NovelToon NovelToon
The Invisible Girl

The Invisible Girl

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Dikelilingi wanita cantik / Romansa
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di Universitas Negeri Moskow, kekuasaan tidak hanya diukur dari nilai, tapi dari sirkel pergaulan. Sky Remington adalah puncaknya, putra konglomerat Rusia yang sempurna, dingin, dan tak tersentuh. Selama empat bulan terakhir, ia menjalin hubungan yang tampak ideal dengan Anastasia Romanov, gadis tercantik di kampus yang sangat membanggakan statusnya sebagai kekasih Sky.
Di dalam sirkel elit yang sama, ada Ozora Bellvania. Meskipun ia adalah pewaris kekaisaran bisnis perkapalan yang legendaris, Ozora memilih menjadi bayangan. Di balik kasmir mahal dan sikap diamnya, ia menyimpan rasa tidak percaya diri yang dalam, merasa kecantikannya tak akan pernah menandingi aura tajam Anastasia, Stevani, atau Beatrix.
Selama ini, Sky dan Ozora hanyalah dua orang yang duduk di meja makan yang sama tanpa pernah bertukar kata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Momen Kemenangan

Malam peresmian yayasan itu menjadi saksi bisu transformasi seorang Ozora Bellvania. Aula besar yang biasanya diisi oleh para petinggi Moskow kini dipenuhi dengan bisik-bisik kekaguman saat pintu besar terbuka, menyingkap sosok yang sama sekali tidak mereka sangka.

​Ozora melangkah masuk dengan gaun couture berwarna perak pucat yang seolah terbuat dari cahaya bulan. Gaun itu memiliki potongan punggung terbuka yang sangat rendah, memperlihatkan guratan tato lili yang melingkar indah di kulit putihnya, sebuah pernyataan berani bahwa gadis kutu buku ini memiliki sisi liar yang berkelas.

Rambutnya yang biasa dibiarkan jatuh berantakan, kini tertata dalam sanggul modern yang menonjolkan leher jenjangnya.

​Sky Remington yang sedang memegang gelas kristal di sudut ruangan, hampir menjatuhkannya. Ia terpaku. Tatapan matanya yang biasanya sedingin es kini berubah menjadi tatapan bangga yang tak tertutup-tupi. Ia segera melangkah membelah kerumunan, mengabaikan para pemegang saham yang sedang berbicara dengannya, hanya untuk menjemput tangan Ozora.

​"Kau..." gumam Sky dengan suara serak, matanya menatap Ozora dari ujung kepala hingga ujung kaki. "Kau benar-benar ingin membunuhku malam ini dengan kecantikanmu, bukan?"

​Ozora tersenyum, senyum yang sangat manis namun menyimpan kedalaman yang misterius. "Aku hanya ingin menunjukkan pada dunia siapa yang sebenarnya pantas berdiri di sampingmu, Sky," bisiknya lembut.

​Di sudut lain, Cristine von Heist berdiri mematung. Gaun merahnya yang mahal tiba-tiba terasa hambar dan murahan dibandingkan dengan aura yang dipancarkan Ozora. Ia melihat bagaimana para fotografer langsung mengalihkan kamera mereka dari dirinya menuju Ozora. Ia melihat bagaimana ayah Sky, pria yang paling sulit ditaklukkan mengangguk setuju saat melihat keanggunan Ozora.

​Cristine mengepalkan tangannya begitu kuat hingga kuku-kukunya memutih. Amarah dan rasa malu membakar dadanya. Semua rencana keramahan yang ia bangun di kampus hancur seketika saat Ozora menunjukkan kelas yang sesungguhnya.

​"Mustahil... gadis bayangan itu tidak mungkin bisa tampil seperti ini," ucap Cristine dalam hati dengan napas yang memburu.

​Phoenix yang berdiri tak jauh dari Cristine, menyesap minumannya sambil tersenyum miring. Ia mendekat ke arah Cristine dan berbisik pelan, "Sepertinya mainan baru yang kau maksud tadi di kantin, ternyata adalah pemilik istana yang sesungguhnya, Cristine. Lihatlah Sky, dia bahkan lupa cara berkedip."

​Sky melingkarkan tangannya di pinggang Ozora secara posesif di depan semua tamu undangan, termasuk di depan ayahnya sendiri. Ia tidak lagi peduli dengan protokol atau pendapat orang lain.

​"Ayah," ucap Sky dengan suara lantang saat menghampiri kepala keluarga Remington. "Perkenalkan, Ozora Bellvania. Wanita yang akan selalu menemaniku di setiap acara yayasan ini ke depannya."

​Pengakuan itu seperti petir di siang bolong bagi Cristine. Ia menyadari bahwa topeng keramahannya telah dikoyak habis oleh Ozora yang selama ini ia remehkan. Ozora menoleh sedikit ke arah Cristine, memberikan anggukan sopan yang penuh kemenangan sebuah pesan tanpa kata bahwa permainan ini baru saja berakhir.

​"Malam yang indah, bukan, Cristine?" ucap Ozora dengan suara paling lembut yang pernah didengar wanita itu, sementara tangannya menggenggam erat lengan Sky.

Lampu gantung kristal di aula yayasan memantulkan cahaya yang berpendar di mata Ozora. Ia berdiri dengan ketenangan yang nyaris tidak manusiawi, memegang segelas sampanye dengan jemari lentur yang tidak gemetar sedikit pun. Di hadapannya, di balik pilar marmer yang menjauhkan mereka dari keramaian, Cristine von Heist berdiri dengan wajah yang tidak lagi ramah.

​"Kau pikir dengan gaun ini kau sudah menang, jalang kecil?" desis Cristine. Suaranya rendah, namun penuh dengan api kemarahan yang meluap-luap. Ia melangkah maju, memperkecil jarak hingga aroma parfum mahalnya yang tajam menusuk indra penciuman Ozora.

​Ozora hanya memiringkan kepalanya sedikit. Rona wajahnya tetap polos, matanya yang besar menatap Cristine dengan binar yang tampak seperti kebingungan yang tulus. "Aku tidak sedang berkompetisi, Cristine. Aku hanya datang memenuhi undangan Sky," ucap Ozora dengan nada bicara yang sangat lembut, hampir seperti bisikan seorang malaikat.

​"Jangan berlagak bodoh di depanku!" bentak Cristine pelan, tangannya mengepal begitu kuat di sisi tubuhnya. "Kau tidak tahu siapa aku bagi keluarga Remington. Aku punya sejarah, aku punya koneksi, dan aku punya uang yang bisa menghancurkan masa depan Sky jika dia memilih sampah sepertimu! Aku bisa membuat keluarganya membuangnya dalam semalam!"

​Cristine mencondongkan tubuh, matanya melotot tajam. "Dengarkan aku baik-baik, Ozora. Nikmati panggungmu malam ini, karena besok aku akan memastikan kau kembali ke selokan tempatmu berasal. Aku akan menghancurkan reputasi mu, ibumu, dan setiap inci kehidupanmu sampai Sky merasa jijik bahkan hanya untuk menyebut namamu!"

​Ozora tetap diam. Ia membiarkan Cristine meluapkan ancaman berapi-api itu. Wajah Ozora yang menawan tetap tenang, seolah ia sedang mendengarkan dongeng sebelum tidur. Ketenangan ini justru membuat Cristine semakin murka.

​"Kenapa diam? Kau takut?" tantang Cristine dengan seringai jahat.

​Perlahan, Ozora meletakkan gelasnya di meja marmer di samping mereka. Ia melangkah satu tindak lebih dekat, membuat Cristine refleks sedikit mundur. Senyum polos di wajah Ozora perlahan berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih gelap, sebuah senyum yang hanya ia tunjukkan di balik pintu kamarnya yang tertutup.

​"Kau berisik sekali, Cristine," gumam Ozora. Suaranya tetap lembut, namun kini ada nada dingin yang bisa membekukan darah. "Kau mengancam ku dengan uang dan koneksi? Itu sangat... kuno."

​Ozora merapikan helai rambut yang jatuh di bahu Cristine dengan gerakan yang sangat manis, seolah mereka adalah sahabat karib. "Kau tahu apa bedanya aku denganmu? Kau butuh pengakuan dunia untuk merasa berkuasa. Sedangkan aku? Aku hanya butuh satu kata di telinga Sky untuk membuatmu tidak pernah bisa menginjakkan kaki lagi di Rusia."

​Ozora menatap langsung ke manik mata Cristine yang mulai goyah. "Jika kau menyentuh ibuku, atau mencoba mengusik hidupku, aku tidak akan menghancurkan reputasi mu. Aku akan membiarkanmu tetap hidup, tapi kau akan melihat bagaimana Sky Remington, pria yang kau dambakan itu menatapmu dengan rasa muak yang paling dalam setiap hari. Dan bagimu, itu adalah kematian yang lebih menyakitkan, bukan?"

​"Kau... kau jalang bermuka dua!" umpat Cristine dengan napas memburu.

​"Panggil aku sesukamu," ucap Ozora kembali ke rupa polosnya saat melihat bayangan Sky mendekat di kejauhan. "Tapi ingat, di mata Sky, akulah mawar yang murni, dan kau hanyalah duri pengganggu dari masa lalu."

​Saat sosok Sky muncul di balik pilar, Ozora seketika memasang wajah sendu dan sedikit ketakutan.

​"Sky..." bisik Ozora sambil menoleh, matanya mendadak berkaca-kaca.

​Sky langsung mempercepat langkahnya, wajahnya mengeras melihat Cristine berdiri di sana dengan ekspresi garang. Ia langsung merangkul bahu Ozora, menariknya ke dalam pelukan pelindungnya. "Ada apa ini? Cristine, apa yang kau lakukan pada Ozora?" tanya Sky dengan suara yang menggelegar penuh ancaman.

​Cristine mematung, lidahnya kelu. Ia baru saja melihat bagaimana seorang gadis lemah lembut berubah menjadi iblis dalam hitungan detik, dan sekarang ia terjebak sebagai antagonis di depan pria yang ia cintai.

🌷🌷🌷🌷

Happy Reading Dear 🥰🥰

1
Ridwani
😳😱Ternyata sama² 😈😈
Erni Kusumawati
keren Ozora.. keren...
Erni Kusumawati
suka dg sikap Ozora, lemah, lembut tp mempunyai inner yg kuat... ☺
JR Rhna
sama² gilakk🤣
shabiru Al
ceritanya lain dari yang lainya... cinta romantis yang posessif dan mungkin sedikit gila,, ada rahasia juga tentang ibu dari sky dan ozora yang masih belum terungkap,, serta tujuan sky yang sebenarnya sama ozora
shabiru Al
iya bener banget si sky sama ozora itu samasama gila
Imas Karmasih
ceritanya bagus engga bertele-tele suka yg beginian engga banyak drama
Imas Karmasih
ko aku yg tegang😄
ros 🍂: Harap bersabar ini ujian /Smile/🤣
total 1 replies
Berlian Nusantara dan Dinda Saraswati
harusnya ada microfon kecil dibjunya biar omongannya kerekam buat bukti ke sky
shabiru Al
gak sabar liat reaksi ozora pas tau bahwa sky sama sptnya bahkan d hati pertama masuk universitas
ros 🍂: Harap Bersabar ini ujian/Sleep/
total 1 replies
shabiru Al
apa yang sebenarnya d incar oleh sky dari ozora bahkan sky sudah mengintai ozora sejak masuk universitas.. gak mungkin kan hanya obsesi semata pasti ada sesuatu
shabiru Al
jangan2 baik ibu ozora maupun ibu sky sama 'gila'nya ya
shabiru Al
nah kaaaaaan dah dbilangin pasti ada sesuatu ttng sky gak mungkinlah....
falea sezi
lanjut
ros 🍂: Ma'aciww Atas dukungan nya kak 😍
total 1 replies
falea sezi
menarik licik tp q suka hehehe/Hey/
falea sezi
mending batalin lah serakah amat ne laki pengecut
JR Rhna
mereka berdua sama² menakutkan ya thor
shabiru Al
jangan lama2 up nya ya thor
shabiru Al
aduh udah deg degan pas cristine bawa dokumen ttng ozora ke sky,, ternyata d luar dugaan sky menerima dengan baik malah langsung mengancam balik cristine agar tdk menyebarkan kondisi sebenarnya ttng ozora.... btw sky juga gak menyembunyikan sisi lain dirinya spt ozora iya kan thor....
shabiru Al
segelap apa... apa ozora punya dunia bawah, baguan dari mafia rusia ? itu sebabnya ozora memiliki tato dtubuhnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!