NovelToon NovelToon
SESAL YANG TERLAMBAT

SESAL YANG TERLAMBAT

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Pelakor jahat / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Mama Mia

Virginia Fernandes mencintai Armando Mendoza dengan begitu tulus. Akan tetapi kesalah pahaman yang diciptakan Veronica, adik tirinya membuatnya justru dibenci oleh Armando.

Lima tahun pernikahan, Virginia selalu berusaha menjadi istri yang baik. Namum, semua tak terlihat oleh Armando. Armando selalu bersikap dingin dan memperlakukannya dengan buruk.

Satu insiden terjadi di hari ulang tahun pernikahan mereka yang kelima. Bukannya membawa Virginia ke rumah sakit, Armando justru membawa Vero yang pura-pura sakit.

Terlambat ditangani, Virginia kehilangan bayi yang tengah dikandungnya. Namun, Armando tetap tak peduli.

Cukup sudah. Kesabaran Virginia sudah berada di ambang batasnya. Ia memilih pergi, tak lagi ingin mengejar cinta Armando.

Armando baru merasa kehilangan setelah Virginia tak lagi berada di sisinya. Pria itu melakukan berbagai upaya agar Virginia kembali.

Apakah itu mungkin?
Apakah Virginia akan kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

4. Usai

Virginia menangis tergugu begitu ia sampai di kamarnya. Tubuhnya jatuh terkulai di atas lantai.

Air matanya kembali berderai mengingat surat cerai yang telah ditandatangani oleh pria yang kini telah berganti status menjadi mantan suami. Kini dia dan Armando tak lagi ada hubungan apapun.

Virginia berkali-kali menggeleng berharap semua ini hanya mimpi. Akan tetapi sayang ini adalah kenyataan yang harus ia terima.

.

Sementara itu

Di ruangan yang lain, Armando masih menyandarkan diri di atas sofa, menengadahkan wajah ke atas.

“Ada apa dengan Virginia hari ini? Virginia sangat mencintaiku, bagaimana mungkin dia benar-benar mau bercerai denganku?” Armando bergumam dalam hati.

Berdecih sinis, senyum miring tercetak di bibir. “Dia bahkan lebih memilih meninggalkan keluarganya daripada meninggalkanku. Pasti dia hanya sedang berpura-pura agar aku perhatian padanya. MIMPI! Jangan harap itu akan membuatku tersentuh.”

“Dasar pembuat drama, kenapa dulu dia tidak jadi sutradara saja!” Membuang napas kesal, Armando menegakkan badan lalu membawa wajah dinginnya pergi dari tempat itu.

Kembali ke kamar Virginia

Setelah pikirannya sedikit tenang, Virginia mengemasi barang-barangnya memasukkan semuanya ke dalam kardus mengangkat dan menumpuknya jadi satu.

Helaan napas berat sekali lagi lolos kala melihat tumpukan kardus. Itu adalah barang-barang pribadinya, beberapa di antaranya adalah Armando yang membelikan. Tentu saja setelah dia merengek memaksa. Armando tak pernah sekalipun berinisiatif untuk membelikan dia sesuatu.

Sebagai seorang putri dari keluarga Fernandes yang berhasil memiliki perusahaan sendiri dengan hasil kerja kerasnya, dia bisa membeli segala sesuatu dengan uangnya sendiri, tapi keinginan untuk diberi sesuatu oleh orang tercinta tentu saja ada. Sayangnya hingga saatnya berpisah, impiannya itu hanya tetap menjadi khayalan.

Kini semuanya telah berakhir. Apa yang dia kejar, apa yang dia usahakan selama 5 tahun hanyalah sia-sia. Mata Virginia memindai seisi ruangan, setelah ini dia akan meninggalkan semuanya. Biarkan dia puaskan hati menikmati semua untuk terakhir kalinya.

Virginia menatap ke arah pintu masuk ke dalam kamar. Bayangan-bayangan ketika dia berusaha dengan segenap hati mencari perhatian Armando kembali terlintas. Bayangan-bayangan penolakan pria itu yang begitu dingin.

Virginia tersenyum pilu sambil mengusap air matanya mengingat semua kepahitan itu. Kini dirinya merasa begitu bodoh. Mengejar Armando seperti orang gila. Apa yang didapat? Masa mudanya hilang sia-sia.

Virginia melangkah perlahan menyusuri lorong demi lorong yang ada di rumah berpapasan dengan Armando. Berhenti sejenak berharap pria itu menoleh padanya. Akan tetapi…

“Aku tidak akan pulang, tidak perlu tunggu aku.” Hanya itu yang diucapkan oleh Armando sebelum kemudian meninggalkannya yang berdiri dengan menahan sesak di dada.

Air mata menetes di pipinya, dia hanya bisa mengusapnya. Virginia kembali menyusuri lorong dalam rumah itu. Tatapannya tertumbuk pada semua benda-benda kenangan antara dirinya dan Armando. Juga foto pernikahan mereka yang terpampang di dinding.

Ditatapnya foto pernikahan itu dengan tatapan kosong, nyeri di dadanya semakin terasa. Air mata tak lagi bisa keluar, mungkin sudah kering. Sudah habis untuk menangis.

Virginia tertawa mengejek kebodohannya sendiri. Memperhatikan foto itu sejenak sebelum Dia memanggil seorang pelayan untuk menurunkan foto itu.

Dua orang pelayan laki-laki melaksanakan perintah Virginia, menurunkan pigura besar dengan hati penuh tanya. Apakah mungkin nyonya mereka salah memberi perintah?

“Bawa foto itu dan juga kardus-kardus di sana ke belakang rumah!” titah Virginia.

“Ke belakang rumah? Maksud Anda?”

“Kalian tidak salah dengar. Bawa semua ke belakang rumah. Aku akan menguburnya.”

“Foto pernikahan ini juga dikubur?” tanya pelayan dengan nada tidak percaya. Ia menatap ke arah Virginia berpikir mungkin pendengarannya yang salah.

“Bawa semuanya sekarang juga.” Virginia memimpin jalan setelah memberi perintah.

Dua orang pelayan menunduk hormat dan menganggukkan kepala lalu mengangkat pigura besar itu dan membawanya ke belakang rumah. Beberapa pelayan lain datang membantu mengangkat kardus-kardus.

Malam yang pekat, bahkan bintang pun tak berani menampakkan diri. Beberapa sekop dan cangkul sudah disiapkan di dekat sebuah lubang yang cukup besar.

Virginia berjalan pelan, tatapannya kosong. Satu persatu barang yang menjadi kenangan antara dia dan Armando masuk ke dalam lubang.

Beberapa pelayan yang berdiri di kejauhan menatap ke arah Virginia sambil meneteskan air mata. Tak ada yang tak merasa iba akan nasib buruk Virginia. Wajah cantik, kaya raya, penampilan sempurna, dan seorang CEO perusahaan pula. Akan tetapi kisah cintanya berakhir tragis.

Virginia menatap ke arah foto pernikahan yang perlahan diturunkan ke dalam lubang. “Selamat tinggal Armando,” ucapnya.

Sejenak ingatannya melayang ke arah masa bertahun silam, ketika dirinya masih kecil. Saat itulah untuk pertama kali ia bertemu dengan Armando.

Kala itu dirinya sedang menangis di depan makam ibunya. Armando datang menghiburnya dan memakaikannya sebuah kalung berliontin angsa. Dan mengatakan akan menikahi dirinya ketika sudah dewasa.

Virginia meraba kalung yang ada di lehernya. Kalung dengan liontin angsa yang selama ini ia jaga dengan napasnya. Virginia melepas kalung itu dan menatapnya dalam.

“Kenangan itu kini sudah tak berarti. Jadi tak perlu disimpan.” Dengan meneteskan setitik air mata Virginia melempar kalung itu ke dalam lubang.

Virginia menatap cincin pernikahan di jari manisnya. Melepasnya perlahan.

“Armando, kali ini aku benar-benar akan melepasmu.”

Mengambil napas dalam, menatap sekali lagi cincin yang sejatinya tak pernah memiliki arti. Lalu melemparkannya ke dalam lubang.

Semua barang kenangan telah masuk seluruhnya ke dalam lubang.

“Tutup lubang itu sekarang!” perintah Virginia pada para pelayan.

Dengan patuh para pelayan mulai menimbun lubang dengan tanah. Beberapa saat kemudian, tanah itu telah kembali rata seperti semula. Tak ada yang menyangka bahwa di dalam tanah itu terkubur kenangan pahit seorang wanita yang patah hati.

Virginia pergi meninggalkan rumah itu setelah semuanya selesai dikubur. Tanpa membawa apapun selain pakaian yang melekat di badan.

1
Ike Kartika
😄😄😄😄alay apa cemburu..krn dl gk pernah mesrah.yg ada emosi mulu🤭
tuty sri wartuti
sangat bagus
Ike Kartika
berakit rakit kehulu berenang renang ketepian..ber sakit sakit dahulu senang nya skrg..Alhamdulillah dpt suami yg memuja kan dan memanjakan nya...
Ike Kartika
sungguh nya kasian sm armando..tp buat balikan lg sm virginia ak gk setuju..mgk kl alesandro gk ada.trs ada kesemotn k 2 ak bs setuju..krn ada alesandro jd ak lbh berpihak sm alesandro aja..
Ike Kartika
nah gt bikin lah keluarga veronika menerima hukuman atas smua ini..jgn meratapi jepergian viginia.tp bls kan smua kesakitan virginia
Ike Kartika
bikin bangkrut lah keluarga peronika.terutama ayah nya.padhl ank kandg sm viginia tuh.tp milih s veronika yg jd ank emas..bener2 aya durjana..
Ike Kartika
emg bodoh kamu armnado..dasar komodo
Ike Kartika
gk smua ceo tuh cerdas dlm urusan cinta..justru bodoh kl dgn urusan cinta..kl gk ointer sdh bnyk tertipu sm ular betina.bukti skrg gk bs bedakan mn yg tulus dan yg modus..
Ike Kartika
sabar ada batas nya berjuang sendiri itu cpk..kl perempuan sdh lelah lbh baik mengalah dan pergi..
Erlin
Gak tau malu sumpah
jd danex
hadooohh ini ini laki2 bikin geregetan...... bangett
G.Lo
Hebat yach sekarang...penulis novel selalu memakai nama orang asing untuk novel lokal...seolah olah nama orang asing adalah manusia paling berdosa....sedangkan orang lokal paling suci...yang dia nggak tau orang lokal adalah manusia paling munafik dengan topeng setianya...jijik !!!
Mamah Enung
belum kayanya dia membuang identitas dekat mayat yang meninggal tergilas kereta api
ida wati
pake nanya 😏
lenny sukmasari
Luar biasa
Suherni 123
bener bener mirip dracin
Suherni 123
kalo di dracin mantan istrinya bundir masuk ke laut
Suherni 123
hampir sama sama dracin yg pernah ku tonton ya ..
Suherni 123
weleh vir 5 thn di abaikan masih aja bertahan
Suherni 123
weleh vir 5 thn di abaikan masih aja bertahan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!