NovelToon NovelToon
HANABI ( Antara Dendam & Cinta )

HANABI ( Antara Dendam & Cinta )

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Mafia / Fantasi Wanita / Balas Dendam / Identitas Tersembunyi / Misteri
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Kasmawati

Hanabi pembunuh bayaran berantai dan berdarah dingin , tapi siapa sangka di balik kehebatan yang di milikinya Hanabi di jebak oleh seorang pria Paruh baya hingga dia di masukkan kedalam penjara bawah tanah yang sangat menyeramkan .

Tidak sampai di situ saja di dalam penjara yang sangat menyeramkan itu Hanabi mengetahui rahasia besar yang selama ini tersimpan dengan rapat. kematian ayah nya dan juga siapa ibu kandung nya .


Kira-kira seperti apa ya ceritanya guysss 😁, yang penasaran mampir ya hehehee 😁 author menunggu kalian , jangan lupa Like , Komen , Vote dan beri dukungan nya 🤗🥰

Happy Reading 📖
.
.
.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kasmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Ratu Mafia

.

.

" itu tidak masalah tuan ... Karena tujuan saya dan Jeni kembali ke Hongkong itu hanya ingin membalaskan dendamku " ucap Hanabi , karena ia memang sudah berjanji kepada dirinya sendiri jika ia akan meninggalkan dunia yang kelam ini setelah semua dendam nya terbalaskan .

" aku sangat salut kepada kalian berdua dulu aku dan sahabatku juga pernah melakukan hal yang sama seperti yang kalian lakukan , dulu aku dan sahabatku agen wanita di Hongkong " ucap Erika

" oh ya .... berarti kakak berasal dari negara Hongkong " tanya Jenifer

Erika menganggukkan kepalanya " ya kau benar .... Aku ini asli Hongkong lahir di Hongkong dan besar di Hongkong " jawab Erika

" pantas wajah kakak tidak seperti wanita Tiongkok " ucap Jenifer

" hhhmmm " Jackson berdehem dan semua nya kembali fokus dengan pembahasan mereka

" aku mempercayai kalian .... kalian bisa ikut dengan ku " ucap Jackson

" kemana tuan " tanya Jenifer sedangkan Hanabi ia sudah beranjak berdiri dengan semangat nya

" ke Mansion mertua ku ... ayo " bukan Jackson yang menjawab nya melainkan Erika .

Setelah nya keempat nya pergi dari restoran itu dengan Hanabi yang sudah membayar semua makanan yang ia pesan lewat transfer .

Jenifer menyetir mobil dengan Hanabi yang duduk di samping nya , mereka mengikuti mobil mewah Jackson.

" aku gak nyangka jika istri dari tuan Jackson itu asli Hongkong dan dia mantan agen wanita.... keren banget ya kan Han " ucap Jenifer ia sangat kagum dengan Erika

" kau benar .... Dia pemain yang sudah pensiun ,... tapi kau ingat gak waktu sebelum kita masuk ke dunia yang kelam ini , seorang agen wanita yang di lenyapkan dengan sangat tragis oleh teroris yang berasal dari Kamboja " ucap Hanabi

" iya aku masih sangat mengingat nya , mawar hitam " ucap Jenifer

" apa dia sahabat mawar hitam yang sudah meninggal itu " tanya Hanabi

" gak tau nanti kita tanya kepada nya " ucap Jenifer

hingga kini mereka sudah berada di halaman Mansion yang sangat besar dan di depan Mansion itu tertulis dengan besar nama marga keluarga mereka GRISWORD .

" sangat cantik dan megah ... Ini Mansion atau istana sih Han .... " Jenifer menatap kagum Mansion yang sangat besar itu , mereka berdua belum keluar dari mobil

Hanabi tidak berkata apapun ia juga mengagumi Mansion kediaman keluarga Jackson .

Hingga Erika mengetuk jendela mobil mereka , Hanabi menurungkan jendela mobil " ayo keluar , mertuaku menunggu kalian di dalam " ucap Erika dengan tersenyum

Hanabi tersenyum , setelah nya kedua nya keluar dari mobil, Erika mengajak mereka untuk masuk kedalam Mansion besar nan megah itu , karena Jackson sudah masuk lebih dulu .

" wowwww ..... Ini benar-benar istana Han " ucap Jenifer lagi saat ia menginjakkan kaki nya kedalam Mansion

Hanabi mencubit lengan sahabat nya itu seraya ia tersenyum kepada Erika yang juga tersenyum.

Di ruangan tamu sudah ada sosok wanita paruh baya yang menunggu mereka , Vania wanita itu menatap keduanya dengan tersenyum ramah.

" ayo sini , jangan sungkan anggap rumah sendiri " ucap Vania dengan ramah nya

" ayo " ucap Erika karena keduanya tidak kunjung bergerak

Dan akhirnya kedua nya kini sudah duduk di sofa yang ada di hadapan Vania di sana juga ada Jackson yang duduk di sofa tunggal .

" kalian berdua jangan sungkan mertuaku dia sangat baik " ucap Erika setelah nya wanita hamil itu pergi meninggalkan mereka.

" perkenalkan mom ,mereka lah yang aku ceritakan kepada mommy " ucap Jackson

Vania masih tersenyum kepada mereka berdua " Jackson putraku sudah menceritakan kepadaku tujuan kalian datang kesini " ucap Vania

Hanabi dan Jenifer terdiam mendengar suara wanita paruh baya itu , suaranya seperti alunan musik yang sangat indah.

" Hanabi dan Jenifer " ucap Vania lagi

kedua nya menatap Vania dengan tatapan serius nya " Bibi akan memberikan benda itu kepada kalian , tapi kalian harus berjanji kepada Bibi kalian jangan pernah menyala gunakan benda itu " ucap Vania dengan wajah serius nya

Hanabi menghela napas nya dengan panjang ia menatap serius Vania " saya berjanji kepada Bibi saya akan menggunakan benda yang bibi berikan kepada ku dengan baik , .... dan saya akan menggunakan nya sesuai tujuan saya " ucap Hanabi dengan serius

Vania menarik senyuman tipis nya mendengar ucapan dari Hanabi " bibi percaya kepadamu ... tunggu disini bibi akan mengambilkan nya untukmu " ucap Vania setelah nya ia beranjak berdiri dan pergi

Erika datang seraya membawa teh hangat dan juga cemilan untuk mereka , setelah meletakkan teh hangat dan cemilan itu di atas meja Erika duduk di sofa kosong .

" silahkan di minum teh nya " ucap Erika

Hanabi dan Jenifer tersenyum setelah nya ia meminum teh hangat yang di bawakan oleh Erika itu .

" oh ya sudah berapa lama kalian berada di negara ini ? " tanya Erika

" sudah tiga tahun kak .... Sejak aku berhasil lolos dari penjara bawah tanah yang menyeramkan itu kami segera pergi ke negara ini " jawab Hanabi

Erika menganggukkan kepalanya , Jackson ia hanya diam tapi ia juga menyimak pembicaraan mereka dengan baik .

" oh ya kak ... Apa aku boleh bertanya. ? " ucap Jenifer

Erika tersenyum " boleh .... Apa yang ingin kau tanyakan "

" apa kakak mengenal seorang agen wanita yang di bunuh dengan cara yang tragis di Hongkong " tanya Jenifer

Erika diam setelah nya ia menyandarkan tubuh nya di sandaran sofa " ya aku mengenal nya .... Aleta Rayn atau lebih di kenal dengan sebutan mawar hitam " jawab Erika

Hanabi dan Jenifer saling pandang " dia adalah sahabat ku .... Aku dan dia sama seperti kalian berdua ... Tapi pada saat aku melakukan misi di luar negeri tiba-tiba aku mendapatkan kabar jika Aleta Rayn di bunuh dengan cara yang sangat tragis " lanjut Erika

" tapi kalian pasti akan terkejut mendengar kabar ini yang jarang orang ketahui , Aleta Rayn dia tidak lah benar-benar meninggal " ucap Erika

Tentu saja membuat Hanabi dan Jenifer bingung mendengar nya " maksudnya kak kami tidak mengerti " tanya Hanabi .

Erika menghela napasnya dengan panjang " dia mengalami transmisi ke tubuh saudara nya dan sampai sekarang dia masih hidup , dan sudah menikah dan mempunyai seorang putra dan putri " ucap Erika

keduanya terlihat diam , mereka pikir transmigrasi itu hanya ada di dalam sebuah buku novel atau di dalam film, ternyata juga ada di dunia nyata .

Vania kembali menghampiri mereka seraya membawa tas kecil ia meletakkan tas kecil itu di atas meja " di dalam tas ini ada akupuntur beracun dan juga bibi memberikan bonus dua botol racun mematikan , ingat kalian jangan menyala gunakan nya " ucap Vania

" terimakasih bibi ...... Saya berjanji dengan nyawa saya .... Saya tidak akan menyala gunakan apa yang sudah bibi berikan kepada saya " ucap Hanabi dengan sangat yakin

" bibi percaya kepadamu .... dan temu ih bibi jika misi balas dendammu sudah berhasil " ucap Vania

" baik bibi ... kami akan kembali datang ke negera ini untuk menemui bibi " ucap Jenifer

" dan berapa harga yang harus kami bayar bibi ? " tanya Hanabi

Vania tersenyum " bibi tidak pernah memperjual belikan racun-racun buatan bibi .... Ini gratis " ucap Vania

Hanabi dan Jenifer segera berdiri di hadapan Vania " boleh kami memeluk bibi " ucap Jenifer

Vania juga ikut berdiri lalu ia merentangkan kedua tangannya kearah mereka berdua , Hanabi dan Jenifer langsung memeluk Vania .

" semoga misi kalian berhasil jaga diri kalian dengan baik " ucap Vania di sela pelukan mereka .

tapi berbeda dengan Jenifer ia menangis di sela pelukan mereka " hiks .... Hiks .. Untuk pertama kalinya dalam hidup aku merasakan pelukan hangat seperti ini " ucap Jenifer

Mereka melepaskan pelukan nya, Vania menghapus air mata Jenifer seraya tersenyum lembut " jangan menangis seperti ini .... Kau bisa memeluk bibi kapan pun yang kau mau " ucap Vania

Dan Jenifer kembali memeluk Vania seraya ia menangis di pelukan wanita paruh baya itu .

.

.

.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!