NovelToon NovelToon
LOTUS YANG TERASING

LOTUS YANG TERASING

Status: sedang berlangsung
Genre:Ruang Ajaib / Wanita perkasa / Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora79

Seorang Dokter Jenius dari masa depan bereinkarnasi kembali ke dalam raga seorang putri bangsawan, yang menikah dengan pria yang sangat membenci dirinya. Hingga pada suatu hari yang nahas, dia pun diasingkan ke sebuah wilayah terkutuk bersama pelayannya, karena tuduhan.yang keji.

*
"Aku tidak akan menyerah! Sudah diberi kehidupan dan kesempatan kedua, masa harus aku sia-siakan?"

*
Jadilah saksinya, wahai langit! Jika aku, akan mengguncang dunia kuno ini dengan semua keahlianku!"

*
"Nona, tapi Anda tidak bisa apa-apa, loh!"

*
"Tenang saja ... Dewa memberkatiku dalam komaku kemarin, dan aku akan menunjukkan keahlianku!"

*
Bagaimana kisah si Dokter Jenius ini di dunia kuno yang tidak terdapat di dalam sejarah Kekaisaran?

*
Apakah dia mampu membangun kekuatannya sendiri di sana?

*
Ikuti kisah si Dokter Bar-bar hanya di sini ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 10: Drama di Pasar Timur!

***

Tubuh Anlian hanya bergeser setengah langkah, namun gadis yang menabraknya justru terhuyung ke belakang.

"Kurang ajar! Mata kalian tidak dipakai saat berjalan, ya?! Menabrak Nona ini harus bayar kerugian!" teriak gadis itu kembali dengan histeris.

Dua pelayan berwajah bulat yang ada di belakangnya pun langsung maju.

"Berani-beraninya menabrak Nona kami, kalian sudah tidak.sayang nyawa, ya?!" bentak pelayan itu dengan wajah sinis.

"Cepat berlutut dan minta maaf!"

[Ps: Anlian alias Hua Zhen dan Yaoyao ini kalau keluar pakai topeng kulit manusia, ya. Jadi tidak ada yang kenal wajahnya. Begitu pula dengan semua anak buahnya, setiap keluar mereka memakai penyamarannya.]

Yaoyao melangkah ke depan, tatapan matanya menjadi dingin.

"Siapa yang menabrak Nona Kalian? Apa kalian buta, hah?! Nona kalianlah yang menabrak Nona saya!" sahut Yaoyao dengan nada dingin.

Gadis Bangsawan itu mendengus, dagunya terangkat angkuh.

"Kalian tidak tahu siapa aku?! Aku adalah Hua Lingyi, putri sah Keluarga Hua! Kalian rakyat jelata berani-baraninya menyentuhku! Mencari kematian!" ujar Hua Lingyi dengan nada angkuh.

Orang-orang yang berada di sekitarnya langsung ramai, bisik-bisik tetangga pun terdengar samar.

"Haissh! Ternyata itu Hua Lingyi ..."

"Gadis dari Keluarga Hua yang sangat disayangi itu ..."

"Nasib si-al bagi siapapun yang bersinggungan dengan anggota keluarga Hua ..."

"Aduh, gadis itu sangat si-al sekali!"

Anlian tersenyum tipis, saat mendengar bisik-bisik itu. Sebuah senyuman yang sama sekali tidak hangat.

"Hua Lingyi, ya? Aduh, namanya jelek sekali ..." ujar Anlian dengan wajah polos yang dibuat-buat.

Hua Lingyi dan semua orang yang ada disana langsung membeliakkan matanya, saat mendengar ucapan Anlian.

"Aduh, gadis itu berani sekali! Apa dia tidak takut nyawanya melayang, ya?" bisik salah satu pria kepada rekannya.

"Ini antara dia tidak tahu tentang rumor Keluarga Hua, atau dia memang sedang menantangnya ..." sahut rekannya itu, menganalisa.

"Lancang!!! Ulangi sekali lagi, apa katamu tadi?!" teriak Hua Lingyi dengan wajah emosi.

"Tsk! Udah jelek, tuli pula! Aku bilang namamu itu ... jelek! Bah, buang-buang energi aku saja!" ujar Anlian dengan nada malas.

"Bukan saja namamu yang jelek, tata krama dan cara berjalanmu itu juga ... buruk!" lanjut Anlian dengan wajah datar.

Wajah Hua Lingyi langsung memerah seperti tomat busuk, karena baru kali ini ada yang menghinanya secara terang-terangan di wilayah kekuasaan keluarganya.

"LANCANG!!!!"

"TANGKAP DIA!!"

Para pelayan Hua Lingyi naik da-rah, saat mendengar majikannya dihina.

Hua Lingyi mengangkat tangan, untuk menghentikan para pelayannya itu.

"Tunggu dulu ..." ujar Hua Lingyi dengan nada dingin.

Dia menatap Anlian dan Yaoyao dari atas sampai bawah dengan cermat.

"Kalian bukan asli wilayah ini, ya? Wajah kalian terlihat asing?" tanya Hua Lingyi.

"Benar," jawab Anlian.

"Dan aku tidak suka dengan orang yang teriak-teriak kepadaku seperti orang gila begini ..." lanjut Anlian dengan nada santai.

"KAMU—! LANCANG!!!" seru Hua Lingyi dengan suara melengking, karena disamakan dengan orang gila.

Yaoyao berdiri di depan Anlian dengan wajah serius.

"Nona kami ingin berbelanja, kalian jangan merusak suasana ..." ujar Yaoyao dengan nada datar.

Mendengar itu, Hua Lingyi langsung tertawa sinis.

"Hahahahaha! Nona?! Nona dari mana yang memakai pakaian murahan seperti ini, hah?! Jangan bercanda!" ujar Hua Lingyi dengan tatapan merendahkan.

Anlian melirik pakaiannya sendiri dan pakaian Yaoyao, ini adalah kain kualitas terbaik yang diberikan oleh sistem dan desainnya juga di sesuaikan antara zaman modern dengan zaman kuno.

"Murahan, ya?" gumam Anlian.

"Tsk! Matamu itu buta, dan seleramu terlalu ... rendah. Sesuai sekali dengan asal-usulmu itu ..." lanjut Anlian sambil mendecakkan lidahnya.

Hua Lingyi langsung membeku, saat mendengar ucapan Anlian.

"Apa maksudmu?" tanya Hua Lingyi.

Anlian berjalan perlahan mendekati Hua Lingyi, lalu berbisik ditelinganya.

"Kamu lahir dari seorang 'Selir' rendahan, oleh karena itu selera kamu juga ... rendah! Jangan pernah melupakan asal-usulmu, jika tidak ingin malu. Ayahmu membuat ibumu hamil tanpa nikah terlebih dulu, kamu bisa disebut sebagai anak ... haram!" bisik Anlian dengan nada sinis.

Raut wajah Hua Lingyi langsung memucat, saat mendengar ucapan Anlian.

"A—apa yang kamu tahu?" tanya Hua Lingyi dengan gugup.

"Aku tahu ... semuanya ..." jawab Anlian.

Para pelayan Hua Lingyi langsung panik, saat melihat wajah pucat Nona Muda mereka.

"Lancang!!! Berani sekali kamu memfitnahku! Tidak takut mati, huh?!" teriak Hua Lingyi, histeris.

Hua Lingyi menggertakkan giginya karena geram.

"Kamu sudah berani menghina Keluarga Hua, aku bisa membuatmu menghilang dari dunia hari ini juga!" lanjut Hua Lingyi, emosi.

Anlian hanya terkekeh, saat mendengar ancaman itu.

"Hehehehe ... hanya itukah keahlian kalian, hm? Ahli dalam menghilangkan nyawa manusia?" ujar Anlian dengan aura membunuh yang pekat.

Semua orang yang sedang menonton pun langsung mundur, karena mereka merasa tidak nyaman dengan aura yang keluar dari dalam tubuh Anlian.

Yaoyao langsung berbisik ditelinga Anlian, agar Nonanya itu tidak lepas kontrol.

"Hentikan, Nona. Ini adalah tempat umum ..." bisik Yaoyao memperingatkan.

Anlian mengendurkan amarahnya, dia tahu jika saatnya belum tepat sekarang.

Sambil mengibaskan lengan bajunya, Anlian diam-diam menaburkan serbuk racun berisi virus penyakit yang akan membuat Hua Lingyi sibuk sementara waktu, sebelum akhirnya dia tewas dengan mengenaskan.

"Aku tahu, Yaoyao. Terima kasih sudah mengingatkan ..." sahut Anlian.

Melihat interaksi mereka dan mengabaikan keberadaan dirinya, Hua Lingyi tiba-tiba murka.

Dia menunjuk wajah Anlian dengan wajah emosi.

"Sebutkan, dari keluarga mana kamu?! Agar aku tahu, siapa yang akan aku bu-nuh nanti!"

"Keluarga Duxi ... Duxi Anlian ..." jawab Anlian santai.

Hua Lingyi menyipitkan matanya, seperti sedang memikirkan sesuatu.

"Keluarga Duxi? Aku belum pernah mendengar nama keluarga itu ..." ujar Hua Lingyi.

"Wajar kalau kamu tidak tahu, kamu hanya tahu cara 'berteriak', bukan 'membaca' ..." jawab Anlian.

Hua Lingyi tertawa dingin, saat mendengar ejekan Anlian.

"Bagus sekali! Aku akan mengingat nama itu, dan kita akan lihat ... berapa lama keluargamu itu akan bertahan di wilayah ini ..."

Anlian tersenyum mendengar nada ancaman itu.

"Dan aku akan menikmati setiap detik kejatuhan keluargamu ..." sahut Anlian dengan nada riang.

Hua Lingyi mendengus keras, karena ancamannya itu tidak sedikitpun membuat Anlian takut.

"Hmp! Ayo, pergi!" perintah Hua Lingyi kepada dua pelayannya.

Saat Hua Lingyi membalikkan badannya, Anlian kembali berkata dengan nada rendah.

"Hati-hati dalam melangkah ... Takdir akan berputar dengan perlahan, dan kalian akan jatuh dengan sangat keras ..."

Hua Lingyi menggigil, lalu dia pergi dengan wajah muram.

Begitu kerumunan itu bubar, Yaoyao menarik napas panjang.

"Haaah, Nona ... hampir saja. Itu adalah tindakan yang ceroboh, jika kita melukainya tadi ..." ujar Yaoyao.

Anlian tersenyum puas, karena racun virus itu akan bekerja maksimal, jika orang yang terkena mengalami kenaikan emosi tinggi.

"Tidak ceroboh, tapi sangat ... menyenangkan."

Malam harinya di dalam penginapan, Shen Luo melaporkan yang terjadi hari ini di Ibukota.

"Nama keluarga Duxi langsung menjadi pembicaraan hangat, karena pertikaian Nona dengan Hua Lingyi," lapor Shen Luo.

"Tidak masalah. Semakin terkenal, semakin baik. Peringatkan semua anggota 'Ashura Neraka' agar waspada, tidak lama lagi ... kita akan bergerak kearah keluarga Hua!"

"Baik, Nona Duxin!"

Keesokan paginya, Anlian dan Yaoyao pergi ke sebuah pasar budak yang ramai dengan teriakan.

"Budak muda! Budak Kuat! Ayo dilihat, dijamin tidak akan.mengecewakan!"

"Pelayan wanita! Cantik, murah, dan mudah di didik!"

"Budak bisa berhitung dan membaca! Harga bisa nego!"

Anlian berjalan perlahan, tataoan matanya menyapu setiap kandang manusia yang ada di sana.

Tiba-tiba ...

"Berhenti!" ujar Anlian kepada Yaoyao di depan sebuah kandang.

Pedagang budak itu langsung membungkukkan tubuhnya ke arah Anlian..

"Apakah Nona tertarik?" tanya pedagang budak itu sambil tersenyum.

"Kamu buka kandang ini," perintah Anlian.

"Baik, Nona ..."

Clang!

Pintu kandang besi itu terbuka, dan Anlian langsung masuk ke dalamnya.

"Angkat kepala kalian!" perintah Anlian dengan nada dingin.

Beberapa budak disana tetap menunduk dengan tubuh gemetar ketakutan, sedangkan lima budak yang lainnya mengangkat kepala tanpa rasa takut.

"Apakah kamu bisa membaca?" tanya Anlian kepada budak pria yang mengangkat kepalanya.

"B--bisa, Nona ..." jawab budak pria itu.

Lalu Anlian menunjuk ke arah budak pria lain.

"Kamu! Apakah kamu bisa beladiri?" tanya Anlian.

"Bisa sedikit, Nona ..." jawab budak itu.

"Bagaimana dengan kamu? Apa yang kamu bisa?" tanya Anlian kepada salah satu budak wanita.

"Hamba bisa memasak, Nona ..." jawab budak wanita itu dengan lugas.

Anlian menganggukkan kepalanya dengan wajah puas.

"Sebutkan nama kalian," perintah Anlian.

"Nama Hamba Qinming ..."

"Nama Hamba Zhaokai ..."

"Nama hamba Meilin ..."

Anlian menunjuk dua orang lagi disana, yang ikut mengangkat kepalanya tadi.

"Kalian berdua ikut saya!"

Pedagang budak itu tersenyum sangat lebar, wajah berminyaknya terlihat sangat cerah di bawah sinar matahari.

"Hanya lima saja, Nona? Baiklah, saya akan kasih Nona harga yang sangat murah ..." ujar pedagang budak itu sambil tersenyum.

Anlian hanya melirik sekilas, lalu dia berkata:

"Aku ingin beli sepuluh budak, lima lagi akan aku pilih sendiri ..." sahut Anlian.

"Baik, Nona ... silahkan pilih lima lagi ..." ujar pedagang budak itu.

Setelah selesai memilih lima budak tambahan Anlian langsung menyelesaikan semua transaksinya.

Saat hendak membayar, terdengar sebuah suara angkuh di belakangnya.

"Hei, apakah kamu yang bernama Duxi Anlian?" tanya suara pemuda dibelakangnya.

"Hm, dan Anda siapa?" tanya Anlian tanpa menolehkan kepalanya.

"Saya Hua Duanyi ..." jawab pemuda itu dengan nada angkuh.

"Oh! Ada urusan apa?" tanya Anlian dengan nada dingin.

Anlian tahu, ini adalah sepupu murahan raga ini dari paman ketiganya.

Hua Duanyi berdiri sambil tersenyum licik.

"Nyali Anda cukup besar juga, ya? Berani-beraninya membeli budak di wilayah kekuasaan Hua, setelah menghina adik sepupu saya kemarin," ujar Hua Duanyi dengan nada sinis.

Anlian memutar tubuhnya, lalu menatap pemuda itu dengan wajah dingin.

"Oh, wilayah kalian? Setahu saya, ini adalah wilayah milik Kaisar Agung, bukan milik Keluarga Hua kalian ..." sahut Anlian dengan nada datar.

"An-jing liar seperti kalian, tidak pantas menjadi seorang penguasa wilayah!" lanjut Anlian dengan nada menekan.

Wajah Hua Duanyi langsung jelek, saat mendengar hinaan itu.

"Lancang!!! Kamu benar-benar mencari masalah!" seru Hua Duanyi sambil menunjuk wajah Anlian.

Anlian menepis telunjuk itu dengan kencang.

Plak!

"Orang terakhir yang menunjuk wajahku, kuburannya sudah dipenuhi rumput setinggi pinggang orang dewasa. Apakah Anda ingin mencobanya, hm?!" ujar Anlian sambil menaikkan alisnya.

Hua Duanyi benar-benar murka, ini adalah pertama kalinya dia dihina oleh seorang wanita di tempat umum.

"Batalkan pembeliannya! Jika memaksa, buat dia membayar dua kali lipat!" perintah Hua Duanyi kepada bawahannya.

"Baik, Tuan Muda!"

Tanpa basa-basi, Anlian langsung menghajar orang-orang Hua Duanyi dengan gerakan cepat.

Bugh! ... Bugh! ... Bugh!

Slap! ... Crack!

"Arrrgh! Ampun! Hentikan, Nona!"

"Biarkan saya membawa semua budak yang sudah saya beli, jika masih menghalangi, maka akan tahu akibatnya!" ujar Anlian dengan wajah sedingin kutub utara.

"Dan kamu ... jika masih ingin nyawamu utuh dalam ragamu itu ... Minggir! Jangan halangi langkahku!" lanjut Anlian kepada Hua Duanyi.

"Pria pengecut sepertimu, tidak pantas untuk jadi seorang penguasa wilayah!"

Hua Duanyi mundur setengah langkah, wajahnya memerah karena marah.

"Bawa mereka semua ke dalam kereta!" perintah Anlian kepada Yaoyao.

"Baik, Nona!"

Setelah semuanya masuk ke kereta, mereka segera berlalu dari sana.

"Mereka tidak akan melepaskan Nona ..." ujar Yaoyao.

"Keluarga Hua tidak akan membiarkan hinaan ini berlalu begitu saja. Apa tindakan kita, Nona?" tanya Yaoyao.

Anlian hanya tersenyum samar ...

"Aku memang sedang menunggu pergerakan mereka, jika mereka musnah ... kesalahan bukan ada pada pihak kita ..."

Sementara itu, Hua Duanyi menatap kepergian kereta itu dengan tangan terkepal erat.

"Duxi Anlian ... Kamu akan mati malam ini!!"

♨♨♨

Anlian: "Thor, apakah aku akan dapat pasangan nanti?"

Author: "Tergantung permintaan pembaca ..."

Anlian: "Lah, gimana ceritanya tergantung sama pembaca? Bukannya nasib aku ditangan Author?"

Author: "Aku juga bingung ... mau kasih kamu pasangan yang bagaimana? Semoga saja ada ide dari pembaca setia cerita kamu, jadi aku tidak terlalu puyeng!"

Anlian: "Oh, baiklah ..."

1
Lala Kusumah
wow kereeeeeennn ternyata si twins juga tranmigrator ya 🙏🙏👍👍👍
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Iya, Kak ... Prajurit elit dari masa depan ...😂
total 1 replies
Murni Dewita
double up thor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Oke 🤗💖💖💖
total 3 replies
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄
Hai pembaca setia cerita ini ...🤗

Terima kasih atas dukungan kalian dengan membaca cerita ini. Jika kalian suka tolong bantu Author d4ngan komen, like, Subscribe, dan ratingnya oke? 😊🙏🏻

Terima kasih ...💖💖💖
Lala Kusumah
bukan triplets ya Mak kok twins, tapi tak apa-apa sama aja kok sing penting kembar 😍😍😍👍👍👍
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Ya allah, dia ngakak ...🤣🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
Murni Dewita
💪💪💪
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 😊🤗💕💕💕💕
total 1 replies
Murni Dewita
👣
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Hallo, Kak Dewita ... Selamat membaca dan semoga suka dengan ceritanya ...😊🙏🏻🤗💕💕💕💕💕
total 1 replies
Lala Kusumah
good job Anlian 👍👍👍
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 😁😁😁😘😘😘💖💖💖
total 1 replies
Lala Kusumah
wah Anlian dapat rezeki nomplok tuh, mantaaap 👍👍👍
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: sok atuh main ke bandung, Kak Lala ... kita ngaliwet bareng ....🤣🤣🤣
total 3 replies
Lala Kusumah
rasain Lo....
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 😁😁😁 ....
total 1 replies
Lala Kusumah
wow
Lala Kusumah: hai....
total 2 replies
aku
mawar thor biar semangat update, sp tau doble up 🙈🙈😁😁
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Alhamdulillah ... Semangat kok, Kak ... hanya lagi berduka hari ini, saudara aku meninggal. Kalau double up, aku nyerah kak ... otaknya gak kuat mikir ...🤣🤣🤣🤣🤣🤣. Terima kasih dukungannya, Kak ...🙏🏻😘🤗💖💖💖💖
total 1 replies
aku
red rose untukmu thorrr ❤️❤️❤️
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Thank you kak ...🙏🏻😊🤗💖💖💖💖💖💖
total 1 replies
aku
lope sakeboooonnnn ❤️❤️❤️
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Lope yuh sekebooon tooo kak ...🤗💖💖💖🙏🏻🙏🏻🙏🏻
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Hallo, Kak Dewi ... Terima kasih hadirnya dan happy reading ....😊🙏🏻🤗🫰🏻💖💖💖💖
total 1 replies
Lala Kusumah
gustiiiiii eta Upin dan Ipin 😂😂😂
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 🤣🤣🤣🤣🤣 ....
total 1 replies
Lala Kusumah
jangan terlalu kasar ya 🙏🙏🙏
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 5 replies
Lala Kusumah
semangat Anlian 💪💪💪
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Terima kasih, Kak Lala ...🙏🏻😊🫰🏻💖💖💖
total 1 replies
Ana Jus
seandainya ruangan itu ada di dunia nyata
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Alhamdulillah ... Aku juga baru nulis lagi di sini, setelah lama vakum 🤭.
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!