NovelToon NovelToon
SOUL LAND WATCH CHRONICLES

SOUL LAND WATCH CHRONICLES

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Harem / Action / Romantis / Game / Fantasi
Popularitas:390
Nilai: 5
Nama Author: Meong Punch

📝 Tang Siyun adalah seorang pengembang game online berbakat, tetapi hidupnya hancur berantakan saat ia dikhianati secara bersamaan oleh pacar yang diselingkuhinya dan rekan kerja yang merebut hasil jerih payahnya.

⚰️ Kematiannya yang menyusul penuh dengan rasa pahit dan penyesalan.

🌍 Ia terbangun di dunia novel "Soul Land" yang sangat dikenalnya, terlahir kembali sebagai seorang bayi yatim piatu.

⏱️ Soul-nya yang bangkit bukanlah senjata atau binatang buas, melainkan Pocket Watch (Jam Saku) misterius dengan kemampuan yang belum tergali sepenuhnya.

🏚️ Nasibnya berubah drastis ketika ia diselamatkan oleh Tang Hao, ayah dari protagonis dunia itu, Tang San. Melihat potensi dan nasib malang Siyun, Tang Hao memutuskan untuk mengangkatnya sebagai anak angkat, menjadikan Tang Siyun kakak angkat Tang San.

🔖 Isekai, Reinkarnasi, Fantasi, Romansa Dewasa, Harem, Aksi, Petualangan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Meong Punch, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

[ Bab 10 ] » Catatan Sang Pengamat yang Terlupakan

Matahari baru saja melewati puncaknya di Akademi Nuoding, namun bagi Yu Xiaogang, waktu seolah berhenti pada tumpukan kertas kusam yang berserakan di mejanya. Di luar, teriakan para murid baru dan derap langkah orang tua yang bangga mengisi udara. Bagi kebanyakan guru, ini adalah hari panen talenta. Baginya, ini hanyalah hari lain untuk membuktikan bahwa teori-teori yang ia susun dengan darah dan air mata bukanlah sekadar bualan seorang pria cacat.

"Roh sampah..." gumamnya, menyentuh tepi sebuah jurnal lama. "Dunia ini terlalu terobsesi dengan kilauan emas dan kekuatan kasar hingga mereka lupa bahwa struktur bangunan yang paling megah sekalipun bergantung pada fondasi yang tak terlihat."

Xiaogang berdiri, merasakan sendi-sendinya berderit. Ia memutuskan untuk berjalan menuju gerbang depan. Ada perasaan aneh yang menggelitik intuisinya pagi itu, sebuah tarikan halus pada kesadarannya yang sudah lama tumpul. Sebagai seseorang yang tingkat kekuatan rohnya terhenti di level 29, ia telah mengasah indra pengamatannya melampaui batas manusia normal. Ia tidak bisa melihat dengan kekuatan, jadi ia melihat dengan pola.

Saat ia mendekati gerbang, ia melihat kerumunan kecil. Dan di sana, sebuah anomali terjadi.

Dari kejauhan, Xiaogang melihat Old Jack, kepala desa yang ia kenal, sedang didorong oleh penjaga gerbang yang sombong. Namun, perhatiannya tidak tertuju pada pria tua itu. Perhatiannya tertuju pada dua bocah di belakangnya.

Salah satunya, seorang bocah berambut biru gelap dengan wajah yang tenang namun waspada—Tang San. Xiaogang bisa merasakan stabilitas energi yang luar biasa darinya. Namun, bocah satunya lagi... yang berdiri dengan tangan di saku dan mata yang setengah tertutup, seolah-olah seluruh dunia ini adalah sebuah drama yang membosankan... dia adalah sebuah teka-teki yang bahkan Xiaogang tidak bisa pecahkan dalam sekali lihat.

Lalu, terjadilah insiden itu.

Si penjaga gerbang melayangkan tangan untuk mendorong bocah yang tampak malas itu. Xiaogang sudah bersiap untuk melangkah maju guna menghentikan pertikaian, namun langkahnya terhenti. Sesuatu terjadi pada atmosfer di sekitar bocah itu, Tang Siyun.

Dalam sepersekian detik, Xiaogang merasakan distorsi. Itu bukan ledakan energi roh yang kasar. Itu adalah sebuah "geseran". Ia melihat Siyun bergerak, namun gerakan itu tidak mengikuti hukum fisika yang ia pahami. Itu bukan kecepatan; itu adalah penghapusan jarak. Seolah-olah bocah itu melompati beberapa frame realitas.

Klik.

Suara itu sangat halus, hampir tertutup oleh angin. Penjaga gerbang itu jatuh terjungkal dengan cara yang paling konyol yang pernah Xiaogang lihat. Tali sepatu yang terikat, kerikil yang berpindah tempat... itu bukan sekadar keberuntungan. Itu adalah presisi tingkat tinggi yang dilakukan dalam waktu yang tidak mungkin bagi manusia biasa.

"Bukan sekadar manipulasi ruang," bisik Xiaogang pada dirinya sendiri, jantungnya berdegup kencang. "Dia memanipulasi durasi."

Xiaogang memutuskan untuk campur tangan sebelum keadaan menjadi lebih kacau. Saat ia berjalan mendekat, ia memindai keduanya. Tang San memiliki aura seorang pejuang yang disiplin, sementara Tang Siyun... dia memiliki aura seorang pencipta yang memandang rendah ciptaannya sendiri.

Ketika ia mengambil surat rekomendasi dari tangan Old Jack, matanya membelalak. Rumput Perak Biru. Kekuatan Roh Penuh Sejak Lahir.

Dan yang kedua... Jam Saku. Tingkat Kekuatan Roh: Tidak Teridentifikasi.

"Menarik," pikir Xiaogang. "Sangat menarik."

Ia membawa mereka masuk ke dalam akademi, namun pikirannya sudah melesat jauh ke depan. Selama bertahun-tahun, ia telah mencari subjek yang bisa membuktikan teorinya tentang 'Sepuluh Kompetensi Inti Roh'. Tang San adalah kandidat sempurna untuk membuktikan bahwa roh lemah bisa menjadi tak terkalahkan. Namun Siyun? Siyun adalah sesuatu yang berada di luar teorinya. Siyun adalah variabel 'X'.

Sepanjang perjalanan menuju ruang kerjanya, Xiaogang sengaja berjalan dengan tempo yang berubah-ubah. Ia memperhatikan bagaimana Tang San mengikuti dengan langkah yang stabil, selalu menjaga jarak yang sama, tanda pelatihan mental yang ketat. Namun Siyun? Bocah itu berjalan dengan gontai, matanya terus berkeliaran ke arah bangunan akademi, ke arah para guru wanita yang lewat, dan sesekali melihat ke arah jam saku peraknya seolah sedang memeriksa 'bug' di dalam sistem.

"Dia tidak melihat dunia ini sebagai tempat tinggal," analisis Xiaogang dalam benaknya. "Dia melihat dunia ini sebagai sebuah mekanisme. Sebuah program yang perlu dia pahami kodenya."

Setelah meminta mereka menunggu sebentar di koridor sebelum sesi penjelasan formal dimulai, Xiaogang masuk ke ruang kerjanya lebih dulu. Ia dengan cepat mencari arsip-arsip kuno tentang roh bertipe instrumen waktu.

Hasilnya nihil.

Waktu adalah atribut yang paling langka di seluruh Benua Douluo. Ada roh bertipe ruang, ada roh bertipe kecepatan, namun waktu? Waktu adalah wilayah para dewa. Jika bocah bernama Siyun itu benar-benar memiliki kendali atas waktu, maka keberadaannya adalah ancaman sekaligus berkah bagi dunia ini.

Ia duduk di kursinya, mencoba menenangkan diri. Ia harus terlihat berwibawa. Ia harus menjadi guru yang mereka butuhkan. Namun, ada keraguan di hatinya. Bisakah seorang guru yang gagal seperti dirinya mengajar seseorang yang mampu memutar jarum jam takdir?

Ia teringat kembali pada tatapan Siyun di gerbang tadi. Tatapan yang meremehkan si penjaga gerbang bukan karena kemarahan, tapi karena efisiensi. Siyun tidak memukul penjaga itu untuk menyakitinya; dia melakukannya untuk menyelesaikan "masalah" dengan cara yang paling cepat.

"Logika yang sangat dingin," gumam Xiaogang. "Jika Tang San adalah api yang tenang, maka Tang Siyun adalah es yang mutlak. Yang satu mengikuti hukum, yang satu berada di atas hukum."

Ia menarik napas panjang, merapikan diagram-diagram di dindingnya. Ia tahu bahwa mulai hari ini, kehidupannya yang tenang dan penuh isolasi di Akademi Nuoding telah berakhir. Dua bersaudara ini adalah badai yang akan menghancurkan tatanan lama Benua Douluo.

Sambil menunggu ketukan di pintunya, Xiaogang menuliskan satu baris di jurnal pribadinya:

Ditemukan: Dua anomali dari Desa Holy Spirit. Subjek A (Tang San) adalah bukti dari potensi yang terpendam. Subjek B (Tang Siyun) adalah entitas yang melampaui logika roh tradisional. Dia menggunakan istilah-istilah aneh seperti 'aset', 'data', dan 'pemrosesan'. Ada kemungkinan dia memiliki mutasi roh tingkat tinggi yang memengaruhi kognisinya.

Xiaogang menutup jurnalnya tepat saat ia mendengar langkah kaki di koridor. Ia bisa membedakan keduanya sekarang. Langkah Tang San yang ringan namun pasti, dan langkah Siyun yang diseret dengan sengaja, menunjukkan kemalasan yang dibuat-buat untuk menyembunyikan ketajaman otaknya.

"Masuklah," ujar Xiaogang, suaranya kembali ke nada datarnya yang biasa.

Saat pintu terbuka, ia melihat mereka berdua. Tang San dengan rasa hormat yang tulus, dan Siyun dengan senyum tipis yang seolah berkata, "Aku tahu apa yang sedang kau pikirkan, Paman."

Xiaogang menyadari satu hal saat itu: dia mungkin menyebut dirinya guru, namun dalam perjalanan ini, dialah yang mungkin akan belajar paling banyak dari kedua bocah ini. Terutama dari bocah pemilik jam saku itu, yang tampaknya sedang menghitung berapa detik yang dibutuhkan Grandmaster untuk memulai pembicaraan.

"Kalian berdua memiliki bakat yang unik," mulainya, mengulang kalimat yang sudah ia latih di kepalanya.

Dan saat itulah, babak baru dalam sejarah Spirit Master dimulai. Sebuah sejarah yang tidak hanya ditulis dengan kekuatan roh, tetapi juga dengan detak jam yang takkan pernah bisa dihentikan oleh siapa pun. Xiaogang melirik Siyun sekali lagi, dan untuk sesaat, ia merasa seolah-olah waktu di dalam ruangan itu benar-benar tunduk pada kehendak bocah tersebut.

"Selamat datang di duniaku yang berantakan, kalian berdua," batinnya sambil mempersiapkan penjelasan tentang Spirit Ring yang akan mengubah hidup mereka selamanya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!