Desa ujung pandang kembali di hebohkan dengan mayat yang hilang dari dalam kuburan, namun sebagian orang menyangkal bahwa itu karena sudah lama di kuburkan sehingga jasad mereka sudah habis di makan tanah.
Namun sebagian lagi mengatakan bahwa itu memang di curi orang, semua ini berawal karena secara tidak sengaja seekor anjing menggali kuburan dan mereka melihat bahwa di dalam itu sudah tidak ada lagi mayat nya.
Kemana kah mayat itu pergi?
mungkin kah mayat itu memang di curi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21. Geraman lagi
"Benar lah sudah ini kalau kita harus mendatangi orang yang ada di desa pandan arum!" tegas Pak RT yang sudah panik.
"Tapi apa mungkin malam ini juga dia mau datang untuk membantu kita?" Toro agak ragu karena memang sekarang sudah sangat malam.
"Kalau malam ini tentu saja tidak mungkin karena bisa saja warga desa yang ada di sana sedang kontrol kuburan mereka." jawab Hary.
"Ya sudah, besok aku yang akan datang ke desa pandan Arum dan berbicara dengan kepala desa mereka." putus Pak RT.
"Pokok nya kita harus mengatakan dan memberikan video ini kepada Purnama itu agar dia percaya dan mau membantu kita." ujar Toro karena dia memang berhasil mendapatkan rekaman harimau besar.
"Tapi coba di lihat kembali, apa rekaman itu memang masih ada atau malah tidak terlihat sama sekali." Hary takut bila ternyata harimau itu tidak masuk ke dalam rekaman mereka tadi.
"Nah sekarang coba kau lihat terlebih dahulu." suruh Pak RT.
Maka Toro membuka ponsel yang ada di dalam saku celana untuk mengecek apa memang rekaman itu masih ada atau sudah hilang begitu saja, bahkan kadang walau sudah tersimpan masih saja tidak bisa terlihat karena bisa saja hewan itu akan hewan biasa yang bisa di rekam menggunakan ponsel amatir seperti mereka.
Terlebih lagi tadi mereka merekam dalam keadaan takut karena memang sudah malam dan juga melihat wujud siluman itu begitu mengerikan sekali, dalam pikiran mereka tentu saja membayangkan bila ternyata hewan itu mengetahui keberadaan mereka berdua dan menerkam lalu membawa Mereka pergi sehingga sudah jelas nyawa mereka tidak mungkin bisa selamat.
Namun masih untuk mereka memiliki nyawa panjang sehingga bisa kembali ke pos ronda dan mengatakan kepada semua orang malah yang mencuri mayat itu bukan manusia biasa melainkan sosok yang berbentuk harimau, entah itu harimau asli atau siluman namun yang jelas mata mereka sendiri menyaksikan harimau itu cukup besar bagi harimau biasa.
Oleh sebab itu mereka memutuskan untuk menemui Purnama saja dan menceritakan apa yang telah terjadi di desa mati ini agar sedikit mendapat bantuan, sebab hanya kepada Purnama saja mereka bisa meminta tolong tanpa memberikan imbalan yang begitu besar dan juga sangat rumit sehingga banyak orang yang meminta tolong kepada wanita itu.
Bila meminta tolong kepada dukun lain maka mungkin saja bisa namun hasil yang mereka dapat tentu saja tidak sempurna seperti meminta tolong kepada Purnama, bahkan kadang dukun yang menolong mereka tidak melakukan itu dengan serius dan hanya ingin mengharapkan uang dari mereka saja dan hasil yang di dapat oleh para warga hanya zonk.
"Kok sama sekali tidak ada!" kaget Toro setelah mengingat kembali video rekaman itu.
"Nah kan sudah aku bilang bahwa itu bukan hewan biasa dan kita tidak bisa merekam dia." sahut Hary.
"Jadi bagaimana kita akan mengatakan kepada Purnama, sedangkan bukti yang akan dia lihat saja tidak ada." Toro sudah sangat cemas.
"Tidak mungkin Purnama tidak akan percaya karena ini memang sudah kasus dari semua desa, bukan hanya desa kita saja tapi desa ujung pandang dan juga desa pandan harum mengalami hal yang sama." sahut Pak RT.
"Walau dalam gambar itu tidak ada tapi yang jelas kau berikan saja rekaman ini." Hary berkata pelan.
"Heh Purnama itu orangnya emosional loh." cemas Toro.
"Menurut yang aku dengar memang begitu tapi tidak mungkin dia langsung emosi setelah melihat gambar kosong ini." Hary masih yakin.
"Inti nya kalau bertemu dengan dia jangan sendirian karena aku takut juga." cemas Toro lagi.
Kabar tentang sepak terjang Purnama memang sudah sangat melebar dan siapa saja mengetahui bahwa wanita itu tidak pernah memiliki kesabaran, siapa saja yang berurusan dengan dia dan bersikap kurang ajar maka pasti akan mendapat hantaman keras lalu mereka tidak akan pernah berani lagi bertemu dengan wanita tersebut.
Jadi wajar saja bila saat ini Toro merasa takut dan tidak ingin bertemu dengan wanita itu, atau lebih tepatnya dia tidak ingin bertemu sendirian karena takut nanti akan di hajar habis habisan, bukan hanya tentang pamor saja yang sudah melebar tapi juga tentang sifat dia yang tidak pernah bisa bersabar.
Memang bila orang yang tidak mengenal Purnama sepenuh hati maka mereka tidak akan pernah berbicara dengan sangat lantang, terlebih lagi para warga sini memang jarang bertemu dengan Purnama sehingga yang mereka dengar hanya tentang kabar dan desas-desus bahwa Purnama memang sangat galak dan tidak pernah bisa berbicara dengan sabar.
"Besok kita bertiga yang akan menemui dia dan membicarakan masalah ini." putus Pak RT akhirnya.
"Baik lah, kalau kita bertiga maka aku akan berani." Toro setuju.
"Nah biar Pak RT saja yang berbicara dengan dia dan kita mendengarkan terlebih dahulu." ujar Hary.
"Ya memang untuk pertama kali maka aku yang akan berbicara tapi setelah menjelaskan maka kalian harus berbicara dengan dia, agar nanti tidak salah ketika menjelaskan ciri-ciri harimau itu." ucap Pak RT.
"Aku takut bila nanti mendadak saja gagap ketika akan berbicara dengan dia." Hary ngengir sambil menggaruk kepala.
Greeeeeeem.
"Allahu Akbar!" Toro langsung bangkit ketika mendengar suara geraman yang tidak asing.
"I..itu mirip suara yang tadi kan!" Hary juga ketakutan setengah mati.
"Kau yang benar saja kalau berbicara, Har!" Pak RT juga ikut ketakutan saat ini.
"Ayo cepat semua naik saja di pos ronda biar tidak ada yang di luar!" ajak Toro dengan wajah yang sudah begitu pucat.
Maka mereka bertiga segera naik ke atas pos ronda itu dan menutup pintu karena memang pos ronda ini di buat dengan sedikit tertutup sehingga siapa saja yang tidur di sini akan merasa aman, mereka sambil mengintip untuk mematikan atau memang ada harimau itu datang kembali dan ingin mencari sesuatu di desa mati ini.
"Suara itu tadi terdengar maka tanah yang aku pijak juga ikut bergetar." bisik Pak RT kepada mereka.
"Benar sekali, tadi saat di kuburan aku juga merasakan hal yang sama." angguk Toro.
"Ya Allah aku jadi cemas memikirkan anak dan istri yang ada di rumah." ujar Hary.
Toro tersentak kaget karena dia juga lupa bahwa anak dan istri ada di rumah dan saat ini dia malah ada di pos ronda, dalam hati mereka hanya bisa berdoa bahwa jangan sampai harimau ini mendatangi para rumah warga yang masih sehat atau bernyawa, sungguh perasaan mereka begitu cemas dan ketakutan sekali.
Selamat pagi besti, jangan lupa like dan komen nya ya.
musuh licik tp purnama bisa lebih licik👻
takut bgt aku klo musuhnya adalah orang yg di kenal ky Nino dulu🙁
semoga aja Bara bisa melumpuhkan semua harimau2 itu