NovelToon NovelToon
Istri Kedua Mafia

Istri Kedua Mafia

Status: tamat
Genre:Tamat / Mafia / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Persaingan Mafia
Popularitas:4M
Nilai: 4.8
Nama Author: Ni R

Di paksa ikut ke salah satu club malam, Amara tidak tahu jika ia di jadikan barang taruhan oleh kakak tirinya di atas meja judi. Betapa hancurnya hati Amara karena gadis berusia dua puluh tiga tahun harus ikut bersama Sean, seorang mafia yang sudah memiliki istri.

Amara di jadikan istri kedua oleh Sean tanpa sepengetahuan Alena, istri pertama Sean. Tentu saja hal ini membuat Alena tidak terima bahkan wanita ini akan menyiksa Amara di saat Sean pergi.

Seiring berjalannya waktu, Sean lebih mencintai Amara dari pada Alena. Hingga suatu hari, ada rahasia yang terbongkar hingga membuat Sean menceraikan Alena dan membuat Amara menjadi istri satu-satunya kesayangan Sean.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 22

"Licik....!" Ucap Amara yang kesal bahkan ia terus menyinggung Sean yang tidak mengajaknya pergi ke ruangan tersembunyi.

"Terus saja mengomel, apa kau tidak lelah?"

"Tidak...!" Jawab Amara singkat.

"Malam ini aku ada pekerjaan, aku akan pulang besok hari. Selesai makan malam kau langsung istirahat ya." Ujar Sean memberitahu istrinya.

"Seminggu minggat, baru pulang pergi lagi dengan dalih pekerjaan. Sudahlah, aku tidak berselera lagi." Ucap Amara kemudian meninggalkan meja makan dan langsung kembali ke kamar.

Bagaimana tidak marah, baru satu hari Sean bersamanya sudah harus pergi lagi.

"Sifat Alena dan Amara jauh sekali perbandingannya. Merayu lagi....!!'' Ujar Sean kemudia menyusul istrinya.

Sean pergi ke kamar, di bukanya pintu terlihat Amara yang sudah berbaring di atas ranjang.

"Marah?" Tanya Sean singkat.

"Tidak," jawab Amara singkat juga.

"Aku serius ada pekerjaan," ucap Sean.

"Kalau begitu biarkan aku pergi liburan atau apalah tapi, hanya aku sendiri." Sahut Amara.

"Kenapa seperti itu?" Tanya Sean.

"Agar kau tahu bagaimana rasanya di tinggal sendiri," jawab Amara kemudian menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.

Sean menggaruk kepalanya tak gatal, resiko punya istri lebih muda membuat Sean harus bisa mengerti.

"Sayang, aku pergi sebentar ya. Jam satu pulang!" Izin Sean yang tetap nekat pergi.

"Heem....!" Jawab Amara.

Sean membuka selimut lalu mengecup kening istrinya kemudian pria ini pergi. Amara mengubah posisi duduk di tepi ranjang.

"Sebenarnya hidup ku sekarang jauh lebih baik dari pada aku hidup bersama ibu tiri ku. Selama Sean tidak menyakiti ku, terserah dia mau melakukan pekerjaan apa." Ucap Amara.

Mendadak Amara penasaran dengan kabar dari keluarganya. Satu bulan menjadi istri Sean tak sekali pun ia pulang.

Di sisi lain, saat ini sean tengah mengemudi dengan kecepatan tinggi menuju salah satu rumah judi yang ada di pinggiran kota. Meskipun berada di pinggir kota tapi, orang yang bermain judi di tempat ini adalah orang kaya yang kelebihan uang.

Tak di sengaja ternyata ada Darwin di sana. Dengan gaya sombong Darwin menepuk pundak Sean lalu duduk di sampingnya. Bahkan, dengan santainya Darwin menyumut sebatang rokok di hadapan Sean.

"Aku ingin meminjam Amara selama satu minggu," ucap Darwin meninta.

"Amara bukan barang yang harus kau pijam." Sahut Sean yang juga menyumut sebatang rokok.

"Ayolah, hanya satu minggu. Aku dan ibu ku sedang membutuhkan Amara." Pinta Darwin sekali lagi.

"Sekali pun satu menit, kau dan keluarga mu sudah tidak berhak atas Amara." Ucap Sean dengan santainya.

Darwin mulai naik pitam.

"Selagi aku meminta baik-baik, maka turuti permintaan ku." Ujar Darwin dengan nada sedikit mengancam.

"Pergilah, jangan ganggu aku!" Usir Sean yang masih sabar.

"Kembalikan Amara....!!" Sentak Darwin yang langsung mencengkram leher Sean.

Masih sama, Sean tampak santai. Semua anak buah Sean sudah bersiap untuk menghajar Darwin.

"Hajar bajingan ini....!" Titah Sean pada anak buahnya.

Darwin terkejut, pria ini tidak menyangka jika orang di dalam rumah judi tersebut adalah anak buah Sean.

Plak...bug...plak....bug.....

Darwin hanya bisa memeluk tubuhnya saat tubuhnya di hajar oleh beberapa anak buah Sean. Darah segar mengalir di hidung, sudut bibir dan sudut mata.

Sean berjongkok lalu menyayat pisau belatinya di pipi Darwin.

"Berani kau meminta lagi pada ku, akan ku habisi kau!" Ancam Sean.

Darwin tak menjawab, tubuhnya sekarang di penuhi dengan rasa sakit.

"Buang dia keluar!" Titah Sean.

Suasana kembali tenang, meja dan kursi yang sempat berantakan di tata kembali.

"Drama mu membuang waktu ku," ucap Roland, pengusaha muda seumuran dengan Sean.

"Jika kau sudah tidak tertarik, silahkan pergi." Sahut Sean terlihat begitu santai.

"Lima putaran saja!" Seru Roland, "aku ingin mengetes seberapa hebat dirimu." Ucapnya sombong.

Sean mengangkat kedua bahunya tak berniat menanggapi ucapan Roland.

Mereka pun bermain, sampai pada akhirnya Sean lah yang menang. Tidak masalah bagi Roland, pria langsung pergi setelah kalah dari permainan.

"Mau kemana lagi, kau?" Tanya Leon pada Sean. "Sekarang masih pukul sebelas malam."

"Aku ingin menemui Alena." Jawab Sean kemudian pergi.

Leon tidak mengerti apa yang akan di lakukan Sean. Satu jam lebih akhirnya Sean sampai juga di markas miliknya.

Pria ini langsung membuka pintu ruangan. Di lihatnya Alena yang sedang meringkuk di atas lantai tanpa rasa kasihan.

"Bangun....!!" Ujar Sean sambil menendang kaki Alena.

Alena pun membuka mata, sejak di kurung di tempat ini baru tiga kali ia melihat Sean.

"Manusia iblis...!" Umpat Alena. "Lepaskan aku, Sean....!!"

"Aku hanya ingin memberitahu mu, sebenarnya beberapa tahun lalu bukan aku yang membunuh ayah mu." Ujar Sean memberitahu Alena.

"Penipu...!" Seru Alena tidak terima. "Oh, kau sudah tahu jika aku anak dari Roberto?"

"Aku sudah lama tahu," jawab Sean. "Hanya saja selama ini aku membodohkan diri di depan mu." Jawab Sean lalu pria ini mengambil beberapa foto Alena.

Cekrek....cekrek.....

"Bajingan, untuk apa hah?"

"Aku ingin mengirim foto mu pada kekasih hati kesayangan mu," jawab Sean dengan senyum sinisnya. "Percayalah, orang yang sudah membunuh ayah mu adalah ayah dari kekasih mu." Ujar Sean memberitahu. "Dan selama ini bercinta dengan mu, bukan aku melainkan anak buah ku yang menyerupai aku."

Sean keluar dan langsung mengunci pintu tersebut. Di tengah malam yang sunyi, Alena menjerit, menangis histeris tak percaya dengan hidupnya yang sekarang. Niat hati ingin membalas dendam tapi, malah dirinya sendiri yang masuk kedalam jebakan Sean.

Sean pun mengirimkan foto Alena yang sudah di siksa anak buahnya tadi siang pada Remon. Setelah itu Sean menghancurkan ponsel tersebut.

Di tempat lain, Remon benar-benar naik pitam saat melihat foto Alena yang begitu mengenaskan. Remon sangat yakin jika Alena berada di tangan Sean hanya saja ia sangat kesulitan untuk menemukan tempat di mana Alena di sekap.

"Kau harus segara menemukan Alena sebelum Sean menekan Alena untuk membuka kelemahan ku. James, perintahkan semua anak buah kita untuk memata-matai Sean." Titah Remon mulai khawatir karena Alena tahu kelemahan Remon.

"Baik bos!" Jawab James.

"Kalau bisa, culik istri keduanya sebagai jaminan!" Titah Remon yang sudah geram.

James mulai bingung, bagaimana caranya ia menculik istri kedua Sean sedangkan dirinya pun belum pernah melihat wajah dari istri kedua Sean.

"Maaf bos, apa bos ada foto istri kedua Sean?" Tanya James.

Shiiiit.......

Remon mengumpat kesal, ia sendiri pun tidak memiliki foto Amara bahkan belum pernah melihatnya. Tapi, Remon tidak mau tahu, pria ini tetap nekat memerintahkan anak buahnya untuk menculik Amara.

1
Wirda Wati
memang manusia TDK bermoral
panti dijadikan alat transaksi barang haram
.
semoga ketangkap
suyetno
bawahan bayi sean
suyetno
cocok jadi istri mafia/Good//Good//Good//Good//Good/
suyetno
jangan jangan hamil ni
suyetno
bedah istri bedah sipat dong Sean klu istri yg cm ngicar harta tdk perduli apa yg dilakukan suami di luar
suyetno
mafia klu sudah jumpa pawang nya hilang pamornya/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Siti Nurbaidah
Luar biasa👍👍👌cerita ny banyak menghibur n lucu wlw mafia ttap sayang sm keluarga yg utama💖💖💕
Andrian Samiaji
krenn thorr
Melinda
wow seru sekali ceritanya
Ning Suswati
dasar nakal sean ikutan ketularan dari amara
Ning Suswati
biro jodoh kali,
Ning Suswati
mafia tapi kece
Ning Suswati
hhhhhhh
salah satu derita seorang mafia yg dibuat isterinya kalang kabut.
Ning Suswati
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
amara bikin tawa ngakak, kayanya gk seru deh, masa dikibul gitu aja udah percaya, sean yg ngabut
Ning Suswati
kali aja benih yg selalu disiram sdh bersemi,
Ning Suswati
lucu juga jetua mafia jln sendiri tanpa pengawal sampe bisa2nya musuh mengambil poto mereka
Ning Suswati
napa juga kerjaan polisi, kalau mafia yg harus turun tangan, membasmi kejahatan, sepertinya sean harus segera undur diri dari masalah kerjaan, kan sdh ada polisi yg lebih berwenang, jgn cuma pake seragam doang
Ning Suswati
gila banget tuh si amara, seorang mafia dipecundangi mentah2 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ning Suswati
gila tu si remon, sean mau dilawan, nyadar wuuiiii, sape lho
Ning Suswati
hhhhh, sadar diri dong amara, nikmati aja hidup, tinggal tidur makan bercinta disayang suami mau apa lagi, daripada disiksa mak lampir
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!