NovelToon NovelToon
NASIB CLAUDIA

NASIB CLAUDIA

Status: tamat
Genre:Gangster / Keluarga & Kasih Sayang / Action / Persahabatan / Balas Dendam / Persaingan Mafia / Tamat
Popularitas:13.8k
Nilai: 5
Nama Author: Widya Pramesti

Claudia adalah seorang gadis muda yang lahir dari keluarga mafia yang terkejam, terkenal dan penuh intrik pada bagian Eropa. Namun, Claudia juga sebagai anak broken home yang tumbuh dalam bayang-bayang konflik keluarga yang tak kunjung usai. Meskipun terlahir dari keluarga yang berkuasa, dia tidak pernah merasakan kedamaian sejati.

Di tengah kekacauan itu, Claudia jatuh cinta pada seorang pria yang seharusnya memberinya kebahagiaan, namun kenyataannya justru menjerumuskannya lebih dalam ke dalam dunia yang penuh nafsu. Kekasihnya, yang mencintainya bukan karena tulus, tetapi karena hasrat semata, hanya menambah kesedihan dan rasa terhimpit dalam hidup Claudia. Hubungan mereka penuh dengan kebohongan, kepalsuan, dan manipulasi.

Tak hanya itu, Claudia juga harus menghadapi kenyataan pahit tentang sahabat yang sangat dia percayai. Sahabat yang selama ini dia anggap sebagai teman sejati ternyata berkhianat, memainkan peran dibalik layar, dan merencanakan penghancuran dalam hidup Claudia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widya Pramesti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kenapa Kamu Meninju Ku?

"iihhhsss...jadi ternodai kan pipi ku kalau gini!" guman Claudia sambil berjalan menghentak kan kedua kaki nya ke tanah dengan sebal.

"Claudia, tunggu....!" teriak Zen mengejar diri nya.

"Mau apa lagi sih tuh orang!"

Dia tiba di parkiran motor, lalu menaiki motor nya, meraih kunci dan hendak di hidup kan nya.

"Clau..., kamu masih marah ya sama aku?" Zen menahan stang motor Claudia sebelum ia meninggalkan diri nya.

"Apa sih, aku lagi badmood sama kamu!"

" jadi jangan dekat-dekat!!". ucap Claudia dengan bete.

"Kamu mau pulang atau kemana? Aku ikut yaa...!" ujar Zen menawarkan diri nya.

"Diihhh!"

"Bukan urusan kamu, terserah aku mau kemana aja. Asal kamu tidak ikut dengan ku!" tegas Claudia melarang Zen secara mentah-mentah.

"O-Oke!"

"Kalau gitu kamu hati-hati ya!"

"Jangan ngebut, nanti bisa di tangkap Polisi" ujar Zen mencoba mengingat kan, walaupun diri nya tak di harapkan oleh Claudia.

"Hem!" jawab Claudia cuek.

Dia pun menancap gas nya keluar dari halaman kampus tersebut dengan kecepatan sedang.

"Walaupun kamu masih cuekin aku, tapi aku akan tetap berusaha mencoba meluluh kan hati mu!" lirih Zen di dalam hati nya melihat Claudia keluar dari halaman kampus itu.

"Tapi kata Ken, dia punya pacar? Siapa pacar nya? Hmmm...bodoh amat ah! Pokoknya aku harus bisa meluluhkan hati Claudia. Lagian masih ada jalur kuning!" buncah Zen dalam hati nya lagi.

...----------------...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...----------------...

Di lain sisi, Claudia pergi ke sebuah Sasana tinju tempat dia untuk berlatih tinju yang di sebut boxing yaitu hobby nya.

Dhuuaaak! Dhuuaaak! Dhuuaaak!

Suara pukulan samsak tinju.

"Benar- benar menyebal kan!" Claudia meninju samsak tersebut dengan sangat keras.

"Hei nona!"

Seseorang mencolek-colek pundaknya. Claudia yang tengah asik meninju merasa terganggu.

Dia tidak ingin menoleh bahkan membalikkan punggung nya untuk melihat siapa yang telah mengganggu dirinya sedang berlatih. Tapi, orang tersebut malah mecolek dengan satu jari nya di atas pundak Claudia.

Claudia menepiskan colekan jari orang tersebut dengan menggerakkan pundak nya, dalam waktu bersamaan. Dia langsung membalikkan punggungnya sambil memberikan satu layangan tinjuan darinya, karena konsentrasi dirinya terganggu oleh orang tersebut.

"Sudah aku kata kan, jangan ganggu dan ikut aku!" ucap Claudia yang mengira itu adalah diri Zen yang berusaha menguntit dirinya.

Buuuggghhhh.....!

Tinjuan itu tepat sasaran, terdengar cukup kuat dan keras.

"Aaooowwww....." orang tersebut tengah menyeka darah yang menetes dari hidung nya dan ternyata itu bukan lah Zen.

"Eh, ma-maafkan aku.... A-aku kira kamu penguntit ku!" ucap Claudia dengan gugup saat mengetahui jika orang yang sengaja dia pukul bukan lah Zen. Pria tersebut juga menunduk kan wajah nya karena menahan rasa sakit.

Karena dari bentuk tubuh yang atletis dan lebih kekar dari Zen, sudah kelihatan kalau itu bukan lah diri Zen. Claudia mencoba mengintip dan melihat siapa pria yang dia pukulin.

"Ka-kamu...?" diri nya terkejut saat tau siapa pria di hadapan nya sekarang.

"Kamu bukan nya pria yang traktir minuman ke aku ya?" Claudia mencoba mengingat wajah pria yang dia temui saat itu ternyata sama dengan pria yang dia pukulin tanpa sengaja karena salah sangka.

"Iya!"

"Kenapa kamu meninju ku?" tanya pria itu dengan nada pelan.

"Aduh, maafkan aku yaa..., aku tak bermaksud memukul mu. Aku sangka kamu orang yang menguntit ku, ternyata dugaan ku salah!" lirih Claudia dengan merasa bersalah dan panik.

"Memang nya siapa yang menguntit kamu?" pria itu masih mencoba menyeka darah di hidung nya.

"Em, ada sih! Pokoknya aku gak suka di kuntit"

"Ma-maaf ya!"

"Aku benar-benar tidak bermaksud untuk melukai diri mu...." Claudia membuka sarung tinju milik nya. Dia berlari menuju locker besi tempat penyimpanan barang nya.

Tak lupa mengambil beberapa lembar tisu dan bahan medis lain yang selalu dia bawa di dalam tas nya dan di letakkan dalam lemari locker tersebut.

Claudia menghampiri pria itu kembali dan langsung menyumpalkan tisu itu ke dalam hidung pria tersebut. Lembaran tisu itu langsung berubah menjadi merah akibat noda darah yang masih segar terus terimbuh keluar dari hidung mancung pria itu.

"Sepertinya, tulang hidung kamu patah?" ujar Claudia dengan kedua alis tebal nya sedikit terangkat.

Diri nya merasa bersalah dan menyebabkan pikiran nya jadi melayang ke hal berlebihan karena tidak bisa mengontrol tinjuan tersebut.

"Tidak! Tidak masalah kok, tinjuan mu tidak terlalu keras"

"Hidung ku saja, yang mudah mimisan!" timpal Pria itu sambil mendongakkan dagu nya agar menghentikan pendarahan dari lubang hidung nya.

"Gimana kalau kita ke rumah sakit, supaya bisa tau apa hidung mu patah atau tidak!" Claudia yang masih tak enak hati, mencoba menawarkan untuk berobat sebagai tanggung jawab atas ulah nya.

"Tak perlu loh, hidung ku gak akan patah. Masih utuh kan?" pria itu menunjukkan batang hidung mancung nya yang sama sekali tidak terlihat bengkok atau patah.

"Ba-baiklah, kalau begitu biar aku saja yang obatin luka di hidung mu!" Claudia yang ternyata tak lupa membawa sebuah plester luka dan tisu lebih di tangan nya.

"Boleh!" pria itu menggangguk.

Mereka mencari kursi kosong di dalam tempat latihan tinju tersebut.

"Kamu jangan banyak bergerak ya, biar aku bersihkan dulu sisa noda darah di hidung mu!" ucap Claudia mengelap sisa yang masih menempel di pinggir ujung hidung mancung pria itu.

Pria itu tidak menjawab, hanya memandangi Claudia yang sedang mengobati diri nya sambil tersenyum tipis.

Tatapan Mata hazel nya itu bertemu sorotan bola mata Claudia yang tengah memasangkan plester luka di hidung nya.

"Oh, You Pretty Things...!" gumam pria itu tanpa sadar membuat kedua bola mata Claudia melebar sekilas.

Mendapatkan pujian dari pria tersebut membuat Claudia merasa bangga dan salting.

"Sudah selesai!" ucap Claudia yang telah memasang plester luka dengan benar.

"Terimakasih ya!" ujar pria itu dengan tersenyum hangat.

"Btw, Aku Sky Devano Baskara. Nama kamu siapa?" tanya pria itu dengan nada lembut.

"Sorry ya, aku hampir lupa. Saat itu aku mau bertanya siapa nama mu, tapi aku malah ninggalin kamu duluan di mini market" timpal pria itu bernama Sky.

"Nama ku Claudia Ghia Rossa!" Claudia merespon dengan cepat.

"Oh enggak masalah, mungkin kamu ada urusan mendadak. Kelihatannya sangat terburu-buru saat itu" ujar Claudia.

"Hehe...!".

"Kamu suka latihan disini ya?" tanya Sky mencoba basa-basi.

"Iya, aku sering latihan disini. Seperti nya kamu member baru ya?" Claudia melemparkan pertanyaan ke Sky.

"Ah iya, aku selama ini sibuk bekerja. Karena ini lagi ada waktu luang, jadi aku mencoba untuk berolahraga di tempat ini!" jawab Sky dengan nada soft spoken yang sangat indah di dengar di telinga Claudia.

"Oh begitu, lain kali kalau mau latihan disini jangan gangguin orang lagi memukul samsak"

"Jadi gini kan akibat nya!" Claudia menyinggung bibir nya menunjuk ke arah hidung sky yang terluka akibat diri nya.

"Ahaha, tidak masalah loh! Anggap saja ini bukti pengenalan kita di tempat ini!" Sky tertawa karena dia tidak akan menyalahkan Claudia sama sekali.

"Ya tapi kan, aku merasa gak enak karena tak sengaja melukai kamu!" lirih Claudia dengan menghelakan nafas nya.

"Sudah, jangan di pikir kan lagi!"

"Yang penting kamu sudah bertanggung jawab mengobati luka di hidungku ini!"

Tangan Sky tiba-tiba mengelus kepala Claudia dengan lembut membuat diri nya terasa senang mendapatkan perlakuan yang baik dan hangat dari pria yang baru dia kenal.

"Hem, aku pulang dulu ya!" pamit Claudia dengan nada pelan.

"Memang nya latihan kamu sudah selesai?" tanya Sky dengan heran.

"Belum sih, tapi aku takut nya ibu nyari in aku. Karena aku pulang dari kampus langsung kesini dulu!"

Claudia yang tiba-tiba kepikiran, karena baru teringat bahwa Zen tentangga nya itu takut akan melapor kepada ibu nya jika diri nya keluyuran setelah pulang dari kampus tanpa izin terlebih dahulu.

"Oh gitu, mau di antari engga?" Sky menawarkan sebuah tumpangan.

"Ah, enggak apa Sky. Soal nya aku naik motor seperti di mini market kemarin!" ujar Claudia mengingatkan jika dia memang terbiasa naik motor.

"Hmm...ya sudah kamu hati-hati yaa...!" ucap Sky tersenyum tipis kepada nya.

"Iya Sky"

"Daaa..... , see you!" Claudia melangkah ke ruangan di dekat locker nya untuk menggantikan pakaian latihannya tersebut.

Tidak butuh waktu lama Claudia telah selesai menggantikan pakaian nya kembali, dia keluar dari tempat latihan nya tersebut untuk segera pulang sebelum Zen memberikan sebuah laporan palsu jika dia tengah asik berkeluyuran.

"Aku harus segera pulang, sebelum ibu bertemu dengan Zen. Pasti dia akan mengfitnah ku, karena tadi aku tak mengizinkan diri nya untuk mengikuti diri ku!" gumam Claudia yang tengah menancapkan gas motor nya itu.

...----------------...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...----------------...

...bersambung.......

1
Ciya시키야(⁠◕⁠દ⁠◕⁠)
Alvin disini jahat/Cry/
Ciya시키야(⁠◕⁠દ⁠◕⁠)
Semangat
W👾
Lumayan
Oma yeni*🦋
smoga saja Roberto berubah lebih baik
Oma yeni*🦋
semoga sky bisa membantu Claudia menyelesaikan masalahnya
Oma yeni*🦋
sky naksir Claudia juga gak ya 🤔 Oma mampir Claudia 🙏🤗
Oma yeni*🦋
sky 🤔 apa mungkin dia🤔
Oma yeni*🦋
apakah dia pelindung rahasia Claudia?
Oma yeni*🦋
siapa yang hamili Riana sebenarnya 🤔
Reogkhentir
Entah nasib Claudia kedepannya, jika tahu dirinya tengah berbadan dua. So pasti nekad ingin menemui Alvin sendirian tanpa bantuan Sky Zen atau pun ayahnya sendiri.
Reogkhentir
Penyesalan hanya itu yang kau dapat Carlos, semua karena sikap egois mu yang hanya mementingkan diri mu saja. Entah bagai mana reaksi Claudia begitu tahu ibunya koma, karena berita tentang dirinya diculik Alvin.
Reogkhentir
Sungguh tragis sekali nasib ibu dan anak sama terbaring karena sakit, akan kah Carlos segera menandatangani berkas tindakan untuk mantan istrinya.
Reogkhentir
Reuni keluarga kan terjadi dirumah sakit, namun sayang dalam keadaan yang tak baik baik saja buat mereka, terutama Isabel dalam keadaan kritis karena riwayat penyakit jantungnya.
Reogkhentir
Claudia kok jadi tolol banget ya, ahli beladiri tapi tak punya kepekaan sana sekali. Makanya kalau cinta sekedarnya saja kalau belum resmi jadi makin hancur hidup mu setelah ini. Karena Alvin pasti menyebar video itu, ibu langsung sekarang melihat video mu viral tersebar sedang berpacu dalam birahi.
Reogkhentir
Kenzie Otang udang ya begini jadinya, syahwat saja yang digedein. Sudah tahu Alvin keturunan mafia segala cara ditempuh guna memenuhi nafsu syahwatnya.
Reogkhentir
Tambah seru saja perang emosi diantara ketiga pemuda ini nantinya, so pasti Sky tahu tingkah laku dari Alvin karena masuk dalam radar pantauannya.
Reogkhentir
Zen gelisah sekali ketika Claudia begitu dekat dengan Sky, pasti ada tujuan dari mendekati Claudia. Kenapa Claudia begitu penasaran dengan scurity yang baru, mungkinkah yang menembak Kenzie scurity baru ini.
Reogkhentir
Masih labil sekali Claudia ini, punya maksud apa ya Sky mendekati nya.
Reogkhentir
Paling ga enak kalau dosen tersebut ternyata ibu sahabatnya, rasa canggung pasti ada diantara mereka. Tambah tak bisa diterka bagai mana kelanjutan alurnya, pasti blunder ketika menerka alur kesah berikutnya.
Reogkhentir
Otak mafia tak lepas dari bisnis, tak peduli dengan kebohongan yang penting ambisi untuk menguasai harta mereka terpenuhi. Bagai mana ya jika Claudia tahu bahwa ayahnya Alvin Roberto musuh bebuyutan dari Carlos ayah Claudia 🤔🤔🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!