NovelToon NovelToon
Pengasuh Tiga Kembar Mesum

Pengasuh Tiga Kembar Mesum

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Karena Taruhan / Bad Boy / Cinta pada Pandangan Pertama / Harem / Enemy to Lovers / Nikah Kontrak
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

Qiara adalah anak yatim piatu yang selalu dimanfaatkan oleh pamannya. Hidupnya begitu menderita. Bahkan dirinya juga disuruh bekerja menjadi pelayan tiga badboy kembar yang akhirnya menjamah dirinya. Hidupnya penuh penderitaan, sejak ke dua orang tuanya meninggal. Dia harus bekerja mencukupi kebutuhannya. Namun akhirnya, ketiga kembar kaya raya itu jatuh cinta pada Qiara. Bahkan saling berebut untuk mendapatkan cintanya? Siapakah dari pada kembar yang bisa bersama dengan Qiara? Apakah Nolan? Apakah Natan? Apakah Noah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3.

Tiba-tiba, pikiran liar itu datang. "Astaga, jangan-jangan ketiga laki-laki kembar ini sebenarnya idiot dan mempunyai otak yang tidak normal," kata Qiara lagi dalam hati, merasa ngeri dengan asumsi ini.

Tak disangka, salah satu dari anak kembar Abraham tiba-tiba berkata, "Apa yang lo katakan? Lo ngatain gue itu idiot bahkan tidak punya otak yang normal."

Qiara merasa terperanjat, bagaimana mungkin ucapan dalam hatinya bisa terdengar oleh salah satu dari mereka?

Apakah mereka memiliki kemampuan khusus? Hal ini membuat Qiara semakin merasa penasaran dan bertekad untuk mengungkap kebenaran di balik rahasia tiga kembar tersebut.

Setelah paman Qiara, yaitu Danu, selesai berdiskusi dan berbasa-basi dengan Abraham, mereka akhirnya mencapai kesepakatan.

Danu pun memutuskan untuk pamit pulang ke desa.

Qiara hanya bisa menatap kepergian pamannya dengan tatapan yang sulit untuk dideskripsikan.

Hatinya merasa sedikit cemas dan bimbang, lalu memilih untuk mengalihkan perhatiannya pada tumpukan berkas yang ada di hadapannya.

Sementara itu, sebenarnya Qiara sedari tadi sibuk membaca surat perjanjian tersebut.

"Kenapa ya, aku sudah membaca surat perjanjian ini berkali-kali, namun hingga kini, aku masih merasa bingung dengan isi darinya? Apakah memang surat ini sulit dipahami, atau ada sesuatu yang mengganjal dalam hatiku terkait kesepakatan yang telah dibuat?" gumam Qiara dalam hati, sambil berusaha mencari pemikiran yang jernih untuk mengatasi kebingungan dan perasaan campur aduk yang tengah melanda dirinya.

Qiara Jasmin, begitu nama lengkapnya. Seorang gadis yang dikenal sebagai pribadi periang, pekerja keras, dan tak pernah mengeluh.

Ia sosok yang rajin serta berhemat. Walaupun hanya memiliki tinggi badan 150 cm, kecantikannya tak terbantahkan dengan wajah imut yang di milikinya

Wajah bulat dan mata bulatnya mampu memikat siapa pun yang memandangnya. Ditambah dengan buah dada yang besar serta bentuk tubuh bawah belakang yang menggoda, ia memang seperti gitar Spanyol dalam bentuk tubuh mungil.

"Apakah penampilanku ini berarti aku harus puas dengan kecerdasan di bawah rata-rata?" tanya Qiara dalam hati. Ia menyadari bahwa ia memiliki kekurangan yang signifikan yaitu IQ nya hanya sebesar 90, jauh di bawah rata-rata orang pada umumnya.

Ia merasa agak frustasi saat harus berpikir dan meresapi informasi yang diberikan.

"Tapi, mungkin Tuhan memang memberikan kelebihan dan kekurangan pada setiap orang. Siapa bilang kecerdasan itu harus diukur dari angka? Toh aku sudah cukup membuktikan diri dalam berbagai hal," tutur Qiara berusaha menenangkan hatinya. Ia tahu bahwa, meski kecerdasannya tak setinggi yang lain, ia masih bisa mencapai banyak hal dengan bekerja keras dan semangat yang tinggi. Selama ia mau terus belajar dan berusaha, tak ada hal yang tak mungkin bisa dicapai oleh Qiara Jasmin.

"Nak Qiara, perkenalkan ini anak kembar Om yang pertama bernama Nolan. Yang sewaktu nak Qiara baru sampai ke rumah ini malah salah masuk ke dalam kamarnya," ujar Abraham sembari menunjuk ke arah putra kembar pertama-nya yang sedang sibuk memainkan ponsel yang ada di tangannya.

Ucapan yang baru saja keluar dari bibir Abraham itu seketika membuyarkan lamunan Qiara. Reflek, Qiara pun mengulurkan tangannya ke arah laki-laki yang dipanggil Nolan.

Namun, Nolan terlihat tidak menanggapi uluran tangan Qiara. Dia hanya melirik sekilas uluran tangan Qiara tanpa berniat membalasnya.

"Apa dia merasa terganggu atau tidak suka padaku? Atau mungkin saja dia merasa tidak nyaman karena aku telah memasuki kamarnya tanpa izin?" gumam Qiara dalam hati sambil merasa cemas, bahkan rasa malu tiba tiba menghampiri dirinya kala teringat peristiwa memalukan di kamar mandi tempo lalu.

Lantas Qiara pun menarik kembali tangannya yang mengambang di udara, seraya menggerutu dalam hati.

"Dasar sombong! Awas nanti kalau minta buat dimasakin, gue bakalan gantian buat diemin lo. Seperti apa yang barusan lo lakukan sama gue," gerutu Qiara dalam hatinya, merasa tersinggung oleh perlakuan Nolan.

Tapi, apa yang terjadi selanjutnya sungguh tak terduga.

"Lah, gue bisa masak! Gue itu gak butuh bantuan lo kali," sahut Nolan dengan nada cuek. Tanpa sadar, dia telah menjawab keluh kesah Qiara yang baru saja diungkapkannya dalam hati.

Mendengar ucapan yang barusan keluar dari bibir Nolan, semua orang yang ada di dalam ruangan itu terperangah, dan menatap Nolan dengan tatapan tidak percaya.

Nolan terlihat seperti orang yang tiba-tiba berbicara sendiri. Bahkan, dua adik kembar yang lain langsung mencerca kakak kembarnya itu dengan sebuah pertanyaan yang penuh rasa heran.

"Kakak itu bicara apa sih?" tegur salah satu adik kembar Nolan, mencoba mencari tahu apa yang terjadi.

"Iya, Kakak itu juga bicara sama siapa? Padahal kan dari tadi semua diam, hanya Ayah yang berbicara," timpal salah satu adik kembar Nolan yang lain, merasa bingung dengan kejadian tersebut.

Sementara itu, Qiara sendiri hanya memasang wajah bingung, merasa tak mengerti bagaimana mungkin ucapan hatinya malah terdengar oleh Nolan. Dia bertanya-tanya apakah ini hanya kebetulan semata ataukah ada sesuatu yang lebih dalam yang menghubungkan mereka berdua.

Hati Qiara mulai tergetar dengan berbagai kemungkinan yang terlintas di benaknya.

"Bukankah tadi aku itu mengumpat atau menggerutu dalam hati? Tapi kenapa Nolan bisa mendengarnya?" Pertanyaan besar mengganjal di dalam hati Qiara, menciptakan keraguan dan bingung di pikirannya.

Sementara itu, Nolan juga merasa bingung. Dia tahu bahwa seharusnya ia tak bisa mendengar keluh kesah yang terucap dalam hati Qiara.

Apakah ini karena kehadiran gadis itu memiliki pengaruh khusus terhadapnya? Tak ingin mengejutkan orang lain yang ada di dalam ruangan yang samA, Nolan memilih untuk diam dan pura-pura tidak mendengar apa yang di katakan lagi oleh Qiara dalam hatinya. Di sisi lain, dia mencoba mencari tahu kenapa dirinya mampu mendengar isi hati Qiara.

"Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa aku bisa mendengar semua yang di katakan gadis aneh itu dalam hati?"

Nolan sebenarnya tak memerlukan pengasuh. Ia merasa cukup pintar dan mandiri, begitu juga dengan adik-adiknya.

Namun, ulah mereka sering bolos dari pelajaran di sekolah membuat reputasi mereka tercoreng dan ayahnya pun marah. Kini, ia harus pasrah menerima keberadaan Qiara sebagai pengasuhnya, karena ancaman ayahnya yang akan mencabut semua fasilitas mewah yang mereka nikmati.

Perasaan bingung dan penasaran terus menghantui pikiran Nolan dan Qiara. Keduanya mencari jawaban tentang kejadian aneh yang baru saja mereka alami. Seiring berjalannya waktu, mampukah mereka menemukan jawabannya?

Abraham yang menjadi orang yang paling tua di ruangan itu akhirnya memilih untuk menengahi keributan yang terjadi.

"Sudah sudah ... Mungkin tadi Nolan salah bicara! Karena sekarang ini Om sedang terburu buru akan melakukan penerbangan. Sekarang Om langsung perkenalkan anak Om yang lain," kata Abraham ayah dari kembar tiga dengan nada yang terdengar begitu kerja sama.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!