NovelToon NovelToon
Saat Mantan Menjadi Suami

Saat Mantan Menjadi Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Romantis / Pengantin Pengganti / Mantan / Pernikahan rahasia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: mommy jay

Di saat resepsi pernikahan. Anjani Thalia harus menerima kenyataan pahit jika calon suaminya tiba-tiba saja membatalkan pernikahannya.
Keluarga Anjani merasa malu dan marah karena merasa di permainkan oleh Arjuna . Calon menantu mereka.
Bahkan yang paling mengejutkan, ternyata Arjuna memilih wanita lain. Dan yang lebih mengejutkan dia memilih teman Anjani sendiri sebagai calon istrinya.
Saat keadaan kacau Anjani terlihat pasrah dengan kehancuran di depan matanya. Namun siapa sangka seseorang justru menyelamatkannya dari kehancuran itu.
Keandra Alarick. Mantan Anjani datang dengan tiba-tiba dan ingin menikahinya. Hal itu pun membuat semua orang terkejut.
Bagaimana kelanjutan kisah mereka?
Apa Anjani akan melanjutkan pernikahannya dengan Keandra?
Apakah setelah ini kehidupan Anjani akan bahagia?
Ikuti kisah mereka sampai selesai.
Jangan lupa follow. Beri like dan komentar kamu ya!
Happy Reading...! 🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mommy jay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 Ada apa dengan Keandra

Anjani dengan cepat menuruti perintah Keandra. Masuk ke dalam mobil. Duduk tepat di samping Keandra, yang kini memasang wajah dinginnya.

Setelah memastikan keadaan Anjani. Keandra melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Hal itu membuat Anjani, yang berada di samping Keandra terlihat ketakutan. Tidak berani protes. Takut Keandra akan semakin marah.

Sepanjang perjalanan, Anjani hanya merapalkan doa meminta keselamatan. Jujur hatinya bertanya-tanya. Kenapa Keandra tiba-tiba bersikap seperti ini.

Tak membutuhkan waktu lama. Mobil Keandra sampai di halaman rumahnya. Ia turun dari mobil. Menutup pintunya dengan kasar.

Anjani yang masih berada di dalam mobil, hanya menatap Keandra dengan mata yang berkaca-kaca. Apa salahnya, sampai Keandra bersikap seperti itu? Anjani turun dari mobil. Berjalan menuju ke dalam rumah, untuk menyusul Keandra yang sudah masuk terlebih dahulu.

"Ckleeek."

Anjani membuka pintu kamar Keandra. Masuk. Menutupnya secara perlahan.

"Apa yang kamu lakukan di rumah mamah Mira?"

Langkah Anjani terhenti, ketika Keandra tiba-tiba berbicara seperti itu. Mencari jawaban yang tepat, supaya Keandra tidak marah lagi.

"Tadi, setelah pulang dari kantor mu. Tiba-tiba saja, aku ingin bertemu dengan mamah." jawab Anjani pelan. Rasa takut menyelimuti hatinya. Sebab Keandra tidak membalas ucapannya. "Maaf. Kalau tadi, aku tidak meminta izin terlebih dahulu pada, mu."

Anjani berharap, Keandra mau memaafkannya. Khawatir jika kemarahan Keandra karena kecerobohannya.

Keandra menghela nafas. "Apa kamu tahu, kalau tadi aku sangat khawatir? Apalagi saat aku menghubungi orang rumah bilang, kalau kamu tidak ada di rumah." terangnya, terdengar benar-benar khawatir. Perkataan Keandra menuai reaksi Anjani, yang terlihat sangat terkejut.

Khawatir. Padanya. Itu tidak mungkin.

"Anjani. Apa kamu mendengarkan, ku?" tanya Keandra. Menatap Anjani yang terlihat sibuk dengan pikirannya. "Anjani." panggilnya sekali lagi.

"A... iya. Aku mendengarkan, mu. Maaf sudah membuat kamu khawatir. Sekali lagi, maaf." balas Anjani, berusaha bersikap biasa. Tidak ingin terbawa suasana. Menepis, jika sikap Keandra saat ini hanya kebetulan saja.

Keandra menghela nafas. "Aku sudah pikirkan kembali. Tentang keinginan mu untuk bekerja." ucapnya menatap Anjani. "Aku tidak mengizinkan mu untuk bekerja."

Anjani membulatkan mata. Terkejut dengan pernyataan Keandra, yang tiba-tiba saja melarangnya bekerja.

"Dasar plin-plan." Anjani membatin. Hatinya sedikit kesal, dengan sikap Keandra yang tidak mempunyai pendirian. Baru saja kemarin dirinya mendapatkan lampu hijau dari Keandra. Tapi sekarang. Semuanya berubah seketika.

" Aku tidak plin-plan. Hanya saja aku tidak mau, sampai kamu melakukan hal yang sama seperti dulu."

Anjani seketika tercengang. Sebab Keandra tahu, apa yang baru saja ia katakan di dalam hati. "Jangan-jangan dia cenayan." ucapnya dalam hati.

Keandra tersenyum miring. Melihat Anjani yang terlihat kebingungan. Ia berjalan menghampiri Anjani, yang masih terdiam di tempatnya.

"Jika kamu mau. Kamu bisa bekerja dengan, ku. Tanpa lamaran." Keandra menatap Anjani dengan jarak begitu dekat. Membuat jantung Anjani kini berdetak begitu kencang. "Dengan begitu, kamu tidak akan lepas dari pengawasan ku."

Anjani mundur selangkah. Mencoba mengatur nafas yang terasa sesak. Sebab Keandra terus berjalan mendekatinya. Sampai mengikis jarak di antara mereka.

"Kean. Bisakah kamu sedikit menjauh." ucap Anjani, memalingkan wajahnya. Tak sanggup menatap wajah Keandra, yang begitu dengan dengan wajahnya.

Keandra menyeringai. "Kenapa? Sepertinya kamu takut. Bukan kah dulu, kamu melakukannya dengan dia. Mungkin lebih dari ini."

Anjani memejamkan mata. Sampai kapan Keandra akan terusmenuduhnya seperti itu. Hal yang benar-benar tidak pernah Anjani lakukan.

"Kamu salah, Kean. Aku tidak pernah melakukan, hal seperti yang kamu bilang tadi. Aku dan dia hanya di fitnah." balas Anjani memberanikan diri, mengungkapkan kebenaran.

"Ha... ha... ha! Fitnah kamu bilang." Keandra tertawa sumbang. Menatap tajam Anjani, yang tidak mau menatapnya. "Jangan berbohong, Anjani. Aku mempunyai semua bukti perselingkuhan mu dengan dia. Bahkan foto-foto menjijikkan mu, dengan dia pun aku tahu!" lanjutnya, dengan nada berubah dingin.

Anjani terdiam. Perkataan Keandra sontak membuatnya berani menatap wajah Keandra. "Bukti?" ucapnya pelan.

"Kenapa? Kamu terkejut, jika aku mempunyai semua buktinya. Kamu memang pantas di sebut J*l*ng."

"PLAAAAK!!!"

Anjani menampar pipi Keandra. Matanya memerah. Menahan air mata yang sudah berkumpul di pelupuk mata.

"Jika aku j*l*ng. Kenapa kamu mau menikahi, ku? Kenapa kamu mau dekat dengan wanita sehina diri ku? Sampai kapan pun percuma bagi ku menjelaskan semuanya pada, mu. Karena kamu egois!" Anjani meluapkan kekecewaannya. Menangis pasti. Bahkan hatinya bertambah sakit.

"Sepertinya pernikahan ini tidak bisa di pertahankan. Lebih baik, sekarang kamu talak aku. Kita berpisah saja."

Keandra mengepalkan tangan. Mendengar Anjani meminta perpisahan, membuatnya tidak bisa mengontrol emosi.

"Jangan harap, aku akan mengabulkan keinginan mu! Karena sampai kapan pun, kamu harus aku hukum karena kesalahan mu di masa lalu! Kamu tidak tahu, betapa hancurnya diri ku pada saat itu. Aku hancur Anjani! HANCUR!" Balas Keandra, marah. Mencengkram tangan Anjani dengan kasar. Menariknya. Menghempaskan tubuh Anjani di atas ranjang.

Anjani menatap Keandra penuh waspada. Sebab saat ini Anjani melihat Keandra, yang sedang membuka jas hitamnya. Membuka satu persatu kancing bajunya.

"Ma- mau apa kamu, Kean?" tanya Anjani terbata. Bangun. Memeluk tubuhnya sendiri. Takut jika Keandra melakukan hal yang memang seharusnya terjadi, saat malam pertama. Namun Anjani tidak mau, sampai Keandra melakukan hal itu saat emosi mengendalikannya.

"Jika laki-laki itu bisa melakukannya dengan, mu. Kenapa aku tidak?Kamu istri, ku. Jadi layani aku sampai puas." jawab Keandra, tersenyum penuh arti. Berjalan merangkak, menghampiri Anjani yang terlihat ketakutan.

Anjani menggeleng cepat. "Tidak, Kean. Aku mohon jangan lakukan itu. Kamu benci aku, kan. Kamu tidak percaya pada ku, kan. Jadi biarlah keadaan, membuktikan bahwa aku tidak bersalah. "

Keandra menatap tajam Anjani. Tidak memperdulikan ucapannya. Baginya Anjani tidak boleh lepas dari hidupnya. Sebelum ia puas menghukum Anjani. "Tidak Anjani. Sekarang lebih baik, kamu nikmati saja permainan kita. Aku ingin tahu, permainan ku atau dia yang kamu suka."

Keandra mendorong tubuh Anjani, sampai terlentang. Menindihnya. Mengunci tangannya supaya tidak berontak.

Anjani seketika menangis. Perlakuan Keandra sungguh melampaui batas. Meskipun mereka suami istri, tidak seharusnya Keandra melakukan hal ini dengan kasar.

Keandra menatap lekat wajah Anjani. Sadar jika istrinya itu tengah menangis. Namun ego Keandra lebih tinggi. Tidak memperdulikannya. Memulai permainan, yang di mulai oleh dirinya sendiri.

Keandra semakin mendekatkan wajahnya. Menatap bibir ranum Anjani, yang sangat menggodanya. Memejamkan mata, saat bibirnya menyentuh bibir Anjani.

Anjani diam terpaku. Saat Keandra mencium bibirnya dengan sangat lembut. Hampir terbawa suasana. Karena semua yang Keandra lakukan, tidak seperti yang di bayangkannya.

Kekakuan terlihat di antara mereka. Menandakan bahwa hal itu di lakukan, untuk yang pertama kali bagi mereka.

Keandra menghentikan aksinya. Mengatur nafas. Menatap Anjani yang memalingkan wajah. Seakan baru tersadar. Keandra bangun. Turun dari ranjang. Pergi begitu saja, menuju ke kamar mandi.

Anjani yang melihat hal itu pun terlihat tidak mengerti. Sebenarnya, ada apa dengan Keandra hari ini.

"First kiss, ku." gumam Anjani, memegang bibirnya yang baru saja di sentuh oleh Keandra.

1
partini
cemburu dia ,kata nk kasih pelajaran jangan" buka segel paksa si bang kai
partini
nsh Lo Bang Ke tambah cemburu
partini
hai pemuda tamvan aku doakan ketemu lagi sama Anjani 🤭
partini
gara" Bang ke ini dasar suami ga punya otak
partini
ikuti permainan suami mu lah ,dari pada cuma mewek doang kaya gitu melohoyyy sekali kamu Jani ini th 2026 loh bukan 2018 pls deh Jani be strong and Smart you can do it 🤦
partini
aihhhn gumussss
partini
aihhh belum apa" nongol aja si Kunti untung Anjani ga myek2 jadi perempuan lumayan lah ga tensi
partini
lanjut Thor 👍👍👍
mommy jay: Terima kasih atas support nya, kk. 🙏🙏🙏
total 1 replies
partini
ciuman pertama hemmm itu Bang Ke ga mau dengarn penjelasan sih paling nanti tau kalau bisa bobol gawang ternyata masih segel
partini
salah Raina ko andika
partini
novel baru ,yang Andika ga di terusin Thor masih ku simpan loh nungguin up-nya
Mita Paramita
semangat Thor 🔥😁😁
lanjutin ceritanya sampai tamat
mommy jay: Terima kasih atas supportnya kk. 🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!