NovelToon NovelToon
Aku Mendapatkan Sistem Petani Legendaris

Aku Mendapatkan Sistem Petani Legendaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: kegelapan malam

Apa jadinya jika seorang Scientist Gila mendapatkan Sistem Pertanian?

Elena adalah seorang ilmuwan kimia gila yang mati dalam ledakan laboratorium dan terbangun di tubuh gadis desa yang tertindas. Berbekal "Sistem Petani Legendaris", ia tidak lagi bermain dengan cairan asam, melainkan dengan cangkul dan benih ajaib. Di tangan seorang jenius gila, ladang pertanian bukan sekadar tempat menanam padi, melainkan laboratorium maut yang bisa mengguncang kekaisaran!

Ingin mencuri hasil panennya? Bersiaplah menghadapi tanaman karnivora dan ledakan reaksi kimia di ladangnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kegelapan malam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

penting tak penting

Di sebuah dimensi antara "Draft" dan "Publish", suasana sedang sangat tegang. Othor berdiri di atas tumpukan komentar pembaca yang tingginya sudah menyentuh langit-langit, sementara Han Jia dan Hera duduk di kursi laboratorium dengan ekspresi menantang.

​"Heh, Han Jia! Sini kau!" Othor memulai dengan nada oktaf tinggi. "Aku habis kena protes lagi nih dari para pembaca setiamu. Kotak masukku penuh dengan komplain! Katanya, kenapa sih kamu dan jin Hera ini hobinya mempersulit hidup orang?"

​"Eh, tunggu dulu! Interupsi!" Hera langsung berdiri, tangan digitalnya membentuk tanda silang. "Aku bukan jin, Thor! Aku ini High-End Artificial Intelligence. Kode-kode dalam sistemku ini adalah puisi matematika tercanggih, bukan mantra pemanggil hujan!"

​Othor menghela napas panjang, wajahnya terlihat seperti orang yang kurang tidur tiga abad. "Oh ayolah Hera, tunggu aku selesaikan omonganku dulu. Jangan kau potong, dasar Jin Tomang!"

​"No... No... No...!" Hera menggelengkan telunjuknya dengan gaya paling sok tahu sedunia. "Aku ini sistem paling canggih di dua dimensi, Thor! Jika kau terus menyebutku jin, aku akan meretas akun media sosialmu dan mengganti foto profilmu menjadi foto Shura yang sedang mandi di sungai! Mau?!"

​"HEI KALIAN BERDUA!!" Han Jia membanting cangkulnya ke lantai ruang hampa itu dengan bunyi dentang yang sangat nyaring. "Bisa berhenti memperdebatkan hal tidak penting ini tidak, sih?! Energi kalian ini lebih baik digunakan untuk memikirkan cara memproduksi pupuk fosfat di tengah hutan! Ayo Thor, lanjutkan. Kenapa lagi dengan pembaca setiaku? Apa mereka masih protes perkara aku pakai bahasa kimia?"

​"Ya! Tepat sekali!" Othor menjawab sambil melempar segulung kertas komentar ke meja. "Mereka protes! Katanya, setiap kali kamu buka mulut, mereka harus sedia kamus besar kimia. Lidah mereka kesleo, Jia! Ada yang bilang mereka butuh bantuan medis hanya untuk mengeja 'Dekomposisi Termal Terdistorsi'. Aku kan sudah pernah bilang padamu untuk tidak lagi pakai kata-kata kimiamu itu!"

​Han Jia menyilangkan tangan di depan dada, menatap Othor dengan tatapan dingin yang biasa ia berikan pada tabung reaksi yang gagal.

​"Oh ayolah, Thor. Kamu sangat tahu siapa aku sebelum merasuki tubuh bocah malnutrisi ini. Aku adalah Profesor Elena! Peraih Nobel! Ilmuwan yang otaknya adalah ensiklopedia berjalan! Bagaimana mungkin aku bicara seperti gadis desa yang hanya tahu 'oh ini rumput, oh itu bunga'? Itu adalah penghinaan terhadap intelegensiku! Memintaku berhenti pakai istilah kimia itu seperti memintaku berhenti bernapas dengan oksigen. Tidak masuk akal secara biologis!"

​"Nah, betul itu!" Hera ikut mengompori, sekarang ia sibuk memoles kacamata hologramnya. "Kami ini berasal dari peradaban yang sudah bisa membelah atom, Thor! Bagaimana mungkin kami tidak memakai bahasa kimia sedangkan kami adalah satu kesatuan yang terlempar ke kehidupan primitif ini? Ini namanya professional habit!"

​Othor memijat pelipisnya, merasa tensinya sudah mencapai batas maksimal. "Hahhh... mengapa begitu sulit... lupakan saja Reyhan... lebih baik aku nyanyi..." Othor mulai bergumam tak jelas, matanya menerawang.

​"Lah, dia malah nyanyi? Sepertinya Othor kita ini butuh dosis sedatif tingkat tinggi untuk menenangkan sarafnya," gerutu Han Jia pelan.

​Tiba-tiba, ruang hampa itu sedikit berguncang. Feng Shura muncul dari balik bayangan dengan wajah yang lebih pucat dari biasanya. Ia memegang jimat pengusir setan di tangan kanannya dan pedang di tangan kirinya.

​"Permisi... maaf mengganggu, Nona Han," ucap Shura dengan suara gemetar, matanya menatap Othor (yang bagi Shura hanyalah bayangan raksasa yang berbicara). "Apakah kau... lagi-lagi berbicara dengan para jinmu? Dan jin yang ini... kenapa dia terlihat sangat depresi sambil bernyanyi?"

​Othor menoleh ke arah Shura dengan tatapan yang bisa melelehkan besi. "Haisss! Kurang ajar memang si Jenderal ini. Berani-beraninya dia mengataiku jin juga! Aku ini pencipta dunia kalian! Apa aku harus membuatnya 'tiada' saja di bab berikutnya? Atau mungkin aku buat dia jatuh cinta pada pohon pisang?!"

​"Dih, ya jangan dong!" Han Jia langsung berdiri di depan Shura. "Dia baru saja kudapatkan untuk menjadi pesuruh... maksudku asisten lapangan yang berguna. Jangan kau rusak asetku hanya karena baperan, Thor! Dasar Othor tak berperasaan!"

​Othor akhirnya meledak, ia mengangkat kedua tangannya ke atas seperti sedang menyerah pada takdir. "Dahlah! Capek juga bicara dengan kalian! Debat dengan kalian itu lebih melelahkan daripada nulis sepuluh bab sekaligus! Intinya: kurangi sedikit bahasa kimiamu! Kasihan pembaca, kalau tiap habis baca cerita ini mereka harus urut lidah ke tukang pijat langganan!"

​Han Jia menghela napas, tampak melakukan kalkulasi di kepalanya. "Ya sudahlah... demi keberlangsungan populasi pembaca, kami akan berusaha mengurangi istilah-istilah itu. Tapi kami tak berjanji. Menghilangkan insting ilmuku itu lebih sulit daripada mencari jarum di tumpukan jerami yang terkontaminasi radiasi."

​"Ya sudah kalau begitu! Aku mau pergi saja! Sakit hatiku dibilang jin oleh Shura! Padahal aku sudah buat dia ganteng!" pamit Othor dengan nada sangat baperan.

​"Cih! Othor kok baperan. Kurang asupan glukosa ya?" ejek Hera sambil tertawa mengejek.

​"HEI!! Jaga ucapanmu, Sistem Nakal! Sudah lah, aku pergi! Pening kepalaku! Shura, awas kau ya di bab depan!" Othor pun menghilang dalam kilatan cahaya dramatis, meninggalkan Han Jia dan Hera yang kembali menatap Shura dengan senyum "penelitian".

​Shura: (Makin gemetar, memeluk jimatnya erat-erat) "Han Jia... tolong suruh jin penyanyi itu jangan balik lagi..."

​SEKIAN.

1
🟢≛⃝⃕|ℙ$Fahira𝓛𝓲𝓷𝓰𝓧𝓲☕︎⃝❥
/Joyful//Joyful//Joyful/🤣🤣🤣 puas banget ketawa aku
🟢≛⃝⃕|ℙ$Fahira𝓛𝓲𝓷𝓰𝓧𝓲☕︎⃝❥: biarin /Tongue//Tongue/
total 2 replies
Aretha Shanum
mau ketawa tpi takut😄😄🤭
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: ketawa aja boleh kok🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩
Shira ayo mendekati Mamih... author mu terlalu kejam
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: dih🤣🤣🤣
total 3 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩
jangan mau di bujuk Jia... author mu itu kerja sama buat memeras mu🏃🏃
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: dih 🤣🤣🤣
total 3 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩
Jin mu itu sisteman author nya jadi wajar ngajak ribut 🏃🏃
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩: dihhh lupa diri dia
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Cerita yg cukup menghibur dan buat aku gak berhenti ngakak, pokoknya suka sangat❤
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ: Kembali kasih/Kiss/
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Othornya emang rada² ngeselin Shura, jadi harap maklum 🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ: Nda lho, mana berani aku/Chuckle/
total 8 replies
Murni Dewita
👣👣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: terimakasih /Rose/
total 1 replies
💜⃞⃟𝓛☠ᵏᵋᶜᶟᴄɪ≛⃝⃕|ℙ$ѕ⍣⃝✰ꪻ꛰͜⃟ዛ༉
bisa bisa nya, dia hanya memikirkan hukum kimia 😑
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Othor lg yg disalahin🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: dihhh
total 3 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩
parai parai author mu itu
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩
cih di sogok gitu kau luluh Jia😏🏃🏃
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩
Kamu marah Jia? aku juga kesal loh
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: yg tabh/Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩
hajar Jin mu Hajar... eh author yang harus kamu pertanyaan itu
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: lah kan msh pemula masak status lv nya tinggi mana maen/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°🇮🇩
Ting Ting Ting bunyi sepedah... sepeda ku beroda tiga...
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: 🤣🤣🤣🤣 kek bunyi lonceng sepeda
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Hahaha... Malah nyasar dikandang ayam/Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Padahal lg puyeng baca penjelasan Hera, eh malah ngakak🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Yg satu rusuhnya minta ampun, satunya lg sabarnya kebangetan🤣🤣 kalo mereka jadi pasangan, rumah tangganya pasti semarak🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: nanti yaa kl mereka di satuin cepet tamat nanti🤣🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Jangan sampai kamu tahu siapa itu othor, Shura. Aku takut kamu kena sawan🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ: /Tongue//Tongue//Tongue//Tongue/
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Mending urut lidah, dari pada urut otak/Scream/
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM: 🤣🤣🤣🤣🤣coba kita nnati tanya sam ahera bagaimana cara mengurut otak🫣🤣
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!