NovelToon NovelToon
Sistem Harapan

Sistem Harapan

Status: tamat
Genre:Menjadi Pengusaha / Anak Genius / Bepergian untuk menjadi kaya / Bullying di Tempat Kerja / Sistem / Tamat
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: Khusus Game

Arlan menatap gedung Megantara dengan map biru di tangan. {Sanggupkah semut sepertiku menang?} Tiba-tiba, layar biru muncul: [Status: Pengangguran Berbahaya]. "Tahu diri, Arlan. Kasta rendah dilarang bermimpi," cibir Tegar. Tapi Arlan tak peduli karena sistem mulai membongkar busuknya korporasi. Demi ibu yang masih menjahit di desa, ia akan merangkak dari nol hingga menjadi penguasa kasta tertinggi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khusus Game, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 31

Arlan menatap layar monitor yang menampilkan grafik bursa saham Singapura dengan sangat fokus. Maya menggerakkan jarinya dengan kecepatan luar biasa untuk menyiapkan protokol penyerangan siber pada infrastruktur lawan. Arlan merasakan aliran energi dari Isogen-9 yang terhubung ke sistem sarafnya semakin kuat dan panas.

"Bursa Efek Singapura akan segera dibuka dalam waktu kurang dari dua menit," kata Maya sambil menoleh ke arah Arlan untuk meminta kepastian.

"Pastikan seluruh akun anonim kita sudah berada dalam posisi siap jual di semua lini perdagangan," sahut Arlan dengan nada suara yang sangat dingin dan tidak terbantahkan.

Siska berdiri tepat di samping Arlan sambil menggenggam dokumen panggilan hukum dari Pak Yudha dengan sangat erat. Ia merasakan ketegangan yang sangat hebat karena ia tahu langkah ini akan menentukan nasib perusahaan keluarga ayahnya.

"Apa kamu benar-benar yakin serangan pasar ini akan cukup kuat untuk meruntuhkan dominasi Megantara Global, Arlan?" tanya Siska dengan nada suara yang sedikit cemas.

"Mereka menggunakan kekuatan uang untuk mengendalikan hukum, maka kita akan menggunakan kehancuran pasar untuk melenyapkan uang mereka," jawab Arlan sambil menekan tombol aktivasi pada konsol sistem pusat.

Sistem panduan karier di hadapan mata Arlan menunjukkan angka probabilitas keberhasilan sebesar sembilan puluh lima persen. Ia melihat barisan data transaksi mulai mengalir masuk ke dalam server bursa Singapura secara serempak dan masif.

"Arlan, harga saham Megantara Global mulai jatuh bebas sebesar tujuh persen hanya dalam waktu satu menit pertama perdagangan," lapor Maya dengan wajah yang tampak sangat penuh semangat.

Tiba-tiba, suara alarm dari gerbang depan rumah kayu di atas laboratorium terdengar sangat nyaring dan memekakkan telinga. Tegar segera melihat ke arah monitor kamera pengawas yang terpasang di dinding ruang bawah tanah tersebut.

"Mas Arlan, ada konvoi lima mobil hitam yang membawa alat berat sedang menuju ke arah rumah kita," ucap Tegar sambil meraih jaket taktis dan senjatanya dengan sigap.

"Mereka sepertinya tidak ingin menunggu hasil dari pengadilan bisnis internasional itu lagi," kata Siska sambil menatap Arlan dengan raut wajah yang sangat marah.

Arlan tidak bergeming sedikit pun dari tempat duduknya karena proses manipulasi data pasar masih membutuhkan sinkronisasi sistem yang sangat mendalam. Ia melihat grafik saham Megantara Global terus menunjukkan penurunan yang sangat drastis hingga mencapai level kritis.

"Biarkan saja mereka mendekat, Tegar. Aktifkan seluruh sistem pertahanan elektromagnetik di sekitar pagar desa sekarang juga," perintah Arlan tanpa mengalihkan pandangannya dari monitor.

Suara benturan keras terdengar dari lantai atas rumah kayu milik Ibu Arlan yang baru saja dihantam oleh kendaraan berat. Debu dari langit-langit laboratorium bawah tanah mulai berjatuhan akibat guncangan hebat yang terjadi di permukaan tanah.

"Mereka mulai menghancurkan dinding rumah Ibu secara paksa, Arlan!" teriak Siska dengan nada suara yang penuh dengan kekhawatiran yang luar biasa.

"Maya, kirimkan seluruh bukti keterlibatan Pak Yudha dalam penyuapan pangkalan maritim ke otoritas bursa sekarang juga tanpa sisa," perintah Arlan dengan nada suara yang tetap stabil dan tenang.

Maya menekan tombol enter terakhirnya dengan penuh keyakinan dan kemantapan hati. Seketika itu juga, status perdagangan saham Megantara Global dihentikan sementara oleh otoritas bursa karena terdeteksi adanya skandal besar.

"Perdagangan mereka resmi dihentikan oleh otoritas bursa, Arlan! Kita berhasil membekukan seluruh likuiditas perusahaan mereka!" seru Maya sambil mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi ke udara.

Namun, di layar pengawas yang dipantau Tegar, Arlan melihat Pak Yudha keluar dari salah satu mobil hitam tersebut dengan wajah yang sangat murka. Pria itu tidak membawa dokumen pengacara, melainkan sebuah tabung gas kimia yang sangat mencurigakan.

"Dia sepertinya tidak berniat untuk menangkap kita secara hukum lagi, Arlan," ucap Siska sambil menatap monitor pengawas dengan wajah yang memucat.

"Dia ingin membakar seluruh teknologi Isogen-9 ini beserta kita semua yang ada di dalam sini," sahut Arlan sambil berdiri dengan tenang dari kursi kerjanya.

Pak Yudha melemparkan tabung gas tersebut ke dalam ruang tamu rumah melalui jendela yang sudah hancur berantakan. Sebuah ledakan api kecil mulai terlihat merembet ke arah lantai kayu yang tepat berada di atas pintu laboratorium bawah tanah.

"Kita harus segera keluar melalui jalur darurat yang terhubung ke sungai di belakang desa, Mas Arlan!" perintah Tegar sambil menarik lengan Arlan agar segera bergerak.

Arlan mengambil peti Isogen-9 dan segera mengikuti langkah Tegar menuju lorong gelap yang berada di balik mesin server utama. Siska dan Maya berlari di belakang mereka saat suhu di dalam ruangan laboratorium mulai meningkat dengan sangat cepat.

Saat mereka berhasil mencapai ujung lorong yang terhubung ke tepian sungai, Arlan melihat sosok Ibu Sari sedang menunggu di atas sebuah perahu motor. Namun, Ibu Sari tidak sedang dalam keadaan bebas, ia sedang ditodong senjata oleh seorang pria yang sangat Arlan kenali.

"Kapten Bramanto?" tanya Arlan dengan nada suara yang sangat terkejut dan tidak percaya.

Pria berseragam yang selama ini menjadi sekutu Arlan itu menatap dengan tatapan yang sangat asing dan dingin. Kapten Bramanto mengokang senjatanya dan mengarahkannya tepat ke arah dada Arlan tanpa ragu sedikit pun.

"Maafkan saya, Arlan. Megantara Global menawarkan masa pensiun yang jauh lebih indah daripada pengabdian saya kepada negara ini," ucap Kapten Bramanto sambil menarik pelatuk senjatanya dengan sangat tenang.

Arlan menyadari bahwa pengkhianatan ini telah mencapai tingkat tertinggi dalam lingkaran kepercayaannya yang paling dalam. Harapan terakhirnya untuk mendapatkan perlindungan otoritas nasional baru saja musnah di tepian sungai yang sangat sunyi dan gelap tersebut.

1
Naga Hitam
bagus sekali
Naga Hitam
suka donk
Ahmad Refaldy
sistem apa kok gk guna
Was pray
sistem memperingatkan Arlan tapi bahaya udah di depan mata ya sama juga bohong.... 😄😄
sitanggang
jgn goblok2 kali, udah ada system tapi cupu, anjing🔥
boy
sistem gk guna,udh di tampar,kluar darah,tpi bacot doang,goblok
boy
Arlan pengecut,udh bner tpi masih pengecut,goblok lu Arlan,
Was pray
langkahmu terlalu cepat pingin sukses Arlan, pingin kaya secara instan , sukses instan, ntar kamu jadi mie instan lama lama Arlan, lalui proses dengan sabar, pertajam kemampuan bisnismu , perkuat koneksi bisnismu, baru punya ilmu analisis data secuil udah mendirikan perusahaan ... 🤣🤣🤣
Was pray
terlalu awal Arlan terjun ke dunia bisnis, kerja di megantara grup baru nenapak, asah dulu otak bisnismu dengan menimba ilmu di megantara, setelah kakimu kokoh berdiri baru terjun ke dunia korporat
aldo
up thor 🙏🙏🙏
aldo
lanjut thor 🙏🙏🙏
aldo
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!