NovelToon NovelToon
Rujuk Yang Tak Terduga

Rujuk Yang Tak Terduga

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Duda / Berbaikan / Janda / Selingkuh / Cerai
Popularitas:10.5k
Nilai: 5
Nama Author: Itz_zara

Kisah perjalanan pernikahan Kaluna dan Nathan yang harus kandas karena sebuah kesalahpahaman yang di sebabkan oleh adik Nathan yang tidak menyukai Kaluna menjadi bagian keluarga mereka.

Tiga tahun kemudian saat Kaluna mendapat pekerjaan saat itu ia harus berurusan kembali dengan keluarga mantan suaminya.

Bagaimana lanjutan kisah Kaluna dan Nathan apakah mereka akan rujuk kembali ataukah mereka menemukan tambatan hati yang lain. Jangan lupa ikuti kisahnya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itz_zara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sepuluh

Sore hari langit begitu indah untuk di lihat. Kaluna sedang duduk di taman belakang rumah sambil menikmati matahari terbenam di sore hari. Udara yang segar ia nikmati di taman rumah ini. Setiap harinya Kaluna begitu betah duduk di taman untuk menyendiri.

Kaluna baru selesai melakukan pekerjaan seperti memasak dan menyiapkan keperluan Nathan, sekarang waktunya untuk bersantai. Setiap sore waktu bersantai Kaluna ia nikmati untuk melihat indahnya sore hari sambil membaca buku atau sambil melamun di taman.

 "Kaluna" panggil Nathan yang baru pulang dari kantor.

Suara panggilan Nathan membuat Kaluna kaget dan segera menghampiri suaminya itu. Ia berlari untuk sampai di hadapan Nathan.

"Buatkan saya minuman jahe!" Perintah Nathan pada Kaluna.

Kaluna mengernyit heran cuaca seperti minum jahe apa tidak panas batinya berkata.

"Baik tuan, ada lagi?"

"Sudah itu saja, setelah itu bawakan ke kamar saya," kata Nathan penuh perintah.

Kaluna segera menyiapkan minuman Nathan. Bu Tati yang baru saja dari ruangan laundri menuju dapur heran melihat Kaluna yang sedang berkutat dengan jahe-jahe.

"Mbak buat apa jahe di cuaca kaya gini?" Tanya bu Tati heran.

"Ini untuk tuan Nathan tadi minta suruh di buatkan," kata Kaluna sambil berkutat ke dapur.

"Tuan Nathan sakit?" Tanya bu Tati, karena biasanya Nathan akan meminta minuman jahe ketika sedang sakit.

"Hah sakit," Kaget mendengar hal itu.

"Lho emangnya tuan gak sakit?"

"Saya gak tau bu, tadi tuan cuma minta di buatkan,"

"Oalah palingan tuan lagi sakit, gih sana cepat buatkan,"

Setelah selesai membuat jahe hangatnya kemudian Kaluna segera antarkan ke kamar suaminya.

Kaluna membawa minuman jahe hangat ke kamar Nathan dengan hati-hati. Ia membuka pintu kamar dan melihat Nathan sedang duduk di atas tempat tidur, terlihat lelah dan letih.

"Minuman jahe yang tuan pesan sudah siap," kata Kaluna sambil membawa minuman tersebut ke dekat Nathan. Nathan mengambil minuman tersebut dan meminumnya dengan perlahan-lahan.

"Terima kasih," kata Nathan dengan pelan.

Kaluna terdiam dan duduk di sebelah Nathan, merasa khawatir dengan keadaan suaminya yang terlihat tidak sehat.

"Tuan, apa yang terjadi? Tuan terlihat tidak sehat," tanya Kaluna dengan nada yang khawatir.

"Saya gak apa-apa," jawab Nathan pelan.

Kaluna memandang Nathan dengan mata yang penuh ke khawatiran. Ia tidak percaya dengan ucapan suaminya yang mengatakan bahwa ia baik-baik saja.

"Mas kamu sebenarnya kenapa, jangan bohong," kata Ayyara tanpa sadar memanggil Nathan dengan sebutan mas.

"Aku gak apa-apa Kaluna," Nathan tersenyum simpul ketika Kaluna memanggil dirinya dengan sebutan mas.

Kaluna terkejut ketika menyadari bahwa ia telah memanggil Nathan dengan sebutan "mas", bukan "tuan" seperti biasanya. Ia merasa sedikit malu dan tidak nyaman, tapi Nathan tidak menunjukkan reaksi yang negatif. Malahan, Nathan tersenyum simpul dan terlihat sedikit gembira.

"Kenapa tuan tersenyum?" tanya Kaluna dengan penasaran.

"Tak papa," kata Nathan singkat.

Kaluna segera menempelkan tangannya ke dahi suaminya, ia berusaha menghilangkan rasa malu dengan mengecek suhu tubuh suaminya. Saat ia menempelkan tangannya ia merasakan panas di tubuh sang suami, segera ia menuju dapur untuk mengambil kompresan.

"Mau ambil apa mbak?" Tanya bu Tati dari belakang Kaluna membuat Kaluna terperanjat.

"Mau ambil kompresan bu, ini tuan ternyata panas," kata Kaluna dengan nada yang khawatir.

"Saya tinggal dulu ya bu mau kasih kompresannya ke tuan," kata Kaluna sambil berlalu.

Kaluna segera kembali ke kamar suaminya dengan membawa kompresan yang sudah dibasahi dengan air dingin.

"Kamu mau ngapain?" Tanya Nathan ketika melihat Kaluna membawa sebuah baskom.

"Saya mau kompres tuan sebentar," kata Kaluna.

Nathan mengangguk pelan dan memejamkan mata menikmati kompresan yang diberikan oleh Kaluna.

Kaluna duduk di sebelah Nathan, memantau kondisi sang suami. Ia ingin memastikan bahwa kompresan tetap basah dan dingin, serta memeriksa suhu tubuh suaminya secara berkala. Nathan yang merasakan nyaman dengan perawatan Kaluna mulai terlelap. Kaluna tersenyum simpul melihat suaminya tertidur, entah kenapa ia merasa khawatir dengan keadaan Nathan.

Nathan mulai tertidur dengan pulas, segera ia merapikan cara tidur suaminya dan segera keluar dari kamar Nathan. Saat menuju ke bawah ia menemukan Athan putranya sedang menangis di gendongan suster nya, segera ia menghampirinya.

"Kenapa sus kok rewel?" Tanya Kaluna khawatir.

"Enggak tau mbak, dari tadi rewel terus saya cek juga gak sakit," kata sustet Athan.

"Mungkin rewel gara-gara ayahnya sakit sus," kata Kaluna.

"Tuan sakit mbak? Pantes aja Athan rewel ternyata ikatan batin," kata suster Athan.

Kaluna hanya tersenyum dan mengangguk dan mengiyakan kata suster Athan tadi. Ia kemudian mengambil Athan dari gendongan suster dan memeluknya erat.

"Sus saya bawa ke taman ya," kata Kaluna pada suster Athan yang ada didekatnya.

"Iya mbak bawa aja gak apa-apa," kata suster Athan.

Sampai di taman Kaluna berusaha menenangkan Athan yang masih rewel di gendongannya.

"Jangan rewel ya nak, ayah kamu lagi sakit,tapi sebentar lagi sembuh jangan nangis ya," kata Kaluna berusaha menenangkan sang anak yang masih terus menangis.

Athan berhenti menangis dan memandang Kalyna dengan mata yang polos dan besar. Kaluna kemudian memeluk Athan dengan erat. Ia berusaha terus dekat dengan sang anak.

Kaluna duduk di bangku taman bersama dengan anaknya, memeluk Athan dengan erat dan menikmati kebersamaan dengan anaknya yang telah lama ia tak rasakan. Ia merasakan salah satu hal yang terindah dalam hidupnya adalah menjadi ibu bagi anaknya, walaupun ia tak lama bersama dengan anaknya. Kaluna terus memandang Athan dengan penuh cinta dan kasih sayang, ia siap melakukan apa saja untuk anaknya asalkan dia selalu sehat dan bahagia. Suasana taman yang tenang dan damai juga membantu Kaluna untuk lebih santai, setelah sebelumnya merasa khawatir dengan Nathan.

"Yuk masuk ke dalam kita main sama sus lagi oke," kata Kaluna pada Athan.

Athan hanya memandang Kaluna lalu mengangguk setuju. Kaluna segera membawa Athan menuju sus nya karena waktu sebentar lagi sudah malam.

"Sus ini Athannya sudah anteng, saya mau cek tuan Nathan dulu," kata Kaluna sambil memberikan Athan pada suster nya.

"Iya mbak, makasih ya udah bantuin nenangin aden," kata suster Athan.

Kaluna kemudian ke kamar Nathan guna mengecek suhu badan Nathan. Ternyata suhu nya masih panas segera ia ganti kompresannya dengan yang baru. Setelah selesai semuanya Kaluna segera pergi keluar dari kamar Nathan untuk mengerjakan pekerjaan yang lain. Nathan masih tertidur lelap tanpa merasa terganggu dengan kehadiran Kaluna yang tadi mengganti kompresannya.

1
Mak e Tongblung
typo banyak
Rohaniingsun09 Rohaniingsun09
lanjut
Itz_zara: Makasih kak udah baca, aku up setiap malam ya
total 1 replies
Shaquille
Suka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!