NovelToon NovelToon
Warisan Mutiara Hitam

Warisan Mutiara Hitam

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Budidaya dan Peningkatan / Fantasi Timur / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Kokop Gann

Takdirnya telah dicuri. Chen Kai, dulu jenius nomor satu di klannya, kini hidup sebagai "sampah" yang terlupakan setelah Akar Spiritualnya lumpuh secara misterius. Tiga tahun penuh penghinaan telah dijalaninya, didorong hanya oleh keinginan menyelamatkan adiknya yang sakit parah. Dalam keputusasaan, dia mempertaruhkan nyawanya, namun berakhir dilempar ke jurang oleh sepupunya sendiri.

Di ambang kematian, takdir mempermainkannya. Chen Kai menemukan sebuah mutiara hitam misterius yang menyatu dengannya, membangkitkan jiwa kuno Kaisar Yao, seorang ahli alkimia legendaris. Dari Kaisar Yao, Chen Kai mengetahui kebenaran yang kejam: bakatnya tidak lumpuh, melainkan dicuri oleh seorang tetua kuat yang berkonspirasi.

Dengan bimbingan sang Kaisar, Chen Kai memulai jalan kultivasi yang menantang surga. Tujuannya: mengambil kembali apa yang menjadi miliknya, melindungi satu-satunya keluarga yang tersisa, dan membuat mereka yang telah mengkhianatinya merasakan keputusasaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kokop Gann, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Badai Yang Mendekat

Chen Kai bergerak cepat menembus Hutan.

Dengan kekuatannya di puncak tingkat empat, kecepatan dan staminanya jauh melampaui sebelumnya. Akar-akar pohon yang menonjol dan medan yang curam tidak lagi menjadi halangan. Dia melesat di antara pepohonan seperti bayangan, hanya menyisakan gemerisik daun.

Matahari mulai terbenam di ufuk barat, mewarnai langit dengan warna oranye dan ungu. Dia harus bergegas.

"Gunakan 'Langkah Bayangan Naga'," kata Kaisar Yao tiba-tiba. "Jangan hanya berlari seperti orang bodoh. Sirkulasikan Qi-mu seperti yang kuajarkan."

Chen Kai mengangguk. Dia menarik napas dalam-dalam, memfokuskan pikirannya, dan mulai mengedarkan Qi di dantiannya melalui jalur meridian tertentu yang diajarkan 'Sutra Hati Kaisar Naga Abadi'.

Seketika, tubuhnya terasa lebih ringan. Langkahnya menjadi tidak menentu, hampir ilusi. Kecepatannya meningkat dua kali lipat. Dari luar, sepertinya dia meninggalkan bayangan-bayangan samar di belakangnya saat dia bergerak.

Dia terkejut dengan efisiensi teknik gerakan itu. Dia tiba di tepi hutan dalam waktu kurang dari satu jam, perjalanan yang sebelumnya memakan waktu setengah hari.

Gerbang Kota sudah terlihat di kejauhan.

Dia berhenti di balik bayang-bayang pohon terakhir, mengamati. Jantungnya berdebar sedikit lebih cepat.

Ada yang tidak beres.

Penjagaan di gerbang kota jauh lebih ketat dari biasanya. Biasanya, hanya ada dua penjaga kota yang malas. Sekarang, ada delapan penjaga, dan di antara mereka, Chen Kai mengenali dua pria yang mengenakan seragam pelayan Keluarga Chen.

Mereka memeriksa setiap orang yang masuk dan keluar dengan cermat.

"Sepertinya semut kecil Chen Long itu sudah melapor kembali," gumam Yao. "Mereka mencarimu."

"Sialan," bisik Chen Kai. Dia meraba jubahnya yang compang-camping dan berlumuran darah. Dia tidak mungkin masuk seperti ini. Dia akan langsung dikenali.

Dia mundur kembali ke hutan. Dia membutuhkan penyamaran. Dia merobek sisa-sisa jubah luarnya yang hancur, hanya menyisakan celana panjang dan baju dalam yang relatif bersih. Dia menggunakan lumpur untuk mengotori wajahnya, mengubah fitur-fiturnya sedikit, membuatnya tampak seperti pemburu malang yang baru saja mengalami hari yang buruk.

Dia mengambil pedangnya yang retak dan mengikatnya di punggungnya. Itu adalah pedang standar, tidak akan menarik perhatian.

Dia menunggu sampai sekelompok pedagang keliling dengan gerobak penuh barang mendekati gerbang. Saat para penjaga sibuk memeriksa gerobak pertama, Chen Kai menyelinap ke dalam antrian, menundukkan kepalanya, dan berjalan di belakang seorang pria besar yang membawa karung goni.

"Hei, kau! Berhenti!" seorang penjaga Keluarga Chen membentak.

Jantung Chen Kai mencelos. Dia berhenti, tangannya tanpa sadar bergerak ke gagang pedangnya.

Penjaga itu menatapnya dari atas ke bawah dengan jijik. "Apa yang terjadi padamu? Diserang babi hutan?"

Chen Kai berpura-pura ketakutan, suaranya dibuat serak. "Tuan, tolong... saya hanya seorang pemburu. Bertemu dengan beberapa serigala... nyaris tidak berhasil lolos."

Penjaga itu mendengus. Dia melihat wajah Chen Kai yang kotor dan pakaiannya yang sederhana. Dia jelas bukan tuan muda yang mereka cari. Tuan Muda Chen Kai, meskipun sampah, tidak akan pernah terlihat begitu menyedihkan.

"Cepat pergi! Kau mengotori gerbang!" Penjaga itu mendorongnya dengan kasar.

Chen Kai tersandung ke depan, bergumam "terima kasih, Tuan," dan bergegas masuk ke kota, bergabung dengan kerumunan sore hari.

Begitu dia berada di jalanan yang ramai, dia menghela napas lega. Tapi dia tidak mengendurkan kewaspadaannya. Dia bisa merasakan suasana tegang di kota. Ada lebih banyak patroli Keluarga Chen di jalan-jalan. Wajah-wajah mereka muram dan tegang.

Dia tidak langsung pulang. Itu terlalu berbahaya. Dia harus memastikan Ling'er aman.

Dia mengambil jalan-jalan sempit di belakang, menghindari jalan utama. Halaman kecilnya berada di area paling terpencil di kompleks Keluarga Chen, yang memberinya keuntungan.

Dia memanjat tembok belakang yang sudah bobrok—sebuah tugas yang mudah dengan kekuatannya saat ini—dan mendarat tanpa suara di halaman yang ditumbuhi rumput liar.

Rumah kecil itu gelap dan sunyi.

"Ling'er?" panggilnya pelan, hatinya mencengkeram.

Dia mendorong pintu reyot itu. Engselnya berderit memilukan.

"Kakak?"

Suara lemah datang dari sudut ruangan yang gelap.

Chen Kai bergegas masuk. Chen Ling'er terbaring di tempat tidur jerami yang tipis. Wajahnya pucat pasi, bibirnya pecah-pecah, dan napasnya dangkal. Di samping tempat tidur, mangkuk airnya kosong, dan botol giok kecil tempat dia menyimpan Pil Peremaja Darah tergeletak miring.

"Ling'er! Kau baik-baik saja?" Chen Kai berlutut di sampingnya, memegang tangan adiknya yang dingin.

"Kakak... kau kembali..." matanya yang kusam sedikit bersinar. "Aku... aku takut. Pilnya... habis pagi ini."

Rasa bersalah dan amarah melanda Chen Kai. Dia terlambat dua hari. Adiknya menderita karena dia.

"Tidak apa-apa, aku di sini sekarang." Dia segera mengeluarkan tiga Pil Peremaja Darah terakhir dari dadanya. "Cepat, minum ini."

Dia membantu adiknya duduk dan meminum pil itu dengan sisa air di kantong kulitnya.

Dia merasakan energi kehidupan hangat dari pil itu mulai menyebar ke seluruh tubuh Ling'er. Sedikit warna kembali ke pipinya.

"Kakak... para penjaga... mereka datang mencarimu kemarin," bisik Ling'er, suaranya sedikit lebih kuat. "Mereka menggeledah kamar... mereka marah karena kau tidak ada."

"Aku tahu. Jangan khawatirkan itu." Chen Kai merapikan rambut adiknya yang kusut. "Aku harus pergi lagi sebentar."

"Jangan!" Ling'er mencengkeram lengan bajunya dengan panik. "Mereka akan menangkapmu!"

"Aku harus," kata Chen Kai tegas namun lembut. "Pil ini tidak cukup. Aku punya lebih banyak pil untuk dijual. Aku akan menukarnya dengan uang dan ramuan yang lebih baik untukmu. Aku berjanji akan segera kembali."

Dia melihat ke luar jendela. Langit semakin gelap.

"Kunci pintunya dari dalam. Jangan buka untuk siapa pun selain aku. Apapun yang terjadi, jangan bersuara."

Dia memberi adiknya sisa dendeng serigala yang dia miliki. "Makan ini. Aku akan kembali sebelum tengah malam."

Chen Ling'er menatapnya dengan mata penuh ketakutan, tapi dia mengangguk.

Chen Kai mengenakan jubah gelap compang-camping yang tergantung di dinding, menarik tudungnya hingga menutupi wajahnya. Dia menyembunyikan botol porselen berisi dua puluh Pil Peremaja Darah jauh di dalam pakaiannya.

Dia menyelinap keluar dari halaman, hatinya seberat batu.

Setiap detik sangat berharga. Dia harus sampai ke Paviliun Seratus Harta Karun.

1
Yeye Te
knp saat jia Chen kuat TDK ada tingkat 10,,tapi utk Chen KAI ada tingkat 10🤣🤣🤣🤣
Yeye Te
tapi dia tingkat 9,kok bisa naik tanpa ketahuan sih🤣🤣🤣🤣
Yeye Te
tapi dia tingkat 9,kok bisa naik tanpa ketahuan sih🤣🤣🤣🤣
Yeye Te
apa murid inti cuma seorang,,Jian Chen saja,,, awalnya Katanya murid inti ramai dan langsung dilatih master sekte
Yeye Te
saat chenkai tingkat 5 dia bisa membunuh paman Liu yg tingkat alam pembangun juga,,, seharusnya skrg dia tingkat 8,,ini bukan hal yg sulit
Yeye Te
sisa inti api 🔥,,?? katanya mau dibikin obat buat adiknya,,,knp ceritanya jd Ndak jelas gini sih 🤣🤣🤣
Yeye Te
🤣🤣🤣😄😄😄lucu rasanya, seorang murid mencari tau asal usul seorang tetua,yg secara logika sdh ada di sekte saat dia blm lg belajar di sekte itu
Yeye Te
kok buat dia,, bukan buat obat adiknya 🤣
Yeye Te
biasa dipinggir kusir cuma ada satu kursi,,,,, bila chenkai duduk disamping kusir, chenling mau duduk dimana,, sdngkan kereta kuda itu ada kusirnya🤣🤣🤣🤣🤣🤣author ngantukkkkk
Yeye Te
saat pertama datang dia ngga pake topeng,,knp sekarang katanya mengenali jubah dan topengnya 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣preeeeetttttt
Djoko waluyo
orang gila mah bebas
Yeye Te
tapi katanya si Feng ngga berani naik tangga mengikuti sampai dalam ruangan tingkat 4,kok tiba2 bisa ada dibelakang manajer 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Djoko waluyo
perjuangan yang melahkan
Rimueng Buloh
hari itu Dia sangat ketakutan dgn chenkai,,skrng malah sombong 🤣🤣
Rimueng Buloh
drmn mrk tau Chen Kai ke hutan sebulan lalu, sedangkan saat dia keluar ngga ada yg tau
Rimueng Buloh
waktu saat lelang katanya orang tua,, skrg JD muda lg
Rimueng Buloh
kan lebih hebat cakar naga,,,knp ini2 aja ilmunya 🤣
Rimueng Buloh
🤣🤣 2bulan ninggalin adiknya yg sakit, trus katanya hari itu 3hari LG turnamen kedewasaan,,dia malah lari keluar sekte, udah ganti wajah tp msh hrs bersembunyi 🤣🤣🤣🤣🤣 author tll mengada ada
Rimueng Buloh
tiba tiba bersuara dia🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Yeye Te
dia lupa ilmu satu lg,cakar naga itu,,, jurusnya itu2 aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!