NovelToon NovelToon
DEWA IBLIS : SHEN YU

DEWA IBLIS : SHEN YU

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Sad ending / Antagonis Jahat / Epik Petualangan / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Mengubah Takdir
Popularitas:36.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Shen Yu, seorang pemuda yang memikul takdir terlarang sebagai pewaris Raja Iblis Purba (Tangan Asura, Mata Iblis, dan Jantung Ketiadaan), memimpin sekelompok jenius buangan untuk melawan takdir mereka: Ye Qing sang Dewa Pedang Bintang, Su Ling pemilik Mata Iblis Surgawi, Feng Jiu sang Ratu Phoenix, dan Long Tu sang Jenderal Setengah Naga.

Setelah menghancurkan ambisi Sekte Mayat dan menolak menjadi wadah pengorbanan bagi Istana Langit Utara, Shen Yu melakukan langkah gila: ia meledakkan Jantung Iblis untuk merobek dinding realitas, membawa timnya melarikan diri ke dalam celah dimensi yang mematikan.

Tiga tahun berlalu dalam kehampaan. Kini, mereka muncul kembali di Benua Roh Abadi, sebuah dunia tingkat tinggi yang jauh lebih buas dan kuno. Dengan kekuatan yang telah berevolusi mencapai ranah Nascent Soul, Shen Yu tidak lagi berniat lari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 9

Pegunungan Seribu Iblis (Thousand Demon Mountains).

Wilayah ini adalah mimpi buruk bagi manusia biasa dan surga bagi binatang buas. Gunung-gunung di sini menjulang tajam seperti taring yang menembus langit, diselimuti oleh kabut beracun yang tidak pernah pudar.

Di puncak tertinggi. Puncak Penembus Awan Qi Langit dan Bumi berkumpul paling padat. Namun, Qi di sini liar dan buas, tidak cocok untuk kultivator manusia yang berhati lemah.

Tapi bagi Shen Yu, ini sempurna.

"Energi Yang murni di puncak, dan Energi Yin pekat di lembah," komentar Shen Yu, berdiri di atas pedang terbang Ye Qing, memandang ke bawah. "Keseimbangan Yin-Yang yang alami. Tempat yang ideal untuk menanam Benih Pohon Dunia Bawah."

"Sayangnya," Su Ling menunjuk ke arah puncak gunung. "Ada tuan rumah yang tidak ramah di sana."

Di puncak gunung itu, sebuah aura emas yang menyilaukan memancar. Aura itu setara dengan Nascent Soul Puncak, penuh dengan kekerasan dan dominasi.

Itu adalah wilayah Raja Kera Roh Emas (Golden Spirit Ape King). Penguasa mutlak pegunungan ini selama lima ratus tahun.

"Dia kuat," kata Long Tu. Matanya menyala, pupil reptilnya mengecil. Hidungnya mengendus aroma tantangan. "Bau...."

Shen Yu menoleh pada Long Tu.

"Long Tu, kau baru saja mendapatkan Lengan Naga Perang. Kau butuh pelampiasan untuk menyelaraskan kekuatan barumu."

"Pergilah. Ambil kepalanya, atau buat dia tunduk. Gunung ini milik kita sebelum matahari terbenam."

Long Tu menyeringai, memamerkan taringnya.

"Dengan senang hati, Tuan."

Long Tu melompat turun dari pedang terbang, jatuh bebas sejauh seribu meter ke arah puncak gunung.

Puncak Penembus Awan - Istana Batu.

Di pelataran puncak gunung yang datar, ratusan kera berbulu besi sedang berlatih tanding. Di atas tahta batu raksasa, duduk seekor Kera Emas setinggi empat meter. Dia sedang mengunyah paha seekor Harimau Awan mentah-mentah.

Matanya yang emas menyala cerdas namun kejam.

Tiba-tiba, dia berhenti mengunyah. Dia mendongak ke langit.

BOOOOOOM!

Sebuah meteor hitam menghantam tengah pelataran, menciptakan gelombang kejut yang menerbangkan puluhan kera kecil ke jurang.

Debu mengepul.

Dari dalam kawah, Long Tu berdiri tegak. Dia tidak menggunakan senjata. Dia bertelanjang dada, memperlihatkan otot-ototnya yang seperti baja dan lengan kanannya yang kini bersisik hitam-emas (Lengan Naga Perang).

"ROAAAARRRR!!"

Long Tu meraung. Raungan Naga yang murni, menantang penguasa wilayah.

Raja Kera Emas perlahan berdiri dari tahtanya. Dia melempar sisa makanannya. Dia tidak marah, justru terlihat terhibur.

"Seekor kadal setengah darah..." suara Raja Kera itu berat dan bergema, menggunakan bahasa manusia yang fasih. "Berani mengotori halamanku?"

"Aku datang untuk mengambil gunung ini," kata Long Tu, menunjuk tanah. "Tunduk, atau mati."

Raja Kera tertawa. Suaranya seperti guntur.

"Banyak manusia dan monster yang bicara begitu. Tengkorak mereka sekarang jadi cangkir minumku."

BAM!

Raja Kera menghentakkan kakinya. Tubuh raksasanya melesat dengan kecepatan kilat, meninggalkan bayangan emas.

Tinju berbulu emasnya, yang dilapisi Qi Logam tak tertembus, menghantam wajah Long Tu.

Long Tu tidak menghindar. Dia mengangkat tangan kirinya untuk menangkis.

KRAK!

Lantai batu di bawah kaki Long Tu hancur. Long Tu terdorong mundur sepuluh meter, meninggalkan parit di tanah. Tulang lengan kirinya terasa retak.

"Keras!" batin Long Tu.

"Hanya segitu?" ejek Raja Kera. "Kau mengecewakanku, Kadal Kecil."

Raja Kera melompat lagi, kali ini melakukan serangan bertubi-tubi. Tinju Seribu Bayangan Emas!

Setiap pukulan memiliki berat seratus ribu jin (50 ton). Long Tu dipukuli mundur, terdesak hingga ke bibir jurang. Darah menetes dari mulutnya.

Di udara, Ye Qing meringis. "Long Tu sedang dipukuli. Haruskah aku bantu?"

"Jangan," kata Shen Yu tenang. "Lihat matanya. Dia belum mulai."

Benar saja.

Saat Raja Kera melayangkan pukulan mematikan ke arah kepalanya, mata Long Tu berubah menjadi celah vertikal.

"Cukup main-mainnya," geram Long Tu.

Dia mengaktifkan Garis Darah Naga Perang.

Lengan kanannya yang bersisik hitam-emas tiba-tiba membesar dua kali lipat. Urat-urat menyala seperti magma di balik sisiknya.

Raja Kera memukul.

Long Tu menangkap tinju kera itu dengan tangan kanannya.

GRAB.

Hening.

Raja Kera terbelalak. Tinjunya... tertahan? Tidak bergerak satu inci pun?

"Sekarang giliranku, Monyet," bisik Long Tu.

Long Tu meremas.

KRETEK!

Suara tulang tangan Raja Kera yang hancur terdengar jelas.

"UAAAARGH!" Raja Kera menjerit, mencoba menarik tangannya, tapi cengkeraman Long Tu seperti catut besi dewa.

Long Tu menarik tubuh raksasa kera itu mendekat, lalu menghantamkan kepala tanduknya ke hidung kera itu.

BUKK!

Hidung Raja Kera pecah.

Long Tu tidak memberinya napas. Dia memutar tubuhnya, menggunakan momentum untuk membanting Raja Kera itu ke tanah.

BLAM!

Tanah puncak gunung retak terbelah dua.

Long Tu melompat ke atas dada Raja Kera yang terkapar. Dia mengangkat Lengan Naga Perang-nya tinggi-tinggi. Qi hitam-emas memadat membentuk bayangan cakar naga raksasa di udara.

Cakar Naga: Penghancur Langit!

"TUNGGU! AMPUN!" teriak Raja Kera, merasakan aura kematian mutlak. "AKU MENYERAH! AKU TUNDUK!"

Tinju Long Tu berhenti satu sentimeter di depan mata Raja Kera. Angin pukulannya menghancurkan batu di sebelah kepala kera itu menjadi debu.

Long Tu menatap tajam. Napasnya memburu, uap panas keluar dari hidungnya.

"Bersumpahlah," kata Long Tu.

Raja Kera itu gemetar. Dia tahu, jika tinju itu turun, kepalanya akan meledak seperti semangka.

"Aku bersumpah... Atas nama leluhur Kera Roh... Aku, Sun Jin, tunduk pada Raja Naga baru. Gunung ini milikmu."

Para kera kecil yang menonton dari jauh langsung bersujud serentak, mencium tanah.

"Raja Baru! Raja Baru!"

Long Tu berdiri, mengangkat kakinya dari dada Sun Jin. Dia menoleh ke langit, ke arah Shen Yu.

"Tuan. Gunung ini sudah bersih."

Puncak Gunung - Matahari Terbenam.

Shen Yu mendarat di pelataran istana batu yang kini menjadi milik mereka.

Sun Jin (Raja Kera) yang kini berukuran manusia normal, berlutut dengan hormat (dan takut) di depan Shen Yu, menyadari bahwa Long Tu yang mengerikan itu hanyalah bawahan dari pemuda ini.

"Kerja bagus," kata Shen Yu.

Dia berjalan ke tengah pelataran, tempat di mana aliran Qi paling kuat bertemu.

"Su Ling, siapkan Formasi Pengumpul Roh." "Ye Qing, ukir batas wilayah dengan pedangmu di kaki gunung." "Feng Jiu, bakar semak belukar yang tidak berguna."

Shen Yu mengeluarkan Benih Pohon Dunia Bawah dari cincinnya. Benih hitam itu berdenyut seolah memiliki detak jantung.

Dia menanam benih itu ke dalam tanah yang retak bekas pertarungan tadi.

Shen Yu mengiris jarinya, meneteskan setetes Darah Esensi Iblis Asura ke atas benih itu.

ZIIING!

Tanah bergemuruh.

Dari dalam tanah, sebuah tunas hitam legam dengan daun berwarna ungu gelap tumbuh dengan kecepatan yang terlihat mata telanjang.

Satu meter... Sepuluh meter... Lima puluh meter...

Dalam waktu satu jam, sebuah pohon raksasa setinggi seratus meter berdiri di puncak gunung. Batangnya hitam seperti besi, daunnya ungu memancarkan aura dingin yang menenangkan namun menakutkan.

Akar-akarnya menjalar ke seluruh pegunungan, menyerap Qi liar dan memurnikannya menjadi Qi Iblis Murni.

Kabut beracun di pegunungan itu tersedot oleh pohon ini, digantikan oleh kabut ungu yang mistis.

"Ini..." Sun Jin ternganga. "Qi di sini... menjadi dua kali lipat lebih padat! Kultivasiku yang macet terasa longgar!"

Shen Yu berbalik, jubahnya berkibar di bawah naungan pohon raksasa itu.

"Mulai hari ini," suara Shen Yu bergema ke seluruh pegunungan, didengar oleh setiap makhluk hidup di sana.

"Tempat ini bernama Puncak Asura (Asura Peak)."

"Dan kita adalah Sekte Iblis Asura."

"Siapa pun yang ingin kekuatan, datanglah. Siapa pun yang menghalangi, akan menjadi pupuk bagi pohon ini."

Mingyao (yang baru kembali dari misi penyebaran rumor) muncul dari bayangan pohon, berlutut.

"Lapor, Patriark. Tiga Sekte Besar sedang kacau. Mereka saling tuduh mencuri warisan. Tidak ada yang memperhatikan wilayah Selatan Jauh ini."

"Sempurna," Shen Yu tersenyum tipis.

Dia duduk di akar pohon raksasa itu, yang secara alami membentuk sebuah tahta hitam.

"Waktunya kita merekrut murid. Tapi ingat... kita tidak butuh sampah."

"Mingyao, Sun Jin. Sebarkan berita di dunia bawah tanah dan hutan rimba."

"Sekte Iblis Asura mencari murid. Syaratnya hanya satu: Bertahan Hidup mendaki Puncak ini."

1
saniscara patriawuha.
gassdd manggg shennnn...
teguh andriyanto
🤣🤣🤣
Fatur Fatur
cepat bantai yama dengan cara paling kejam thor bantai keluarganya juga thor
Dzik Cam
baguss dangat bagus kekurangan nya hanya 1 bab perhari
Dzik Cam
hadehhh 1 bab sehari
10 bab sehari kek pelit bener
MyOne
Ⓜ️🤬😡🤬Ⓜ️
MyOne
Ⓜ️👿😈👿Ⓜ️
saniscara patriawuha.
tunjukannn kesadisanmuuuu....
MyOne
Ⓜ️🤨🤨🤨Ⓜ️
saniscara patriawuha.
runtuhhhhhkannnnnn....
saniscara patriawuha.
nahhhh lohhhh....
MyOne
Ⓜ️😎😎😎Ⓜ️
Mamat Stone
⚒️⚔️⚒️
Mamat Stone
😈😈😈
Mamat Stone
/Hammer/
Mamat Stone
⚒️
saniscara patriawuha.
gasssd pollllll...
Mamat Stone
/Determined/
Mamat Stone
/Angry/
Mamat Stone
👻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!