NovelToon NovelToon
Nona Bar-Bar Kesayangan Tuan Muda

Nona Bar-Bar Kesayangan Tuan Muda

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:238k
Nilai: 5
Nama Author: Lusica Jung 2

"Oh My God!! Pasti aku bermimpi, siapa pria tampan itu? Kenapa mukanya mirip sekali dengan aktor idolaku, Luhan?"

"Sebaiknya jaga matamu, Cinta Su!!"

"Doakan saja semoga hatiku tidak goyah, lagipula siapa yang bisa menolak seorang Tuan Muda dari keluarga kaya raya, apalagi wajahnya sangat tampan dan mirip idolaku, Luhan. Bukankah kita sebanding, apalagi banyak yang mengatakan jika aku mirip dengan Jessica Jung!!"

Cinta adalah putri bungsu dari keluarga "Su" sejak kecil dia jatuh cinta pada seniornya yang bernama Steven, namun kedatangan pria tampan dari keluarga Qin menggoyahkan perasaan Cinta untuk sang senior.

Cinta terjerat pesona dan kelembutan si Tuan Muda yang terkenal dingin dan arogan. Mampukah Cinta mempertahankan perasaannya pada Steven, atau justru dia benar-benar berpaling pada Aiden?

Hanya waktu yang bisa menjawab semuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lusica Jung 2, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebuah Pengecualian

Udara pagi menyapa, membelai dedaunan basah, menyeruakkan aroma khas yang sarat akan segarnya pagi itu. Kicauan burung-burungpun menambah indahnya suasana, mengabarkan dunia bahwa sang matahari siap kembali bekerja menyinari hari.

Seorang gadis baru saja terbangun dari mimpi indahnya. Cinta, menyibak selimut tebal yang sejak semalam membungkus tubuh nya. Kemudian dia beranjak dari ranjang super empuknya dan berjalan ke arah balkon kamar.

Semilir angin pagi yang begitu sejuk langsung menyambutnya. Kedua kakinya yang telanjang melangkah bergantian pada ubin lantai yang super dingin tersebut.

Gadis itu memejamkan matanya sembari menghirup dalam-dalam udara pagi hari ini, mengisi rongga paru-parunya dengan asupan oksigen.

Menikmati udara segar pagi hari memang sudah menjadi rutinitas gadis cantik setengah Amerika itu.

Menurut artikel yang pernah ia baca, dan jika ia tak salah ingat, kadar oksigen yang terkandung dalam udara pagi cukuplah tinggi, dan sangat bermanfaat bagi ketahanan tubuh, dan Cinta meyakini itu.

Tukkk...

"Aahhh.."

Gadis itu meringis sambil mengusap keningnya yang baru saja menjadi sebuah landasan pendaratan sebutir kacang yang dilemparkan oleh sosok tampan yang berdiri di balkon seberang tempatnya berdiri.

"Kak Ai!!" seru Cinta setengah kesal.

"Pagi." Sapa pria itu sambil menyungging senyum lebar. Membuat Cinta ikut tersenyum juga.

"Pagi juga, Kak Ai."

Susah paya Cinta menelan salivanya melihat bagaimana panasnya Aiden pagi ini. Pria itu hanya memakai singlet putih press body dan celana panjang hitam. Disadari atau tidak, kini wajah Cinta merona karena malu.

"Kau tidak kuliah hari ini? Mau berangkat bersama?" Tanya Aiden memberi penawaran.

"Boleh, asal tidak merepotkan."

"Tentu saja tidak."

"Kalau begitu aku siap-siap dulu." Ucap Cinta yang kemudian dibalas anggukan oleh Aiden.

Cinta melesat masuk dan kembali ke kamarnya. Begitu pula dengan Aiden. Dia juga harus bersiap-siap karena harus menghadiri sebuah pertemuan pagi ini.

-

-

-

Steven menuruni tangga dan mendapati Kakek serta Pamannya sedang duduk di meja makan. Melihat keberadaan salah satu dari mereka berdua membuat dia mendecih sinis. Jika bukan perutnya keroncongan, Steven juga tidak akan sudi ikut sarapan bersama mereka berdua.

Tanpa basa-basi. Steven menarik salah satu kursi tersebut lalu mendaratkan pantatnya di sana.

Suasana di meja makan begitu hening. Hanya terdengar suara sendok dan piring yang saling bersentuhan. Si kakek mengangkat wajahnya dan menatap dua pria muda di depannya bergantian.

Pria tua itu mendesah berat, sampai kapan perang dingin seperti ini akan terus berlanjut.

Salah seorang dari ketiga pria itu tiba-tiba meletakkan sendok dan garpu nya kemudian bangkit dari duduknya. "Aku sudah selesai." Ia kemudian melangkah pergi meninggalkan meja makan dan berjalan menuju teras depan.

"Aiden, jangan lupa malam ini kita ada janji makan malam bersama keluarga Lim," seru Kakek Qin mengingatkan.

"Aku tidak janji." Jawab Aiden tanpa menghentikan langkahnya.

Sejak awal Aiden memang sudah menentang keras mengenai perjodohan tersebut. Tapi Kakek Qin malah terus memaksa dan bersikeras untuk menjodohkannya. Jadi bukan salah Aiden jika sekarang dia malah menolak perjodohan tersebut.

-

-

-

"YAKK!! ITU SUSU KU!!"

Kegaduhan terjadi di salah satu rumah yang berada di kawasan elit kota Seoul.

Suasana pagi yang tenang seketika ambyar saat seorang gadis yang baru saja datang dari kamarnya, tiba-tiba saja menghabiskan segelas susu milik pemuda yang merupakan saudara kembarnya.

Cinta menoyor kepala Cris sambil menatapnya sinis. "Ck, pelit sekali kau jadi orang. Aku doakan kuburan mu sempit!!"

"Yakk!!"

"Ma, aku berangkat dulu ya. Aku sudah ada janji dengan seseorang, dan mungkin sekarang dia sedang menungguku." Cinta mencium pipi ibunya dan pergi begitu saja.

Sebelum pergi. Cinta mengerjai Cris sekali lagi dengan mengacak tatanan rambutnya. Membuat teriakan kembali keluar dari bibir pemuda itu.

"Yakk!! Cinta Su!!"

"Wlekk..."

Gita dan Carel hanya bisa mendengus dan menggelengkan kepala melihat tingkah mereka berdua. Ibu dan putra sulungnya itu tidak tau kapan Cinta dan Cris bisa bersikap dewasa, akur seperti kembar yang lainnya. Mereka selalu saja ribut setiap harinya.

Cinta tersenyum saat sebuah sedan hitam super mewah berhenti di depan pagar rumahnya. Seorang pria lengkap dengan jas hitamnya bersandar pada bagian depan kap mobilnya sambil menikmati sebatang rokok yang diapit oleh kedua jarinya.

"Kak Ai," seru Cinta sambil melambaikan tangannya.

Melihat kedatangan Cinta. Aiden membuang puntung rokoknya yang hanya tinggal setengah lalu membukakan pintu untuk Cinta.

"Terimakasih, Kak Ai." Ucap Cinta sambil tersenyum lebar.

Tanpa mereka sadari. Ada sepasang mata yang menatap mereka dari kejauhan. Kedua tangannya terkepal kuat dan matanya berkilat tajam. Dia tidak terima cinta dekat dengan pria lain. Karena seharusnya gadis itu hanya boleh menyukai dirinya.

.

.

.

Kedatangan sebuah sedan hitam di kampus Cinta begitu menarik perhatian. Mereka penasaran siapa yang datang. Pasalnya ini adalah pertama kalinya ada mobil semewah itu datang dan memasuki kampus mereka.

Tak lama setelahnya pintu di samping kemudi di buka. Sosok jelita dalam balutan dress kuning kombinasi putih motif bunga kecil keluar dari kursi penumpang, di ikuti sosok tampan yang kemudian berdiri berhadapan dengan gadis tersebut yang pastinya adalah Cinta.

"Ya Tuhan, bukankah itu adalah Aiden Qin? Bagaimana bisa Cinta satu mobil dengannya?" Jerit histeris para wanita. Tentu saja mereka tidak menyadari jika yang datang adalah Aiden. Pasalnya dia memakai mobil berbeda hari ini.

"Kak Ai, terimakasih atas tumpangannya. Aku masuk dulu."

Aiden menepuk kepala Cinta sambil tersenyum lebar. "Masuklah dan belajar yang semangat." Gadis itu mengangguk. Cinta beranjak dari hadapan Aiden dan pergi begitu saja.

Aiden memakai kembali kaca mata hitamnya lalu masuk ke dalam mobilnya. Mobil mewah itu seketika melesat jauh meninggalkan area kampus dan bergerak menuju jalan raya yang padat kendaraan.

.

.

.

"Bagaimana kau bisa bersama Tuan Muda dari keluarga Qin?"

Langkah kaki Cinta dihadang oleh tiga perempuan yang sepertinya sangat penasaran bagaimana dia dan Aiden bisa saling mengenal. Tatapan mereka sangat tajam dan tidak bersahabat

"Memangnya penting ya aku harus memberitahu kalian. Memangnya kalian siapa?! Minggir, aku mau lewat!!"

"Cinta Su!!"

Brugg..

Cinta membanting orang yang menarik rambutnya dari belakang. Dan apa yang dia lakukan tentu saja mengejutkan semua orang yang ada di sana.

"Aku paling benci ada orang yang menyentuh rambutku!! Sebaiknya jangan menyerang lawan dari belakang jika kau tidak ingin sampai di tiadakan!!" Cinta beranjak dari hadapan ketiga wanita itu dan pergi begitu saja.

"Cinta, aku pasti akan membalas mu!!"

Sita menghampiri Cinta dan langsung merangkul bahunya. Gadis itu menggerling kan mata sambil mengacungkan jempol pada Cinta.

"Itu tadi sangat luar biasa, kawan. Manusia seperti itu memang perlu di beri pelajaran!!" Ucapnya.

"Aku paling benci ada orang lain yang menyentuh apalagi memainkan rambutku. Dan itu adalah balasan yang setimpal untuk Sanna!!"

"Lalu yang tadi itu apa? Bahkan kau tidak marah ketika si Tuan Muda tampan itu menepuk kepalamu!!"

"Itu sebuah pengecualian!!"

-

Bersambung.

1
Uty Shity Sara
Luar biasa
MAYZATUN 🥰🥰🥰al rizal
😁😁
Elly Rasmanawati
di villa keadaan sdh tdk aman,mendingan pulang aja cin......
Elly Rasmanawati
baru menyimak tapi sdh berkenan dihati... ditunggu up selanjutnya....
sella surya amanda
lanjut
Ellnara: TAMAT!!!
total 1 replies
sella surya amanda
next
sella surya amanda
lanjut
Jeissi
ga usah nyalahin orang lain, semua itu karena kesalahan kamu sendiri 😏
Jeissi
🤣🤣🤣🤣🤣
Jeissi
tuh kan benar bukan kakek kandung aiden, tapi malah sok berkuasa... dih...
Jeissi
Aiden keren 😎
Jeissi
jangan² bukan kakek aslinya aiden lagi, kok kayaknya mencurigakan sih 😏
sella surya amanda
next
sella surya amanda
lanjut
sella surya amanda
next
sella surya amanda
lanjut
Elly Rasmanawati
baru menyimak.....
sella surya amanda
next
sella surya amanda
lanjut
Kania Rahman
bagus banget ceritanya Thor 💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!