Zhang Liu gadis malang yang di paksa menikahi seorang raja aneh, demi menolak pernikahan dan menjaga kesucian Zhang Liu bunuh diri dengan menenggelamkan diri di dalam danau, namun siapa yang menyangka setelah kepergian Zhang Liu dari tubuhnya, seorang gadis dari dimensi lain terjebak di dalam tubuhnya, apakah yang akan di lakukan gadis itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Auliya Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hadiah tengah malam
Saat Zhang Lan, tertunduk dalam kesedihan Lin Zhi berada di penjara untuk menemui ibunya, kakak tertuanya sudah kembali, sedangkan ibunya masih berada di dalam penjara, Lin Zhi tak memiliki kemapuan membujuk sang ayah
Ia tau dengan jelas jika Zhang Zhicen sangat sayang pada Liu Yan, ia akan mempengaruhi Zhang Lan agar menyesali perbuatannya pada Liu Yan yang malang, jika hal ini terjadi rencana yang telah mereka buat selama bertahun tahun akan sia sia.
"Bagaimana ini ibu, kakak sudah kembali, semua di kediaman selalu menghormati mu akan tetapi dia bahkan tak memberi mu wajah sedikit pun" Lin Zhi berucap pelan, Zhang Zhicen telah kembali,
Akan tetapi?, ia masih bertindak begitu sombong, ia tau jika di hati sang ayah ia tak akan dapat di bandingkan dengan Zhang Zhichen akan tetapi?, apakah pria itu tak bisa menjadi sedikit lebih ramah?
"Anak bajingan itu, sungguh anak yang menjengkelkan, ia bahkan tak melihat ku sedikit pun" Ming Rao juga tak bahagia saat melihat anak ini kembali dengan
Zhang Zhicen memang sangat menyebalkan, ia memang pewaris kediaman, tapi sangat angkuh, tatapanya dingin dan suka meremehkan
"Ibu, jika dia tinggal lebih lama maka semua akan hilang, ayah sangat sayang padanya, meski ibunya sudah mati selama bertahun tahun ia bahkan masih bisa mengangkat kepalanya dengan bangga, ini sangat tak enak di lihat" Lin zhi mengingatkan
Meski ayah mereka sangat mencintai putra ini, namun hubungan keduanya tak terlalu baik, terlebih Zhang Zhicen yang selama bertahun tahun ini tinggal di luar kediaman
"Putri ku yang bodoh, meskipun aku hanya seorang selir, juga tak bisa di anggap sebelah mata, ia harus memperlakukan ku dengan baik, pernikahannya masih harus di atur orang tua, tentu saja harus di bicarakan dengan baik" Ia seorang selir
Tapi di dalam kediaman siapa yang lebih tinggi status darinya?, jika bukan dia lalu siapa yang akan mencari pasangan untuk anak nakal itu
"Dia sangat sombong hanya karena menjadi keturunan dari istri sah, akan tetapi?, keturunan istri sah pun bisa di jatuhkan, lihatlah bajingan Liu Yan itu, ia Putri keluarga Zhang akan tetapi telah terbuang dengan kejam" Zhang Liu Yan sudah di tendang dari kediaman, meski dia putri sah lalu mengapa?, ia hanya gadis tak berguna yang mudah di tindas
Jika mereka bisa membuang wanita jalang itu maka Zhang Zhicen ini hanya menunggu waktu saja untuk mengusirnya
"Putri ku yang baik, kau harus lebih segalanya darinya, di masa lalu ia sangat patuh, akan tetapi saat ini ia menjadi tak terkendali,"
"Tentu saja, ayah selalu memberi ku semua hal terbaik, meski ia anak sah tetap saja aku putri kesayangan ayah"
"Putri ku, kali ini ia sudah lepas dari keluarga Zhang, akan lebih mudah bagi kita untuk mengatasinya"
"Aku akan mencari kesempatan untuk mempermalukannya, meskipun ia lari juga tak akan bisa lepas dari ku"
"Untuk saat ini jangan lakukan apapun, ibu masih di sini dan semua akan kacau, bujuk ayah mu untuk mengeluarkan ku dari sini, setelahnya kita akan menyelesaikan bajingan itu"
"Ibu, ayah begitu mencintai nyonya, kali ini ayah kehilangan papan roh nyonya, ibu bersabarlah, setelah amarah ayah reda Lin Er akan membujuk ayah"
"Benar benar putri ku yang baik" Ming Rao tersenyum lebar, putrinya begitu cantik dan pandai.
Di ruang kerjanya Zhang Lan duduk diam sembari menatap lukisan istrinya, hanya itu tang tersisa, air matanya jatuh begitu saja
"A Xuan, aku sangat merindukan mu" Ia berucap lirih
Wanita di dalam lukisan itu nampak sangat cantik, di tambah dengan senyuman lebar seolah kotoran dunia tak bisa mengusiknya.
"Hari ini putra kita pulang, tapi tatapanya pada Ku masih sama seperti saat itu, A Xuan, sebenarnya dimana kesalahan itu?, aku bahkan tidak tau sejak kapan Zhicen menjadi begitu jauh" Zhang Lan berucap lirih,
Selama bertahun tahun hubungan mereka sudah seperti ini, Zhang Zhicen sudah begitu acuh selama bertahun tahun, ia bahkan tak tau sejak kapan ketergantungan putranya menghilang
"A Xuan, apakah ini salah ku?, apakah aku yang salah?, dimana kesalahan ku?, saat itu aku tidak mengkhianati mu, wanita murahan itu yang meracuni ku, kau tau itu, saat kau melahirkan pun juga bukan karena sengaja tak menemani mu, A Xuan" Mentri Zhang Berucap lirih
Di luar ruangan Zhicen hanya mendengar dengan tatapan dingin, ayahnya ini sangat tinggi hati, apakah begitu sulit mengakui kesalahan, kesalahan meski tak di lakukan dengan sengaja juga tetap lah suatu kesalahan
"Sifat ini lah yang membuat ayah sendirian, dan kesepian" Zhicen menghela nafas pelan sembari meninggalkan ruang belajar sang ayah
Awalnya ia ingin menemui sang ayah untuk membicarakan beberapa hal, tapi saat mendengar sang ayah yang tak tau cara bertobat ia menjadi malas.
"A Gun" Seorang gadis berpakaian pria langsung berlutut di hadapan sang tuan muda
"Antar ini ke adik ku" Sebuah kotak berukuran sedang, berisi beberapa perhiasan, Mereka akan ke istana esok, meski adiknya tak kekurangan perhiasan namun sebagai seorang kakak tentu saja harus memberikan hadiah
"Baik" Gadis yang di panggil A Gun langsung melesat meninggalkan kediaman Zhang menuju istana putri agung.
"Siapa?" Liu Yan baru akan bersiap untuk tidur, terdengar langkah kaki mendekat ke ranjangnya
"Nona, tuan muda pertama mengirimkan hadiah untuk anda" Suara A Gun terdengar tegas dan memikat
Liu Yan mengangguk, ia tau gadis ini orang kakak nya, setelah memastikan jika dirinya aman Liu Yan membuka tirai dan melangkah mendekati meja
"Pesan sudah di berikan, saya mohon diri"
"Baiklah, sampaikan ucapan terimakasih pada kakak ku" Ia tersenyum ramah, A Gun juga cukup menyukai Sifat ramah adik tuannya ini, gadis sebaik ini malah di ganggu, tapi ya sudah lah, itu bukan urusan dirinya
"Baik nona" A Gun kembali menghilang di balik kegelapan, hadiah susah di sampaikan, ia akan kembali ke sisi sang tuan untuk melakukan pekerjaan lainya
"Kakak ini, masih saja seperti masa itu" Ia tersenyum sembari membuka kotak yang baru di berikan sang kakak.
Saat kotak di buka senyuman merekah dengan sendirinya, siapa yang tak suka hadiah, siapa yang tak suka harta, kakaknya masih sama seperti saat itu, memberinya banyak harta dan memperlakukannya seperti seorang adik yang harus di lindungi
"Sangat indah, kak Xu ini masih sama pengertiannya seperti dulu" Ia tersenyum dan menutup kembali kotak itu
Kembali ke ranjang, setelahnya ia benar benar terlelap, membiarkan tubuh ini beristirahat dan membawanya menyambut udara pagi yang segar