NovelToon NovelToon
Cinta Yang Lahir Dari Kekeliruan

Cinta Yang Lahir Dari Kekeliruan

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Hamil di luar nikah / Cinta Terlarang
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Pita Cantik

Lima tahun lalu, Olivia Elenora Aurevyn melakukan kesalahan fatal salah kamar dan mengandung anak dari pria asing. Ketakutan, ia kabur dan membesarkan Leon sendirian di luar negeri. Saat kembali ke Monako demi kesehatan psikologis Leon, takdir mempertemukannya dengan Liam Valerius, sang penguasa militer swasta. Ternyata, pria "salah kamar" itu adalah Liam. Kini, Liam tidak hanya menginginkan putranya, tetapi terobsesi memiliki Olive sepenuhnya melalui rencana pengejaran yang intens dan provokatif.

​Dialog Intens Liam kepada Olive
​"Setiap inci tubuhmu adalah milikku, jangan pernah berpikir untuk lari."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pita Cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10 ​RAYUAN SANG MONARCH DAN KEMBALINYA TAWA THE ROYAL LUSTRE

​Minggu, 5 April 2025, Musim Semi

​Matahari musim semi di Monte Carlo membasahi halaman paviliun mewah keluarga Aurevyn dengan cahaya keemasan yang hangat. Paviliun ini terletak tidak jauh dari bangunan utama mansion, dikelilingi oleh taman mawar putih dan air mancur klasik yang tenang. Atas permintaan Leon Alexander yang sangat menyukai suasana privat namun dekat dengan alam, Olive akhirnya memutuskan untuk menempati bangunan ini. Baginya, paviliun ini adalah transisi yang sempurna; tidak terlalu menyesakkan seperti mansion utama yang penuh kenangan pahit, namun tetap berada dalam perlindungan ketat kakaknya, Brian.

​Kehidupan Olive dalam beberapa hari terakhir terasa jauh lebih ringan. Kehadiran Alex yang kini tampak lebih ceria dan bahagia sejak menginjakkan kaki di tanah kelahirannya menjadi obat mujarab bagi kegelisahan Olive. Mimpi buruk Alex perlahan berkurang, digantikan oleh antusiasme seorang anak kecil yang baru saja menemukan dunia baru yang penuh kasih sayang.

​Tidak hanya dari keluarga inti, kasih sayang untuk Alex mengalir deras dari "The Royal Lustre" geng sosialita legendaris Monte Carlo yang kini telah berkumpul kembali secara utuh. Zaylee (Zee) dan Vera hampir setiap hari berkunjung, tidak pernah datang dengan tangan kosong. Mulai dari robot edisi terbatas, mobil-mobilan bermesin listrik yang bisa dikendarai, hingga pakaian rancangan desainer ternama dunia untuk anak-anak, semuanya memenuhi sudut paviliun Olive.

​"Alex, lihat apa yang Aunty Zee bawa! Ini robot yang bisa menari!" seru Zee saat ia datang sore itu bersama Vera.

​Alex berlari menyongsong mereka dengan tawa renyah. "Aunty Zee! Aunty Vera!"

​Vera, sang Silent Oracle yang biasanya tenang, kini berjongkok dan menciumi pipi Alex dengan gemas. "Keponakanku ini tampan sekali, ya Tuhan. Kau benar-benar bibit unggul, Olive," bisik Vera sambil melirik Olive yang sedang menyeduh matcha favoritnya.

​Malam harinya, setelah energi Alex habis karena bermain seharian dan ia telah terlelap dengan pulas di ranjangnya yang empuk, ketiga sahabat itu memutuskan untuk merayakan kepulangan Olive secara privat di kamar utama paviliun.

​BAB 10: RAHASIA DI BALIK MASKER ORGANIK

​Suasana kamar Olive berubah menjadi spa dadakan. Ketiganya mengenakan jubah mandi sutra dan mengoleskan masker organik ke wajah mereka. Zee dengan masker charcoal yang membuatnya tampak lucu, Vera dengan masker green tea, dan Olive dengan masker kelopak mawar. Mereka berbaring di atas ranjang king-size, menikmati momen nostalgia yang telah hilang selama lima tahun.

​"Jadi, ceritakan padaku, bagaimana rasanya kembali menjadi The Golden Butterfly?" tanya Zee sambil memijat tangannya dengan krim mahal. "Kota ini geger saat tahu kau kembali, Olive. Meski Brian mencoba meredam berita tentang Alex, rumor sudah mulai menyebar bahwa kau membawa 'pangeran kecil' pulang."

​Olive menghela napas, menatap langit-langit kamar yang dihiasi lampu kristal. "Aku hanya ingin Alex sehat, Zee. Identitas, popularitas... itu semua nomor dua. Tapi omong-omong, selamat ya atas pertunanganmu dengan Kenzo! Dan kau, Vera... akhirnya Brian bertekuk lutut padamu?"

​Vera tersenyum malu-malu, sebuah pemandangan langka. "Kakakmu itu keras kepala, tapi setelah kau hilang, dia menjadi jauh lebih emosional. Aku rasa rasa kehilanganmu membuatnya sadar bahwa hidup terlalu singkat untuk disia-siakan tanpa cinta."

​Tiba-tiba, suara ketukan pintu yang cukup keras terdengar dari lantai bawah paviliun. Ketiganya saling pandang.

​"Siapa malam-malam begini? Brian?" tanya Vera.

​"Biasanya Kak Brian selalu menelepon dulu kalau mau ke paviliun," jawab Olive. Ia beranjak turun dengan masker yang masih menempel di wajahnya, diikuti oleh Zee dan Vera yang penasaran setengah mati.

​Saat Olive membuka pintu utama, ia langsung tertegun. Di depannya tidak ada orang, melainkan tumpukan bunga mawar merah yang sangat besar, disusun dalam bentuk buket raksasa setinggi dada manusia. Wangi mawar itu begitu semerbak, memenuhi teras paviliun dalam sekejap.

​Di tengah tumpukan bunga itu, terselip sebuah amplop hitam elegan dengan segel lilin berwarna perak bermotif lambang keluarga Valerius.

​"Ya ampun! Siapa pengirimnya?!" pekik Zee yang muncul dari belakang Olive.

​"Mawar merah? Klasik sekali, tapi sangat menggairahkan," tambah Vera dengan mata berbinar.

​Kehebohan kecil itu ternyata mengusik tidur Alex. Suara rengekan pelan terdengar dari arah tangga. Alex muncul sambil mengusap-usap matanya yang masih mengantuk, tangannya memegang boneka beruang.

​"Mama... bising..." rengek Alex.

​Olive langsung sigap. Ia menggendong putranya, menenangkan Alex dengan usapan lembut di punggung. "Maafkan Mama, Sayang. Ada paket besar yang datang. Ayo, tidur lagi di dalam ya?"

​Olive membawa Alex kembali ke kamar, menidurkannya hingga napas anak itu kembali teratur dan benar-benar pulas. Setelah memastikan Alex aman, Olive kembali ke kamarnya di mana Zee dan Vera sudah duduk tidak sabar di tepi ranjang dengan buket mawar raksasa yang tadi dibawa masuk oleh pelayan atas perintah Olive.

​Olive segera membilas wajahnya di kamar mandi, menghilangkan sisa-sisa masker organiknya. Ia kembali dengan wajah porselen yang segar dan bercahaya. Dengan tangan sedikit gemetar, ia membuka amplop hitam itu di hadapan para sahabatnya.

​Zee mendekat, ikut membaca setiap baris kata yang tertulis di sana dengan suara pelan.

​"Untuk Olivia Elenora Aurevyn,

​Luka di bibirku mungkin akan sembuh dalam beberapa hari, tapi kesan yang kau tinggalkan di ruang meeting itu akan membekas selamanya. Mawar-mawar ini merah, namun tak semerah pipimu saat kau marah.

​Jangan pernah berpikir untuk lari lagi. Karena sekarang, aku tidak hanya mengincar desainmu, tapi aku mengincar pemiliknya.

​Tertanda,

L.M.V"

​"KYAAAAAAA!" Zee berteriak histeris, menutupi mulutnya agar tidak membangunkan Alex lagi. "L.M.V? Liam Maximilian Valerius?! Sang Monarch Besi merayu dengan bunga?!"

​Vera ikut melompat-lompat di atas ranjang dengan wajah salah tingkah sendiri. "Ini gila! Liam tidak pernah mengirim bunga pada wanita manapun selama lima tahun terakhir! Dia bahkan dijuluki pria aseksual oleh majalah bisnis karena tidak pernah terlihat bersama wanita!"

​Tadinya, saat membaca baris pertama, hati Olive sempat bergetar. Ada sensasi hangat yang menjalar di dadanya, sebuah perasaan "baper" yang sudah sangat lama tidak ia rasakan. Kalimat-kalimat itu terasa sangat puitis dan dominan. Namun, begitu ia sampai pada inisial nama tersebut, wajah Olive langsung berubah datar.

​"Liam?" gumam Olive dingin. Ia melempar surat itu ke atas tumpukan mawar. "Dia pasti sudah gila. Setelah apa yang dia lakukan di ruang meeting... dia pikir mawar-mawar ini bisa menghapus kelakuannya yang tidak sopan?"

​"Tapi Olive, ini Liam Valerius!" Zee mulai menggosip dengan antusias. "Dia pria paling berpengaruh di sektor keamanan global. Tampan, kaya, dan lihatlah caramu bercerita tadi... dia sangat agresif padamu! Itu artinya dia terobsesi!"

​"Itu namanya pelecehan, Zee! Bukan obsesi yang romantis," semprot Olive dengan mulut belatynya. "Pria itu licik. Dia hanya ingin menjadikanku koleksinya karena aku seorang Aurevyn."

​Vera yang merupakan seorang pengamat yang teliti, menatap Olive dengan tajam. "Tapi kau tahu tidak, Olive? Tatapan mata Alex... bentuk hidungnya... entah kenapa setiap kali aku melihat Liam di televisi dan melihat Alex secara langsung, ada kemiripan aura yang tidak bisa kujelaskan."

​Olive membeku sesaat mendengar ucapan Vera, namun ia segera menepisnya. "Banyak orang di dunia ini yang mirip, Vera. Jangan mulai membuat drama."

​Malam itu berlanjut dengan sesi gosip yang luar biasa panjang. Zee menceritakan betapa panasnya hubungan Kenzo dengannya sekarang setelah bertunangan, sementara Vera membocorkan betapa posesifnya Brian saat mereka berkencan di luar kota. Ketiganya tertidur karena kelelahan tertawa, mendrama, dan menganalisis setiap gerak-gerik pria di hidup mereka.

​Olive tertidur di tengah-tengah kedua sahabatnya, namun pikirannya masih melayang pada surat dari Liam. Di dalam lubuk hatinya, ada satu pertanyaan yang mulai muncul : Kenapa Liam begitu yakin bahwa aku tidak akan bisa lari lagi? Apa yang sebenarnya dia rencanakan dengan ayahku?

​Tanpa ia sadari, di mansion keluarga Valerius, Liam sedang berdiri di balkon, menatap ke arah kediaman Aurevyn dengan segelas wine merah di tangannya. Ia tersenyum tipis, membayangkan ekspresi Olive saat menerima mawar-mawar itu.

​"Ini baru permulaan, Olive," desis Liam pelan. "Aku akan membuatmu datang padaku dengan sukarela, sebelum kau menyadari bahwa pangeran kecilmu adalah putra mahkota di kerajaanku."

1
Gibran AnamTriyono
bagus kak ceritanya
Butterfly🦋: makasih sudah membaca semoga suka ceritanya ya🤭😍
total 1 replies
Gibran AnamTriyono
mampir kak , semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!