NovelToon NovelToon
Mahkota Duri Dinasti Yang Terluka

Mahkota Duri Dinasti Yang Terluka

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Pelakor / CEO / Hamil di luar nikah / Dark Romance / Balas Dendam
Popularitas:67
Nilai: 5
Nama Author: JulinMeow20

"Di dunia yang dibangun di atas emas dan darah, cinta adalah kelemahan yang mematikan."
Kenzo Matsuda adalah kesempurnaan yang dingin—seorang diktator korporat yang tidak mengenal ampun. Namun, satu malam penuh kegilaan di bawah pengaruh alkohol dan bayang-bayang masa lalu mengubah segalanya. Ia melakukan dosa tak termaafkan kepada Hana Sato, putri dari wanita yang pernah menghancurkan hatinya.
Hana, yang selama ini hidup dalam kehampaan emosi keluarga Aishi, kini membawa pewaris takhta Matsuda di rahimnya. Ia terjebak dalam sangkar emas milik pria yang paling ia benci. Namun, saat dinasti lama mencoba meruntuhkan mereka, Hana menyadari bahwa ia bukan sekadar tawanan. Ia adalah pemangsa yang sedang menunggu waktu untuk merebut mahkota.
Antara dendam yang membara dan hasrat yang terlarang, mampukah mereka bersatu demi bayi yang akan mengguncang dunia? Ataukah mahkota duri ini akan menghancurkan mereka sebelum fajar dinasti baru menyingsing?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JulinMeow20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9: Naluri Sang Predator Tua

Tokyo di penghujung Januari 2026 ini diselimuti oleh kabut musim dingin yang menggigit, seolah-olah alam sendiri sedang berusaha menyembunyikan rahasia busuk di balik gedung-gedung betonnya. Di sebuah rumah tradisional yang tersembunyi di balik rimbunnya pohon pinus di pinggiran kota, Rena Sato sedang berdiri di dapur yang remang-remang. Ia tidak sedang memasak; ia sedang menatap tajam pada sebilah pisau dapur yang baru saja ia asah dengan batu asahan terbaik. Pantulan matanya di bilah baja itu tampak dingin, berkilat dengan cahaya predator yang sudah puluhan tahun ia kubur dalam-dalam demi kehidupan normal.

Sudah berminggu-minggu sejak Hana, putri tunggal yang ia besarkan dengan penuh kehati-hatian, dikabarkan "melarikan diri" ke luar negeri. Laporan resmi dari kepolisian dan pernyataan pengacara keluarga Matsuda mengatakan bahwa Hana Sato telah memutuskan untuk melanjutkan studi di Eropa secara mendadak. Bahkan ada email yang masuk ke akun Rena, ditulis dengan gaya bahasa yang sangat mirip dengan Hana, menyatakan bahwa ia butuh waktu untuk menjauh dari ibunya yang terlalu protektif.

Bagi dunia, cerita itu masuk akal. Bagi Rena, itu adalah sebuah komedi murahan. Rena meletakkan pisaunya dan berjalan menuju kamar Hana. Ruangan itu tetap rapi, baunya masih menyisakan aroma parfum jeruk kesukaan Hana. Rena berlutut di samping tempat tidur, meraba bagian bawah kasur. Jemarinya menemukan sebuah benda kecil: boneka kain tua yang sudah kehilangan satu kancing matanya.

"Hana tidak akan pernah pergi ke Eropa tanpa membawa benda ini," bisik Rena pada kesunyian yang mencekik. "Dia tidak akan meninggalkan jiwanya tertinggal di bawah kasur jika dia benar-benar berniat pergi jauh."

Rena menyadari satu hal yang pasti: Hana tidak pergi. Hana diambil. Dan insting seorang Aishi tidak pernah salah soal siapa yang berani menyentuh milik mereka.

❤️❤️❤️

Rena mulai bergerak dengan ketenangan yang menakutkan. Ia tidak pergi ke kantor polisi; ia tahu bahwa di Tokyo tahun 2026, hukum hanyalah selembar kertas yang bisa dibeli oleh korporasi raksasa seperti Matsuda Corp. Dengan mengenakan parit panjang berwarna abu-abu gelap yang menyatu dengan kabut Tokyo, Rena mengunjungi lokasi terakhir di mana sinyal ponsel Hana menghilang.

Menggunakan kemampuan manipulasi yang ia asah di tahun 1989—tahun di mana ia membersihkan koridor Akademi Akademi dari segala pengganggu—Rena berhasil masuk ke ruang kontrol keamanan sebuah butik mewah yang menghadap ke jalan utama Shinjuku. Dengan senyum manis yang mematikan dan akting sebagai "istri yang dikhianati", ia meyakinkan petugas keamanan muda di sana untuk memutar ulang rekaman CCTV dua minggu lalu.

Mata Rena yang jeli menangkap kejanggalan. Sebuah limusin hitam dengan logo samar Matsuda Corp berhenti di sebuah sudut buta selama tepat empat menit dan dua belas detik. Tidak ada siapa pun yang turun, namun suspensi mobil itu bergerak sedikit, seolah-olah ada beban tambahan yang dimasukkan secara paksa. Dan di pantulan kaca butik, Rena melihat siluet pria yang sangat ia kenali: Kenzo Matsuda.

"Kenzo," desis Rena, suaranya seperti desis ular yang siap mematuk. "Pria kecil yang dulu selalu bersembunyi di balik buku kimianya. Kau pikir dengan jabatan CEO-mu sekarang, kau cukup kuat untuk mencuri dari rahimku?"

❤️❤️❤️

Malam itu, di tengah hujan salju yang mulai turun perlahan di Tokyo, Rena duduk di ruang kerjanya yang gelap. Ia memegang sebuah ponsel satelit ilegal yang tidak bisa dilacak oleh GPS komersial. Ia menekan nomor pribadi Kenzo Matsuda—nomor yang ia dapatkan setelah "menginterogasi" salah satu asisten pribadi Kenzo di sebuah bar remang-remang beberapa jam sebelumnya.

Panggilan itu tersambung. Di seberang sana, ribuan mil jauhnya di sebuah pulau tersembunyi, Kenzo mengangkat teleponnya.

"Lama tidak bicara, Kenzo-kun," suara Rena terdengar sangat tenang, namun mengandung frekuensi yang bisa membuat bulu kuduk siapa pun berdiri.

Hening sejenak. Hanya terdengar suara deru angin laut dari latar belakang telepon Kenzo.

"Rena..." suara Kenzo terdengar bergetar, sebuah campuran antara ketakutan purba dan obsesi yang menyimpang. "Kau selalu memiliki cara untuk merusak kejutan. Aku baru saja akan mengirimkan kabar bahwa Hana sangat bahagia di sini."

"Jangan menghina kecerdasanku, Kenzo," potong Rena tajam. "Kembalikan Hana sekarang juga, atau aku akan memastikan bahwa seluruh kekaisaran yang kau bangun dengan darah dan kebohongan itu akan runtuh hingga ke dasar bumi dalam waktu kurang dari dua puluh empat jam. Aku masih ingat di mana kau menyembunyikan dokumen-dokumen haram ayahmu."

Kenzo tertawa, suara yang terdengar kering dan penuh kegilaan. "Datanglah jika kau bisa, Rena. Hana sedang memberikan apa yang kau tolak dariku dulu. Dia akan melahirkan masa depan yang murni. Dia aman di tempat yang tidak akan pernah bisa kau jangkau."

Rena mengepalkan tinjunya hingga kukunya melukai telapak tangannya sendiri. "Kau menyentuhnya, Kenzo, dan kau akan menyadari bahwa kematian adalah hadiah yang terlalu mewah untukmu."

Rena menutup telepon. Ia tidak lagi marah; ia sudah melampaui fase itu. Ia kini berada dalam mode "penyelesaian". Ia berjalan ke arah dinding perpustakaannya, menggeser sebuah rak buku rahasia yang sudah tidak pernah dibuka selama dua puluh tahun.

Di dalamnya tersimpan sebuah tas taktis hitam. Isinya bukan emas atau uang, melainkan peralatan yang lebih berharga: paspor diplomatik palsu, alat penyadap frekuensi militer, dan beberapa botol cairan kimia bening tanpa label—racun yang ia racik sendiri, yang tidak akan meninggalkan jejak dalam otopsi mana pun.

Ia menatap sebuah peta pelayaran satelit di mejanya. Berdasarkan frekuensi suara burung laut yang ia dengar dari telepon Kenzo—jenis Albatross langka—Rena mempersempit koordinat pencariannya pada gugusan pulau terpencil di Pasifik Selatan yang secara resmi terdaftar sebagai "Cagar Alam" milik Matsuda Corp.

"Aku datang, Hana," bisik Rena sambil memasukkan pisau lipat taktis ke dalam sakunya. "Dan aku akan memastikan pria itu menyesal karena pernah mengenal nama Sato."

❤️❤️❤️

Kembali ke Villa Samudera. Kenzo berdiri di balkon, menatap badai yang mulai mendekat. Ia merasa menang, merasa telah menguasai keturunan wanita yang dulu membuangnya. Namun, ia tidak menyadari bahwa di radar pengawas pantainya yang paling canggih sekalipun, sebuah kapal cepat yang bergerak di bawah permukaan air—kapal yang tidak terdeteksi sonar—sedang melaju dengan kecepatan penuh menuju koordinatnya.

Rena Sato tidak lagi peduli pada hukum internasional. Ia tidak membawa pasukan. Karena bagi Rena, satu orang Aishi yang sedang marah sudah lebih dari cukup untuk memusnahkan seluruh pulau.

Bersambung...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!