NovelToon NovelToon
Momy? I'Am!!

Momy? I'Am!!

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Fara Dela Sandi

Menikah di masa muda karena perjodohan memang adalah hal klise. Namun, kenyataan nya hal klise seperti itu yang di jalankan oleh Dea Amelia Wijayanto. Mengubahnya menjadi gadis yang tidak terurus hanya karena mengurus seorang anak dan suami. Pengkhianatan menghancurkan hidup Dea.
Lucas Sandoro, suami yang dingin dan tak mencintai Dea. Kehidupan seperti apa yang sebenarnya pernikahan itu?!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fara Dela Sandi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 10

Bab 10

Ruangan makan terasa begitu berbeda pada siang harinya. Karena seluruh keluarga berkumpul merayakan kembalinya ingatan Dea. Ke dua belah keluarga bahagia mendengarnya.

Bintang tersenyum terus menerus menatap wajah sang Ibu yang telah kembali. Dea yang lembut dan penuh kasih sayang. Dari tadi Lucas hanya menatap Dea penuh arti.

Saat mata tajam Lucas bertemu dengan mata bening Dea. Wanita cantik itu tersenyum namun senyum itu bukanlah senyum biasa. Melainkan senyum licik yang membuat bulu kuduk Lucas merinding.

"Wah, senang sekali Dea telah bisa mengingat kembali," seru Santi dengan wajah ceria.

"Benar. Putriku telah kembali lagi, aku yakin keluarga ini pasti sangat bahagia. Dan dengan begitu wajah cucuku yang cantik ini tak akan murung lagi." Timpal Ani membelai pucak kepala Bintang yang duduk di sampingnya.

"Tentu saja, Mama!" Balas Dea dengan senyum hangat.

"Apa kalian tak berniat memberikan adik untuk, Bintang hem?" tanya Santi membuat Lucas yang baru mengunyah makan tersedak.

Dea langsung memberikan air padanya. Sedangkan para orang tua tertawa melihat reaksi Lucas. Mutia hanya terdiam melihat Dea menepuk punggung Lucas. Jauh di lubuk hatinya ia benci itu.

"Tentu saja Mama, aku dan Kak Lucas ingin memberikan adik untuk Bintang. Aku ingin mempunyai anak lelaki kali ini." Ucap Dea setelah meletakan lauk ke mangkuk Lucas.

Lelaki imut itu mengalihkan tatapan nya ke arah Dea dengan wajah bingung. Bintang menatap sang Ibu tak kalah bingungnya dengan wajah Mutia. Wanita cantik itu berpikir Dea akan membuka kedok berselingkuh mereka berdua. Namun yang terjadi malah sebaliknya.

"Bagus itu, dengan begitu kita punya penerus Sandro nantinya," kini giliran suara tuan Anto Sandoro terdengar.

Perkataan Anto di setujui oleh Budi Wijayanto dan ibu Dea. Tentunya Santi tak mau ke tingalan.

"Iya itu benar. Aku sudah tak sabar bisa mengendong bayi lagi." Ucap Budi sambil membayangkan cucu ke duanya.

Semua orang tertawa mendengar perkataan Budi terkecuali Lucas dan Mutia.

"Papa! Apa Kakak Mutia tak akan menikah. Aku dengar Papa akan menjodohkan Kakak Mutia dengan anak pengusaha JHJ Groub yang tampan itu." Timpal Dea dengan wajah bahagia.

"Ya, itu akan kami laksanakan secepatnya sayang." Ucap Budi menatap Mutia. Membuat Mutia tersenyum kecut.

Lucas terperangah mendengar perkataan Ayah mertuanya. Dea menarik sudut kiri bibirnya ke atas tersenyum licik saat ke dua orang itu melirik ke arahnya.

"Rasakan pembalasanku Kakak dan Suamiku tercinta. Jika kalian berpikir bisa bahagia di atas penderitaan ku? Jangan berharap. " Ucap Hati kecil Dea dengan tawa menyeringai.

"Aku tidak sabar melihat Kak Mutia berada di atas altar," tutur Dea lagi.

Ia tak sadar jika di bawah meja tangan Lucas terkepal kuat. Sedangkan Mutia meremas sumpit yang ia pegang. Orang tua keduanya sibuk berbicara banyak hal. Dea beberapa kali ikut menimpali. Tidak dengan Mutia dan Lucas yang masih berpikir nasib ke duanya.

Setelah selesai semua Orang pulang tinggallah Keluarga Lucas di rumah. Para pembantu telah tidur saat telah selesai membereskan meja makan. Bintang pun telah tidur karena besok ia harus kembali masuk sekolah.

Dea menatap bayangannya di cermin rias. Ia sudah kembali ke kamarnya semula. Ia sudah bertekad untuk kuat untuk membalaskan ke tidak adilan yang ia terima. Terlalu mudah bagi Lucas dan Mutia lolos dari tuduhannya. Maka tak ada cara lain ikuti permainan mereka.

Dengan cara ikut berperan penting di dalam sana. Dea sudah muak menjadi wanita bodoh yang diam saja saat dia di perlakuan tidak adil.

KLIK !!!

Pintu kamar mandi terbuka dengan menampilkan Lucas yang memakai baju tidur terbuat dari sutra berwarna hitam. Dea kembali tersadar saat Lucas melangkah ke arahnya. Ia tau Lucas tak akan tinggal diam karena apa yang telah ia lakukan.

Dea berdiri dari duduknya menghadap ke arah Lucas. Di mata Lucas tersirat ke marahan di sana. Dea tak mempermasalah perasaan Lucas.

Dea menggeser bangku meja rias membuat tak ada penghalang antara dia dan Lucas. Wajah yang di poles make up tipis dengan bibir merah merona. Baju gaun tidur yang tipis hinga mempertontonkan tubuh lengkung tubuhnya.

Lucas bisa mencium dengan jelas bau parfum mawar mengguar dari tubuh Dea. Karena jarak ke duanya hanya satu langkah.

"Kenapa kau melakukan itu semua, hah?" tanya Lucas dengan suara berat.

"Melakukan apa, Kak?" tanya Dea berpura-pura bodoh.

"Jangan berpura-pura bodoh Dea. Aku tau kau sangat jelas tau perselingkuhan aku dan Mutia. Lalu kenapa kau tak katakan pada ke dua orang tua kita, huh?"

Dea melangkah mendekati Lucas mengikis jarak antara dia dan Lucas. Ia mendongak kan wajahnya guna melihat wajah Lucas dengan jelas. Ia bisa merasakan hembusan nafas Lucas yang menerpa wajahnya.

"Karena aku tak ingin kehilangan Kak Lucas. Dan aku memaafkan kesalahan Kakak, aku mencintai kamu, kak!" ujar Dea dengan mata sendu.

Lucas membeku melihat mata Dea. Dea memeluk tubuh Lucas dengan erat, sangat-sangat erat.

Ia menenggelamkan wajahnya ke dada bidang Lucas. Ia bisa menghirup bau mint dari tubuh Lucas.

"Aku mencintaimu, Kak! Sangat mencintaimu aku mohon berikan aku ke sempatan untuk membuatmu mencintaiku." Tutur Dea pelan karena teredam oleh pelukannya di dada bidang Lucas.

Lucas masih diam membeku. Dea tersenyum sinis di dalam dada bidang Lucas. Lalu kembali mengubah wajahnya menjadi sendu. Ia melepaskan pelukannya meski tampa di balas. Dea menengadahkan Wajahnya dan berjinjit ke dua kakinya menarik tengkuk Lucas.

Bibir Dea dan bibir Lucas menyatu. Dea ******* bibir Lucas dengan cepat. Membuat lelaki itu terlena akan perbuatan Dea hingga tanpa sadar tangan kirinya memeluk pinggang Dea. Tangan kanannya di gunakan memperdalam ciuman Dea.

Merasa mendapatkan balasan Dea menurunkan tangannya dari leher Lucas. Tangan Dea mulai melancarkan aksinya .Ia membuka satu persatu kancing baju tidur Lucas.

Terdengar jelas erangan dari tengorokan Lucas saat tangan Dea membelai dada bidang Lucas dengan lembut.

"Ayo masuklah lebih dalam di dalam jebakan ku, Lucas Sandoro. Dan Mutia Wijayanto, kau akan terluka melihat apa yang telah aku lakukan pada lelaki yang kau Cintai."  Ucap Dea di dalam hatinya saat ia membimbing Lucas mendekati ranjang ke duanya.

*****

Dengan wajah letih Dea menatap ke arah cermin riasnya. Padahal ia baru tidur dua jam setelah aksi ranjangnya bersama Lucas. Lelaki itu masih tergolek di atas tempat tidur dengan nafas teratur.

Dea memberikan BB cream dan juga Fondesion di lehernya. Guna menyamarkan bekas cumbuan Lucas. Ia melepaskan rambut panjangnya. Dan membuat nya sedikit bergelombang di bangian bawahnya.

Dea tampil fress dengan baju dress berwarna  Orange. Ia menyambar tas kecil nya bersamaan dengan kunci mobil. Pagi ini dia ada jadwal kuliah pagi. Saat di meja makan ia melihat sang Putrinya makan sendiri. Ia begitu merindukan sang Putri.

Dea melangkah ke arah Bintang lalu mengecup pipi Bintang. Membuat Bintang terdiam lalu tersenyum lebar mendapatkan kecupan pagi dari sang Ibu seperti pagi-pagi yang pernah hilang.

"Bintang, akan berangkat sekolah ya? Maafkan Mama tak bisa menemani Bintang makan dan mengantar Bintang hari ini. Karna jadwal kampus Mama pagi ini dan Mama sudah telat sayang," jelas Dea tanpa di minta.

"Tenang saja Ma. Bintang akan di antar oleh Pak Supri. Semoga hari Mama menyenangkan," doa Bintang dengan cerita.

"Terimakasih sayang. Semoga hari Bintang juga menyenangkan ya. Kalau begitu Mama berangkat dulu sayang." Ucap Dea lalu mengecup ke dua pipi Bintang lalu melangkah pergi.

Tak butuh waktu lama bagi Dea menuju kampus. Ia tersenyum saat melihat gadis imut yang baru kemarin menjadi temannya.

"Kak Dea!" panggilnya dengan kencang lalu melangkah mendekati Dea.

Dea memberikan Senyum hangatnya.

"Kenapa Kakak terlambat. Untung saja kelasnya di tunda karna para Dosen rapat," jelas Hani tampa di tanya.

"Benarkah?" tanya Dea.

"Ya, Kak!" Jawab Hani.

Ke duanya kembali mengobrol sambil melangkah ke arah kantin. Gadis itu mengerutu karena sang kakak tidak menjemput saat ia pertama kali masuk kampus. Padahal sang kakak sudah berjanji datang tapi tak jadi karena insiden orang pingsan.

Itulah omelan Hani panjang lebar tentang sang Kakak. Yang dia katakan sempurna dan menyayanginya. Dea tersenyum mendengarnya. Ia merasa iri dengan Hani yang mempunyai kakak yang baik tidak seperti dia.

Namun obrolan Dea dan Hani terhenti saat nama Hani di Panggil nyaring oleh lelaki di belakang tubuh ke duanya. Dea merasa kenal dengan suara itu. Ketika ke duanya berbalik saat itu bola mata Dea membesar.

"Dia..." Ucap Dea pelan saat lelaki itu mendekati ke duanya.

.

.

1
beby
😭
beby
ooo gitu critanya
beby
siapa sih dia
beby
ooo papa dea masih hidup
beby
siapa lg itu yg mengintai.. penasaran
beby
good
beby
lanjut
beby
siapa lg ini yg datang
beby
balasan yg manis
beby
dokter itu kk hani
beby
apa rencananya
beby
lukas penghianat
beby
kasian bintang
beby
tuhhh kan selingkuh lg
beby
hmmmm
beby
aga bingung siapa baygun
beby
lanjut
beby
masih ada typo... tp lanjut aja
Rosmawati/jnr
Bagus
Jack
bagus banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!