NovelToon NovelToon
Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat

Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Misteri / Action / Epik Petualangan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Romansa / Tamat
Popularitas:3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sang_Imajinasi

JUARA 3 YOU ARE A WRITER 2025 (KATEGORI IV)

Terlahir kembali sebagai Tian Feng di Desa Batu Angin yang terpencil, ia merasakan keputusasaan total.

Mantan Dewa Langit, kini terperangkap dalam tubuh lemah tanpa Dou Qi, menjadi sasaran cemoohan.

Titik baliknya adalah penemuan batu hitam misterius yang ternyata menjadi wadah bagi Yao Ling, seorang ahli Dou Zun yang disegel.

Di bawah bimbingannya, Tian Feng tidak hanya melatih Dou Qi dari nol, tetapi juga melatih kembali jiwanya untuk menerima kondisi fananya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 6

Satu tahun lagi berlalu di bawah tatapan Langit yang diam. Tian Feng kini berusia delapan tahun. Di mata penduduk desa, ia masih anak yang sama kurus, pendiam, dan aneh. Namun, di bawah permukaan, sebuah transformasi mengejutkan telah selesai.

Setiap malam selama dua tahun terakhir, ia telah menjalani baptisan api dan es. Tulang demi tulang, dari jari kaki hingga tempurung kepala, semuanya telah hancur dan ditempa kembali. Ke-206 tulangnya kini sekeras dan sepadat batu giok hitam, dihubungkan oleh otot dan tendon yang dialiri oleh Dou Qi yang murni. Tubuhnya telah menjadi wadah yang sempurna.

Dengan fondasi yang kokoh, kecepatan kultivasinya meroket. Ia dengan mudah menerobos ke Dou Zhi Qi Tingkat 4, lalu Tingkat 5—tingkat yang sama dengan Li Shen saat ini. Namun, Tian Feng tahu bahwa perbandingan tingkat di antara mereka sama sekali tidak ada artinya.

Meskipun begitu, sebuah masalah baru muncul.

Di sebuah tanah lapang tersembunyi di balik bukit, Tian Feng sedang berlatih. Ia meniru gerakan-gerakan dasar berburu yang diajarkan ayahnya—sebuah pukulan lurus, tendangan menyamping. Dengan setiap gerakan, ia bisa merasakan kekuatan mentah bergelombang di dalam tubuhnya, siap untuk dilepaskan. Namun, saat pukulannya mengenai sebatang pohon tua, hasilnya mengecewakan.

DUG!

Pohon itu hanya bergetar sedikit, beberapa daun kering jatuh. Tangannya sendiri terasa pegal. Kekuatan itu ada, tetapi ia tidak bisa menyalurkannya dengan efektif. Rasanya seperti mencoba merobohkan tembok dengan karung berisi emas—berat dan kuat, tetapi tidak fokus.

"Ini tidak berguna," keluhnya dalam benak kepada Yao Ling. "Aku punya kekuatan, tapi aku tidak punya cara untuk menggunakannya."

Suara Yao Ling terdengar, terdengar geli. "Akhirnya kau sadar juga, bocah. Punya Dou Qi tanpa Dou Ji (Teknik Dou) itu seperti punya kapak super tajam tapi kau menggunakannya untuk menggaruk punggungmu. Sebuah pemborosan."

"Ajari aku satu," tuntut Tian Feng.

"Hmph, kau pikir Dou Ji itu kacang ?" cibir Yao Ling. "Teknik yang kusimpan setidaknya berada di Tingkat Xuan atau Di. Memberimu satu sekarang sama saja dengan menyuruh bayi menelan matahari. Jiwamu mungkin bisa menahannya, tapi tubuhmu akan hancur menjadi debu sebelum kau menyelesaikan gerakan pertama."

Tian Feng terdiam. Itu adalah kebenaran yang pahit.

Yao Ling menghela napas. "Tapi... melihatmu membuang-buang fondasi yang begitu sempurna juga menyakiti mataku. Lupakan teknik-teknik mewah dengan nama-nama hebat itu. Jalanmu berbeda. Fondasimu adalah kepadatan dan kekuatan murni. Maka, teknikmu harus mencerminkan itu."

Kehadiran Yao Ling di benak Tian Feng menjadi lebih tajam saat ia mulai mentransfer sebuah konsep.

"Kita tidak akan meniru. Kita akan menciptakan. Sesuatu yang sederhana, kasar, tapi mematikan. Lupakan tentang aliran energi yang rumit. Fokus pada satu hal: getaran. Salurkan Dou Qi-mu ke satu titik, padatkan hingga batasnya, lalu lepaskan dalam satu getaran kuat. Namai saja... Tinju Getar Dalam."

Selama seminggu berikutnya, tanah lapang itu menjadi tempat latihan pribadi Tian Feng. Ia mencoba berulang kali, mengikuti instruksi Yao Ling.

"Bukan kekuatan lenganmu, bodoh!" omel Yao Ling saat pukulan Tian Feng lagi-lagi hanya menghasilkan suara tumpul. "Kekuatan sejati seorang petarung berasal dari tanah! Salurkan energi dari telapak kakimu, putar pinggangmu seperti busur yang ditarik, biarkan semua kekuatan itu meledak dari buku-buku jarimu di saat terakhir!"

Tian Feng mencoba lagi. Ia menarik napas dalam-dalam, merasakan koneksi antara telapak kakinya dan bumi. Ia memutar pinggangnya, dan menyalurkan aliran Dou Qi Tingkat 5 miliknya ke dalam tinjunya. Kali ini, ia tidak hanya memukul, tetapi melepaskan energi itu pada titik benturan.

Targetnya adalah sebuah batu besar seukuran kerbau kecil.

DUG!

Suara benturannya tidak lebih keras dari sebelumnya. Permukaan batu itu tampak tidak tergores sama sekali. Sebuah kegagalan lagi.

Tian Feng mengerutkan kening, hendak menarik tinjunya.

"Tunggu," kata Yao Ling, nadanya aneh. "Lihat baik-baik."

Tian Feng menatap batu itu. Tepat saat ia hendak bertanya, sebuah suara retakan yang halus terdengar.

Kriiiik...

Sebuah garis retak tipis seperti rambut muncul di permukaan batu. Lalu satu lagi, dan satu lagi. Dalam beberapa detik, seluruh permukaan batu itu dipenuhi jaring laba-laba retakan yang rumit, sebelum akhirnya...

KRAK! BRUK!

Batu besar itu pecah, bukan menjadi dua atau tiga bagian besar, tetapi hancur menjadi tumpukan kerikil seukuran kepalan tangan. Kekuatan itu tidak menghancurkannya dari luar, tetapi menghancurkannya dari dalam.

Tian Feng menatap tumpukan kerikil itu, lalu menatap tinjunya yang kecil dan tidak terluka. Angin meniup debu dari batu yang hancur, menyapu wajahnya.

Ia sekarang memiliki tiga hal yang tidak ia miliki dua tahun lalu.

Sebuah tubuh yang telah ditempa neraka.

Sebuah kekuatan yang lahir dari penderitaan.

Dan sebuah metode untuk melepaskan keduanya.

Ia bukan lagi hanya sebuah wadah yang kuat. Ia adalah sebuah senjata yang terisi.

Tian Feng berbalik dan menatap ke arah Desa Batu Angin yang tampak kecil dari kejauhan. Wajah Li Shen yang sombong terlintas di benaknya, bukan dengan kebencian, melainkan dengan tatapan dingin seorang pandai besi yang mengamati sepotong logam yang perlu dibentuk.

Masa bertahan secara pasif telah berakhir.

Pertahanan sudah cukup, pikirnya, matanya menyipit. Sekarang saatnya menguji ujung pedang.

1
Jhonny Afrizon
aneh sih,udah tau ada musuh,kok malah nungguin waktu gerhana,kenapa gak di hentikan sebelum gerhana,makin tolol kita di buat author🤭
Jhonny Afrizon
apa fungsi ketua wakil dan para tetua akademi,ngapain harus nunggu MC ,hah jadi tolol di buat author
Jhonny Afrizon
kebanyakan bacot
cito
sangat bagus thor ceritanya..
Ahmad Zaky
fanfic btth kah?
Bajang Kirek
dua orang tua koplak....🤣🤣🤣🤣
Bajang Kirek
tiga jam cuyyyy....🤣🤣🤣🤣
Rehaan Aamir
Ceritanya Bagussss Tp Sayang Nya Terlalu Banyak Kejanggalaaaannn....
mereka Kan Mau Brgkt Ikut Kompetisi K Negeri Yg Jauuuuhhhh....Masa Iyah Gk D Dampingi Ama Salah Satu Ketua Tertinggi Sekte Mereka...Dr Awal Mereka Brgkt Masa Iyah Mereka Cmn Bnr2 9 Orang Doangan Tanpa Pendamping Dari Sekte....🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ngotaaaakkk Dikiiitt Lah Thor Kl Bikin Cerita...
pauzi aja
babi lu.
pauzi aja
mcnya goblok knpa ega d bunuh aja itu musuh malah d biarkan kabur dasar babi.
pauzi aja
ko master sekestanya ega ikut berperang masah cma muritnya aja.
pauzi aja
ko mcnya ega punya cincin ruwang sh
pauzi aja
kn unurnya baru 8 tahun bukan anak muda ,tapi anak kecil..
Adzril Muhamad: nyimakk bang makanyaa ,, tubuhnya aja yang masih umur 8 tahun
total 1 replies
suksom
Luar biasa
pauzi aja
memang mcnya ega ada cincin penycimanan kh
pauzi aja
mcnya ko kaya gtu..ko kaya penyjahat ..
Asho 99
kacang akan lupa kulitnya... ketika ada yang lebih baik menawarkan... itu lah kehidupan dunia kultivasi... sama halnya hidup Konoha .. di ajak pergi kerja di tengah jalan ada tawar lupa akan teman yang mengulurkan tangan di saat sendiri..🤣🤣
Mbah Haryo
oke..sampe dsini..ceritanya cukup memuaskan...

kita follow mas otornya ach...
syapa tau punya cerita laen yg bagus jg. ...
Mbah Haryo
yah..lumayan.
ceeita yg bgini ringan & menghibur untuk diikuti...

lanjoutkeenn...
Mbah Haryo
hlah..mc nya kan fisik douceng..diatas daosong..kok masih memble aje...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!