Andini wulandari mempunyai mata yang indah dengan warna kecoklatan. Datang ke ibukota untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Kedatanganya ke ibu kota membuat hidupnya berubah saat pertemuan tidak sengajanya dibandara dengan seorang pria bernama Bima. Bima mulai jatuh cinta kepadanya saat pandangan pertama tetapi ada hal lain yang Andini tidak ketahui tentang Bima. Hal lain apakah itu? Bagaimana kisah selanjutnya? silahkan membaca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elvani Rosita Dewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 10
Malam itu juga Bima pulang kerumahnya atas permintaan Andini. Saat dikantor Andini tidak melihat Bima dan tadi dia sempat berpapasan dengan Bisma kembaran Bima. Dia hampir memanggilnya tetapi setelah dia melihat sarah berlari dan melingkarkan tangannya kepada Bisma barulah dia tahu bahwa itu bukan Bima. Sepertinya Bisma juga belum mengetahui bahwa dia dengan Bima sudah pacaran. Saat berpapasan dengannya Bisma terlihat cuek dan bahkan tidak meliriknya sedikitpun.
Andini untung saja mendapatkan pekerjaan yang tidak berhubungan langsung dengan bagian otomotif jadi dia tidak perlu banyak belajar tentang otomotif. Andini hanya pegawai yang memonitoring bagian penjualan setiap hari dan ada beberapa pegawai lain yang memiliki pekerjaan dengannya. Karena ini kantor pusat jadi mereka lebih teliti dalam menginput data penjualan perhari.
Dikantor tersebut pegawainya terlihat modis dan berpenampilan menarik.
"Lex kamu tau mas Bima ada dimana?" Bisik Andini mendekati Alex.
"Bukanya dia tinggal dekat kontrakanmu?"
"Dia pindah semalam, orang tuanya menjemputnya."
"Bima terkadang sebulan nggak masuk dan kadang pula dia rajin. Tapi untung Bisma bisa menghendel pekerjaannya sekarang jika dia tidak bisa kerja."
"Enak banget jadi dia, kerja susuka hati." Jawab Andini.
"Nggak seenak yang kamu pikirkan Din. Jangan menyakiti hatinya dia sangat sayang kepadamu." Ucap Alex.
"Kamu tahu dari mana dia sayang sama aku Lex?"
"Aku tahu semua tentang Bima."
"Ehemm." Suara Bisma tiba-tiba memecahkan perkacapan mereka.
"Lex, kamu tahu yang namanya Andini?" Ucap Bisma.
"Ini Andini." Ucap Alex memegang pundak Andini.
"Ikut keruangannku sekarang..!"perintah Bisma.
"Iya pak." Andini hanya menganguk.
"Dia galak Lho, beda dengan Bima." Alex berbisik kepada Andini.
"Aku takut lex."
"Sana pergi sebelum dia benar-benar marah."
Andini berjalan mengikuti Bisma dibelakangnya. Dia masuk keruangan kerja Bisma.
"Duduk..!" Perintah Bisma.
Bisanya Bima suka dengan perempuan seperti ini. Kaya nggak ada wanita lain. Bisma melirik sekilas Andini.
"Kamu pacarnya Bima?"
"Bisa dibilang begitu mas."
"Apa? mas? panggil pak..! Seenak saja berbicara mentang-mentang kamu pacaran sama Bima lantas kamu sok dekat sama aku. Kalau bukan karena Bima aku malas berbicara dengannmu..!" ucap Bisma kasar dari tempat duduknya sedangkan Andini menundukkan kepalanya didepan Bisma.
"Maaf pak." Andini masih menunduk.
"Bima pesan jangan pergi kemana-mana. Kalau kamu butuh sesuatu hubunggi Aku atau Alex. Kamu kira aku senang dengan melihatmu disini..!"
"Mas Bima ada dimana pak? aku menelfonnya tapi nomornya tidak aktif."
"Lagi istrahat, itu karena ulahmu yang menyuruhnya untuk tinggal dekat dengan kamu dan memberi dia makanan yang tidak sehat."
"Tapi aku tidak menyuruhnya untuk tinggal bersamaku pak. Mas Bima sendiri yang mau mengikutiku."
"Beraninya kamu membantahku? sana pergi..! Buat kepalaku pusing saja." Bentak Bisma.
"Baik pak." Andini membalikan badannya dan berusaha menahan air matanya.
"Jangan menangis Bima tidak menyukainya." Teriak Bisma dari tempat duduknya.
Andini tidak menjawab dan melangkah pergi meningalkan ruangan itu dengan butiran bening keluar dari pipinya.
"Sedih? itu pantas untuk wanita pengoda sepertimu." Ucap Sarah saat berpapasan dengannya dipintu ruangan Bisma.
Andini menyeka air matanya saat masuk diruangan. Alex bisa melihat kesedihan diraut wajah Andini.
"Kamu baik-baik saja Din?" Ucap Alex.
"Lex, aku bisa pinjam uang nggak? nanti aku transfer saat sampai dikampung. Aku nggak bohong Lex pasti aku ganti."
"Kamu mau pulang?" Ucap Alex.
"Iya. Rasanya aku sudah nggak tahan tinggal ditempat ini." Andini kembali menunduk.
"Bukannya aku nggak mau pinjamin kamu uang tapi aku takut Bima akan marah kepadaku."
"Bima nggak peduli sama aku Lex, buktinya dia pergi nggak bilang-bilang sama aku."
"Dia sedang sakit Din, tapi jangan bilang kepada orang?"
"Sakit apa?" Ucap Andini keras dan Alex langsung menutup mulutnya.
"Jantung, dia nggak boleh kecapean dan makan makanan yang tidak sehat."
"Sakit jantung maksudmu? aku nggak percaya Lex. Bawa aku menemuinya sekarang Lex." Andini memohon.
"Jangan sekarang Andini. Kalau dia sudah agak baikan dia akan menemuimu."
"Tapi Lex, aku ingin bertemu dengan Bima."
"Sttt jangan keras-keras bicaranya. Pokoknya nggak bisa sekarang." Ucap Alex tegas.
"Lex aku menjadi bersalah kepada Bima. Pantas saja Bisma benci melihatku tadi."
"Sudahlah yang penting Bima mencintaimu dan biarkan saja Bisma dan Sarah menghujatmu. Bisma nggak akan berani menyakitimu lebih jauh lagi karena dia sangat penurut kepada Bima." Ucap Alex.
"Tenyata dia takut sama kakaknya itu."
"Ya seperti itulah mereka. Kembar tapi sifatnya jauh berbeda.."
momen yg sudah lama di tunggu oleh Bisma...
rajin ibadah tp tidak tahu aturan agama terhadap pernikahan.
lucu sekali kau Andini
baru nyaho kmu, nt bisma 😅