NovelToon NovelToon
Saat Istriku Tak Bodoh Lagi

Saat Istriku Tak Bodoh Lagi

Status: tamat
Genre:Identitas Tersembunyi / Poligami / Selingkuh / Bullying dan Balas Dendam / Tamat
Popularitas:4.4M
Nilai: 4.7
Nama Author: Itha Sulfiana

Firman selama ini berhasil membuat Kalila, istrinya seperti orang bodoh yang mau saja dijadikan babu dan tunduk akan apapun yang diperintahkan olehnya.

Hingga suatu hari, pengkhianatan Firman terungkap dan membuat Kalila menjadi sosok yang benar-benar tak bisa Firman kenali.

Perempuan itu tak hanya mengejutkan Firman. Kalila juga membuat Firman beserta selingkuhan dan keluarganya benar-benar hancur tak bersisa.

Saat istri tak lagi menjadi bodoh, akankah Firman akhirnya sadar akan kesalahannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kalila mengamuk

"Lepas!" Kalila memukul dengan keras tangan Firman hingga pria itu pun akhirnya mau melepaskan cengkeramannya dari tangan Kalila.

Mata wanita itu tajam menantang tatapan Firman yang diselimuti amarah. Tak ada rasa takut, tegang apalagi merasa bersalah disepasang mata indahnya.

Yang ada hanya keberanian, keberanian dan keberanian yang bahkan Firman pun tak tahu darimana asalnya.

"Ka-kamu..." Firman tak sanggup melanjutkan ucapannya.

Pria itu menghela napas kasar lalu mengusap wajahnya dengan telapak tangan.

"Jawab pertanyaanku tadi, Kalila! Apa kamu, yang sudah mencuri dompet dan menguras habis isi ATMku?"

"Dompet? Ngapain aku ambil dompet kamu, Mas?" Kalila malah balik bertanya. "Memangnya, kamu kehilangan dompet dimana? Dan, soal ATM..."

Kalila melangkah lebih dekat ke depan suaminya. "Memangnya, ATM kamu ada isinya? Bukannya, kamu bilang kalau kamu udah nggak punya simpanan sama sekali di kartu ATM? Semua uang kamu sudah kamu setor ke Ibu, kan?"

Wajah Firman seketika berubah panik. Ia bahkan sengaja menghindari tatapan Kalila yang teramat mengintimidasi.

"I-itu... Aku..." Firman benar-benar kehabisan akal. Entah, harus berkelit seperti apalagi dihadapan sang istri.

"Apa jangan-jangan... selama ini kamu ada simpanan dan sengaja menyembunyikan semuanya dari aku?" lanjut Kalila mencecar sang suami. "Untuk apa kamu sembunyikan, Mas? Apa kamu memang sengaja, tidak ingin memberi nafkah yang layak untuk aku?"

"Bukan seperti itu, Sayang!" Firman mendadak melunak. Walau bagaimanapun, separuh hatinya masih milik Kalila. Dicobanya untuk menggenggam tangan wanita itu. Namun, secepat kilat Kalila malah menepisnya kasar.

"Aku nggak nyangka, kalau kamu bisa setega ini sama aku, Mas! Disaat aku sudah susah payah merawat Ibu dan kamu dengan nafkah yang jauh dari kata layak, kamu justru menyembunyikan uang kamu untuk kamu berikan pada gundikmu itu!"

Suara Kalila menggelegar. Air matanya perlahan mulai menetes di depan Firman.

"Aku bukan gundik!" sergah Lia tak terima.

"Nggak usah akting kamu, Kalila!" Fika turut angkat bicara. "Kami semua tahu, pasti kamu yang sudah mencuri uang milik Firman."

"Uang terus yang kalian bicarakan," balas Kalila. "Aku bahkan nggak pernah tahu berapa banyak uang yang sebenarnya dihasilkan sama Mas Firman. Selama ini, aku bertahan hidup hanya dengan makanan sisa. Sepeserpun, Mas Firman tidak pernah memberikan aku tambahan nafkah."

"Kalau memang bukan uang Firman yang kamu gunakan untuk foya-foya, terus uang darimana, hah? Jual diri?" tanya Fika dengan penuh selidik.

"Aku pakai tabunganku sewaktu masih gadis, Mbak. Apa Mbak puas, sekarang?" jawab Kalila dengan bersungguh-sungguh.

"Tabungan semasih gadis? Nggak salah?" Fika tertawa meremehkan. "Kamu pikir, aku percaya? Ngaca, Kalila! Kamu itu cuma perempuan miskin. Jadi, mana mungkin kamu punya duit tabungan untuk kamu foya-foyakan."

Mendengar itu, Kalila hanya tersenyum sinis. "Mbak lupa, darimana asal modal yang dipakai Mas Firman untuk membuka toko meubel-nya?"

Mata Fika seketika mendelik.

"Itu semua modal dari aku, Mbak! Kalau bukan dari hasil menjual seluruh emas milikku, mungkin sampai detik ini, Mas Firman belum menjadi apa-apa. Dia mungkin saja masih menjadi pengangguran yang melarat dan banyak hutang!"

"Cukup bicaramu, Kalila!" hardik Firman dengan nada tinggi. Ada Lia di sini. Jelas, dia tak mau jika masa lalunya yang sangat memprihatikan sampai diketahui oleh sang istri muda.

"Kenapa, Mas?" tantang Kalila. "Apa kamu malu kalau gundikmu sampai tahu semenyedihkan apa kamu sewaktu miskin dulu?"

"Kalila! Sudah!" cegah Firman. "Lebih baik kamu masuk ke kamar! Masalah ini, kita bicarakan nanti."

"Semuanya harus diselesaikan sekarang! Aku nggak mau dituduh sebagai seorang pencuri."

"Oke. Mas percaya sama kamu. Kamu tidak mungkin berani melakukan hal tercela seperti itu. Jadi, tolong berhenti bicara dan masuk ke dalam kamar kamu sekarang juga!"

Kalila mengusap air matanya dengan kasar. Ia pun berjalan cepat hendak menuju ke kamarnya yang ada dilantai atas.

"Loh, mau kemana, kamu?" cegah Fika. "Masak dulu, gih! Kami lapar."

"Minggir, Mbak!" kata Kalila. "Aku mau naik ke atas!"

"Nggak boleh. Kamu harus masak dulu untuk kami!"

"Minggir atau aku dorong, Mbak!"

Bukannya takut, Fika justru malah tertawa mendengar ancaman dari Kalila.

"Memangnya, kamu berani?" tantang Fika dengan tatapan meremehkan.

Kalila menampilkan senyuman sinis diwajahnya. Tanpa aba-aba, ia langsung mendorong Fika dengan keras hingga terjatuh dan mendarat dilantai yang keras.

"Aduh!"

"Makanya, jangan coba-coba untuk nantangin aku, Mbak!"

Semua orang jelas tercengang melihat pemandangan yang sangat langka itu. Seorang Kalila yang dulu selalu lemah dan pasrah saat ditindas hari ini benar-benar berubah menjadi sosok yang sangat berbeda.

"Fika, kamu nggak apa-apa, Nak?" tanya Bu Midah yang melangkah mendekati sang anak.

"Sakit, Bu," ringis Fika.

"Kok kamu bisa kalah sama si miskin itu, sih?" tanya Bu Midah lagi. Ia sedang berusaha membantu putrinya untuk berdiri kembali.

"Nggak tahu, Bu. Tenaganya kuat sekali."

Bu Midah masih terlihat begitu syok. Sejak tadi, ia memutuskan untuk diam karena benar-benar terkejut akibat perubahan drastis Kalila.

"Bujuk istri tuamu untuk kembali jadi penurut seperti semula, Man!" pinta Bu Midah pada sang putra.

"Iya, Bu," angguk Firman.

"Mas, mau kemana?" tanya Lia saat Firman hendak menyusul Kalila ke lantai atas.

"Mau nyusul Kalila. Kamu tunggu di sini dulu, ya!"

"Mau ikut," rengek Lia dengan manja.

"Nggak usah," geleng Firman. "Kamu di sini saja sama yang lain. Oke?"

Tanpa menunggu persetujuan dari Lia, Firman lekas berlari menaiki anak tangga untuk menyusul Kalila. Sayangnya, belum sampai di lantai atas, suara barang-barang yang dilemparkan secara asal sudah terdengar nyaring dari arah kamarnya dan Kalila.

"Siapa yang menaruh barang-barang sampah ini di kamarku, hah?" teriak Kalila murka.

Glek!

Firman meneguk ludah dengan susah payah. Apakah Kalila kesurupan sehingga berani mengamuk seperti itu?

"Mas, itu suara apa?" tanya Lia yang ikut menyusul ke atas.

Prang!

Suara seperti botol pecah kembali terdengar.

"Jangan-jangan..."Lia tidak melanjutkan ucapannya lagi. Lekas, dia berlari ke atas dan melihat apa yang sebenarnya terjadi.

"Tidak!! Skincare-ku!! Parfum-ku!!!" pekik Lia saat melihat barang-barang miliknya benar-benar dihancurkan oleh Kalila.

"Berhenti perempuan burik!! Semua itu barang-barang mahal! Kamu mana sanggup ganti itu semua!"

Prang!

Lia seketika mematung. Sepersekian detik yang lalu, Kalila melempar satu botol parfum lagi dan nyaris mengenai kepala nya.

"Beli dari hasil ngangkang didepan suami orang aja, sudah bangga, hah?"

1
Rino Wengi
mampusssssd
Rino Wengi
di anjing istrinya mau dijual
Rino Wengi
si setan mau naik haji???? nggak takut kualat?
Rino Wengi
kesel banget sama Kalila... sudah dikhianati masih betah disitu.mending pulang kerumah kakaknya minta cerai
Rino Wengi
kenapa nggak cerai saja bego
Lucy
😄😄😄😄mantap kalila
Siska Eta
jangan jangan Lia punya pria lain ya
Siska Eta
mantap lawan terus ,puas aku baca
Siska Eta
keluarga iblis di otak mareka hanya untuk memanfaatkan harta orang
Siska Eta
belum sadar dia kalau istrinya tengah menjatuhkanya
Siska Eta
pastikan jatuh sampai titik terendah
Siska Eta
Kalau su banyak uang lupa diri
Siska Eta
Cinta tanpa restu keluarga ternyata lebih sakit
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙤𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙢𝙞𝙙𝙖𝙝2 𝙪𝙩𝙚𝙠𝙚 𝙜𝙚𝙨𝙚𝙧 𝙨𝙖𝙠 𝙖𝙣𝙖𝙠2 𝙢𝙖𝙣𝙩𝙪2 𝙣𝙚 😭😭🤣🤣🤣
Melinda Corra Febrina
/Smile/
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙞𝙗𝙪𝙠 𝙠𝙤𝙠 𝙠𝙚𝙢𝙥𝙡𝙤 🤣🤣🤣
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙠𝙖𝙧𝙢𝙖 𝙙𝙞𝙗𝙮𝙧 𝙩𝙪𝙣𝙖𝙞 𝙡𝙞𝙖 𝙡𝙞𝙖 🤣🤣🤣
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙨𝙤𝙮𝙤 𝙜𝙚𝙨𝙚𝙧 𝙪𝙩𝙚𝙠𝙚 𝙠𝙚𝙡𝙪𝙖𝙧𝙜𝙖 𝙠𝙞, 𝙟𝙚𝙣𝙚𝙣𝙜𝙚 𝙬𝙤𝙣𝙜 𝙨𝙪𝙜𝙞𝙝 𝙠𝙚𝙗𝙖𝙣𝙮𝙖𝙠𝙖𝙣 𝙥𝙞𝙣𝙩𝙚𝙧 𝙙𝙖𝙣 𝙢𝙨𝙩𝙞 𝙥𝙣𝙮 𝙘𝙞𝙧𝙘𝙡𝙚 𝙤𝙧𝙖𝙣𝙜2 𝙝𝙚𝙗𝙖𝙩 𝙮𝙜 𝙣𝙜𝙚𝙧𝙩𝙞 𝙝𝙪𝙠𝙪𝙢 🤣🤣🤣𝙠𝙤𝙠 𝙢𝙖𝙡𝙖𝙝 𝙖𝙧𝙚𝙥 𝙙𝙞𝙥𝙚𝙧𝙚𝙨 🤣🤣🤣𝙙𝙪𝙣𝙜𝙪 𝙖𝙣𝙘𝙚𝙣
𝐚𝐫𝐢𝐞𝐬 𝐠𝐢𝐫𝐥
𝙞𝙣𝙞 𝙢𝙞𝙙𝙖𝙝 𝙩𝙪𝙖 𝙗𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖 𝙤𝙩𝙖𝙠𝙣𝙮𝙖 𝙪𝙙𝙝 𝙜𝙚𝙨𝙚𝙧 𝙠𝙖𝙡𝙞 𝙮𝙖, 𝙙𝙞𝙖 𝙮𝙜 𝙣𝙮𝙞𝙠𝙨𝙖 𝙆𝙖𝙡𝙞𝙡𝙖 𝙚𝙝 𝙜𝙞𝙡𝙞𝙧𝙖𝙣 𝙨𝙖𝙠𝙞𝙩 𝙢𝙞𝙣𝙩𝙖 𝙙𝙞𝙟𝙢𝙥𝙩 𝙙𝙞 𝙠𝙨𝙝 𝙨𝙪𝙧𝙥𝙧𝙞𝙨𝙚 𝙚𝙢𝙖𝙣𝙜 𝙩𝙪𝙖 𝙗𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖 𝙗𝙖𝙪 𝙩𝙖𝙣𝙖𝙝 𝙜𝙠 𝙩𝙖𝙪 𝙙𝙞𝙧𝙞 𝙜𝙠 𝙥𝙣𝙮 𝙤𝙩𝙖𝙠😡😡😡
Diny Julianti (Dy)
kenapa ngga cari kontrakan aja lagi, kan motor suaminy bisa djual
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!