Perjuangan seorang wanita sederhana, yang bersuamikan seorang direktur sebuah perusahaan besar, penampilannya yang sangat sederhana dan termasuk ketinggalan jaman, membuat sang suami menjauhinya, sang suami yang selalu menghina dan membanding-bandingkan fisik istrinya dengan pacar-pacar nya yang dulu.
akankan perjuangan seorang Berliantina Febrianti berhasil merebut hati sang suami untuk mencintainya?
kisah yang penuh lika liku dan perjuangan seorang istri yang dianggap hina oleh sang suami.
HAPPY READING💖💖💖
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon LichaLika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kedatangan mantan terindah
"bagaimana Lian, kau sudah mengerti cara-caranya?" seru Brenda
"iya sedikit -sedikit Lian mulai paham mbak, tapi Lian masih ragu, apakah Lian bisa menjadi cantik mbak?" jawab Lian sembari menundukkan wajahnya.
Brenda menghampiri Lian, ia menepuk bahu Lian
"dengarkan mbak, kamu sebenarnya gadis yang cantik, kamu masih muda, peluangmu untuk menarik perhatian Zain masih banyak, Zain adalah pria normal, kaum Adam adalah makhluk visual, tak bisa dipungkiri mereka suka wanitanya cantik dan menarik, jadi kamu harus berusaha untuk membuat Zain terpesona melihatmu" seru Brenda menyemangati.
"apa aku bisa mbak?" tanya Lian sekali lagi dengan wajah sendunya.
"tentu saja, mbak dengan senng hati akan membantumu" seru Brenda tersenyum.
Lian nampak tersenyum bahagia melihat kakak iparnya begitu baik kepadanya.
*******
Di kantor
Zain mendapati pintunya diketuk dari luar.
"masuk" seru Zain sembari memeriksa berkas-berkas yang berada didepannya.
seorang wanita cantik, berambut panjang dan bertubuh seksi, menghampiri Zain yang sedang duduk dikursi Direktur.
tiba-tiba wanita itu menyapa Zain yang masih sibuk dengan pekerjaannya.
"selamat siang pak Zain!" suara wanita itu sukses membuat Zain mengalihkan perhatiannya.
Zain melihat dari ujung kaki si wanita hingga pandangannya sampai pada wajah Terry, gadis cantik dan modis yang pernah berpacaran dengan Zain saat masih SMA dulu.
"Terry"
Zain menatap Terry penuh makna, kenapa dia harus bertemu kembali dengan cinta pertamanya itu, Terry adalah gadis pertama yang mengisi hati Zain, gadis berwajah indo itu membuat Zain jatuh cinta sewaktu SMA, hingga akhirnya keduanya berpacaran.
namun sayang hubungan mereka tidak bertahan lama, Terry harus keluar negeri untuk meneruskan studynya di sana, sehingga Terry terpaksa memutuskan hubungannya dengan Zain.
setelah beberapa tahun, sekarang Terry hadir kembali dihadapan Zain.
"hai pak Zain, senang bertemu denganmu lagi" ucap Terry sembari mengulurkan tangannya.
Zain melirik tangan Terry, dan ia membalas tangan Terry dengan lembut.
"Terry, bagaimana kau bisa berada disini?" tanya Zain penasaran
"aku mendengar, perusahaan besar ini sedang membutuhkan sekretaris? apa itu benar?" tanya Terry.
"duduklah " seru Zain
Terry duduk berhadapan dengan Zain, tatapan mereka kembali saling beradu, Zain memandang wajah gadis yang pernah singgah dihatinya itu.
"aku tidak menyangka kita bisa bertemu lagi Zain?" ucap Terry tersenyum.
Zain merasa senang akan kedatangan Terry, ia tak menyangka akan berjumpa lagi dengan sosok perempuan yang pernah membuatnya jatuh cinta itu.
"aku menerimau sebagai sekretaris pribadiku !" seru Zain tanpa pikir panjang.
wajah Terry bertambah senang saat dirinya diterima sebagai sekretaris pribadi Zain.
"terimakasih Zain, mulai kapan aku bisa bekerja?" tanya Terry.
"besok, kamu sudah boleh bekerja " ucap Zain
"gila...kenapa Zain sekarang bertambah sukses, dia seorang Direktur di perusahaan ini, aku tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini, aku akan mendekatinya lagi" gumam Terry dengannya senyum khasnya.
*******
sementara di rumah, Lian diajari cara berjalan yang anggun dan cantik, mengingat Lian akan ikut Zain menghadiri pesta pernikahan Anita, mantan pacar Zain.
Zain adalah sosok casanova yang selalu dikejar -kejar wanita cantik, yang menjadikan Zain seorang playboy kelas kakap, entah sudah berapa banyak wanita yang ia jadikan sebagai pacarnya, namun Zain tak menemukan satupun sosok wanita yang berhasil merebut hatinya, semuanya hanyalah permainan buat Zain, nyatanya Zain belum pernah tidur dengan wanita manapun kecuali dengan Lian pada saat malam itu.
*******
sementara di rumah, Lian terus belajar bagaimana caranya berjalan dengan anggun.
Brenda memandu Lian untuk menirukannya, kemudian Lian berusaha berjalan seperti yang di contohkan oleh Brenda.
dengan sedikit tertatih, akhirnya Lian berhasil membuat Brenda senang.
"bagus Lian, kamu memang pandai menerima pelajaran dengan mudah" seru Brenda.
"makasih banyak mbak, Lian jadi tahu bagaimana cara berjalan dengan anggun " jawab Lian tersenyum.
"besok, mbak akan mengajakmu ketempat perawatan wajah" seru Brenda.
"tempat apa itu mbak?" tanya Lian polos.
"tempat dimana wajah kita akan dibuat lebih bening dan bersih, wajah kita akan semakin glowing" ucap Brenda menjelaskan
Lian terlihat sangat antusias sekali mendengar ucapan Brenda.
******
Di kantor
Terry masih berada dalam ruangan Zain, mereka berdua saling bercanda dan bernostalgia tentang saat-saat mereka masih berpacaran dulu.
"kamu tahu nggak sih Zain, kamu dulu tuh badannya kurus banget loh, beda sama sekarang, kamu nampak lebih gagah dan membuatku sangat terpesona " ucap Terry merayu.
Zain tersenyum mendengar ucapan Terry.
"dari dulu aku memang ganteng, kamunya aja yang belum menyadari ketampanan seorang Zain Abimanyu " ucap Zain sembari tersenyum tipis.
Zain hanya bisa tersenyum renyah, Zain menatap wajah Terry yang tidak berubah sama sekali, dengan rambut poni sebagai ciri khasnya.
"Zain aku pulang dulu, aku akan mempersiapkan diriku untuk bertemu denganmu esok hari" seru Terry sembari menyerahkan secarik kertas kepada Zain.
"ini nomor handphone ku, jika kamu membutuhkan sesuatu, katakan saja, aku akan siap membantumu " sambung Terry yang dibalas senyuman oleh Zain.
Zain melihat terus kearah Terry yang hendak pergi dibalik pintu, dengan memakai rok mini dan dipadu dengan blazer warna senada, membuat penampilan Terry begitu anggun dan menawan.
setelah beberapa saat Terry sudah menghilang dari pandangan Zain.
Zain melihat nomor yang diberikan Terry kepadanya, lantas ia segera menyimpan nomor Terry di handphonenya..
******
sesampainya dirumah di rumah, Zain langsung masuk kekamarnya, Zain melihat Lian yang tengah memperhatikan sebuah majalah fashion yang diberi oleh Brenda.
Zain melirik sinis kearah Lian, seakan ia meledek Lian yang sedang membaca majalah fashion itu.
"percuma kamu baca-baca hal seperti itu, kamu tidak akan pernah bisa berubah?" seru Zain sembari membuka ikatan dasinya, melihat Zain yang sudah pulang, lantas ia segera berdiri dan mencoba membantu Zain melepaskan bajunya.
"minggir, jangan sentuh aku, tanganmu terlalu kotor untuk menyentuhku, lebih baik kau siapkan air hangat untuk ku mandi" ucap Zain menepis tangan Lian.
"Zain Abimanyu, hari ini kamu boleh menolakku, tapi suatu saat nanti, kau yang akan memintaku untuk datang kepadamu" gumam Lian dengan tatapan seriusnya.
Kemudian dengan langkah kecilnya, Lian beranjak untuk menyiapkan suaminya air hangat untuk mandi, setelah semuanya beres kemudian Lian keluar dari kamar mandi, ia terkejut Zain sedang berbicara dengan seseorang lewat ponsel, nampak Zain begitu akrab dengan obrolan pada ponselnya.
"mas Zain bicara sama siapa? tanya Lian penasaran, kenapa suaminya sangat antusias dengan lawan bicara suami.
"iya dong, aku pasti inget, saat kita sedang berdua makan es krim bersama" ucap Zain sembari berguling merebahkan dirinya diatas tempat tidur.
"kau begitu manis waktu itu" sambung Zain dengan senyum -senyum sendiri.
BERSAMBUNG
💥💥💥💥💥💥