NovelToon NovelToon
System Cek In Harian: Dunia Kultivator

System Cek In Harian: Dunia Kultivator

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Reinkarnasi / Sistem / Epik Petualangan / Dunia Lain / Harem
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Tang Lin

Lou Chen, seorang pemuda biasa yang hidup di dunia modern, tiba tiba mendapatkan System Cek-in harian yang misterius . dengan System ini dia bisa mendapatkan hadiah dan kemampuan baru setiap hari . Namun apa yang tidak dia ketahui adalah , bahwa system ini akan membawa dia ke dunia Kultivasi immortal yang penuh bahaya dan rahasia

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tang Lin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cek-in Hari Ketiga dan Konspirasi

Cahaya fajar menerobos masuk melalui celah jendela kamar Luo Chen. Dia duduk bersila di atas ranjang dengan mata terpejam, Qi emas berputar dalam dantiannya seperti pusaran kecil yang semakin padat. Keringat membasahi dahinya—tanda bahwa dia sudah kultivasi semalaman tanpa henti.

[06:58]

Dua menit lagi menuju waktu cek-in. Luo Chen membuka mata perlahan, menarik napas panjang sambil menstabilkan Qi-nya. Setelah kultivasi intensif semalam, dia merasakan dinding tipis lagi—bottleneck menuju Qi Refining tingkat 3. Tapi kali ini lebih tebal dari sebelumnya.

"Sepertinya butuh satu atau dua hari lagi untuk breakthrough," gumamnya sambil mengelap keringat di wajah. Dari tingkat 2 ke tingkat 3 lebih sulit. Itu wajar. Semakin tinggi tingkat kultivasi, semakin sulit untuk naik.

[06:59]

Satu menit.

Luo Chen bangkit dan berjalan ke jendela. Di luar, Sekte Langit Biru mulai bangun. Murid-murid berlalu-lalang, ada yang pergi ke tempat latihan, ada yang menuju aula makan. Kehidupan sekte yang sibuk dan kompetitif.

[07:00]

DING!

[Waktu cek-in telah tiba!]

Jantung Luo Chen berdebar. Ini cek-in ketiga. Dua cek-in sebelumnya memberinya teknik tingkat Dewa dan pedang tingkat Bumi. Apa yang akan dia dapat kali ini?

"Cek-in!" ucapnya dengan penuh antisipasi.

[Cek-in berhasil!]

[Selamat! Host mendapatkan: Pil 'Pembersih Meridian Sembilan Naga']

[Keterangan: Pil tingkat Langit yang sangat langka. Dapat membersihkan seluruh meridian tubuh secara sempurna, meningkatkan kualitas akar spiritual, dan memperkuat fondasi kultivasi. Cocok untuk kultivator Qi Refining hingga Foundation Establishment]

[Peringatan: Proses pembersihan akan sangat menyakitkan. Host disarankan mencari tempat aman dan tenang]

Cahaya keemasan muncul di hadapan Luo Chen dan membentuk sebuah botol giok kecil. Di dalamnya ada satu pil berwarna emas dengan aroma harum yang memabukkan. Bahkan hanya dengan menciumnya, Luo Chen merasakan Qi dalam tubuhnya bergejolak.

"Pil tingkat Langit..." bisiknya kagum. Di Sekte Langit Biru, bahkan Kepala Sekte pun belum tentu punya pil setingkat ini. Pil tingkat Langit biasanya hanya ditemukan di lelang besar atau sebagai hadiah dari sekte-sekte tingkat tinggi.

Tapi Luo Chen tidak langsung meminumnya. Peringatan sistem jelas—prosesnya akan sangat menyakitkan dan dia butuh tempat aman. Kamar asramanya yang tipis dindingnya bukan tempat yang tepat. Kalau dia berteriak kesakitan, semua orang akan tahu ada yang tidak beres.

Dia menyimpan botol pil itu ke dalam ring penyimpanannya dengan hati-hati. Nanti malam dia akan mencari tempat yang lebih terpencil.

Setelah membersihkan diri dan berganti pakaian, Luo Chen keluar menuju Aula Makan Timur. Perutnya sudah keroncongan—efek samping kultivasi semalaman. Tubuh kultivator memang tidak membutuhkan makanan sebanyak orang biasa, tapi tetap saja butuh energi, apalagi untuk kultivator tingkat rendah sepertinya.

Di aula makan, suasana sudah ramai. Murid-murid berkumpul dalam kelompok-kelompok kecil, mengobrol sambil makan. Luo Chen mengambil jatahnya yang seperti biasa—nasi dingin dan sayur layu—lalu mencari tempat duduk di pojok.

"Luo Chen!"

Suara ceria Lin Daiyu membuat Luo Chen menoleh. Gadis itu berlari kecil menghampirinya dengan membawa nampan berisi makanan yang jauh lebih baik—nasi hangat, daging panggang, dan sup sayuran segar.

"Duduklah denganku!" ajaknya sambil menarik Luo Chen ke meja yang lebih bagus.

"Ini tempat murid alchemist," kata Luo Chen. "Aku cuma murid terluar."

"Tidak apa-apa! Kau kan muridku sekarang!" Lin Daiyu mendorong Luo Chen untuk duduk. "Lagipula, siapa yang peduli dengan aturan kaku seperti itu?"

Luo Chen akhirnya duduk, meski merasakan tatapan tidak suka dari murid-murid lain. Tapi dia mengabaikan mereka. Kalau Lin Daiyu tidak masalah, kenapa dia harus peduli?

"Oh iya!" Lin Daiyu mengeluarkan sesuatu dari kantongnya. "Ini untukmu."

Dia memberikan sebuah lencana kecil berbentuk tungku dengan ukiran api. Lencana murid alchemist pemula.

"Aku sudah mendaftarkanmu sebagai murid alchemist magang," jelas Lin Daiyu. "Dengan lencana ini, kau bisa mengakses perpustakaan alchemy dan mendapat jatah bahan latihan gratis setiap minggu!"

Luo Chen menatap lencana itu dengan terkejut. Mendaftar sebagai murid alchemist tidak mudah. Biasanya butuh rekomendasi dari alchemist senior dan tes kemampuan. Tapi Lin Daiyu mengurusnya semua untuknya?

"Kenapa kau berbuat sejauh ini untukku?" tanyanya dengan serius. "Kita baru kenal dua hari."

Lin Daiyu tersenyum, tapi kali ini senyumnya berbeda—lebih lembut, lebih tulus.

"Karena aku melihat sesuatu dalam dirimu," jawabnya pelan. "Tekad. Ambisi. Keinginan untuk menjadi lebih kuat. Aku suka orang-orang seperti itu." Dia berhenti sejenak, menatap makanannya. "Dan... karena dulu aku juga sepertimu. Murid yang diremehkan. Dianggap sampah. Sampai seseorang membantuku."

Luo Chen terdiam. Jadi itu alasannya. Lin Daiyu yang terlihat ceria dan percaya diri ini ternyata punya masa lalu yang kelam.

"Terima kasih," ucapnya tulus. "Aku tidak akan menyia-nyiakan bantuanmu."

"Aku tahu!" Lin Daiyu kembali ceria. "Makanya aku membantumu! Sekarang ayo makan, lalu kita ke perpustakaan alchemy. Ada banyak manual yang harus kau pelajari!"

Mereka makan sambil mengobrol tentang berbagai hal. Lin Daiyu bercerita tentang jenis-jenis pil, bahan-bahan langka, dan teknik-teknik alchemy dasar. Luo Chen mendengarkan dengan saksama, menyerap setiap informasi seperti spons.

Saat sedang asyik berbicara, pintu aula terbuka dan keheningan tiba-tiba menyelimuti ruangan.

Xiao Yao masuk dengan langkah anggun. Hari ini dia tidak sendirian. Di sampingnya berjalan seorang pemuda tampan dengan jubah biru tua yang dihiasi bordiran emas—tanda murid inti. Rambutnya hitam panjang diikat tinggi, wajahnya tampan dengan rahang tegas, dan auranya kuat—Foundation Establishment tingkat 3.

"Itu Liu Yang," bisik Lin Daiyu. "Murid inti ranking tiga. Salah satu genius terkuat generasi muda kita. Dan..." dia melirik ke Xiao Yao, "dia sudah mengejar Kakak Senior Xiao Yao selama dua tahun."

Luo Chen mengamati Liu Yang. Pemuda itu memancarkan aura percaya diri yang menyebalkan, seperti seseorang yang terbiasa mendapatkan apa pun yang diinginkannya. Dia berbicara dengan Xiao Yao sambil tersenyum, tapi Xiao Yao hanya merespons dengan anggukan singkat, wajahnya tetap dingin seperti biasa.

Mata Liu Yang tiba-tiba melirik ke arah meja Luo Chen. Lebih tepatnya, ke Xiao Yao yang kemarin malam berbicara dengannya. Alis pemuda itu berkerut, dan tatapannya berubah tajam.

"Masalah," gumam Luo Chen.

"Eh?" Lin Daiyu mengikuti arah pandangnya. "Oh tidak... Liu Yang menatapmu. Kenapa?"

Sebelum Luo Chen bisa menjawab, Liu Yang sudah berjalan mendekat dengan langkah mantap. Xiao Yao mengikutinya dengan ekspresi bosan.

"Kau," Liu Yang berhenti di depan meja Luo Chen dengan tangan terlipat di dada. "Murid terluar. Namamu siapa?"

"Luo Chen," jawabnya datar sambil terus makan, tidak terpengaruh oleh aura intimidasi Liu Yang.

"Luo Chen..." Liu Yang menyeringai. "Aku dengar kau baru saja bisa kultivasi beberapa hari lalu. Qi Refining tingkat 2, benar?"

"Benar."

"Hah! Tingkat 2 dan sudah berani duduk di area murid alchemist?" Liu Yang tertawa mengejek. "Kau tahu tempatmu, sampah?"

"Liu Yang!" Lin Daiyu bangkit dengan wajah marah. "Jangan keterlaluan! Luo Chen adalah murid alchemist magang yang sah! Dia punya hak duduk di sini!"

"Oh, Daiyu yang manis membela sampah ini?" Liu Yang menatap Lin Daiyu dengan pandangan meremehkan. "Kau terlalu baik hati. Orang seperti ini tidak layak mendapat bantuanmu."

"Cukup, Liu Yang," suara dingin Xiao Yao akhirnya terdengar. "Jangan buat masalah di aula makan."

Liu Yang langsung mengubah ekspresinya menjadi senyum ramah saat menatap Xiao Yao. "Tentu saja, Yao-mei. Aku hanya ingin mengingatkan murid terluar ini tentang posisinya. Tidak ada maksud jahat."

Dia melirik Luo Chen sekali lagi dengan tatapan penuh ancaman, lalu berbalik dan berjalan ke meja lain. Xiao Yao menatap Luo Chen sekilas—tatapannya sulit dibaca—sebelum mengikuti Liu Yang.

"Dasar menyebalkan!" Lin Daiyu mendesis kesal. "Liu Yang itu selalu sombong! Hanya karena dia murid inti, dia pikir bisa seenaknya!"

Luo Chen tidak merespons. Dia sudah selesai makan dan bangkit dari kursi.

"Ayo ke perpustakaan," ajaknya. "Aku ingin mulai belajar."

Lin Daiyu menatapnya dengan khawatir. "Kau... tidak marah? Atau takut? Liu Yang itu berbahaya lho. Dia punya banyak pengikut yang setia."

"Kenapa aku harus takut?" Luo Chen tersenyum tipis. "Dia Foundation Establishment tingkat 3 sekarang. Tapi berapa lama lagi sampai aku menyusulnya? Satu bulan? Dua bulan?"

Dengan sistem cek-in harian, Luo Chen yakin dia bisa mencapai Foundation Establishment dalam waktu singkat. Dan saat itu tiba, Liu Yang tidak akan bisa berbuat apa-apa.

Lin Daiyu menatapnya dengan kagum. "Kau... benar-benar berbeda ya."

Mereka berjalan bersama menuju Perpustakaan Alchemy yang terletak di sayap barat paviliun obat. Bangunan dua lantai dengan rak-rak kayu penuh buku dan gulungan manual. Aroma kertas tua dan tinta bercampur dengan aroma herbal.

"Ini perpustakaan khusus untuk murid alchemist," jelas Lin Daiyu sambil menunjukkan lencana mereka pada penjaga pintu. "Manual di sini tidak bisa dipinjam keluar, hanya bisa dibaca di tempat."

Mereka masuk ke ruang baca yang cukup luas. Ada beberapa murid lain yang sedang membaca dengan serius. Lin Daiyu membawa Luo Chen ke rak-rak di bagian "Dasar Alchemy."

"Mulailah dari sini," katanya sambil mengambil sebuah buku tebal berjudul "Pengantar Alchemy untuk Pemula." "Buku ini menjelaskan tentang berbagai jenis ramuan, sifat-sifatnya, dan cara mengolahnya. Sangat penting untuk alchemist pemula."

Luo Chen mengambil buku itu dan mulai membaca. Tulisannya rapi dengan ilustrasi yang detail. Dia membaca dengan fokus tinggi, matanya bergerak cepat menyapu setiap halaman.

Lin Daiyu duduk di sampingnya, membaca buku yang berbeda. Sesekali dia melirik Luo Chen dan tersenyum melihat betapa seriusnya pemuda itu belajar.

Jam-jam berlalu tanpa terasa. Luo Chen sudah menyelesaikan tiga buku tebal tentang dasar-dasar alchemy. Otaknya yang terlatih dari dunia sebelumnya sebagai programmer membuatnya mudah mengingat dan memahami konsep-konsep kompleks.

"Wah, kau cepat sekali!" Lin Daiyu terkejut melihat tumpukan buku yang sudah Luo Chen baca. "Aku butuh seminggu untuk menyelesaikan buku-buku itu!"

"Aku terbiasa membaca cepat," jawab Luo Chen sambil meregangkan tubuh. Matanya memang sedikit lelah, tapi otaknya masih segar.

"Baiklah, sudah sore. Kau harus ke paviliun untuk bekerja kan?" Lin Daiyu melirik ke luar jendela. Matahari sudah mulai condong ke barat.

"Iya. Terima kasih sudah menemani."

"Sama-sama! Nanti malam kita latihan bikin pil lagi ya!"

Luo Chen mengangguk dan meninggalkan perpustakaan. Dia berjalan menuju Paviliun Obat untuk memulai pekerjaannya. Wanita paruh baya yang mempekerjakannya sudah menunggu dengan tumpukan ramuan baru yang perlu dipilah.

"Kerjakan seperti kemarin," perintahnya singkat.

Luo Chen menghabiskan beberapa jam berikutnya memilah ramuan dengan tekun. Pekerjaannya semakin cepat karena dia sudah hafal karakteristik masing-masing ramuan dari buku-buku yang dibacanya tadi.

Saat sedang bekerja, dia mendengar suara bisikan dari luar gudang.

"...kau yakin ini akan berhasil?"

"Tentu saja. Liu Gongzi sudah memerintahkan. Kita harus membuat murid terluar itu tahu tempatnya."

"Tapi kalau ketahuan..."

"Tidak akan ketahuan. Kita lakukan malam ini saat dia pulang. Pukul dia sampai lumpuh, tapi jangan sampai mati. Liu Gongzi bilang kalau dia mati, akan ada investigasi."

Luo Chen menghentikan pekerjaannya. Jadi Liu Yang memerintahkan orang untuk menyerangnya? Cepat sekali. Baru beberapa jam sejak kejadian di aula makan.

Dia melanjutkan bekerja seolah tidak mendengar apa-apa, tapi pikirannya sudah merencanakan. Kalau mereka akan menyerang malam ini, dia harus siap.

Setelah selesai bekerja dan menerima bayarannya, Luo Chen bertemu dengan Lin Daiyu untuk latihan alchemy. Kali ini dia berhasil membuat tiga Pil Pemulihan Qi dengan kualitas yang lebih baik dari kemarin. Lin Daiyu memuji perkembangannya yang pesat.

"Besok kita coba bikin pil yang lebih sulit ya!" kata Lin Daiyu bersemangat. "Pil Peningkat Kultivasi tingkat rendah! Kalau berhasil, kau bisa menjualnya dan dapat uang banyak!"

"Oke," jawab Luo Chen sambil menyimpan pil-pil yang dia buat. Mungkin pil-pil ini akan berguna nanti.

Malam sudah larut saat Luo Chen akhirnya pulang ke asrama. Jalanan sekte sepi, hanya diterangi oleh lentera-lentera yang bergoyang ditiup angin. Dia berjalan perlahan, semua indranya waspada.

Saat melewati area hutan kecil antara paviliun dan asrama—tempat yang gelap dan sepi—Luo Chen merasakan keberadaan beberapa orang yang bersembunyi.

"Sekarang!" sebuah suara berteriak.

Lima sosok melompat keluar dari balik pepohonan, mengelilingi Luo Chen. Mereka semua murid terluar dengan kultivasi Qi Refining tingkat 4-5, masing-masing memegang tongkat kayu.

"Luo Chen," salah satu dari mereka—seorang pemuda tinggi kurus—menyeringai. "Tidak ada yang akan menolongmu di sini. Hari ini kau akan belajar untuk tidak mencari masalah dengan orang yang lebih tinggi darimu."

Luo Chen berhenti dan menatap mereka dengan tenang. "Liu Yang yang menyuruh kalian?"

"Cerdas. Tapi kecerdasan tidak akan menyelamatkanmu." Pemuda itu mengangkat tongkatnya. "Serang!"

Lima orang menyerang bersamaan dari segala arah. Tongkat kayu mereka dilapisi Qi, membuat setiap pukulan cukup kuat untuk mematahkan tulang.

Tapi Luo Chen tidak panik.

Dia menarik pedang Bayangan Bulan dari ring penyimpanannya. Bilah perak berkilau di bawah cahaya bulan, indah dan mematikan.

"Pedang spiritual?!" salah satu penyerang tersentak kaget.

Luo Chen tidak memberi mereka waktu untuk bereaksi. Dia melangkah maju dengan cepat, pedangnya mengayun dalam busur sempurna. Teknik Naga Langit Sembilan Transformasi tidak hanya meningkatkan kultivasi, tapi juga memberinya pemahaman dasar tentang seni pedang.

CLANG!

Pedangnya bertabrakan dengan tongkat pertama, memotongnya menjadi dua. Penyerang itu terpental mundur dengan tangan gemetar.

Luo Chen berputar, pedangnya mengeluarkan cahaya perak. "Tebasan Bayangan!"

Kemampuan khusus pedang Bayangan Bulan diaktifkan. Sebuah tebasan Qi tak terlihat melesat dari pedangnya, mengenai dua penyerang sekaligus. Mereka terpental jauh dan jatuh tidak sadarkan diri.

Tiga penyerang tersisa menatap Luo Chen dengan wajah pucat. Mereka baru menyadari—mereka menyerang orang yang salah.

"Qi Refining tingkat 2 tapi bisa menggunakan senjata spiritual?!" salah satu dari mereka berteriak panik. "Kabur!"

Tapi Luo Chen lebih cepat. Dia melompat maju, pedangnya menari dalam gerak yang anggun tapi mematikan. Dalam hitungan detik, ketiga penyerang itu sudah tergeletak di tanah dengan luka-luka ringan tapi cukup untuk membuat mereka tidak bisa bergerak.

Luo Chen berdiri di tengah lima tubuh yang tergeletak, napasnya sedikit tersengal tapi matanya tajam. Ini adalah pertarungan pertamanya sejak mendapat sistem, dan dia menang dengan mudah.

"Sampaikan pada Liu Yang," katanya pada pemuda tinggi kurus yang masih setengah sadar. "Kalau dia ingin menghadapiku, datang sendiri. Jangan kirim anjing-anjing suruhan."

Dia menyimpan pedangnya kembali dan melanjutkan perjalanan ke asrama, meninggalkan lima orang itu merintih kesakitan.

Tapi Luo Chen tahu ini baru permulaan. Liu Yang tidak akan diam begitu saja. Pemuda itu pasti akan membalas, mungkin dengan cara yang lebih berbahaya.

"Aku harus lebih kuat," gumamnya sambil menatap langit malam. "Lebih cepat."

Sesampainya di kamar, Luo Chen langsung duduk bersila dan mengeluarkan botol giok berisi Pil Pembersih Meridian Sembilan Naga. Ini saat yang tepat. Dia butuh kekuatan lebih untuk menghadapi ancaman yang akan datang.

Dia menelan pil itu.

Rasa hangat menyebar dari perutnya ke seluruh tubuh. Tapi hanya bertahan beberapa detik sebelum berubah menjadi panas yang membakar.

AARRGH!

Luo Chen menggigit bibirnya menahan jeritan. Rasanya seperti ribuan jarum panas menusuk setiap meridiannya sekaligus. Pil itu bekerja dengan brutal—memaksa kotoran dan racun keluar dari meridiannya dengan cara yang sangat menyakitkan.

Keringat hitam bercampur darah keluar dari pori-pori kulitnya. Bau amis menyengat memenuhi ruangan. Tubuh Luo Chen bergetar hebat, otot-ototnya berkontraksi tidak terkendali.

Tapi dia tidak menyerah. Dia memusatkan pikiran, mengikuti jalur Qi dalam teknik Naga Langit Sembilan Transformasi, memandu proses pembersihan agar lebih efisien.

Satu jam.

Dua jam.

Tiga jam.

Akhirnya, rasa sakit mulai mereda. Qi dalam tubuh Luo Chen mengalir lebih lancar, lebih murni. Meridiannya yang sudah dibersihkan sekarang bersinar dengan cahaya emas samar.

BOOM!

Aura meledak dari tubuhnya.

[Selamat! Host telah breakthrough ke Qi Refining Tingkat 3]

[Kualitas akar spiritual meningkat dari 'Biasa' menjadi 'Bagus']

[Fondasi kultivasi diperkuat]

[Kecepatan kultivasi meningkat 50%]

Luo Chen membuka mata. Dunia terlihat lebih jelas, lebih tajam. Dia bisa merasakan setiap aliran Qi di udara, setiap getaran energi di sekitarnya. Ini adalah level yang berbeda.

Dia melirik ke cermin dan terkejut melihat perubahannya. Kulitnya lebih bersih, wajahnya lebih tampan, matanya lebih berkilau. Bahkan tubuhnya terasa lebih kuat dan lebih fleksibel.

"Pil tingkat Langit memang luar biasa," gumamnya sambil tersenyum puas.

Dengan Qi Refining tingkat 3 dan kualitas akar spiritual yang meningkat, Luo Chen yakin dia sekarang bisa menghadapi bahkan kultivator Qi Refining tingkat 7. Dan dengan kecepatan kultivasi yang meningkat 50%, dia akan naik level lebih cepat lagi.

Dia membersihkan diri dengan air dari ember kecil di kamarnya, mengganti pakaian, lalu kembali kultivasi. Tidak ada waktu untuk santai. Setiap detik harus dimanfaatkan untuk menjadi lebih kuat.

Fajar menjelang. Cahaya pertama matahari mulai muncul di ufuk timur.

Dan dengan itu, hari keempat Luo Chen di dunia kultivasi dimulai.

Hari yang akan membawa perubahan lebih besar lagi.

[Akhir Bab 3]

1
Gege
judulnya system check in harian tapi ga ada cheat buat ngalahin lawan kawan kuatnya.. misal waktu ruang kultivasi abadi jadi satu menit setara satu tahun...biar segera MC nya kuat dan berjaya dimasa hadapan..🤣
Wahyu🐊: Nanti ku Revisi oke
total 1 replies
Gege
perasaan ganti hari ga ada check in ga dapat hadiah othor lupa apa bagaimana ini...
Wahyu🐊
Semoga Kalian Suka Sama Karya ku ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!