(Sedang Tahap Revisi)
Terkadang Cinta itu bisa merubah segalanya, Keras nya batu akan melunak.
Terpaan dingin akan menghangat.
Ketika kita bertemu dengannya.
Seperti Aku melihat wajahnya saat hari pertama sekolah, Aku-lah Gilang Sanjaya berharap mewujudkan cinta kepada dia Anindya.
Halangan dan Rintangan akan daku hadapi untuk menikahi dia, ketika waktu itu telah tiba.
☪. Cerita Cinta Remaja bernuansa Islami
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Ridho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Meja makan
Tok... Tok.. Tok...
"Assalamu'alaikum Ummi," ucapku
....
"Waalaikumsalam tunggu nak!"
"Udah pulang Anak Ummi, gimana hari pertama belajarnya. Lancar?" tanya Ummi mengelus kepalaku.
"Alhamdulillah Ummi lancar, Ummi masak apa hari ini? Alang lapar nih." jawabku manja sambil memegang perut
"Udah lihat ada di dapur." jawab Ummi meninggalkan ku karena Ummi lagi merajut.
Ku langkah kan kaki ku menuju kamar untuk berganti baju, dan lanjut ke dapur. Aku penasaran Ummi masak apa ya hari.
"Hmm Ummi masak apa ya." ucap ku membuka tudung saji di meja makan.
"Wih ... alhamdulillah ayam goreng kesukaanku."
Dengan cepat ku raih piring dan mengambil nasi juga ayam goreng itu serta sayur kangkung. Sore hari menikmati ayam goreng itu sangat nikmat sekali.
Setelah selesai makan aku langsung membereskan piring kotor untuk dicuci dan membantu ummi untuk bersih-bersih rumah.
...
"Alang...!" panggil Ummi.
Aku yang sedang menyapu halaman belakang langsung menuju kepada Ummi di ruang tamu.
"Ada apa Ummi."
"Tolong kamu jemput Adikmu di sekolah."
"Loh dia belum pulang ya Ummi."
"Belum, dia tadi ada pelajaran tambahan, udah gih sana jemput. Bentar lagi dia pulang."
"Iya Ummi, alang pergi assalamu'alaikum."
"Waalaikumsalam, e-eh bentar-bentar, nanti sekalian ya belikan ummi minyak sayur dua liter." ucap ummi menyodorkan uang lima puluh ribu.
"Weh ... Alang beli roti juga ya. Untuk cemilan nanti malam."
"Ih ... kalau disuruh itu pasti minta jajan."
"Hehehe boleh ya mi boleh, please..." ucapku memohon manja.
"Ya udah silahkan, tapi belikan juga untuk Mala. Nanti dia ngambek lagi kalau gak dapat." jawab Ummi
"Maaci Ummi," jawabku langsung pergi mengambil motor dan menjemput si Mala.
Skip.
Ku lihat dari jauh, si Mala sudah menunggu di post satpam sekolah sambil minum es, padahal sudah di larang Ummi gak boleh beli es sembarangan.
"Hayo ... ketahuan beli es sembarangan!" ucapku mengagetkan nya.
"E-enggak kok A'ak, Mala gak minum es." jawabnya terbata sambil membuang minuman es itu.
"Hahaha, malah enggak ngaku rupanya ya A'ak laporin ya." ancam ku bercanda.
"A'ak ... jangan laporin ke ummi ya ya." jawabnya memohon dengan wajah memelas
"Hahaha iya iya, A'ak becanda doang. Tapi ... ingat loh jangan beli lagi es sembarangan." ucapku luluh, jujur aku gak bisa marah kepada mala, kalau dia menunjukkan wajah memelas nya yang imut itu.
"Maaci A'ak."
"Tapi nanti kita mampir dulu ke mini market, beli minyak sayur titipan Ummi. Mala mau jajan gak." tanyaku senyum.
"Ih ... mau, entar beli kinderj*y ya." jawabnya
"Apaan,enggak-enggak.gak ada beli begituan. Udah mahal dikit pula isinya." ucapku menolak.
"Eh.. ya udah beli eskrim aja deh."
"Ya udah yuk naik."
"Iya."
Skip.
Akhirnya setelah belanja minyak sayur dan jajanan,kamipun sampai ke rumah.
"Assalamu'alaikum Ummi adek pulang."
"Waalaikumsalam, eh si cantik udah pulang." jawab ummi sambil memainkan hidung Mala.
"Ummi nih minyak sayur dan uang kembaliannya." ucapku menyodorkan kepada ummi.
"Makasih ya, Nak."
Ku tinggalkan Ummi dan Mala di depan, dan menuju kamar untuk rebahan sambil main game di handphone.
Waktu pukul 18:22. Adzan magrib berkumandang menyadarkan Umat muslim untuk segera bersiap melakukan sholat magrib di masjid maupun di rumah.
Seperti keluarga ku yang langsung segera ke masjid bersama-sama dengan pakaian yang indah.
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (2x)
Asyhadu allaa illaaha illallaah. (2x)
Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah. (2x)
Hayya 'alashshalaah (2x)
Hayya 'alalfalaah. (2x)
Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (1x)
Laa ilaaha illallaah (1x)
Dikala adzan berkumandang, semua orang di masjid duduk menikmati lantunan adzan yang indah di dengar.
Lalu iqamah pun berkumandang, menandakan untuk bersiap-siap melaksanakan sholat magrib berjamaah.
Skip.
Setelah selesai sholat maghrib berjamaah di masjid, aku beserta keluarga pulang kerumah untuk melanjutkan mengaji dan bersholawat bersama sampai jam setengah delapan malam,lalu diteruskan sholat isya berjamaah di rumah.
Dalam do'a ku selalu menyebut nama nya, seorang manusia dengan sejuta keindahan dunia. Mempunyai senyuman secantik nirmala, tutur katanya selalu terjaga dari jurang dosa.
Tuhan... jadikan dia pasangan hidupku kelak, ketika aku sudah siap menjadi imam untuknya, jagalah dia dengan Rahmat mu.
...
"Semuanya ayo makan." ucap Ummi mengingatkan kami untuk makan malam bersama. Semua menuju meja makan dengan bahagia , terutama aku yang menunjukan wajah penuh akan cinta.
"Sebelum makan, kita berdoa dulu. Satria pimpinlah do'a makan." Ucap Abi.
الَّلهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
"Allahumma baarik llanaa fiima razaqtanaa waqinaa adzaa ban-naar"
"amin," ucap kami semua dan segera mulai makan sambil bersenda gurau.
"Satria gimana kerjaan mu hari ini?" tanya Abi ramah.
"Alhamdulillah Abi, lancar-lancar aja." jawab Bang Satria.
"Abang, nanti gajian belikan Mala boneka sama cokelat ya ya..." ujar Mala manja.
"Adek..." ucap ummi pelan.
"Gak apa-apa kok Ummi, iya iya nanti Abang belikan boneka ya untukmu." jawab abang tersenyum.
"Kalau aku di belikan apa Bang?" tanyaku polos.
"Etdah, udah gede masih minta-minta juga ke Abang."
"Abang..." ucap ummi pelan.
"Kenapa Ummi, kan Alang sudah gede juga." jawab Abang.
"Abang kan belikan Mala boneka tu, nah belikan juga dong untuk Alang."
"Boneka juga ummi?" jawab Abang bercanda.
"Ya enggak lah Abang, Alang mau dibelikan apa?" tanya Ummi kepadaku.
"Belikan jaket Bang," jawabku.
"Ya udah, nanti Abang belikan."
"Wih ... makasih bang." ucapku senang.
"Kalau kamu gimana Lang sekolahnya?" tanya abi.
"Alhamdulillah lancar, Alang masuk kelas favorit kelas 1A, dan juga di tunjuk jadi ketua kelas."
"Wah dapat amanah lagi kamu, dari smp sampai smk jadi ketua kelas." ucap Abi bangga kepadaku.
"Kalau Mala, hayo tadi sekolahnya dapat nilai bagus gak." tanya Abi.
"Alhamdulillah, semuanya Mala dapat nilai A Bi."
"Wah anak gadis Abi memang hebat." sanjungnya.
"Ih ... anak gadis Ummi juga loh." celetuk ummi manyun.
"Hahahaha," kami semua tertawa karena melihat tingkah lucu Ummi.
Ketika itu ku tatapi wajah mereka, Ya Allah terima kasih engkau telah memberikan kebahagiaan di keluarga hamba, jaga lah Abi dan ummi, sehatkan lah terus mereka. Dan juga untuk abang Satria , lancarkan lah rejeki dan pekerjaannya. Untuk adek Mala buatlah dia selalu tertawa, lhamba gak sanggup lihat wajah nya dikala menangis.
Aamiin.
Setelah selesai makan aku membantu ummi membersihkan meja makan dan mencuci piring.
"Ummi alang ke kamar ya, mau belajar. "
"Iya nak."
Aku pun menuju kamar untuk belajar, sambil membawa susu hangat dan roti cokelat yang tadi sore ku beli. Aku memang suka ngemil ketika belajar di rumah, supaya enjoy ketika membaca.
Ke hidupkan lagu 'Dear God' ciptaan Avenged sevenfold untuk menemani ku dalam belajar.
Suasana ini membuat aku nyaman untuk belajar sampai kantuk mulai menyelimuti badan ini.
"Semoga hari esok dan seterusnya selalu lancar." ucapku sambil menutup mata untuk tidur.
"Pernahkah kalian terbesit di hati, berharap kebahagiaan di keluarga mu tetap abadi"
E n j o y . . . ᕕ( ՞ ᗜ ՞ )ᕗ
😁😁
#FWC#
#FWC#
#FWC#
#FWC#
#FWC#
#FWC#
😀😀😀
#FWC#
😁😁😁
#FWC#