NovelToon NovelToon
Paman, I Love You

Paman, I Love You

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Romansa
Popularitas:26.9k
Nilai: 5
Nama Author: fieThaa

Kemandirian Nayanika Gentari Addhitama mulai terkikis karena seorang lelaki yang 10 tahun lebih tua darinya, Erza Naradipta. Pesona lelaki yang dipanggil paman itu tak terbantahkan. Demi sebuah benih suka yang tumbuh menjadi cinta membuat Nika rela menjadi sosok lain, manja dan centil hanya untuk memikat lelaki yang bertugas menjaganya selama kuliah di luar negeri.

Akankah cinta Nayanika terbalaskan? Ataukah Erza hanya menganggapnya sebagai keponakan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fieThaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10. Bagai Guci Berharga Tinggi

Tubuh Nika memang bersama ketiga temannya, tapi tidak untuk jiwanya yang tengah memikirkan sang pengawal. Dia begitu hafal bagaimana marahnya kulkas dua pintu. Tidak berbeda dengan manekin hidup yang bebawa kulkas.

"Nika, lelaki yang jagain kamu tadi siapa?" Mode kepo para gadis.

"Itu pamannya." Bukan Nika yang menjawab, melainkan Yuhan.

"Kok keliatannya masih muda, ya? Papa atau Mama kamu berarti punya adik yang usianya enggak jauh dari kamu." Rentetan pertanyaan Lucy layangkan. Di matanya Ezra masih sangat muda.

"Papa aku anak tunggal. Dan Mama aku anak bungsu."

Jawaban Nika membuat ketiga orang yang ada di ruangan itu terlihat bingung. Mereka saling pandang. Dan satu pertanyaan yang sama ada di benak mereka. Kenapa Nika memanggil lelaki itu Paman?

"Lalu--"

"Pasien harus banyak istirahat." Suara barito membuat mereka semua menoleh. Lelaki yang tengah dibicarakan sudah kembali dengan membawa paper bag.

"Silahkan pulang ke rumah masing-masing." Sungguh mulut Ezra tak ada basa-basinya. Lebih kejam dari pada singa.

Tangan Ezra sudah mengarah pada pintu keluar. Wajahnya begitu datar, tapi mampu membuat dua gadis itu ketakutan.

"Nika, aku temenin kamu di--"

"Saya tidak akan mengulang ucapan saya lagi " Kalimat yang penuh dengan penekanan.

Nika mulai mencium aroma perselisihan. Dia pun mulai membuka suara agar suasana tak mencekam.

"Kalian pulang aja, ya. Lagian aku enggak kenapa-kenapa. Besok pagi juga boleh pulang."

Bersikukuhnya Yuhan pun akhirnya luntur. Dia mengikuti apa maunya Nika. Begitu juga dengan dua teman perempuan Nika yang memang sedari tadi ingin segera pergi. Tak tahan dengan tatapan Ezra yang begitu mematikan.

"Lain kali jangan sok sok ngasih makanan."

Langkah Yuhan terhenti mendengar ucapan Ezra. Dia mulai memutar tubuh dan menunduk dalam sambil mengatakan maaf.

"Enggak apa-apa, Yuhan. Aku tahu kamu enggak sengaja. Aku juga salah karena aku enggak nanya." Kalimat yang keluar dari mulut Nika membuat Ezra tersenyum begitu tipis.

Setelah ditinggalkan oleh ketiga teman Nika, ruangan itu mendadak hening. Ezra duduk di sofa dan Nika duduk di ranjang pesakitan. Tak ada satupun kata yang terucap dari bibir lelaki yang ditugaskan menjaganya. Begitu asyik dengan ponsel di tangan.

"Paman!"

Tak ada jawaban. Lelaki itu benar-benar mengacuhkan Nika. Gadis cantik itupun merasa bersalah. Mata yang terus tertuju kepada Ezra perlahan mulai merah dan berair. Dia tak suka diabaikan.

"Jangan marah." Suara Nika mulai bergetar. Dan isakan pun terdengar.

Akhirnya, atensi Ezra beralih. Menatap ke arah Nika yang sudah menangis.

"Ketika orang yang saya jaga diracuni oleh orang lain, apa saya enggak berhak marah?" Begitu dingin dan tajam ucapan tersebut.

"Menjaga kamu itu seperti menjaga guci berharga tinggi. Lecet sedikit saja harus diganti. Mending kalau diganti dengan uang. Tapi, nyawa yang jadi taruhan."

Nika semakin menunduk dalam. Air matanya semakin deras mengalir. Ucapan Ezra benar-benar membuatnya semakin bersalah karena dia harusnya tahu konsekuensi seseorang yang diharuskan menjaganya. Papi dan pamannya tidak seperti manusia lainnya.

"Susah payah saya menjaga kamu. Tapi, dengan mudah kamu bilang enggak apa-apa. Kenyataannya, telat sedikit saya bawa kamu, bukan hanya nyawa kamu yang hilang. Nyawa saya juga akan ikut hilang."

Sedari tadi Menahan amarah membuat dadanya sesak dan darahnya mendidih. Kepalanya pun terasa mau pecah.

"Introspeksi! Karena saya tak akan berkata lagi."

Lelaki itu meninggalkan Nika yang tengah menangis. Rasa kecewa, khawatir, serta gagal menjadi satu. Memilih menuju rooftop untuk melepaskan semuanya. Rokok yang sudah tiga tahun tak disentuh, kini mulai dibakar. Berharap kepala dan hatinya yang tengah panas bisa kembali dingin.

Bayangan wajah Nika yang tak berdaya membuat hatinya sakit. Dan melihat bayangan wajah Yuhan membuat darahnya bergejolak. Asap rokok pun dia buang ke udara dengan kasar. Ingin melupakan dua bayangan yang membuatnya tak mampu mengontrol emosi.

Satu jam ... Dua jam ... Tiga jam ...

Lelaki itu tak kunjung kembali. Nika mulai takut. Berkali-kali menghubunginya pun tak aktif.

"Paman, maafin Nika," lirihnya.

Suara pintu terbuka membuat pandangan Nika beralih. Refleks dia turun dari tempat tidur dan mencoba berlari ke arah seseorang yang baru datang. Mata lelaki itu melebar ketika tiang infusan hampir jatuh mengenai tubuh Nika yang tersungkur. Dengan sigap Ezra memeluk tubuh gadis itu dan membiarkan punggungnya yang tertimpa tiang infusan yang terbuat dari besi.

"Pa-man--"

Ezra tak menjawab. Dia menatap Nika dengan penuh kecemasan. Memeriksa tangan Nika yang tertancap jarum infus. Darah sudah mulai naik. Ezra hendak pergi, Nika mencegah.

"Jangan pergi." Suaranya bergetar cukup hebat.

"Saya cuma manggil dokter buat benerin infusan biar enggak sakit."

Nika pun kembali menangis. Lelaki itu begitu perhatian dan begitu menjaganya. Marahnya Ezra karena tanggung jawab yang papi serta pamannya berikan begitu besar. Pasti juga membawa beban.

Selesai dokter memeriksa, Ezra duduk di samping ranjang pesakitan. Mengambil tisu untuk mengusap wajah Nika yang basah.

"Jangan nangis lagi."

"Tapi, Paman jangan pergi." Ezra pun mengangguk.

Tubuhnya menegang ketika Nika berhambur memeluknya. Mematung sesaat ketika tangan sang gadis begitu erat melingkar di pinggang.

"Nika takut, Paman. Jangan tinggalin Nika."

"Iya."

Walaupun Nika memeluknya, tangan Ezra tak membalas pelukan tersebut. Dia tak ingin menyalahgunakan pekerjaannya.

Keadaan Nika dan hubungannya dengan Ezra sudah mulai membaik. Serta gadis cantik itu sudah kembali ke kampus. Yuhan mencoba menjaga Nika, tapi Nika menolak dengan lembut.

"Aku udah sembuh, Yuhan. Jangan berlebihan."

"Aku khawatir, Nika."

Lucy dah Meilan yang mengerti sikap Nika mulai mendekat. Mereka meyakini jika pamannya Nika belum memaafkan Yuhan perihal alergi kemarin.

"Iya, Yuhan. Lagian kan ada aku dan Meilan yang akan jaga Nika. Jadi, kamu tenang aja."

Semakin hari Yuhan merasa Nika semakin menjauhinya. Setiap kali mencoba dekat, akan ada saja pengganggunya. Seakan Nika terus diawasi.

"Nika!" panggil Yuhan.

Langkah gadis itupun terhenti. Nika melihat ke arah jam yang ada di ponsel. Baru saja sang pengawal mengirim pesan mengatakan akan telat sepuluh menit. Sepertinya tak masalah untuk bersama Tuhan beberapa menit. Toh, Nika juga merasa bersalah karena sudah lebih dari dua Minggu menghindari Yuhan.

"Kamu masih marah sama aku?" Dengan cepat Nika menggeleng.

"Beneran?" Nika pun tersenyum.

Yuhan terlihat begitu lega melihat respon Nika. Senyumnya pun mulai terukir. Dan rona bahagia kembali hadir. Yuhan mengambil sesuatu dari tasnya. Memberikannya kepada Nika.

"Birthday party?" Yuhan mengangguk dengan senyuman yang melengkung.

"Aku berharap banget kamu datang di hari spesial aku." Mata Yuhan menyimpan penuh harapan.

Nika tak memberi jawaban karena sudah pasti sang pengawal tak mengijinkan. Langkah Nika terhenti ketika Ezra sudah melipat kedua tangan dengan bersandar di pintu mobil. Namun, tak ada pertanyaan atau apapun membuat Nika sedikit lega. Sepertinya lelaki itu baru saja tiba.

Sebelum Ezra menyalakan mesin mobil, Nika memperlihatkan undangan yang Yuhan beri. Ezra mengambilnya dan membaca undangan tersebut.

"Teman-teman yang lainnya juga diundang kok, Paman." Ucapan Nika seakan tengah membujuk dan meyakinkan Ezra untuk mengijinkannya datang.

"Kalau Paman ngelarang Nika--"

"Enggak baik bukan kalau diundang teman enggak datang."

Hah? Nika tercengang mendengar jawaban Ezra. Di luar ekspektasinya.

"Beneran Paman ngijinin? Atau--"

"Paman--"

"Saya tak akan mengulang jawaban."

...**** BERAMBUNG ****...

Boleh kan minta komennya??

1
nonaleutik
bahhh kabur ke mana lagi nihh si niknik
wes angel klo udh dalam pengawasan elang kaga bakal bisa nemuin dah ntar si paman🤭
NadiraDira
nikaaaa.....mau kemana....
Salim S
dua orang yg sama-sama saling mencintai tapi sama-sama terluka
Wiwin Winarsih
elang bukan nih yg bawa nika terbang...
Yeni Yeni123.
rasain tuh....ga tegas sih jd cowok , di tinggal deh....
Lusi Hariyani
ternyata nika bs bersikap dewasa
sum mia
laahhh..... Nika beneran pergi . entah seperti apa nanti kecemasan , kepanikan , dan kekecewaan yang Ezra rasakan . barulah dia akan sadar bagaimana perasaan yang sebenarnya pada Nika .
dan .... kira-kira Nika pergi ke mana ya .

lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍😍😍
Diana Nur
jd melow nih😭😭😭😭😭
Tanti Retno Wati
ah sedih nya
El Dzaky
kok jadi sedih sih/Sob//Sob/
Nurminah
ah meleyot hati ku
Tanti Retno Wati
ya ampun zra kmu ko GK peka banget
Tanti Retno Wati
lanjut
Rahmawati
gimana sih paman jd bingung sm sikapnya
Gaishan Ahzar
dah Nika jangan mau terus bertahan disituasi begini,mending berhenti ngejar c Ezra fokus ma pendidikan za cuekin balik c Ezra...ternyata c Ezra masih gamon ma masa lalunya yg jelas2 dah pernah nyakitin dia/Smug//Smug/
sum mia
sumpah.....aku geregetan banget sama si Ezra . yang terlena dengan masa lalunya . pengen tak getok aja tuh kepalanya biar gegar otak sekalian . nanti setelah Nika menjauh dan pergi baru tau rasa , baru menyesal dia .

lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍😍😍
sum mia: di tunggu double up nya kak.....😍😍😍
total 1 replies
Riris
mudah2n kesalahpahaman ini cepat berlalu ya nika😔
Lusi Hariyani
beneran tunangan apa vm sandiwara nich
ria rosiana dewi tyastuti
jangan2 ni akal2an tua bangka bangkotan itu siapa tu.....kakek siapa tu....namanya
Saadah Rangkuti
jadi mewek aku 😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!