

“Aku sudah tidak bisa lagi memaafkan dirimu, Mas,” batin Kirana. Kali ini tanpa ragu. Tanpa bimbang.

Keputusan itu jatuh begitu saja di hatinya. Berat, menyakitkan, tapi mantap. Bercerai.

Saat keluar dari bank, matahari terasa terlalu terik. Dunia terlalu bising. Kirana tidak langsung pulang. Ia tahu, jika pulang sekarang, ia hanya akan menjerit sendirian di kamar.

Tangannya membuka ponsel, menulis pengumuman singkat untuk pelanggan tetapnya.

Maaf, hari ini tutup.

Lalu ia melangkah tanpa tujuan pasti, sampai akhirnya berhenti di sebuah warung nasi sederhana milik Dina, teman lama. Tempat yang dulu sering ia datangi untuk berbagi cerita.

Kirana duduk, menatap meja kosong di depannya. Air matanya kembali mengalir, jatuh satu per satu tanpa suara.

“Rumah pun bukan milikku,” gumam Kirana lirih. “Sertifikat atas nama dia.”

Yang tersisa hanyalah dirinya dan Gita. Tanpa pegangan. Tanpa jaminan.

“Ada apa? Wajah kamu pucat begitu?” tanya Dina yang kini duduk di depan Kirana.

“Sepertinya aku akan bercerai dengan Mas Rafka,” jawab Kirana lirih.

“Apa?!” Dina terkejut karena ini kabar yang tak terduga dan sangat mendadak. “Kenapa?”

“Seperti yang kamu tahu, Mas Rafka sudah mengkhianati Aku,” jawab Kirana dengan mata berkaca-kaca.

Dina memegang tangan Kirana. Dia bisa melihat luka dan sakit dari pancaran mata temannya itu.

“Luapkan saja apa yang ingin kamu katakan,” kata Dina dengan pelan.

Kirana pun menceritakan apa yang terjadi kepadanya. Perlakuan Rafka kepadanya dan Gita yang berubah, lalu uang tabungan yang terkuras banyak.

“Sungguh terlalu suamimu itu, Ki!” ucap Dina penuh emosi. “Maaf, bukannya aku sok tahu. Aku yakin perselingkuhan Rafka dan kakakmu sudah terlalu jauh.”

Kirana terdiam. Dugaan dia juga begitu. Mengingat Kinanti adalah tipe wanita manja dan penggoda. Dulu, saja dia tidak segan atau malu membicarakan urusan ranjangnya dengan Dipta di hadapan orang lain. Walau dengan nada bercanda, tetap saja membuat beberapa pria yang mendengarnya jadi berpikiran liar.

“Ingat, Ki. Seorang pria tidak akan mudah mengeluarkan uang jika tidak ada timbal baliknya," lanjut Dina. “Terlebih mengingat kakakmu yang janda dengan wajah dan tampilan molek, siapa yang tahan akan godaannya.”

Kirana merasa terkena pukulan godam. Belakangan ini Rafka jarang meminta jatah batinnya. Seketika tubuhnya bergetar hebat.

“Jika sampai hal itu terjadi, sungguh menjijikan mereka itu!” ucap Kirana penuh amarah.

“Sekarang aku paham kenapa buku nikah bisa hilang dari tempat biasanya," lanjut Kirana. “Karena Mas Rafka takut aku menggugat cerai dirinya.”

“Kamu bisa kok melakukan gugatan cerai,” kata Dina. “Aku kenalkan kamu sama kenalanku yang dahulu pernah bekerja di pengadilan agama.”

1
Ambar Mariehastuti
Kok blm update lg lanjutan *MUARA HATI AZALEA*..thor ?!
Ninik Rahayu
semua karena si ulat bulu... Kinanti... 😭
Vindy swecut
ceritanya bagus banget...kata2 nya juga bagus banget...suka banget ama cerita dan isi nya...❤️❤️
Ila Lee
Alhamdulillah selesai juga baca semoga semua keluarga bergembira dengan kelahiran baby boy gita dan Kaisar ❤️❤️❤️❤️❤️
Ila Lee
wahdu gita yg hamil kisar yg bgdam itu takda nya suami sayang ❤️❤️❤️❤️
Ila Lee
Alhamdulillah selamat pengantin baru Kausar dan gita semoga selalu bahagia ❤️❤️❤️❤️
Ila Lee
lalillahiwainnailaihirojiun semoga om pergi dengan tenang 😭😭😭😭😭😭😭
Ila Lee
semoga Oma cepat sehat nanti mahu lihat Kaisar menikah dengan gita❤️❤️
Ila Lee
wah sudah mahu menikah gita ya semoga blancar sampai ke pelaminan ❤️❤️❤️❤️
Ila Lee
wahdu ada gangster ya🤣
Ila Lee
selamat bertunang kiasar dan gita ❤️❤️
Ila Lee
Alhamdulillah byk perubahan pada desa akhirnya gita pulang ke pangkuan keluarga setelah 2 tahun berkhidmat didesa terpencil
Ila Lee
Alhamdulillah akhirnya perjuangan mereka semua berhasil kerana gita dan Kaisar Arjuna rafka dan Algara berhasil untuk memaju desa ini
Ila Lee
mantap gita demi desa dan juga gadis 2 jgn ada lagi yg diperkosa tapi takut mahu buat laporan seperti yg diancam keluarga nya 😡😡😡😡
Ila Lee
Alhamdulillah Arjuna orang yang berpelajaran mesti tahu ya mana yg betul mana yg salah walaupun perilakunya ayahnya sendiri mantap Arjuna
Ila Lee
semoga arjunabisa bantu gita dan Kaisar untuk memperkuat kn bukti yg ayahnya oerlaku kejaran terhadap Ana
Ila Lee
ternyata pak kades yg memperkosa ana yg kalau di Malaysia hukum sebat penjara kurang 20 tahun lebih mahu kalau Ana masih bawah umur perangai MCM setan 😈😈 seorang ketua yg dihormati
Ila Lee
biasa orang yg melakukan kejahatan fiayg kadang lebih bersuara seolah olah bukan dua melakukan nya pada hal dia lempar batu sembunyi tangan 😡😡😡😡
Ila Lee
siapa orang itu mengancam lagi jika anda buka mulut jgn takut Ana
Ila Lee
wahdu siapa yg mehamilkn Ana jdi berdebar 2 Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!