Yuk follow ig nya othor
@lady.nuree
__
Di khianati oleh teman dan kekasih nya, lalu menikah dengan CEO tempat nya bekerja. Yuma, dia pikir keputusan nya menikah adalah hal baik, tapi ternyata di balik janji suci itu ada balas dendam yang tengah di rencanakan oleh sang CEO.
Yuma, gadis 25thn itu sangat tidak beruntung dengan hidup nya. Dia bercerai di saat tengah mengandung dan hal itu tanpa dirinya tahu, begitupun dengan yang lain nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lady nuree, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPS 10
Yuma tak mengindahkan sentakan Gary, dia terus berjalan sembari memijit kening nya yang semakin terasa berat.
" Benar apa kata Kirei kau memang telah berubah Yuma ! ". Ucap keras Gary menekan kata-katanya. " Yuma dengarkan kakak jika sedang berbicara ! ". Tarik Gary kasar.
Bughhh,, . Tarikan Gary pada lengan Yuma begitu keras membuat tubuh Yuma terhuyung.
" Kaka ? sejak kapan kalian menjadi kakak ku ?! ". Ucap Yuma terdengar lemah, Gary melingkarkan kedua tangan nya pada pinggang Yuma sehingga mereka terlihat tengah berpelukan.
" Yuma? ". Seru Gary sedikit mengguncang punggung Yuma karena dia semakin menempelkan kepalanya pada dada bidang milik Gary.
" Yuma hei ". Gary mendorong Yuma dengan memegang kedua bahunya. Yuma terkulai lemas sampai leher pun seolah tak bertulang, mata Yuma pun terpejam.
" Yuma kau kenapa ? Yuma, Yuma hei bangun ! ". Panik Gary seketika membulatkan matanya saat merasakan tubuh Yuma semakin panas. Gary segera membawa Yuma ke dalam pelukan nya dan langsung menggendong nya.
Pintu terbuka kasar, Xian yang masih berada di sana pun terkejut. " Ada apa dengan nya ?! ". Xian reflek mendekati Gary dan juga Yuma.
" Dia pingsan, kita harus segera membawa nya ke rumah sakit Xi ". Resah Gary.
" Baiklah ayo cepat, aku yang akan mengemudi mobil ". Xian ikut panik, mereka berdua melangkah terburu-buru ke luar apartemen.
...**...
" Ma, waktu nya checkup ! aku akan mengantar mu, ayo !". Ucap Daniel sudah bersiap dan berdiri di ambang pintu kamar ibu nya.
" Papa yang akan mengantar nya, kau istirahatlah ". Lembut papa Chen mengerti jika pekerjaan putranya sangat menumpuk.
" Tidak masalah pa, aku sedang senggang hari ini ". Ucap Daniel membantu membawakan tas kecil di tangan mama Ella.
" Baiklah ". Ujar papa Chen.
" Shen ". Teriak mama Ella memanggil. " Shen ". Teriak nya kembali memanggil.
" Iya ma ". Sahut Shen. " Kalian hendak kemana ? ". Tanya Shen.
" Kau lupa ini hari apa anak bodoh ?! ". Dingin Daniel.
" Tch, tak perlu mengejek ku, aku hanya bertanya ". Ketus Shen.
Ella mendesis saat Shen dan juga Daniel kembali beradu mulut. " Shen papa mencari mu, sepertinya dia membutuhkan mu ". Ucap Mama Ella dan kemudian melangkah pergi.
Shen segera mengetuk pintu kamar papa nya dan perlahan masuk. " Ada apa pa, apa kau membutuhkan sesuatu ?! ". Tanya Shen.
" Pertanyaan mu seolah aku tengah sakit Shen, itu tidak bagus ". Tutur Papa Chen. Shen hanya melebarkan bibir nya seraya memperlihatkan gigi rapih nya.
" Temani papa bermain golf ". Ucap papa Chen.
" Siap pa ". Seru Shen.
...**...
" Sus tolong adik saya ". Teriak Xian, Gary menggendong Yuma dan segera meletakan nya pada stretcher emergency .
Teriakan Xian mengundang banyak pasang mata. Daniel dan juga mama Ella yang tengah menunggu pun menoleh dan menatap selidik kedatangan mereka.
" Ada apa dengan nya ?! ". Ucap Mama Ella. " Sssh, mama menjadi rindu kepada Erina ". Sendu mama Ella.
" Sudahlah ma, dia baik-baik saja di sana ". Seru Daniel namun tatapan nya terus melihat pada perempuan yang tengah di baringkan di atas Stretcher emergency.
" Sepertinya aku mengenalnya ma ". Ucap Daniel.
" Kepada wanita itu ?! ". Tunjuk mama Ella, Daniel menganggukkan kepala nya.
" Masa ?". Tatap mama Ella pada Daniel yang terus mengikuti kepergian Yuma. " Masa ? sejak kapan kau memperhatikan seorang wanita ?! ". Ucap Mama Ella semakin menyelidik.
Daniel perlahan menurunkan pandangan nya seraya melirik mama nya yang tengah tersenyum. " Ayo giliran mama ". Daniel mengalihkan perhatian tapi bersamaan dengan itu, perawat yang bertugas memanggil nama Mama Ella.
" Baiklah kau tunggu di sini ". Ucap Mama Ella.
" Ma ". Tahan Daniel. " Aku ke toilet sebentar ". Ucap Daniel.
" oke ".
Mama Ella sudah masuk ruangan, Daniel segera pergi namum bukan ke toilet, dia mencari ruangan tempat Yuma di periksa sesekali bertanya kepada suster yang membantu Yuma tadi.
Daniel segera memastikan jika dia bukanlah wanita yang dia pikirkan saat telah mendapat ruangan dimana Yuma di rawat.
Langkah Daniel terhenti saat telinga nya mendengar orang berkelahi, Daniel berdiri di balik dinding sembari sesekali mengintip apa yang tengah terjadi.
" Apa yang kau katakan kepada Yuma, Gary ?! ". Xian mencengkram kerah baju Gary begitu kasar.
" Aku tidak mengatakan apa-apa ". Tepis Gary pada lengan Xian yang sama-sama berotot. " Dia tiba-tiba pingsan, kau pun tahu saat dia bersamamu keadaan nya sudah demam bukan ?!". Ujar Gary.
" Aku tahu, tapi kenapa dia sampai drop tiba-tiba ?". Kesal Xian.
" Mana aku tahu ? lebih baik diam lah, kita tunggu kabar dari dokter ". Ucap Gary.
Daniel masih menajamkan pendengaran nya, dia menyimpulkan jika kedua pria itu adalah teman dekatnya, tapi juga bisa mereka orang-orang yang mencintai Yuma.
" Sedang apa kau di sini ?! ". Tepukan bahu mengagetkan Daniel, ternyata mama Ella telah selesai proses pemeriksaan nya.
" Ma ". Ujar Daniel, Mama Ella melihat apa yang tengah di lihat oleh putra nya kemudian melukis senyum sampai Daniel salah tingkah.
" Dia sudah ada yang punya, jangan mempersulit nya lagi ". Seru Mama Ella menangkap keberadaan Gary dan juga Xian tengah berbincang dengan dokter di depan ruangan Yuma
" Aku tidak mengerti apa yang mana maksudkan ! Ayo kita pulang saja ". Ucap Daniel.
" Matamu terpancar kekhawatiran, mama melihat nya ". Seru mama Ella.
" Tidak ". Datar Daniel. " Jangan menyimpulkan hal yang tabu ma ". Daniel terus mengelak.
" Hahaha, terserah kau saja ". Seru mama Ella tertawa geli.
Yuma terbangun dari pingsan nya, di dalam ruangan sama sekali tidak ada siapapun namun gemercik air terdengar di telinga.
Yuma duduk dan perlahan mencabut jarum impus nya, kemudian berjalan ke luar dengan masih berwajah kan pucat.
Yuma berjalan menelusuri koridor rumah sakit dan terus berjalan ke luar. Saat Xian selesai dengan aktifitas nya, dia keluar dari kamar mandi dan berjalan sembari menunduk membersihkan baju bawah nya yang terkena percikan air.
Pintu pun terdengar terbuka dan mendapati Gary yang sudah membeli makanan untuk mereka makan. " Di mana Yuma ?! ". Ucap Gary terdengar terkejut, Xian melirik Gary dan menoleh ke arah kasur.