NovelToon NovelToon
Incaran Bos Sendiri

Incaran Bos Sendiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO / Diam-Diam Cinta / Romansa
Popularitas:116.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nita03

bekerja di sebuah perusahaan besar tentunya sebuah keinginan setiap orang. bekerja dengan nyaman, lingkungan kerja yang baik dan mempunyai atasan yang baik juga.
tapi siapa sangka, salah satu sorangan karyawan malah jadi incaran Atasannya sendiri.
apakah karyawan tersebut akan menghindar dari atasan nya tersebut atau malah merasa senang karena di dekati dan disukai oleh Atasannya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Halaman Dua Puluh Empat

***

Sore hari, Laudya kedatangan kedua teman dekatnya. Safa dan Dea tahu kalau Laudya sedang sakit saat mereka sengaja pergi ke lantai paling atas untuk menemui Laudya dan mengajaknya Makan siang, karena di telpon dan di kirim pesan tidak ada balasan. Makanya mereka memutuskan untuk langsung menghampiri nya.

Tapi saat sampai di lantai atas, Mereka tidak menemui keberadaan Laudya. dan kebetulan mereka berpapasan dengan Nanda, Nanda memberitahu soal Laudya yang sedang sakit bahkan katanya akan cuti selama dua Minggu kedepan.

“Untung kita di kasih tahu Pak Nanda kalau Lo sakit, kalau enggak mungkin kita gak akan tahu dan akan menganggap Lo sehari wal'afiat.” Ucap Dea.

“Kenapa bisa tipes gini? Gak biasanya Lo sakit sampai tipes.” Tanya Safa.

“Mungkin ka capean pulang dari Jepang besoknya langsung kerja.” jawab Laudya.

“Terus Pak Maxim tanggung jawab gak? Kan gara-gara beliau Lo jadi sakit.” Tanya Dea.

“Udah kok, tadi pagi Yang antar berobat dia.” Jawab Laudya.

Beberapa detik kemudian ia menutup mulutnya, bisa-bisa nya ia keceplosan.

Dea dan Safa saling tatap, kemudian Mereka berdua menatap Laudya dan memicingkan Matanya.

“Sepertinya ada sesuatu yang kita gak tahu.” Ucap Dea.

“Jangan-jangan Lo Udah mulai dekat sama Pak Maxim.” Ucap Safa.

Laudya menghela nafasnya, seperti nya ia akan memberitahu kedua temannya soal Maxim sekarang.

“Jadi gimana saudari Laudya Bahira?” Tanya Safa.

“Sebenarnya.....,

Laudya mulai menceritakan Apa saja yang sudah terjadi saati di Jepang waktu itu, dimana Maxim mengatakan kalau dirinya menyukai Laudya. sampai meminta izin untuk mendekati nya.

Kedua temannya itu kembali saling tatap setelah mendengar cerita Laudya soal Maxim.

“Nahkan apa kata Gue kita, Pak Maxim itu suka sama Lo. Dan ternyata ucapan Gue waktu itu seperti nya sebentar lagi akan terlaksana.” Seru Safa.

“Nah Gue juga yakin kalau soal itu, sekarangkan baru mulai pdkt. Terus pas kita bahas soal kemungkinan dua bulan lagi Lo bakalan di lamar, pasti akan benar-benar terjadi. pdkt itu gak butuh waktu lama, cukup satu bulan sampai dua bulan. dan setelah itu ada ada sesi lamaran terus puncaknya ke pernikahan.” Ucap Dea.

“Ya ya, terserah kalian aja.” Lirih Laudya.

Obrolan nya harus terhenti saat mereka mendengar suara Bu Mayang yang menyebut nama Maxim.

“Jangan bilang sekarang Pak Maxim lagi ada di luar.” Ucap Dea.

Dan benar saja, Terlihat Maxim dan Bu Mayang masuk ke dalam Kamar. dengan Maxim membawa Bingkisan, entah apa isinya karena berada di dalam Plastik berwarna Hitam.

“Ekhemm, Karena kita sudah lumayan lama Disini dan Sebentar lagi Malam. jadi Gue sama Safa Pamit Pulang nya, Nanti kalau ada waktu luang kita kesini lagi.” Ucap Dea.

“Semoga cepat sembuh ya.” Lanjut Safa.

Dea dan Afa kemudian menundukkan Kepalanya saat berpapasan dengan Maxim. Mereka berdua juga berpamitan kepada Bu Mayang dan Maxim.

Setelah Kedua temannya keluar untuk pulang, Sekarang giliran Ibu nya yang ikut-ikutan keluar juga dengan alasan akan memasak untuk Makan Malam.

Dan kini,di dalam kamar hanya ada Laudya dan Maxim.

Maxim sudah duduk disamping Laudya, dan memegangi kening Laudya. “Belum turun juga.” Ucapnya.

Kemudian Maxim mengambil Plastik yang sempat ia taruh di atas nakas.

“Tadi gak sengaja liat penjual Sekoteng, terus ke ingat kamu yang katanya suka banget sama sekoteng.” Ucap Maxim.

“Mas Ambil Mangkuk dulu ya, buat mindahin sekoteng nya.” Lanjut Maxim.

Maxim kembali keluar, sementara Laudya hanya bisa menggelengkan kepalanya. padahal ia belum mengatakan ingin Makan sekoteng nya sekarang, dan ia juga sadar belum mengucapkan terima kasih.

Maxim kembali dengan membawa satu mangkuk Sekoteng dan sendok nya.

Saat Maxim ingin menyuapinya, dengan cepat Laudya mengambil alih Mangkuk yang berada di tangan Maxim.

“Biar aku sendiri aja, gak perlu di suapi.” Ucap Laudya.

Kali ini Maxim tidak melarang, malah ia terus memperhatikan Laudya yang sedang memakan Sekoteng.

“Minum Obat nya kapan lagi?” Tanya Maxim.

“Nanti jam sebelas Malam, soalnya yang kedua di jam tiga sore.” Jawab Laudya.

Laudya menatap Maxim. “Mas gak pulang?”

“Kamu ngusir Mas?”

“Ya bisa dibilang begitu, tapi gak gitu juga.” Jawab Laudya.

Kening Maxim mengerut. “Maksudnya gimana?” Tanya Maxim.

“Sudah Magrib, sebaiknya Mas pulang. Kalau mau jenguk masih ada waktu besok.” Jawab Laudya.

Maxim menatap Jam tangannya, ternyata sudah hampir jam setengah tujuh Malam. rasanya kurang baik kalau ia terus berada di sana apalagi sampai Malam.

“Yaudah kalau gitu Mas pulang ya, besok pagi Mas kesini lagi.” Pamit Maxim. Tak lupa ia mencium kening Laudya.

.

Untuk Malam ini Maxim kembali pulang ke Mansion Orang tuanya bukan ke tempat Opa nya lagi.

Mulai Minggu depan orang tuanya akan tinggal sementara di daerah Jawa Timur untuk mengurus proyek pembangunan Mall, jadi Maxim akan kembali tinggal di Apartemen nya selama orang tuanya berada disana.

Maxim sampai di Mansion saat kedua orang tuanya sudah berada di Meja Makan.

Maxim mencium pipi Bu Arumi, kemudian ia duduk disampingnya.

“Heh, jangan cium Istri Orang sembarangan.” Tegur Pak Bara.

“Kalau Papa lupa, Istri Orang yang di maksud Papa itu Mama Aku.” Balas Maxim.

Pak Bara menatap Maxim sinis, sepertinya beliau agak menyesal karena sudah menyadarkan Maxim apa Bu Arumi.

Karena sebelumnya, Maxim tidak pernah bersikap Manja kepada Mamanya apalagi sampai mencium Pipi Mama nya sendiri.

Bu Arumi menatap Maxim dengan senyuman nya. “Mau Mandi dulu atau mau langsung Makan?” Tanya Bu Arumi.

“Makan dulu aja, soalnya udah lapar.” Jawab Maxim.

Seperti biasa, bukan hanya suaminya saja yang beliau ambilkan Makanannya. Maxim juga begitu.

Pak Bara melihatnya itu hanya mendengus menatap Putranya, Maxim malah mengejek Papanya dengan tersenyum miring.

Selama Makan, Ayah dan Anak itu terus saja saling tatap dengan tatapan seperti menatap Musuh.

Bu Arumi hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Suami dan Anak nya itu, sudah lama Bu Arumi tidak meresakan suasana seperti sekarang saat sedang berkumpul dan saat Makan.

Kalau di ingat-ingat, rasanya seperti kembali ke masa Maxim saat masih sekolah taman kanak-kanak.

Dimana Suami dan Anak nya itu selalu berebut perhatian darinya, dan suaminya selalu tidak ingin mengalah.

“Malam ini Papa tidur di kamar Maxim.” Ucap Bu Arumi.

Maxim menghentikan Makan nya. “Terus aku tidur dimana?” Tanya Maxim.

“Ya di kamar kamu, khusus untuk Malam ini kalian berdua harus tidur bareng. jangan ada yang nolak.” Jawab Bu Arumi. Beliau sudah lebih dulu menyelesaikan Makan Malam nya.

“Ya gak bisa begitu dong sayang, Papa gak mau tidur sama Maxim, mau nya sama Mama.” Tolak Pak Bara.

“Untuk Malam ini aja, biar kalian semakin dekat.” Ucap Bu Arumi.

Sebelum pergi, Bu Arumi menatap Pak Bara dan Maxim. “Kalau sudah cuci piring nya.”

Setelah Bu Arumi pergi, Ayah dan Anak itu kembali saling tatap. “Jangan kabur, harus cuci Piring dulu.” Ucap Pak Bara.

1
Asyatun 1
lanjut
Lasni Chatrine
mantap
Lala Kusumah
Alhamdulillah akhirnya mereka menikah, bahagianya, semoga SAMAWA ya 🙏 😍😘
Azahra Rahma
David sama Dea aja
Ana1567
bagus
Asyatun 1
lanjut
Azahra Rahma
aku kemarin sempat ragu mau lanjut baca, karena lihat tgl update nya gak rutin terlalu lama gak update,,takut dah lagi seru baca eh novelnya berhenti d tengah jln,,setelah melihat mulai update lagi,,baru lanjut baca lagi
Nita: maaf ya kak baru update, soalnya kemarin lagi sakit. dan sekarang Alhamdulillah udah mulai membaik.
total 1 replies
Vita Astroni bellis
Semoga pada hari H tidak ad tragedi yg mengacaukan acara dari orang yg kecewa menyukai Maxim
david 123
lho bos main cepat ya .langsung cium tanpa basa _ basi.keren...alur ceritax
david 123
mencintai itu dan di cintai butuh proses .lanjut thor..keren
david 123
awal kisah hidup yg menharukan,ttp semangat dg ide baru Thor.
nursaumi ramadhani
Luar biasa
Lala Kusumah
semoga lancar sampai hari H nya ya Maxim n Laudya, aamiin 🤲🤲🙏🙏😍😍
Emy Leo
cerita bgus Thor 🥰
Niè
kereen ini tulisan nya...bahasanya jg bagus....alurnya selama ini oke2 aja.....
Niè
aku cek ke profil...ternyata masih 1novel ini....tulisan nya bagus banget ...tk pikir sdh ada bbrp.....
Niè
gemeezzzz.....
Azahra Rahma
belum ada pembicaraan apapun loh bos tentang perasaanmu,,kok dah main sosor aja bos
Azahra Rahma
pak bos modusnya mulus
Azahra Rahma
coba mmpir,, sepertinya seru nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!