Kisah masa kecil anak laki-laki dan perempuan bernama Gilang dan Andin. Mereka adalah sepasang sahabat kecil. Mereka sama-sama duduk di bangku Sekolah Dasar.
Orang tua Gilang adalah seorang pegawai negeri sipil dan orang tua Andin adalah seorang petani. Meski mereka berasal dari status sosial yang berbeda, orang tua mereka tidak pernah melarang untuk berteman.
Suatu ketika, saat Gilang dan Andin lulus kelas 6 Sekolah Dasar. Orang tua Gilang dipindah tugas di kota. Akhirnya mereka terpisah. Gilang harus mengikuti orang tuanya dan tinggal di kota. Sedangkan Andin masih tetap di desa.
Setelah dua belas tahun berlalu, Gilang sudah lulus kuliah dan diterima kerja sebagai seorang dokter. Dan suatu saat, Gilang ditugaskan untuk mengabdi di sebuah desa yaitu Banjar Wangi tempat dia tinggal dulu waktu kecil.
Gilang pun dipertemukan dengan Andin yang sudah lama tak bertemu. Gilang bekerja di Puskesmas Desa Banjar Wangi. Disana dia bertemu dengan Andin yang bekerja sebagai seorang guru.
Saat bertemu Andin, Gilang sudah berstatus tunangan dengan Friska (teman kuliah Gilang).
Akankah Gilang dan Andin dapat bersatu?
Simak terus kelanjutan ceritanya ya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon e'Rmaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9 # Selesai Bermain
Andin dan Gilang pun jalan pulang karena hari sudah semakin siang. Karena Andin teringat pesan ayahnya. Ketika perjalanan pulang, mereka sangat senang sekali.
"Lang, lain waktu kita main layang-layang lagi yuk. " ucap Andin.
"Aku selalu siap kok Ndin. Kapanpun kamu mau main, aku bisa kok hehehehe... " jawab Gilang.
"Oke Lang, " sahut Andin.
Lima belas menit kemudian, Andin dan Gilang sampai di rumah Gilang. Andin berhenti sejenak di rumah Gilang.
"Ndin, masuk dulu nak. " ucap ibunya Gilang.
"Terima kasih tante. Andin tidak bisa lama-lama karena ayah kemarin sudah berpesan kalau Andin tidak boleh lama-lama bermainnya, " ucap Andin.
"Oh begitu ya Ndin. Ya sudah kalau begitu minum saja sebentar." ucap ibunya Gilang.
"Ya sudah te. Andin duduk sebentar, " jawab Andin.
"Tante buatkan minum dulu ya nak, "ucap ibunya Gilang.
Ibunya Gilang pun pergi ke dapur untuk mengambilkan minum untuk Andin.
"Bentar ya Ndin. Aku tinggal ke belakang dulu untuk meletakkan layangan kita, " ucap Gilang.
"Iya Lang. Aku bantu ya, " ucap Andin.
"Tidak perlu Ndin. Aku bisa sendiri kok, " jawab Gilang.
"Tunggu bentar ya, " lanjut Gilang.
"Iya Lang, " sahut Andin.
Gilang pun ke belakang dengan membawa layang-layang mereka untuk diletakkan disana. Tak lama kemudian, ibunya Gilang pun keluar menghampiri Andin sambil membawakan es sirup buat Andin.
"Ndin, ini tante buatkan es sirup buatmu biar segar karena tadi pasti kalian kepanasan setelah main layang-layang. " ucap ibunya Andin.
"Terima kasih ya te. Andin minum dulu es sirupnya, " ucap Andin.
"Silakan Ndin. Dihabiskan ya!, " ucap ibunya Gilang.
Andin pun meminum es sirup buatan ibunya Andin.
"Oh iya te, terima kasih ya tadi sudah dibawakan bekal buat kami waktu main layang-layang di lapangan. " ucap Andin.
"Sama-sama Ndin. Biar kalian lebih semangat saja kalau bermain hehehe... " jawab ibunya Gilang.
"Makanan buatan tante tuh enak banget lho. Waktu itu Gilang juga pernah bawakan ketika di sekolah, " ucap Andin.
"Ah....Andin bisa saja. Makanan tante itu biasa saja kok. Andin mungkin yang berlebihan. " ucap ibunya Gilang.
"Beneran kok te. Andin tidak bohong, memang makanannya benar-benar enak. " ucap Andin.
"Terima kasih ya Ndin atas pujiannya, " ucap ibunya Gilang.
"Oh iya te, Andin pulang dulu ya. Takut ibu cari Andin, " ucap Andin.
"Lang, ini Andin mau pulang. " teriak ibu memanggil Gilang.
"Iya bu. Bentar lagi Gilang keluar," sahut Gilang.
Tak lama kemudian, Gilang keluar.
"Lang, aku pulang dulu ya. " ucap Andin.
"Iya Ndin. Hati-hari di jalan ya!, " ucap Gilang.
"Andin pulang dulu ya te. Assalamualaikum.. " ucap Andin sambil mencium tangan ibunya Gilang.
"Walaikumsalam... " jawab Gilang dan ibunya.
Andin pun meninggalkan rumah Gilang dan segera pulang ke rumah.
👑👑👑👑👑
Sepuluh menit kemudian, Andin sampai di depan rumahnya. Seperti biasa, Andin selalu mengucapkan salam ketika sampai rumah.
"Assalamualaikum bu, " ucap Andin sambil mengetuk pintu rumahnya.
"Walaikumsalam.. " sahut ibu dari dalam rumah.
Ibu membukakan pintu.
"Ndin, kok baru pulang. " tanya ibu.
"Iya bu. Sebenarnya Andin sudah selesai dari tadi tapi pas di rumah Gilang, ibunya menyuruh Andin duduk sebentar karena dibuatkan minum dulu jadinya Andin diajak ngobrol sama ibunya Gilang. " jelas Andin.
"Ya sudah tidak apa-apa nak. Yang penting ayahmu belum pulang jadi kamu tidak akan dimarahi," ucap ibunya Andin.
"Terima kasih bu, " ucap Andin.
"Kalau begitu kamu segera mandi dan segera makan karena ibu sudah siapkan makanan buat kamu, " ucap ibunya Andin.
"Iya bu, Andin mandi dulu ya. " ucap Andin.
"Iya nak, " jawab ibunya Andin.
Andin pun segera mandi. Dan ibu menyiapkan menyiapkan makanan untuk Andin dan ayah. Karena sebentar lagi ayah pulang untuk makan siang.
👑👑👑👑👑
Setelah Andin selesai mandi, ayahnya Andin pun datang ke rumah.
"Ayah sudah pulang!, " ucap ibunya Andin sambil mencium tangan ayah.
"Andin sudah pulang bu, " tanya ayah.
"Ayah kira masih main saja. Kalau gitu ayah mandi dulu bu, " ucap ayah.
Ayah pun segera mandi. Dan setelah selesai mandi, ayah duduk untuk makan.
"Bu, panggilkan Andin. Ajak makan sekalian sama ayah, " ucap ayah menyuruh ibu memanggil Andin.
"Iya yah. Ibu panggilkan Andin dulu yah, " jawab ibu.
Ibu pun segera memanggilkan Andin di kamar.
"Ndin, dipanggil ayah untuk makan bersama." ucap ibu.
"Iya bu. Andin segera kesana, " jawab Andin.
"Ya sudah. Ayah dan ibu tunggu disana ya, " ucap ibu.
Ibu pun kembali bersama ayah. Tak lama kemudian, Andin pun menyusul.
"Ayo makan nak!, " ajak ayah.
"Iya yah, " jawab Andin.
Mereka pun makan siang bersama.
"Tadi gimana pengalamanmu bermain layang-layang Ndin, " tanya ayah.
"Andin senang banget yah. Karena baru pertama kalinya Andin bermain layang-layang. Ternyata sangat menyenangkan yah, " ucap Andin yang terlihat sangat senang.
"Tapi sebaiknya kalau anak perempuan jangan bermain layang-layang nak, " ucap ayah.
"Iya yah. Tapi Andin masih boleh kan yah bermain layang-layangnya, " ucap Andin.
"Hmmm... boleh kok nak tapi jangan terlalu sering ya, " jawab ayah.
"Terima kasih ayah, Andin sayang ayah. " ucap Andin.
"Ya sudah. Ayo kita lanjut makannya !," ucap ibu.
Mereka pun melanjutkan makannya. Andin terlihat bahagia karena ayahnya masih mengijinkannya bermain layang-layang lagi.
👑👑👑👑👑
Setelah selesai makan, ayah kembali berangkat ke sawah untuk melanjutkan pekerjaannya.
"Ibu dan Andin, ayah berangkat ke sawah lagi ya. Dan Andin jangan main lagi karena sudab siang. Kamu segera tidur, " ucap ayah.
"Iya yah, " ucap Andin sambil mencium tangan ayahnya.
"Ayah berangkat dulu, " ucap ayah.
"Hati-hati di jalan yah, " ucap ibu dan Andin.
Ayah pun berangkat ke sawah lagi. Andin membantu ibunya untuk merapikan dan mencuci piring di dapur. Dan setelah selesai membantu ibu...
"Ndin, kamu segera tidur. Ingat pesan ayahmu tadi, " ucap ibu mengingatkan Andin.
"Iya bu. Setelah ini Andin tidur kok. Andin kasihan kalau ibu membereskan sendiri, " ucap Andin.
"Terima kasih ya nak. Kamu memang anak yang rajin. Karena pekerjaannya sudah selesai, jadi kamu bisa tidur Ndin, " ucap ibunya Andin.
"Iya bu. Sekarang Andin tidur dulu ya bu, " ucap Andin.
"Iya nak, " sahut ibunya Andin.
Andin pun keluar dari dapur dan segera masuk kamarnya. Ketika di dalam kamar, Andin masih duduk di atas tempat tidurnya.
Andin merasa lega karena ayahnya tidak memarahinya karena bermain layang-layang.
"Sungguh pengalaman yang sangat menyenangkan bisa bermain layang-layang, " ucap Andin dalam hati.
Andin pun rebahan di atas tempat tidurnya dan sampai akhirnya dia tertidur karena sudah mengantuk karena seharian bermain layang-layang bersama Gilang.
👑👑👑👑👑
meski sudah terpisah tp tetap dipersatukan
Sukses ya Thor 👍☺
Seneng lihat Gilang sama Andin bisa bersatu lagi😁
Andin dan Gilang happy ending 🥰🥰