NovelToon NovelToon
Izinkan Aku Bahagia!

Izinkan Aku Bahagia!

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir / Bullying dan Balas Dendam / Chicklit
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: R²_Chair

Ditinggalkan oleh sang ayah sejak kecil,membuat hidup seorang Galencia Pramudya penuh dengan luka.Hidup serba kekurangan namun tak pernah ia mengeluh.
Hinaan dan bullyan di sekolahnya seolah menjadi makanannya setiap hari,keadaan memaksanya untuk tumbuh menjadi gadis yang kuat.
Dari sekian banyak mimpinya,namun hanya satu yang paling ingin ia raih yaitu sebuah Kebahagiaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R²_Chair, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

IAB 10

Cia turun dari angkot tepat di depan gerbang,setelah perdebatan panjang akhirnya Cia berhasil lolos dari kedua kaka barunya yang memaksa untuk mengantarkan dirinya ke sekolah.Bukannya tidak mau,hanya saja Cia belum siap.Ia tidak ingin ada yang tau dan kemudian menghina keluarganya.

Cia berjalan menyusuri koridor,suasananya sudah lumayan ramai karena Cia datang sedikit siang dari biasanya.Jarak dari rumah sang papa ke sekolah lumayan jauh jadi sudah di pastikan kedepannya ia akan seperti ini.

Cia menyimpan tas di bangkunya,ia kemudian membuka bukunya namun belum sempat membaca tiba-tiba Aqila datang dan menyodorkan uang pada dirinya " Upik,beliin gue makan.Gue belum sarapan !"

Cia menatap wajah Aqila " Bisa ga kali ini kamu beli sendiri ? Pagi ini aku ada ulangan jadi harus baca-baca materi dulu "

"UPIK! Udah berani lo gak nurutin perintah gue ?Udah punya apa lo sampe gak mau lagi nurutin perintah gue ?" Bentak Aqila

Cia menghela nafasnya,sebenarnya ia takut namun pagi ini ada ulangan dan ia harus mengulangi beberapa materi yang belum ia fahami.Ia tidak ingin nilainya buruk karena takut akan mempengaruhi beasiswanya."Maaf La,untuk kali ini aku gak bisa!"

"Brengs*k! Lo mau ngelawan gue ya " Aqila menarik rambut Cia hingga kepala Cia tertarik kebelakang,sakit dan pusing sudah pasti namun kali ini ia harus melawan Qila.

"Lepas La,Sakit " Pintanya namun Aqila malah semakin kuat menarik rambut Cia,tak lupa Gea pun ikut mengacak-acak tas Cia.Beberapa buku dan alat tulis berhamburan di lantai.Namun mata Gea langsung melotot saat beberapa uang merah berhamburan di lantai.

"GILA! Upik lo abis nyolong dimana bisa dapat uang banyak ? Atau jangan-jangan lo abis jual diri ya?" Tuduh Gea membuat semua teman sekelas Cia menatap Cia jijik.

"Gak ko,itu uang dari bunda aku "

"Mana mungkin ini uang dari nyokap lo,nyokap lo kan cuma buruh.Gak mungkin lah punya uang segini banyak.Udah lah fix lo pasti jual diri " Tuduhan Aqila semakin menyudutkan Cia,hati Cia semakin sakit medapatkan tuduhan itu.Air matanya tak bisa di tahan,apalagi tarikan di rambutnya semakin kencang.

"Gak nyangka ya ternyata kamu kaya anak baik-baik loh Cia " Ujar teman satu kelas Cia yang di angguki temannya yang lainnya membuat Cia semakin terpojok.

"Ternyata oh ternyata si upik gak sepolos yang kita kira ya " Dengan teganya Aqila langsung memukul kepala Cia dengan buku,kemudian menendang kaki Cia dengan keras hingga kaki Cia semakin sakit karena membentur kursi.Cia meringis,luka kemarin saja belum sembuh sekarang sudah bertambah lagi.Cukup sudah Cia tidak kuat lagi,Cia berdiri dan menatap Aqila " Sebenarnya apa salah aku sama kalian sampai kalian tega memperlakukan aku kaya gini ? Apa aku pernah jahat sama kalian?" Tanya Cia dengan suara mulai meninggi

"Karena lo miskin! Itu kesalahan lo " Bentak Aqila tak kalah tinggi membuat Cia tersenyum getir,benarkah strata sosial sebuah kesalahan? Apakah kemiskinannya menjadi sebuah masalah untuk orang lain?

"Terus kalau aku miskin itu bikin kalian rugi ?" Tanya Cia kembali

"Ya jelas lah,lo udah mencemari reputasi sekolah kita yang terkenal elit ini " Ujar Gea dengan sombongnya.

Cia semakin tidak mengerti,apakah sebuah lembaga tempat menuntut ilmu harus punya akreditasi status kekayaan? Apakah strata sosial lebih utama di banding otak ?

"Aku memang terlahir dari keluarga miskin,tapi apa itu maunya aku? Apa aku bisa milih buat jadi orang kaya?Kalo saja aku bisa meminta,aku juga ingin seperti kalian.Kalian gak pernah merasakan posisi aku,coba sekali saja kalian rasakan menjadi aku.Di perlakukan bagai sampah hanya karena status sosial,padahal di mata Tuhan kita ini sama.Bahkan sekarang dengan seenaknya kalian menuduh saya dengan hal yang keji " Ujar Cia dengan nada bergetar.

"Cih,siapa juga yang mau kaya Lo.Dan itu gak akan pernah mungkin.Jadi gak usah banyak protes dan ngeluh,lo siapin aja mental lo karena permainan dari gue masih belum berakhir " Ancam Aqila kemudian mengambil semua uang Cia dan membawanya pergi.

Sekuat tenaga Cia mempertahankan uang itu namun ia kalah,semua uangnya di bawa Aqila.Cia semakin merasakan sakit di hatinya,uang pertama pemberian sang papa dan kedua abang barunya baru saja di ambil Aqila.

Panas matahari begitu menyengat hingga puncak kepala Cia,ia berjalan menyusuri jalanan menuju rumah barunya.Semua uang di ambil Aqila tak bersisa hingga membuat Cia harus berjalan kaki karena tidak ada ongkos.

Cia mengeluarkan botol minumnya,beruntung masih tersisa walaupun sedikit.Jam sudah masuk pukul 3,masih ada seperempat jalan lagi.Cia harus buru-buru sampai rumah,sebelum sang papa dan kedua kakanya pulang.Cia ingin berlari tapi kakinya masih terasa sakit akibat benturan tadi.

Akhirnya Cia sampai di rumahnya,ia membuka pintu namun betapa kagetnya saat melihat di ruang keluarga sudah duduk manis sang papa dan kedua kakanya.

"Cia baru pulang nak?" Tanya bunda yang baru saja membawa air minum dan cemilan dari dapur.

"Iya bun,maaf Cia terlambat pulang.Tadi harud piket dulu " Ucap Cia menunduk,ia takut dan tidak berani menatap sang bunda karena ia takut ketahuan jika berbohong.

"Iya tidak apa-apa,sekarang Cia ganti baju dulu kemudian istirahat.Pasti Cia cape kan?" Ujar Adrian,ia tak mempermasalahkan sang anak pulang telat toh hanya telat 1 jam saja.

"iya pah,Cia permisi ke kamar dulu " Pamitnya.Cia menghembuskan nafasnya lega karena sang bunda dan keluarganya tidak memcurigainya.Namun Cia tidak sadar jika sang kaka pertama terus memperhatikannya.

Dirga merasa ada yang janggal dengan sikap Cia,ia juga merasa ada yang aneh dengan cara berjalan Cia yang sedikit pincang.Namun ia harus menahan agar tidak banyak bertanya karena takut sang adik merasa tidak nyaman.

Dikamar Cia langsung membersihkan diri dan kemudian melaksanakan shalat Ashar.Cia kembali termenung,kejadian tadi kembali berputar di ingatannya.Hatinya merasa sakit saat mendapat perlakuan dan tuduhan keji dari teman-temannya.Cia juga merasa sedih karena uang pemberian papa dan kedua kakanya diambil Aqila.Cia bingung harus bilang apa saat nanti sang bunda menanyakan uangnya,karena sang bunda tau jika cia bukanlah seorang gadis yang suka menghambur-hamburkan uang.Dan juga ia bingung,jika besok sang papa atau kakanya tidak memberikan uang bagaimana ia akan pergi kesekolah.Ia tidak akan mungkin meminta pada sang bunda karena itu sama saja membongkar semua rahasia yang selama ini ia simpan rapat-rapat.

Cia hanya bisa menangis di atas sejadahnya,ia mengeluarkan semua sesak di dadanya.Semua sakit dan perih hanya pada sang Pencipta lah ia curahkan,lama Cia berkeluh kesah pada Tuhannya namun ia tak sadar jika dua pasang telinga sejak tadi mendengarkan semua keluh kesahnya.Salahkan saja Cia yang begitu teledor tidak menutup rapat pintu kamarnya sehing bisa membuat oranglain mengetahui semuanya.

🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁

1
Hai Syah
ceritanya bagus. bikin nangis
Hapdah Halim
Hujan air mata dari tiap episodenya..../Sob//Sob//Sob/ tapi aku suka ceritanya.... moga adek cia cepat sembuh ya dan babang Dirga ungkapin perasaannya ama adek cia
jangan lama up nya kk /Drool/
Anrezta Zahra
up lg thor
nurvi kekopo
lagi dong kak..tulisan nya
Farldetenc: Ada karya menarik nih, IT’S MY DEVIAN, sudah End 😵 by farldetenc
Izin yaa
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!